
Keesokan paginya,Ara terlihat hanya berdiam diri sambil menonton pertunjukan balet melalui layar tv.Tak ada yang bisa ia lakukan selain makan membuat ia hanya bisa bediam diri.
"Mih,Rafa berangkat"terdengar suara kakaknya dari dapur yang tengah berpamitan pada mami Rain.
Hati Ara berdenyut nyeri,matanya pun berkaca-kaca.
Ia yang biasanya menjadi suara paling nyaring jika hendak pergi ke sekolah,sekarang hanya bisa berdiam diri dan melihat kakaknya melakukan kegiatan.
"Ra"panggil Rafa membuat Ara menoleh.
"Ya"sahutnya dengan senyum yang dipaksakan.
"Kamu kenapa dek?"tanya Rafa mendekati Ara,feeling kakak kembarnya ini memang selalu tau jika ada yang mengganjal dihatinya.
Ara menggeleng "Gapapa,emang aku kenapa"sahutnya.
"Bicara apa yang membuat kamu sedih,aku gak mau liat wajah kamu kayak gini"
"Ya ampun Rafa,gue gapapa.. Wajah gue cantik gini,emang gue kenapa coba"sahutnya sambil mencebik kesal.
"Serius gapapa?"selidik Rafa.
"Iya ya Ampun,bawel banget sih lu Raf.Udah sono sekolah yang bener"usir Ara yang tak ingin melihat wajah sedih yang ditunjukkan keluarganya.
"Ada apa sih,mami denger dari dapur kamu ngomel dari tadi" tiba-tiba saja mami berjalan menghampiri keduanya,karena perdebatan keduanya terdengar hingga ke dapur.
"Ara juga gak tau nih Rafa ngomong gak jelas dari tadi.. Kan bikin aku darting mih"sahut Ara.
"Udah gak panggil kakak sayang lagi nih sama Rafa.."goda mami Rain.
"Udah expired mih,gak deh manggil kakak lagi."sahut Ara lagi "Udah sono Raf berangkat,ntar telat baru nyaho lu"lanjutnya melihat Rafa yang hanya diam saja.
Rafa pun yang dipanggil namanya akhirnya tersadar.Ternyata ia melamun.
"Iya kak,sana sekolah.. "timpal mami
Rafa mengangguk,lalu berjalan mendekati maminya dan meraih tangan maminya lalu mencium punggung tangan sang mami.Tak lupa juga ia mencium pipi sang mami.
"Rafa berangkat ya Mih" pamitnya.
"Iya.. kakak hati-hati ya"balas mami sambil tersenyum.
Rafa mengangguk,lalu berpindah pada sang adik.
"Aku berangkat ya..Ntar aku kasih catatan di sekolah biar kamu gak ketinggalan pelajaran"ucap Rafa lalu mencium kening sang adik "Jangan lupa ntar kontrol ke Dokter,jangan males"lanjutnya lalu mencolek hidung mancung Ara membuat gadis itu mencebik.Kakaknya itu bawel sekali pikir Ara.
"Gak perlu, nunggu ujian aja gak perlu belajar.. Kan kepintaran gue udah lu ambil semua.So percuma belajar juga"balas Ara lalu meraih tangan sang kakak untuk bersalaman.Rafa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.Mami pun hanya bisa menepuk jidatnya karena sungguh kelakuan bunsunya itu sebelas duabelas dengannya dulu.
Akhirnya Rafa pun pergi ke Sekolah sendiri.
…….
Ara masih melanjutkan kegiatannya menonton siaran balet di layar Tv nya dan sekarang mami Rain tengah menemani gadisnya itu.
Kriuk
Kriuk
Terdengar suara cemilan kripik bawang yang tengah dimakan oleh maminya itu membuat Ara terganggu.
"Mami ih, udahan dong makannya.. Ngemil terus ih,ntar gendut baru tau rasa"ucap Ara sewot dengan melirik maminya.
Mami terkekeh "Sewot aja,bilang dong kalau mau juga.. Lagian badan mami gak akan melar ketimbang ngemil ini doang, kamu kan tau sendiri body mami masih kayak anak SMA"
"Dih.. kepedean banget sih mami"
"Lah emang bener, papi kamu aja heran lho.Mami hamil kamu sama kakak kamu waktu itu perut mami udah kayak diisi buah semangka yang gede banget,lah pas habis lahiran badan mami balik lagi kayak gini"mami mengingat masa-masa indah lagi bersama sang suami.
Ara melihat wajah sumringah mami membuat Ara ikut tersenyum.
Ia memiringkan badan menghadap maminya "Kangen banget ya mih sama papi?"tanya Ara pada mami.
"Kangen banget lah.. siapa yang gak kangen sama suami sendiri, tapi sekarang kangennya bisa dibagi lewat do'a aja"sahut mami sambil tersenyum tanpa ada gurat kesedihan di wajah cantiknya.
Ara ikut tersenyum melihat maminya yang sudah terlihat ikhlas dengan semua yang terjadi.
"Senyum-senyum… baper pasti"tebak mami Rain yang tak hentinya di pandang oleh Ara.
"Hehe.. tau aja mami"
"Kamu kan emang gitu baperan"
"Bawaan dari lahir mih" ucap gadis itu sambil tersenyum
__ADS_1
"Preeetttt"sahut mami membuat Ara terkekeh.
Tiba-tiba suara salam dari depan membuat keduanya menjawab dan menoleh pada ruang tamu.Tidak mungkin eyang kakung dan eyang putri,karena tadi beliau sudah menelpon mami jika sudah sampai di kediaman putra pertama mereka.Edo.
Dan laki-laki dengan kaos polo serta celana cino yang terlihat rapi itu berjalan dengan gagahnya,membawa sebuket bunga.Mami terlihat memutar mata malas tapi jangan lupa ada mata yang tengah berbinar melihat buket bunga mawar yang dirangkai sangat cantik itu.
"Pagi ibu"sapa chef Rendy lalu bersalaman dengan mami Rain.
"Pagi chef"sahut mami Rain "Udah ngapel aja.. masih pagi juga,Rafa aja baru berangkat sekolah"lanjutnya menyindir kekasih putrinya yang terlalu rajin ngapel itu.
"Biasa bu,kan lagi kasmaran.. Bawaannya pengen ketemu terus"sahut Chef Rendy menggaruk tengkuknya yang tak gatal,ia sudah terbiasa dengan ucapan ceplas ceplos mantan atasannya yang merangkap sekarang menjadi calon mertuanya ini.Ia melirik gadis yang menjadi kekasihnya itu tengah menatapnya.
"Buat kamu sayang"ucap Chef Rendy menyerahkan buket bunga mawar itu pada Ara. "Gimananperasaan kamu hari ini happy?"lanjutnya yang selalu menanyakan tentang apa yang tengah gadis itu rasakan,perhatian seperti itu yang selalu Rendy berikan pada sang kekasih.
Jangan ditanya bagaimana ekspresi gadis itu,Kalian sudah pasti bisa menebaknya.
"Makasih.. cantik banget Om,Ara suka"sahut Ara dengan senyum manisnya yang membuat calon duda itu berbunga-bunga. "Happy,apalagi dapet ini"lanjutnya menatap kembali buket bunga mawar di dekapannya.
"Astagfirlloh..uhuk..uhuk"Ucap mami Rain sambil pura-pura terbatuk.
"Apaan sih mami" sewot Ara lalu kembali menghirup aroma bunga mawar itu.
"Ginian doang demennya sampai haha..hihi..haha...hihi... Aturan kalau orang ngapel tuh bawa kek martabak,nasi padang,terang bulan atau apa kek biar kenyang.. Dikasih bunga aja udah mleyot,Gak bikin kenyang Cess..Princess"suara mami Rain senang menggoda sang putri sampai kesal.
Ara mencebik kesal "Ck..Itu mah mami yang doyan makan"
"Maaf nih bu,bukannya gak mau bawa.. Kan sekalian mau nganter princess Check Up,jadi mau minta izin sekalian buat makan diluar"chef Rendy membuka suara setelah keduanya sedari tadi berdebat.
"Lho jadi ke rumah sakit nanti gak sama mami?"tanya mami Rain pada sang putri.
"Gak deh.. mami suka godain perawat disana,kan princess jadi kalah pamor"sahut Ara membuka kebiasaaan mami yang memang sering menggoda perawat laki-laki di rumah sakit.Hiburan kata mami.
"Nah chef ti ati chef, princess suka tebar pesona.. Awas kalau kena tikung"Kompor mami Rain.Chef Rendy yang mendengar penuturan Ara saja sudah ketar ketir ditambah ucapan mertuanya itu semakin panas saja. Ia menatap tajam sang kekasih.
Aurora salah tingkah. "Jangan kompor deh mih"
"Hayolho.. kamu juga sih,tuh mata chef Rendy mau copot"sahut mami Rain terkekeh membuat Ara masih salah tingkah dengan tatapan kekasihnya.Mami pun beranjak.
"Mami mau kemana?"tanya Ara
"Jalan lah"
"Kan mami gak ikut princess?"tanya Ara lagi.
"Saya tinggal dulu chef"pamit chef Rendy dengan senyum mengejek pada putrinya,lalu diangguki oleh chef Rendy.
...……....
Sepeninggalan mami,Aurora tampak mencoba tenang meski dalam hatinya jedag jedug karena tatapan kekasih yang tak lepas darinya itu.
"Om mau minum apa?"tanya Aurora memecahkan keheningan.
Rendy masih saja diam berdiri tak jauh darinya.
"Om duduk,gak capek berdiri terus"ucap Aurora lagi,tak disahuti oleh kekasihnya. "Sini.. Kangen"lanjutnya meulurkan tangan pada kekasihnya.Biasanya jika sikapnya seperti ini kekasihnya akan luluh.
Nah kan terbukti,wajah kekasihnya yang tadi nya mengeras mulai melunak.Lelaki itu menghampirinya lalu duduk disebelahnya.
"Yes.. berhasil"teriak girang Aurora dalam hati,ia pun mengulum senyumnya.
"Kangen"ucap Aurora lagi memeluk lengan sang kekasih.
"Aku juga,tapi aku kesel sama kamu"sahutnya, meciumi puncak kepala sang kekasih.
"Kesel kenapa sih?" goda Aurora.
"Kamu suka tebar pesona kata mami"
Aurora terkekeh " Itu mah mami mau bikin Om cemburu"
"Tapi kayaknya bener deh.. Kamu kan cantik,pasti juga banyak cowok di sana yang cari perhatian sama kamu"racau chef Rendy.
Cup
Aurora mencium pipi Rendy.
"Cemburu ya.. Takut banget kehilangan aku?"tanyanya Aurora setelah sukses melihat wajah merah merona kekasihnya.
Untung saja tak ada mami Rain,jika ada mami dan ketahuan Aurora mencium lelaki itu mungkin sendal swallow mami sudah melayang di kepala putrinya itu.
"Jelas lah,jangan ditanya lagi"
__ADS_1
"Cinta deh,Love you Om"
"Love you too princess"sahut chef Rendy merengkuh tubuh sang kekasih penuh cinta.
...........
Setengah jam berlalu,Ara pun sudah siap dengan dress berbahan sifon bermotif bunga-bunga dan memakai tas kecil untuk menyimpan ponselnya.
"Aku udah siap Om"ucap Ara sambil mendorong pelan kursi rodanya dari kamar bawah.
Setelah kejadian yang menimpa Aurora,gadis itu memutuskan untuk memakai kamar yang berada disebelah kamar mami Rain untuk menjadi kamar miliknya.
"Makasih ya mbak"ucapnya lagi pada wanita yang membantunya memakai baju,yaitu pembantu rumah tangga di rumahnya.
"Sama-sama non,saya ke belakang dulu" pamit wanita itu lalu pergi ke dapur.
"Cantik banget sih.. pacar siapa ini?"Rendy menghampiri Ara lalu berjongkok sambil tangannya terulur mengelus pipi tirus sang kekasih.
"Tau pacar siapa ya?"tanya balik Ara.
"Pacar aku dong" sahut Rendy lalu berdiri dan mencium sayang kening sang kekasih membuat gadis itu tersenyum.
"Kita berangkat yuk" ajak Rendy dan diangguki oleh Aurora.
Keduanya pun berjalan keluar dengan Rendy yang tengah mendorong kursi roda milik sang kekasih.
...……....
Bbbrrrruuuummmmm
Bbbrrrruuuummmmmmm
Terdengar suara knalpot yang memekakkan telinga,sudah bisa Ara tebak siapa itu.
Ia masih di teras menunggu Rendy mendekatkan posisi mobilnya dengan teras rumahnya.Lalu dengan telaten lelaki itu kembali turun dan berjalan ke arahnya untuk membantunya naik ke dalam mobil.
"Peluk erat ya.. nanti jatuh"pinta Rendy saat ia mencoba mengangkat tubuh Ara.
Sekuat tenaga gadis itu menahan nafas karena sungguh dadanya berdebar hebat saat berada dalam gendongan sang kekasih saat ini.
Otot kekar dan wajah maskulin Rendy bahkan dapat ia lihat dari body mobil karna pantulan keduanya yang terlihat.Apalagi aroma parfurm dengan wangi woody yang menguar dari badan kekasihnya itu membuat lelaki itu semakin mempesona.
Tanpa sadar Aurora merona.
Ia sudah duduk anteng didalam mobil dengan pipi masih bersemu merah dan kekasih nya tengah mengambil kursi roda itu untuk ia letakkan di belakang mobil.
Tuk..tuk…
Lamunan Ara yang masih mengingat ekspresi wajah sang kekasih buyat karena ketukan dari kaca mobil.
"Kenapa kaget gitu dek?"tanya mami setelah Ara membuka kaca mobil.
"Eng-gak kok.. siapa yang kaget coba,mami ngarang aja"kilah Aurora.
Mami hanya menaikkan bahunya "Mami mau berangkat duluan ya sayang,kamu hati-hati.Bilang sama dokter Daniel kirim hasil check Up kamu hari ini ke Mami ya"pamit mami,lalu Ara meraih tangannya untuk gadis itu cium.
Mami pun mencium pipi sang putri.
"Iya.. mami juga hati-hati ya"sahut Ara. "Harus ya mih pakai motor?"lanjut tanya Ara melihat mami memasang helm motocrossnya.
Mami menoleh "Udah lama gak dek, pemanasan"sahut mami lalu terkekeh,Ara hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah maminya itu.
Ia melihat maminya berbicara dengan kekasihnya melewati jendela,mami sama berpesan pada kekasihnya untuk berhati-hati dan mengabari jika terjadi apa-apa dengan mereka.
"Sayang"panggil chef Rendy setelah masuk ke dalam mobil.
"Ya"sahut Ara menoleh.
"Aku cinta kamu"ucap chef Rendy membuat Ara merona,lelaki itu selalu suka tiba-tiba menyatakan cinta seperti ini.Ia kan belum siap.
"Aku juga" sahutnya malu-malu.
"Juga apa?"tanya Rendy menggoda snag kekasih.
"Ih.. ya pasti cinta juga sama Om lah"sahutnya malu-malu lagi membuat senyum Rendy semakin merekah saja.
Badannya mendekati Ara untuk mencium gemas pipi yang tengah merona itu,tapi…
Bbrrruuuuummmmm
Bbbrrrrruuuummmmmmm
"Mami!!!!"teriak Ara terkejut dengan mata melotot membuat Rendy juga terkejut hingga ciuman itu batal karna melihat calon mertuanya melakukan freestyle tak jauh dari mobil mereka.Dan motor trail itu melesat lebih dulu dengan membawa wanita berumur 40 tahunan itu.
__ADS_1
Rendy hanya bisa mengelus dada melihat tingkah mengejutkan calon mertua yang sebelumnya belum pernah ia tau.
"Gini amat calon mertua gue"batin Rendy.🤦🏻♂️