Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Lamaran dadakan - Terima


__ADS_3

Mata mami tertuju pada lelaki yang tengah menatap dengan senyum terbaiknya,perlahan ia mendekati mami yang terdiam tak jauh dari lelaki itu berdiri.


"Elang"panggilnya,hingga lelaki itu berada dihadapannya.


"Ini untukmu"ucap daddy menyerahkan sebuket bunga lily putih yang sangat cantik.Mami pun menerima dengan tatapan bingung.



"Elang" 


"Ya?"jawab daddy masih tersenyum.


"Benar ini kau?" tanya mami dengan raut wajah bingung.


Lelaki itu semakin merekahkan senyumnya"Ini aku Rain" 


"Kenapa kau kembali? Maksutku,bukannya lusa kamu baru kembali ke New York dan sekarang kenapa sudah ada disini lagi?"tanya mami,baru kemarin lelaki ini memberi kabar padanya jika begitu banyak meeting yang harus ia datangi dan sekarang sudah berada dihadapannya.


"Kau tak menyukai kedatanganku?"tanya daddy menatap wanita yang begitu ia rindukan itu.


"Bukan,bukan..Bukan itu maksutku,tapi aneh saja.Baru kemarin kau mengeluh begitu banyak pekerjaan disana" sahut mami.


"Aku begitu merindukanmu dan semua kerjaan itu tak penting.Pesan yang kukirim padamu tak kunjung kau balas,aku memutuskan kembali untuk melihat keadaanmu"ucap daddy terang-terangan.Biarkan untuk saat ini ia ingin terbuka dengan wanita dihadapannya.


"Elang,jangan bercanda.Kita terlalu tua untuk membicarakan hal yang begitu menggelikan"sahut mami canggung,meski tanpa sadar pipi merona dibuatnya.


"Kampret memang bisa-bisanya"batin mami.


"Tak ada batas umur untuk merindu Rain,aku begitu merindukanmu"jujur daddy lagi.


Tanpa basa basi,Ia merogoh saku celananya untuk mengambil kotak yang sudah ia persiapkan dan tiba-tiba ia berlutut dihadapan mami Rain.


Tek 


Bunyi kotak berwarna tosca pun yang tengah ia buka.



Salah satu perhiasan dari brand ternama di New York tengah berada di hadapan mami Rain,sebuah cincin dengan satu mata berlian yang besar lalu dikelilingi berlian kecil di lingkarannya itu tampak berkilau.Ia terdiam sesaat.


"Raina"panggilnya,menatap manik coklat yang indah ditambah sinar lampu yang membuat wajah mami Rain semakin bercahaya dan mempesona.


"Aku tau dulu memiliki kesalahan yang besar sama kamu, bahkan aku pernah melukai masa lalumu.Aku pernah membuatmu hancur,maafkan aku.Aku sudah mencoba membuang rasa yang aku punya Rain,bertahun-tahun yang lalu aku mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain.Tapi gagal,hatiku terus menginginkanmu.Raina,beri aku kesempatan untuk memenangkan kembali hatimu.Menikahlah denganku"ucap daddy melamar mami Rain.


Degh! 


Mata mami Rain membulat sempurna,entah kenapa debaran di dada hadir saat ini.Hal yang belum pernah terjadi padanya selain debaran kepada mendiang suaminya.Bahkan sekarang,seakan-akan kupu-kupu tengah berterbangan di perutnya.


"L-lang.."panggil mami tergagap "Kamu tau,hatiku milik siapa?"lanjutnya,menatap manik mata coklat milik Elang yang menyiratkan keseriusan disana.


"Aku tau,aku sangat tau Rain.Meski kamu tak mencintai aku,tak apa biar aku yang mencinta"ucapnya lagi,bahkan mata daddy sekarang berkaca-kaca.Lelaki itu putus asa.


"Lang,kamu menangis?"tanya terkejut mami dengan kelakuan daddy.


"Boleh aku memelukmu?"tanya daddy balik tanpa menjawab ucapan mami Rain.Dan dengan cepat daddy rengkuh tubuh kecil mami Rain dalam dekapannya.


Greb 


"Saat aku terlelap dalam pesawat,aku memimpikan kamu.Kamu ada disana Rain bersama lelaki lain dan melangsungkan pernikahan.Hatiku sakit Rain,hatiku hancur melihat kamu yang tersenyum bersama lelaki itu.Aku sudah menahannya,tapi tak bisa.Bayangan itu kembali hadir jika aku memejamkan mata.Aku tak rela jika kamu kembali bersama yang lain.Ku mohon beri aku kesempatan"tutur daddy,runtuh sudah pertahannya jika dihadapan mami Rain.Seakan ia menjadi lelaki lemah bila berhadapan dengan wanita yang ia cinta ini.


Perlahan tangan mami terulur,tak bisa ia pungkiri jika lelaki ini selalu ada saat ia berada dalam kesulitan setelah apa yang terjadi pada suaminya.Lelaki ini yang selalu menemaninya dalam situasi terpuruk.Ia menyayangi Elang.


Ia pun membalas pelukan Daddy,memejamkan matanya agar yakin dengan ucapan yang akan keluar dari bibir kecilnya.


"Aku menerimamu"sahut mami dengan yakin.


Degh! 


Jantung daddy seakan melayang entah kemana,pasokan udara seakan habis saat ini.


"Lang"panggil mami panik saat tubuh yang memeluknya melemah.Saat ia ingin mengendurkan pelukannya,tiba-tiba daddy kembali memeluknya erat.


"Rain,biarkan seperti ini"sahut daddy "Apa yang kau katakan benar?"tanya Daddy lagi.


"Iya,aku menerimamu" 


"Sungguh?" 

__ADS_1


"Kamu tuli,bahkan aku berbicara tepat di sebelah telingamu.Aku menerimamu Tuan Elang"sahut mami kesal sendiri,dari tadi ia sudah merona dengan kata-katanya dan harus mengulang beberapa kali.Menyebalkan.


Daddy semakin mengeratkan pelukannya dan tangisnya pecah.Ia bahagia dengan penantiannya selama ini,bahkan ia bersyukur tadi memimpikan hal mengerikan dalam hidupnya dan terbukti ia memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya kembali.Mami hanya bisa mengelus punggung lelaki yang tengah memeluknya ini agar bisa menghentikan tangisnya.


"Terima kasih,terima kasih Rain.Terimakasih telah menerimaku"ucapnya dalam tangis.Mami pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah mengejutkan lelaki dingin,kaku dan kejam di hadapannya.


"Kalau media tau kau menangis seperti ini,pamormu sebagai CEO kejam akan jatuh seketika"mami terkekeh.Tanpa menjawab daddy terus memeluk erat tubuh mami.


"Aaaaaaaaa"teriak Aurora tiba-tiba membuat kedua orang yang tengah berpelukan tadi gelagapan dan langsung melepas pelukan mereka dengan mami yang membenarkan penampilannya.


"Aku udah gak tahan,baper banget liat mami sama daddy"teriaknya lagi dengan tangan yang menangkup pipinya,setelah sekian lama mendengarkan ungkapan cinta hingga ajakan menikah dari ayah angkatnya itu.Sungguh ia melayang dibuatnya.


Adegan ini begitu romantis seperti drama-drama korea yang sering ditontonnya.


"Aku setuju,aku setuju jika daddy menikah sama mami"sekarang ganti Aurora yang tengah berkaca-kaca dengan kursi roda yang didorong semakin mendekat oleh kekasihnya.


Sampai ia berada ditengah antara mami dan daddy Elang,matanya menatap bergantian kedua orang yang ia sayang.


"Dad,aku menyetujui.Menikahlah dengan mami dad"ucapnya menggenggam tangan kanan Elang dan menarik tangan kanan maminya juga.Lalu ia satukan agar kedua manusia itu saling menggenggam.


"Aku yakin,papi akan bahagia melihat mami bersama daddy"lanjutnya dengan air mata yang sudah mengalir,ia menangis bahagia. "Papi,restui mami dan daddy"batin Aurora.


Mami pun memeluk tubuh putrinya yang sudah menangis itu dan disusul oleh Daddy Elang yang ikut berpelukan disana.


"Aku janji,aku janji akan menjaga kalian dan membahagiakan kalian seperti janjiku pada Ray"ucap daddy mengecup puncak kepala kedua wanita yang begitu ia cinta. 


...……...


Daddy Elang begitu bahagia dengan apa yang baru saja terjadi dihidupnya,bahkan ia beberapa kali terdiam lalu meneteskan air matanya.


"Dad? Daddy menangis lagi?"tanya mengejek Ara yang geli sendiri melihat tingkah ayah angkatnya itu.Yang ia tau ayah angkatnya ini manusia arogan dan ia tak menyangka jika lelaki ini bisa menangis berulang kali seperti ini. 


"Mih,bayi besar mami menangis lagi"teriak Aurora lalu tertawa pada mami yang sedang menata bunga lily tadi kedalam vas tak jauh dari ruang keluarga.Mami hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah calon suaminya.Ia bahkan tak menyangka hal seperti ini terjadi. 


Mami kembali menatap cincin yang tersemat di jari manisnya,tangannya bergetar menatap nanar benda itu. 


"Sayang,bukan aku mengkhianatimu.Kamu masih berada di tempat terindah di hatiku dan takkan pernah terganti oleh siapapun.Jangan marah padaku"batin mami,ia merasa bersalah seakan menghianati mendiang sang suami.Mami kembali menghembuskan nafas kasar untuk mengurangi rasa sedihnya,beberapa saat kemudian ia kembali menatap kedua manusia yang tengah duduk di Sofa.Tak ia pungkiri jika putrinya begitu bahagia saat ini.


...……....


Sedangkan kekasih putrinya,si master chef itu tengah memasak untuk perayaan lamaran dadakan calon mertuanya.Lelaki tampan itu tengah memasak berbagai macam makanan di dapur milik calon mertua.


"Uhh,pantes aja non Ara mau sama pak chef ini.Kalau gini seksinya,biarpun seumuran ibu.. Aaa, inem juga mau"rengek salah satu pembantu itu dengan teriakan tertahan pada temannya,bahkan ia menopang dagunya saking menikmati pemandangan indah itu.


"Jangan ngayal,chef seksi itu bakal sortir juga kali siapa yang bakal jadi kekasih dia.Gak mungkin kita yang butiran debu gini punya kekasih setampan dan seseksi chef.Sadar,ngigo mulu sih"sahut temannya itu lalu terkekeh.


"Hist.. dasar kampret"ucapnya tak suka dengan jawaban temannya tadi.


"Minum yang banyak sana,biar nyadar.Emang mau kamu bersaing sama non Ara.Kecantikan non melebihi rata-rata,apalah kita sebatas dakinya si non"sahut temannya itu lagi lalu disambut dengan anggukan oleh si Inem.Keduanya pun kembali menikmati adegan masak-memasak itu lagi,karena chef Rendy menolak untuk dibantu.


Setelah menyelesaikan makanannya,dengan cepat sekarang chef Rendy menata semua di meja makan.Dan sekarang berbagai macam pasta,steak dan dessert sudah tertata indah di atas meja.


Ia tersenyum puas melihat hasil jerih payahnya yang sangat memuaskan.



...Chicken Caesar Salad (khusus untuk sang kekasih)...



...Creamy Cajun Shrimp Pasta with Tomato...



...Spaghetti Carbonara...



...Roasted Red Pepper Alla Vodka Pasta With Cheesy Oregano Breadcrumbs...




Bahkan sajian steak dan Cheesecake dengan taburan raspberry serta saos strawberry sudah tersedia disana,benar-benar tak dapat diragukan keahlian masak chef Rendy.


"Wah,baunya udah sampai depan.Kayak nya enak nih"tiba-tiba sang kekasih datang dengan pujiannya.

__ADS_1


Chef Rendy yang berdiri tak jauh dari sang kekasih pun menghampiri lalu memberikan ciuman sang di kening Aurora.


"Aaaaaa…. "Teriak tertahan pembantunya lagi "Ya Allah,godaan nya kenapa begitu berat.Inem gak kuat"lanjutnya menutup mulut saat ketahuan Ara tengah melihat keduanya berciuman.


"Sayang ih,malu kelihatan bibi"ucap Aurora merona langsung memeluk kekasihnya,menenggelamkan wajahnya di lengan Rendy.Dan Rendy terkekeh melihat tingkah sang kekasih,ia mengelus sayang rambut panjang Aurora.


"Ayo kita panggil mami sama daddy kamu"ucap Rendy dengan sayang.Perlahan Aurora melepas belitannya dan ternyata rona dipipi gadis itu masih terlihat jelas,Rendy semakin mengembangkan senyumnya.Ia pun mendorong kursi roda itu ke depan untuk memanggil kedua calon mertuanya. 


...……....


"Emang gak diragukan lagi ya masakan chef,kelihatannya enak banget"puji mami Rain saat berada di depan meja makan.Ia pun menarik kursi sebelah kanan tempat ia biasa duduk.


"Silahkan di cicipi bu,saya memasak dengan segenap perasaan.Itu yang spaghetti Carbonara spesial buat ibu"ucap Chef Rendy yang masih mengingat makanan yang dulu sangat disukai calon mertuanya.


"Wah,chef masih mengingatnya"kegirangan mami Rain,memang dia sangat suka dengan olahan spaghetti milik chef Rendy itu.


"Masih lah bu,bahkan waktu saya kembali jadi asisten chef waktu di Luar Negeri.Sering keingat ibu.. Em,maksut saya ibu sama bapak kalau bikin spaghetti Carbonara"tuturnya,takut terjadi salah paham.Ia pun tersenyum.


Ssrreeettt ⚡


Seakan ada sengatan listrik entah dari mana,tatapan daddy langsung menatap chef Rendy tajam.


Chef Rendy pun kembali membantu sang kekasih duduk di kursi makan.Tanpa tau ada mata yang masih intens menatap tajam dirinya.


"Makasih sayang"


"Everything for you babe"sahut chef Rendy.


Blush 


"Apa-apaan sih kamu bikin aku blushing terus"ucap Aurora tersipu malu.Rendy hanya terkekeh sedangkan mami Rain hanya bisa menggelengkan kepala melihat pasangan bucin itu. 


Tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada lelaki yang masih terdiam,tak ada pergerakan untuk ia duduk.


"Lang"panggil mami.


"Ya"sahut daddy menoleh.


"Duduklah,kenapa kamu melamun?"tanya mami.


"Tidak,hanya saja aku masih tak menyangka saja"sahut daddy terang-terangan "Masih seperti mimpi semua ini,apa tak masalah aku duduk disini?"lanjutnya bertanya,tempat duduk yang dulu diduduki oleh mendiang suami mami Rain.


Mami Rain kembali berdiri,meraih tangan lelaki yang tadi melamarnya "Kamu akan menjadi kepala rumah tangga disini,sudah sewajarnya kamu duduk disini.Bukankah kamu sendiri yang bilang siap menjadi pemimpin dirumah ini? Kenapa kamu terus berkata ini seperti mimpi"tutur mami Rain,lalu memundurkan kursi tadi dan memapah daddy agar duduk disana.


"Mih?"panggil seseorang membuat semua mata tertuju pada lelaki yang berdiri tak jauh dari mereka,matanya tampak menatap pada tangan mami yang menggenggam tangan daddy Elang.Bahkan ini baru pertama kali ia lihat.


"Iya kak,sini kak kita makan sama-sama"sahut mami yang masih belum sadar akan tatapan sang putra.


"Mami sama Daddy? kok pegangan tangan? ada apa?"tanyanya penasaran sambil mendekat,lalu meraih tangan maminya untuk ia cium punggung tangannya Berpindah pada daddy Elang dan melakukan hal yang sama.


Mami tampak terdiam,bingung bagaimana menjelaskannya.Ia tersenyum kaku melihat tatapan menyelidik sang putra.


"Daddy melamar mami dan mami menerimanya.Kita punya ayah baru Rafa"cletuk Aurora dengan riang gembira membuat semua menatap ke arahnya.Setelah itu Rafa kembali menatap bergantian kedua orang tua itu.


"Sungguh? Daddy melamar mami?"tanya Rafa pada keduanya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


Daddy menoleh pada putra angkatnya itu,ia pun meangguk. "Jika kamu tak keberatan,bolehkah daddy menjadi daddy kamu sungguhan nak? Maksut daddy kita akan menjadi satu keluarga yang utuh,bolehkah?"tanya daddy dengan serius pada sang putra,karena restu putra putrinya yang terpenting.


Rafa terdiam,ia menoleh pada sang mami.Tampak maminya tersenyum teduh menatapnya.


"Tak ada alasan untukku menolak dad,aku sangat senang dengan kabar ini."ucap Rafa akhirnya dengan senyum terindahnya yang sangat jarang ia berikan kepada siapapun kecuali keluarganya, ia memeluk daddy Elang "Bahagiakan mami dad,jangan biarkan dia menangis kecuali menangis bahagia.Sudah cukup dengan kepergian papi membuat mami terus menangis,aku harap kebahagiaan selalu menghampiri keluarga kita"lanjutnya dengan begitu tulus.Sudah cukup baginya melihat penderitaan mami saat ditinggalkan oleh sang papi,setiap hari terus meratapi nasip dan mengurung diri di kamar membuat hati Rafa sangat hancur.Ia sangat berharap kebahagiaan maminya kembali setelah ini.


"Daddy janji nak,bukan hanya padamu.Tapi pada diri daddy sendiri,daddy takkan pernah seujung kuku pun menyakiti hati mami kamu karena itu juga membuat hati daddy hancur"sahut


nya membalas pelukan putra angkatnya.Astaga ia begitu bahagia,bahkan senyumnya tak luntur dari bibir manis lelaki itu.Aurora dan Rendy saling menggenggam tangan,terharu dengan adegan mengharukan dihadapan mereka.


"Terima kasih Rain"ucap daddy kembali berkaca-kaca,menatap wanita yang tengah mengelus punggungnya pelan itu.


"Astaga,kemana larinya lelaki arogan,lelaki dingin yang ku kenal.Dari tadi kamu terus menangis,malu Lang"ucap mami tak habis pikir. 


"Aku tak tau,sedari tadi air mataku tak mau berhenti menetes.Aku terlalu bahagia,ini benar-benar seperti keajaiban."sahutnya menguraikan pelukan dnegan sang putra.


Mata Rafa pun membulat melihat lelehan air mata ayah angkatnya itu "Benar,daddy menangis?"tanyanya kaget.


Mami terkekeh "Iya kak,bahkan dari tadi"Sahut mami lalu kembali duduk. "Yaudah syoknya dilanjut nanti kak,mami udah laper.. Kamu duduk juga gih kita makan sama-sama"lanjut mami menyuruh sang putra untuk duduk.


Mami Rain menggelengkan kepalanya setelah kembali melirik pada Elang,lelaki itu tampak menghapus lelehan air matanya sambil duduk membuat mami kembali tersenyum.

__ADS_1


"Gak nyangka,hatinya hello kitty banget"batin mami Rain cekikikan.


"Lihatlah,sekarang ada saingan kamu ngebucin sayang"bisik Aurora pada Rendy menatap daddy Elang lalu mami dan kembali membuat keduanya saling pandang lalu tertawa bersama. 


__ADS_2