
Ara berlari ke dalam kamar,mengunci pintu kamar lalu tengkurap diatas ranjang.Otaknya blank saat penuturan Rendy yang tak pernah ia sangka akan terjadi.
Jujur saja debaran yang dikatakan Rendy itu juga ia rasakan,bahkan ingin sekali ia teriak saat ini jika ia kembali jatuh cinta.Padahal baru beberapa saat ia masih menangisi kandasnya cinta dengan cinta pertamanya.
Tok...tok..tokโฆ
"Princess..mami sama daddy nunggu kamu dibelakang.Ayo turun,kita barbeque di taman belakang"ucap Rafa dibalik pintu membujuk sang adik.Adiknya sangat menyukai acara barbeque seperti ini setiap ia bersedih.
Ara terperanjat dan langsung berdiri. "Oh.. hhmm iya bentar lagi aku turun"sahut Ara dengan berteriak juga dari dalam kamar.ย
Ia berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Hey jantung,jangan berdebar seperti ini.Aku belum menikah dan gak mau mati konyol karna kamu"monolognya sambil menyisir rambut panjangnya setelah selesai membersihkan diri.
Ia mematut wajahnya di cermin,lalu tersenyum.
"Kau benar-benar membuatku malu cermin.Bagaimana bisa kau tau aku tengah jatuh cinta lagi?"monolognya kembali saat tersenyum menghadap cermin,seakan cermin itu manusia.
Lalu ia menggelengkan kepala lalu memukul sendiri kepalanya "Bodoh.. Bodoh,sadarlah bodoh dia suami orang"monolognya lagi menyadari kenyataan yang sangat pahit dan ngenes.
Ia hanya bisa menghembuskan nafas kasar,lalu berjalan gontai untuk menghampiri yang lain.ย
๐
๐
๐
"Princess"panggil daddy Elang saat melihat putri tersayangnya keluar dari pintu kaca penghubung ruang keluarga dengan taman dibelakang rumah.
Ara berlari kecil sambil memaksakan senyumnya tersenyum pada daddynya,setelah sebelumnya pandangannya menemukan orang yang membuat hati ya porak poranda lagi.
Ara berdiri dibelakang daddy Elang lalu memeluk leher lelaki dewasa yang tengah duduk bersama Rafa.ย
"Daddy senang princess daddy manja lagi"ucap daddy Elang mengelus lengan sang putri.ย
"Ara memang selalu manja kalo sama daddy,sampai papi aja kan cemburu waktu itu.Daddy inget kan?"sahut Ara meingat kenangan waktu mereka tahun lalu merayakan ulang tahunnya dan Rafa.
"Ingatlah,papimu sampai memukul kepala daddy pakai spatula dan kami berdua dapat hukuman dari mami gara-gara bertengkar sperti anak kecil"ucap daddy meingat kenangan yang sangat indah.
Keduanya pun terkekeh,Ara menyandarkan kepalanya pada bahu daddynya.Melihat daddy yang kembali ngobrol degan Rafa yang masih belajar berbisnis itu.
"Princess.. daddy boleh tanya sesuatu?"tanya daddy Elang membuat Ara berdiri tegak,dari nada daddynya ada sesuatu serius yang akan dibicarakan.
"Em.. bentar dad,Ara udah tergiur bau daging yang bikin perut Ara menari"ucap Ara tiba-tiba yang memang tak bisa menolak pesona daging barbeque.
Daddy Elang terkekeh melihat putrinya memejamkan mata sambil berjalan menuju panggangan.Ia tak ingin membuka mata,karna bisa dipastikan ia akan terkena serangan jantung melihat lelaki yang tengah ia hindari.
"Buka matamu dek,nanti nabrak"ucap mami yang berdiri tak jauh dari panggangan,membantu chef yang sibuk memanggang daging.
"Mami ini gak tau apa jantung anaknya mau copot liat om ganteng itu..eh ganteng"batinnya terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.
Tanpa menatap sepasang mata yang tengah mengamatinya seakan akan menelannya hidup-hidup Ara acuh dan sibuk dengan daging-daging yang siap di santap.ย
"Pelan sayang,masih panas"tiba-tiba Ara meremang dengan hembusan nafas seseorang disebelahnya yang sangat terasa serta bau parfum yang sangat ia kenali.
"Uhuk...uhukโฆ"suara itu membuat Ara tersedak dan dengan cepat Rendy memberikan air mineral pada Ara lalu menepuk pelan punggung Ara dengan telaten.Ara beberapa kali berdehem lalu mendongak dan tatapannya kembali bertemu dengan manik mata coklat milik chef Rendy.
Bahkan ketiga manusia yang berada di sana ikut menatap tingkah Ara dan chef Rendy yang terlihat manis dipandang mata.Mami tersenyum,sangat bahagia dengan pemandangan di hadapannya.ย
"Perhatian banget sih chef sama Ara..Tiati chef dia baperan lho"ucap mami memperingatkan.
(Tak tau saja mami kalau anakmu sudah terjerat sama om genit-author ngakak)ย
"Mami apaan sih"ucap Ara mencoba menghilangkan kegugupannya.
"Lah kan emang bener kamu baperan"sahut mami tanpa rasa bersalah.ย
Rendy tersenyum "Dia emang manis,sayang kalau gak diperlakukan dengan manis"timpal chef Rendy lalu terkekeh. "Kalau saya masih sendiri,mungkin saya sekarang udah jadi calon mantu ibu"lanjut Rendi.
"Dikira aku ini gula apa"batin Ara menggerutu.ย
__ADS_1
"Ehem"deheman keras dari daddy Elang membuat semuanya terdiam.Bahkan daddy menatap chef Rendy dengan tatapan tajam.
"Berasa dikuliti gue"batin chef Rendy salah tingkah.ย
Ara kembali duduk di samping daddynya dengan sepiring barbeque. "Dad,mau Ara suapin?"tanya Ara mencoba menghentikan pandangan daddy pada chef Rendy yang menakutkan.
Daddy Elang yang luluh dengan perhatian sang putri pun tersenyum lalu mengangguk.ย
"Aaaaโฆ"ucap Ara seakan menyuapi bayi,dan dengan senang hati daddy membuka mulutnya.
Kebersamaan keluarga ini membuat Rendy tersenyum,sungguh ia juga menginginkan kehangatan seperti keluarga dihadapannya ini.Meski salah satu telah pergi,tapi mereka tak pernah melupakan dan selalu mengenang lelaki yang dicintai oleh keluarga kecil ini.
Rendy meraih ponselnya lalu mengetikkan sesuatu disana.
"Om serius dengan kata-kata om.Om beneran cinta sama kamu Aurora,Sangat cinta" tulisnya pada aplikasi chat itu.
Klingย
Ara yang mendengar notifikasi ponselnya langsung mengeluarkan ponselnya dari kantong celana untuk ia cek.ย
Matanya membulat setelah membaca pesan dari seseorang yang juga berada disana.Ia menatap lurus pada lelaki yang tengah menatapnya dengan senyum mengembang.
Degh...degh..ย
Debaran itu kembali hadir,tatapan keduanya saling mengunci.Jarak satu meter diantara mereka seakan terkikis karna tatapan keduanya.Dunia Ara seakan hanya ada lelaki itu.ย
"Princess"panggil daddy menyadarkan Ara dari lamunannya lalu kembali memasukkan ponsel ke saku celana.
Ara memutus tatapannya lalu menoleh pada sang daddy.
"Kamu kenapa sayang? Gak enak badan?"tanya daddy penuh perhatian.
"Bukan badan Ara yang gak enak dad,tapi jantung Ara.Jantung Ara kayak mau copot gara-gara dia dad"inginnya Ara berteriak,tapi ia hanya bisa membayin dalam hatinya.
"Em..Ara gapapa kok dad"sahut Ara lalu menyuap daging di hadapannya "Enak banget ya dad,pengen barbeque an terus deh"lanjutnya bergelayut manja pada daddy Elang.
"Gimana kalo kapan-kapan kita ke Villa daddy di Bogor?"usul daddy Elang pada kedua putra putrinya.ย
"Kita bisa pergi weekend"ucap Elang lagi.
"Kamu hari ini berangkat ke New York kan?"tanya mami pada Elang.Elang mengangguk.
"Nah,gak usah maksain buat kesini lagi.Inget,tanggung jawab kamu banyak.Ribuan karyawanmu bisa ikutan malas-malasan kalau pemimpinnya malas juga"
"Cih.. kamu kira aku gak kerja selama disini,aku padahal ada disini sudah seminggu dan baru ini bisa mengunjungi mereka karna aku juga kerja di mansionku Rain"tutur Elang menjelaskan pada wanita yang masih hobi mengomel dan cuek itu.
"Terserah kamu lah"sahut mami Rain lalu kembali mengobrol dengan Rafa yang berdiri mendekati chef Rendy.
"Gimana kalau Ara main ke Mansion daddy aja?"tanya Ara,karna ia dan Rafa sudah sangat lama ingin ke kediaman daddynya yang berada di sini tapi selalu ditolak oleh daddynya.
"Gak usah ngaco dek"tegur mami
"Ish.. tapi Ara pengen banget kesana mam"sahut Ara cemberut.
"Baiklah.. bulan depan kita ke mansion daddy"ucap daddy Elang yang disambut girang oleh Ara,dia pun mencium pipi daddynya saking senangnya.
Tak taukah Ara ulahnya itu membuat kobaran amarah terjadi didada lelaki dewasa yang lain.Ingin sekali Rendy menarik gadisnya yang terus bergelayut sambil makan itu.
Apalah dayanya,ia hanya pekerja disini dan kedudukannya sangat jauh dibanding lelaki yang menjadi ayah angkat gadis yang ia cinta.ย
Yang bisa dilakukannya hanya terus memasak dengan sesekali melirik gadisnya yang asik sendiri.Bahkan daddy juga tak ingat jika ia akan membicarakan hal serius pada putrinya tentang perjodohan yang akan ia lakukan untuk Aurora.
๐
๐
๐
Sudah sebulan berlalu,ia dan Ara semakin dekat.Rendy bahkan tak sungkan untuk menunggu Ara selesai latihan balet,agar gadis itu terus berada didekatnya.Rendy yang memaksa ingin meantar jemput Ara ke sekolah ditolak mentah-mentah oleh Ara karna gadis itu takut jika Rafa curiga padanya.
Sekarang Rendy tengah berada didalam mobil range rovernya menunggu sang pujaan hati keluar dari tempat latihan.Dengan menggunakan kaos polo berwarna navy dipadukan dengan celana cino warna putih membuat pesona seorang Rendy terlihat semakin terpancar.
__ADS_1
Ia menopangkan dagunya pada setir mobil,matanya menatap pintu tempat latihan yang belum juga terbuka.Lima menit,sepuluh menit ia menunggu akhirnya yang ia tunggu pun muncul dari balik pintu.ย
Ia pun tersenyum lalu turun dari mobilnya dan berjalan menuju depan mobil.
Ara berlari kecil menghampiri lelaki yang sudah sebulanan ini mengisi hatinya setelah patah hati dari cinta pertamanya.
"Udah lama?"tanya Ara sambil tersenyum.
Rendy menggeleng "Buat kamu gak ada kata lama untuk menunggu"sahut Rendy membuat pipi gadis 17 tahun itu merona.ย
Ia meraih jemari Ara,lalu menggiringnya masuk ke dalam mobil.Setelah Ara masuk,Rendy yang membawa tas milik Ara pun masuk dan duduk di kursi kemudi.
Kembali Ara menahan nafas saat wajah Rendy berada hanya beberapa centi dari wajahnya.
"Bernafaslah sayang"ucap Rendy tersenyum lucu melihat gadisnya yang selalu lupa bernafas jika ia menarik seatbelt untuk memasangkan padanya.ย
"Huhโฆ"Ara langsung membuang nafas kasar.
"Gemesin banget sih.. Jadi pengen cium"ucap Rendy menggoda Ara membuat tubuh Ara kembali menegang,sungguh ia belum pernah gugup berlebihan seperti ini.ย
"Ah..terlalu menegangkan"batin Ara yang terlalu lemah dengan semua keromantisan lelaki disebelahnya.
"Jangan macem-macem deh"sahut Ara menabok tanpa tenaga pada bahu Rendy membuat empunya tubuh terkekeh.
"Udah siap jalan?"tanya Rendy menoleh menatap wajah Ara yang masih merona.
Ara menoleh lalu mengangguk dan akhirnya mobil range rover hitam itu pun berjalan bergelut dengan mobil-mobil yang berada dijalan raya.ย
๐
๐
๐
Sedangkan wanita yang duduk di bangku restoran mewah tengah menggeram kesal karna sebuah foto yang dikirimkan oleh salah satu teman sosialitanya.
"Say,suami lu punya sugar baby nih..Wah,bentar lagi bakal kesingkir deh lu kayaknya" sebuah chat dengan foto yang temannya itu kirimnya.
Nadia menggeram kesal kembali,membuat lelaki muda di sebelahnya menoleh menatapnya bingung.
"Kamu kenapa sih yank?"tanyanya membenarkan anak-anak rambut sang kekasih hang menutupi sebagian wajahnya.
"Liat"ucap Nadia menyodorkan ponselnya pada kekasih brondongnya.
"Cantik"batin lelaki muda tampan yang menjadi kekasih Nadia itu.
"Suamimu juga memiliki kekasih?"tanya lelaki itu.
"Sepertinya begitu"sahut Nadia tak yakin.
"Biarlah.. dia mungkin hanya bersenang-senang"ucap lelaki itu lalu mengelus pipi mulus Nadia.
"Maksudmu seperti kita?"
"No.. aku benar-benar serius sama kamu,meski cuma jadi simpanan gapapa lah"sahut lelaki muda yang bernama Lucas itu.Nadia tersenyum bangga,karna meski umurnya sudah 35 tahun tapi lelaki yang umurnya jauh dibawahnya selalu menginginkan dirinya dan memujanya.
Ia tiba-tiba tersenyum smirk "Sialan Ren,kamu udah berani main hati sekarang.Baiklah,aku akan pastikan semua gak akan berjalan seperti kemauanmu"batinnya menatap tubuh lelaki dengan kulit kuning langsat tersenyum manis sambil menggandeng gadis muda di sebelahnya yang juga menatap sang suami dengan pandangan penuh cinta.ย
...๐๐๐๐๐...
...Woy om jan macem-macem,perawan orang mau lu ajak kemana woyy๐ข๐ข...
...๐๐...
...Temen-temen jangan lupa sajennya buat Amma ya...
...Love,like,komen n giftnya selalu Amma tunggu....
...๐...
...Salam sayang Amma Nada...
__ADS_1
...Jaga kesehatan kalian semua ya zeyenk-zeyenk Amma ๐ค...