
Entah apa yang ada dipikiran lelaki dewasa yang tengah asik menatap gadis yang beranjak dewasa yang sibuk dengan ponselnya untuk membeli sesuatu di aplikasi belanja online.
"Om liat,bagus gak kalau aku pake?"tanya Ara menyodorkan ponselnya pada Rendy.
"Hhmmm,bagus..Dengan baju compang camping pun jika kamu yang memakai akan tetap terlihat cantik"sahut Rendy membuat pipi Ara kembali merona.
Dddrrttt...dddrrttt..
Ponsel Ara bergetar saat di genggaman Rendy,Rendy pun menatap nomor ponsel yang berada di ponsel milik gadisnya dengan nama 'My Prince💜' bahkan emoticon love masih berada disana.
"Siapa?"tanya Ara.
"Kekasihmu"sahut ketus Rendy lalu mengembalikan ponselnya.
Ara menatap ponselnya lalu terkekeh,ia masukkan kembali kedalam tas miliknya tanpa meangkat panggilan dari Alan.
"Om kenapa?"tanya Ara pura-pura tak mengerti perubahan pada diri Rendy.
"Aku??"tunjuknya pada diri sendiri "Emang aku kenapa?"tanyanya balik.
"Emm.. gak tau juga sih om kenapa"sahut enteng Ara lalu menyandarkan badannya di sandaran kursi.
Rendy menggeram kesal,ia meraih tangan Ara membuat empunya menoleh.
"Aku tuh cemburu.. kamu gak peka banget sih"ucap Rendy sudah mengecupi punggung tangan Ara.
Ara hanya tersenyum,melihat tingkah lelaki dewasa yang seperti bocah saat merajuk.
Kling
Kembali ponsel Ara berbunyi dan sekarang suaranya seperti notifikasi pesan.Ia pun meambil ponselnya,lalu tersenyum melihat satu pesan chat dari orang yang ia sayang.
"Siapa yang chat kamu?? Kenapa senyum-senyum"ucap menyelidik Rendy,bahkan ia merebut ponsel Ara membuat Ara terkekeh geli.
"See.. udah liat kan siapa yang chat,jangan cemburuan dong om"sahut Ara mencubit hidung mancung Rendy.Ia melilitkan tangannya pada lengan Rendy lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Rendy.
"Akal sehatku gak bisa jalan kalau tentang kamu,Aku takut kamu berpaling dari aku"ucap Rendy sungguh-sungguh.
Ara tak tau sebenarnya hubunganya dan Rendy ini seperti apa,sebulan ini Rendy terus meucap cinta dan ia bahkan sama sekali belum menjawabnya.Ia merasa nyaman didekat Rendy,perhatian lelaki dewasa itu membuat hatinya menghangat.
Meski sebenarnya Ara merasa risih jika bertemu dan selalu pergi ke pantai hanya untuk bersama,ia takut jika ada yang melihat dirinya bersama Rendy.Ia merasa seperti tengah menjadi selingkuhan lelaki beristri.
"Kamu kenapa malah ngelamun?"tanya Rendy mengelus pipi mulus Ara membuat gadis itu mendongak.
"Aku bingung sama perasaan aku dan hubungan kita"sahutnya jujur.
"Gak ada yang perlu kamu bingungkan sayang..Aku cinta sama kamu"ucap Rendy mencium puncak kepala Ara.
"Tapi kamu pria beristri om"sahut Ara,lalu meraup nafas banyak-banyak dan membuangnya kasar.Ia kembali menegakkan badannya duduk di bangkunya "Apa kata orang kalau tau aku berhubungan sama kamu? Pasti aku jadi cemoohan orang-orang"lanjut Ara mengungkapkan kegelisahannya.
Rendy menatap kedua manik mata Ara lalu menggenggam kedua tangannya. "Tunggu sebentar lagi,aku akan menyelesaikan urusanku dengan Nadia."
"Sebenarnya apa yang terjadi pada rumah tangga om? Apa tak bisa diperbaiki dan om kembali dengan istri om?"tanya Ara meski sakit mengatakannya karna pria ini sudah mengisi penuh hatinya.
"Kami udah gak sejalan sayang..Aku dan dia sudah gak bisa bersama lagi"sahutnya serius. "Dan sekarang aku sudah menemukan tulang rusukku yang sebenarnya,Aku benar-benar mencintai dan akan memperjuangkan cintaku untukmu"lanjutnya mengecup punggung tangan gadisnya.
Ara yang memang gadis mudah terbawa perasaan hanya terhanyut dengan kata-kata romantis yang Rendy ucapkan.Ia menghambur kepelukan Rendy menyandarkan kepalanya pada dada bidang pria brewok kesayangannya ini.
Keduanya kembali menghabiskan waktu sore itu di pantai seperti hari-hari sebelumnya,saling menggenggam tangan,bercanda bak muda mudi tengah di mabuk cinta.
💜
💜
💜
Mobil range rover milik Rendy tengah berhenti di gerbang masuk komplek perumahan Elit,Ara tak ingin keluarganya curiga dengan siapa ia jalan tiap pulang dari latihan balet.Keduanya saling melempar senyum.
"Aku pulang ya Om"pamit Ara lalu memasang tas balet miliknya dan membuka pintu.Tapi sebelum itu terjadi,pelukan dari belakang tubuhnya membuat Ara terdiam lalu tersenyum.
Ara mengelus punggung tangan Rendy,ia merasakan hembusan nafas di lehernya karna Rendy yang menyandarkan kepalanya pada bahu Ara membuat gadis itu meremang.
"Pasti gini tiap aku mau pulang"ucap Ara lalu mencoba melepas lilitan Rendy.
"Hhhmmm"gumam Rendy lalu menegakkan badannya setelah Ara membalik tubuhnya menghadap dirinya.
"Aku pulang dulu ya,besok ketemu lagi"Ara menangkup pipi berbulu milik Rendy. "Om serius deh,hilangin ini brewok"lanjut Ara terkekeh geli sendiri terkena bulu-bulu saat meelus rahang Rendy.
"Kamu aja yang bersihin gimana?"tawar Rendy.
__ADS_1
"Aku gak bisa cukur brewok om"sahut Ara.
"Nanti kita belajar dari YouTube,aku maunya kamu yang bersihin"ucap manja Rendy seperti bocah membuat Ara terkekeh.
Tiba-tiba Ara menarik Rendy untuk bertunduk bersamanya.Ia bahkan memegangi pundak Rendy agar pria itu tak bergerak.
"Ssstttt"ucap Ara dengan meletakkan telunjuknya didepan bibir,wajah keduanya sangat dekat dengan jarak yang hanya beberapa centi saja.
Fyuhh
Terpaan nafas gadis dihadapannya membuat matanya seketika terpejam.
"Sial"batinnya menggeram karna sesuatu dari dirinya seakan bangkit dari tidur panjangnya.
Degh..Degh..
Ara yang menyadari posisinya salah membuat dadanya kembali berdebar.
"Em..ma-maaf tadi ada mobil Rafa lewat,aku takut dia liat kita"ucap Ara tergagap.Sungguh kenapa sekarang jadi kepalanya susah untuk terangkat.
Rendy masih menatapnya intens.
Cup
Tanpa Ara sadari sebuah benda kenyal tengah menempel di bibirnya.Mata Ara membulat sempurna,ia syok karna sungguh ini sangat mendadak.
"My first kiss"ucap Ara memundurkan wajahnya.
"Really?"tanya Rendy tak menyangka,apalagi gadis dihadapannya ini pernah berpacaran.
Ara mengangguk polos dengan menutup bibirnya dengan telapak tangan.Selama berpacaran dengan Alan,keduanya sepakat jika akan berciuman bibir saat Ara berumur 17tahun tapi sayang hubungan keduanya kandas ditengah jalan.
Cup
Cup
"Aku gak pernah ciuman tauk om,om nih main sosor aja kayak soang.Dasar om m***m"ucap Ara dengan degupan jantung yang semakin bertalu-talu.Matanya membulat kembali karena kecupan bertubi-tubi dari Rendy.
Cup
"Ih om,jangan cium terus"keluh Ara lalu ditarik kembali oleh Rendy untuk ia peluk.
"Iya.. Ara tau kok,emang Arasyie Aurora Sanjaya ini berlian dan om harus beruntung karna berlian yang sangat cantik ini jadi milik om"sahut Ara narsis membuat Rendy gemas sendiri,ia goyangkan pelukannya ke kanan ke kiri membuat keduanya tertawa bersama.
💜
💜
💜
Rendy akhirnya kembali ke Apartemen meski dengan berat hati,ia harus lakukan karna panggilan dari kembaran kekasih kecilnya itu mengganggu kemesraan mereka berdua.
"Baru juga balik..Udah rindu"monolog Rendy lalu meraih ponselnya untuk mengirimkan pesan pada Ara.
"Rindu ☹️"tulisnya pada aplikasi pesan pada Ara.Jika bersama gadis itu seolah ia bagai remaja yang baru mengenal cinta.Sangat semangat dan membuatnya terus berdebar.
Ia turun dari mobil lalu melangkahkan kakinya untuk naik ke lantai Apartemen miliknya.
Tit...tit...tit..
Rendy masuk setelah bunyi pin sukses dibuka,ia berjalan masuk dan mendapati sang istri tengah duduk santai dengan toples cemilan di pangkuannya.Ia tak menghiraukan apa yang tengah istrinya lakukan,yang pasti ia sekarang tengah kehausan.
Mata Nadia meikuti kemanapun Rendy pergi.Hingga ia melihat Rendy yang tengah meneguk air mineral dari dalam kulkas.Entah kenapa gerakan naik turun jakun Rendy membuat Nadia terpana.
Kenapa ia baru menyadari jika suaminya sangat gagah dan seksi.
"Kamu kenapa?"tanya Rendy membuat Nadia gelagapan.
"Em.. gapapa"sahutnya singkat membuat Rendy menaikkan kedua bahunya dan berjalan pergi meninggalkan sang istri untuk membersihkan diri.
Butuh waktu 40 menit untuk Rendy membersihkan badannya,lalu ia berjalan keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Kembali Rendy merasa bingung dengan sikap Nadia,ia sadar jika sedari tadi Nadia terus menatapnya intens dan sekarang wanita itu kembali tengah menatapnya dengan duduk di pinggiran ranjang.
"Kamu kenapa? Aneh gitu"ucap Rendy acuh dengan handuk yang masih menggosok rambutnya yang basah dengan berjalan menuju lemari bajunya.
Rendy yang mencari kaos untuk ia kenakan terkejut dengan sepasang tangan yang tengah melilit di pinggangnya.
"Nad"panggil Rendy menggeram dengan tangan yang mencoba menyingkirkan tangan Nadia.
__ADS_1
"Aku rindu kamu"sahut lirih Nadia yang masih dapat Rendy dengar.Ingin sekali ia tertawa terbahak mendengar ucapan rindu yang sudah bertahun-tahun tak pernah ia dengar.
"Kamu mabuk,omonganmu ngelantur"ucap Rendy yang dapat melepaskan belitan tangan Nadia dan meraih kaos lalu boxer untuk ia kenakan.
"Ren,aku mau kita kembali kayak dulu"ucap Nadia tiba-tiba membuat pergerakan Rendy yang ingin pergi dari kamar terhenti,ia membalikkan badan menatap wajah cantik sang istri tapi sama sekali tak membuatnya berdebar.
"Emang kita seperti apa dulu? Bukannya dari dulu hubungan kita hanya sebatas status"sahut Rendy santai,mencoba meladeni istrinya.Ini harus segera diakhiri,ia ingin segera meresmikan hubungannya dengan kekasih kecilnya.
"Ren.. dulu kita gak kayak gini,kamu berubah"ucap Nadia tanpa tau malu.
Rendy langsung tertawa terbahak dengan bertepuk tangan,istrinya ini mungkin tengah berhalusinasi.
"Peran apa lagi yang sedang kamu perankan Nad? Menjadi istri yang tersakiti karna tak dihiraukan suami begitu.Sangat lucu,kamu berbakat jadi artis"sahut Rendy.
"Aku serius Rendy"ucap Nadia menatap sang suami yang duduk di sofa.
Tiba-tiba notifikasi di ponsel milik Rendy pun berbunyi dan ia membukanya.Balasan kata rindu juga ia dapat dari kekasih kecilnya dan kekasihnya berkata bahwa ia akan ke kediaman sang ayah angkat.
Nadia yang melihat wajah berseri-seri dari sang suami menggeram kesal dan marah,ia meremas dress rumahnya yang sangat tipis.
Saat Rendy beranjak dari duduknya,Tetapi tiba-tiba kata-kata yang dikeluarkan dari mulut Nadia membuat Rendy emosi.
Ia berjalan menghampiri Nadia dengan mata menyalang.
"Katakan sekali lagi yang baru kamu katakan"ucap Rendy dengan nada menakutkan.Wajah yangs sering terlihat ceria itu sangat menakutkan saat ini.
"Kamu akan pergi menemui j*l*ngmu itu?"tanya Nadia tanpa rasa takut.
Rendy mencekik leher Nadia hingga empunya mengaduh kesakitan,emosinya meledak saat gadis yang ia cinta dihujat dengan kata-kata tak pantas.
"Jangan sekali-kali mulut sampahmu berkata tak pantas pada kekasihku.Asal kau tau dia lebih baik segala-galanya darimu."ucap Rendy dengan menekan semua kata-katanya dengan tatapan tajam menusuk pada Nadia.
"Setidaknya dia gadis yang setia,tak sepertimu yang menjajahkan tubuhmu pada lelaki-lelaki muda hanya demi kepuasanmu"lanjut Rendy melepas dengan kasar cekikannya sampai wajah Nadia memerah menahan tangis dan amarah yang bersamaan.
Pikiran Nadia tiba-tiba buntu setelah ucapan terakhir yang Rendy katakan.Rendy berbalik dan menuju lemari meambil celana cino untuk ia pakai dan meraih kunci mobil.
"Tak akan aku biarkan kamu bersenang-senang dengan wanita itu Ren.. ingat aku mengandung anakmu"teriak Nadia setelah mendapatkan kembali tenaganya.
Rendy yang ingin menenangkan diri kembali tersulut emosi dengan kata-kata Nadia.
"Jangan kau pikir aku bodoh Nadia..Aku tau sebenarnya bayi itu bukan milikku,asal kau tau..Aku mengetahui semua sepak terjang mu selama berumah tangga denganku."sahut marah Rendy karna terpancing ancaman Nadia. "Jika kau masih kekeuh dengan kata-katamu yang mengatakan anak itu adalah milikmu,aku mau melakukan tes DNA saat anak itu lahir"lanjutnya.
Ia berjalan menuju lemari,meambil amplop coklat yang ia simpan dalam laci lemari.
Rendy menyobek amplop besar itu lalu melemparkan semua bukti kebusukan Nadia dibelakangnya.
"Aku masih ingat dengan jelas ucapanmu pada laki-laki yang kau jadikan kekasihmu dulu jika kau hanya mengincar semua harta yang aku miliki."ucap Rendy
Degh!
Tubuh Nadia seakan melemas seketika karna melihat semua bukti dihadapan matanya begitu nyata. "Aku memenuhi itu semua dan sekarang,aku ingin kita bercerai"lanjutnya dengan wajah yang menahan amarah pergi meninggalkan Nadia yang hanya diam menatap nanar ribuan foto dirinya dengan beberapa lelaki berbeda-beda.
💜
💜
💜
"Aku butuh kamu saat ini sayang"gumam Rendy yang berada didalam mobilnya yang masih terparkir di basement Apartemennya.
Kling
Notifikasi di ponselnya membuat Rendy membuka pesan itu,wajahnya yang semula diselimuti hawa menakutkan sekarang berubah.Pesan dari Tuan Elang membuat senyum Rendy tak pernah pudar.
"Chef,datanglah ke mansion.Buatkan masakan western untuk putra putriku sekarang" chat yang sangat biasa tapi baginya penuh dengan makna itu membuat hati chef Rendy berbunga-bunga.Semesta memang memberi kesempatan dan dukungan padanya.
Ia menghidupkan mesin mobil lalu dengan bahagia melajukan mobilnya ke mansion mewah milik tuan Elang.
...💜💜...
...Temen-temen jangan lupa sajennya buat Amma ya...
...Love,like,komen n giftnya selalu Amma tunggu....
...💜...
...Salam sayang Amma Nada...
...Jaga kesehatan kalian semua ya zeyenk-zeyenk Amma 🤗...
__ADS_1