
Dddrrrtttt
Ddrrrttt
Dddrrrtttt
"Hallo"ucap gadis itu mengangkat telfon.
"Sayang,maaf aku terlambat tadi diKantor po…."
"Maaf kak,saya bukan pemilik ponsel.. Ini ponsel milik kak Arasyie kan?"gadis itu malah balik bertanya karna ia sempat melihat tadi wallpaper dan terdapat foto cantik Ara.
"Hah? Maksutnya? Ara kemana?"
"Saya dapat ponsel kak Arasyie di koridor ruangan kak"sahutnya sopan.
"Tunggu,kamu sekarang dimana?"
"Saya masih berada di parkiran"
"Tunggu disana,aku menuju kesana"sahut lelaki di seberang sana membuat gadis cantik itu menuruti kehendak lelaki yang mungkin keluarga dari Arasyie pikirnya.
Tak lama kemudian,mobil range rover warna hitam tengah menepi di pinggir trotoar.Mata lelaki yang tengah meedarkan pandangan membuat gadis yang mengenali mobil yang sering meantar Ara itu melambaikan tangannya.
"Om,yang tadi menelfon?"tanyanya pada lelaki dihadapannya.Paman Arasyie pikir gadis itu.
"Ya"sahut singkat terkesan tak ramah dari lelaki itu,raut wajah khawatir juga nampak terlihat disana.
"Saya tadi mau mengembalikan ponsel kak Arasyie,tapi aku liat ruangan latihan dia sudah kosong.Mau saya kembalikan langsung ke rumahnya tapi om lebih dulu menelpon"ucap gadis itu melihat Rendy tengah menatapnya.
"Terimakasih sudah menemukan ponselnya,aku akan membawakan untuknya"sahut Rendy
"Sama-sama om"ucap gadis itu membungkukkan badan sopan lalu menyerahkan ponsel milik Ara pada Rendy.
Rendy yang berjalan menjauh,pikirannya mulai melayang.Mungkin teman Ara mengantar kekasihnya itu pulang pikir Rendy menepis kemungkinan buruk yang terjadi.Ia membuka pintu mobil dengan kasar lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
…..
Ia membunyikan klaksonnya nyaring,satpam di kediaman Sanjaya pun terjengkit kaget dan langsung membukakan pagar utama.
Ia tergopoh masuk kedalam rumah,melupakan salam yang biasa ia ucapkan.
"Chef" panggil mami yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Bu"panggil Rendy balik.
"Ya"ucap mami mendekati kekasih putrinya yang terlihat cemas.Hati mami mulai tak enak,ia merapalkan doa semoga yang ia bayangkan tak terjadi.
"Ara sudah pulang?"tanya Chef Rendy.
Degh..
"Bukannya dia sama chef"ucap mami membuat chef Rendy mendesah.
Ia menekuk kakinya berlutut didepan mami sang kekasih. "Maafkan saya bu,maafkan kebodohan saya"ucap chef Rendy.
"Berdiri chef.. maksut chef apa"sahut mami masih mencoba mencoba untuk tak panik.
Chef Rendy pun menceritakan kronologi dirinya yang pergi meninggalkan Ara karna terjadi masalah di Restoran miliknya.
...Flashback On ...
Chef Rendy yang tengah duduk menjaga Ara dari sudut ruangan langsung berdiri saat mendengar ucapan asistennya dari seberang telfon.Ara yang berlatih dengan Mr.Thomas melirik pada kekasihnya yang tampak serius meangkat telfon,beberapa saat kemudian latihan dihentikan untuk istirahat.
"Om"panggil Ara mendekati chef Rendy.
"Sayang"panggil pelan chef Rendy,itupun mendapatkan pelototan dari Ara.
"Ada apa kok kayak lagi bingung gitu?"tanya Ara.
"Di Restoran terjadi penusukan dan aku ditunggu untuk datang sayang.."sahut chef Rendy pada kekasihnya.
"Ya Tuhan,Kok bisa sih.. Yaudah om kesana aja dulu"ucap Ara "Korbannya gimana keadaannya om?"tanyanya lagi ikut khawatir.
Rendy menggeleng "Aku gak mau ninggalin kamu, kamu prioritas pertama aku sayang.Korbannya karyawanku yank"
__ADS_1
"Gapapa om, om kesana aja dulu.Pasti mereka nunggu om.. Lagian latihanku masih ada dua jam lagi, om bisa nanti langsung jemput aja"
Rendy masih menggeleng menolak,ia tak ingin meninggalkan kekasihnya sendiri.Tapi tak lama kembali asistennya menghubungi dirinya,tanggung jawabnya sebagai pemilik restoran diperlukan.
"Aku gak akan lama sayang,jika semua urusan selesai aku langsung kesini.Kamu tunggu aku ya,jangan jalan sama orang lain oke"ucap Rendy memperingatkan Ara saat keduanya berjalan di lorong.Ara mengantar Rendy sampai pintu keluar Akademi.
"Siap komandan"sahut Ara dengan melipat tangan seakan hormat,lalu tersenyum menampilkan gigi rapinya.
Cup
Rendy mengecup puncak kepala Ara "Love you sayang"
"Love you too om"sahut Ara.
"Masuk sana"ucap Rendy masih menoleh menatap Ara sambil berjalan.
"Iya… Awas om"teriak Ara.
Bruk
Rendy tak sengaja menabrak seorang laki-laki menggunakan kaos hitam dan bertopi hitam.Ara tertawa melihat tingkah kekasihnya,bukannya menolong gadis itu memilih masuk kembali karna sebentar lagi waktu istirahatnya habis.
"Maafkan saya"ucap Rendy tak enak menabrak lelaki yang mungkin berumur dibawahnya sekitar 30 tahunan.
"Gapapa,saya permisi"sahutnya lalu mengangguk lalu membenarkan topinya permisi dan berjalan menuju pintu utama Akademi.
Rendy yang harus cepat-cepat ke Restoran kembali berlari kecil menuju mobilnya.
Dan saat pelaku digelandang ke Kantor polisi,lelaki yang tengah mabuk itu malah semakin bertingkah dan mengulur waktu hingga tanpa Rendy sadar waktu kepulangan Ara sudah terlewati.
Rendy beranjak dari duduknya,tapi ucapan pelaku membuatnya kembali geram.
"Hey,kau pemilik Restoran seharusnya kau bertanggung jawab"racau lelaki itu kembali.Rendy yang sudah emosi sedari tadi karna lelaki itu berbelit-belit dan meracau saat berbicara pun langsung Rendy hampiri.
Bugh
Rendy menonjok wajah lelaki itu membuat beberapa polisi mencoba melerai Rendy yang terlihat emosi.
"Kau terlalu banyak bicara, urusanmu sama pihak kepolisian bukan denganku.. Jadi jika kau ingin mencari masalah denganku juga,selesaikan dulu urusanmu dan kita duel"ucap Rendy mencengkram kerah baju lelaki dihadapannya lalu ia hempaskan.Ia tak sengaja melihat tato di dada lelaki itu dengan inisial huruf 'T' membuat ia berdecak.
"Fan,ku serahkan semua sama kamu.. Ada hal lebih penting harus ku kerjakan sekarang"
"Hem, baiklah.. Percayakan semua padaku bos"sahut lelaki yang sudah beberapa tahun menjadi asistennya itu.Dan Rendy pun meninggalkan kantor polisi untuk pergi menjemput kekasih hatinya.
Dalam perjalanan,saat melihat ponsel miliknya beberapa kali sang kekasih menelfon dan beberapa chat masuk membuat ia merasa bersalah sudah meninggalkan kekasihnya terlalu lama.Ia pun mencoba menelfon ponsel sang kekasih dan membuat ia syok yang menjawab bukanlah Ara tapi orang lain.
...Flashback Off...
Mami Rain sempat terdiam mendengar penuturan Rendy dan ditangan Rendy ponsel milik Ara berada disana.
"Maafkan saya bu"ucap chef Rendy lagi.
"Mih ada apa?"tanya Rafa yang baru turun dari kamar nya.
Mamih menoleh menghadap putranya.
"Kak.. Ara, Ara menghilang"ucap mami bergetar menatahan tangis dengan mata berkaca-kaca. Jantung Rafa mencelos,seakan keluar dari tempatnya.Dengan cepat Rafa menghampiri mami dan Rendy yang masih berlutut.
"Maafkan saya Rafa, Ara menghilang saat ada kekacauan di Restoran"sahut Rendy.Raut wajahnya masih menunjukkan kekhawatiran pada kekasihnya.Dalam hatinya terus merapalkan doa untuk keselamatan sang kekasih.
"Mami"teriak Rafa dan memeluk maminya yang tiba-tiba saja limbung.Dibantu oleh Rendy,Rafa meletakkan maminya di Sofa.
…..
"Ada apa ini"ucap lelaki yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.Keterkejutan yang dialami Rafa,Rendy dan mami bahkan belum selesai dan sekarang lelaki yang mungkin akan melakukan kegilaannya lagi tengah datang dengan raut wajah tegang.
"Dad"panggil lirih Rafa.
Daddy yang melihat mami tengah memejamkan mata di sofa itu langsung menghampiri tanpa menjawab panggilan dari Rafa.
"Apa yang terjadi Rain?"tanya daddy langsung menggenggam tangan mami yang tengah menangis dalam diam dengan mata tertutup.
"Dad"panggil Rafa lagi lirih.
Daddy Masih tak menjawab,fokus menatap mami.
__ADS_1
"Dad, Ara hilang"ucap Rafa lagi membuat Daddy Elang langsung berdiri.
"Apa maksutmu kak?"
"Ara hilang dad"ucap Rafa lagi tapi pandangan daddy langsung mengarah pada lelaki yang berdiri tak jauh dari Rafa.
Ia berjalan cepat dan..
Bugh
Pukulan keras langsung mengarah pada pipi Rendy hingga lelaki itu tersungkur.
"Kemana putriku b******k"ucap marah daddy dengan kembali memukul pipi kanan Rendy.
Bugh
"Maafkan saya"sahut Rendy tanpa bisa mengelak.Ia membiarkan ayah angkat kekasihnya memukul dirinya,memang ia pantas disalahkan.
"Kau berjanji menjaga putriku,tapi apa.. Kau sama sekali tak becus"ucap daddy lagi.
Bugh
Kembali pukulan itu ia layangkan.
"Dad,sudah"lerai Rafa tapi dengan kekuatan.Tapi kekuatan Daddy seakan bertambah seperti orang kerasukan hingga saat menepis tangan Rafa yang tengah mencekal tangannya malah membuat Rafa terpental ke belakang.
Rafa mengerang kesakitan karna pantatnya mencium lantai dengan keras.
"Elang hentikan" Tiba-tiba suara mami terdengar,tapi tak dihiraukan daddy yang sudah murka.Merasa Rendy sangat teledor,tangannya terus mengayun untuk memukul wajah lelaki dihadapannya yang sudah tampak hancur.
"Elang aku bilang hentikan"teriak mami marah dengan mata memerah karna tangis tadi. Bukan saat yang tepat untuk keduanya berkelahi disaat genting seperti ini,keselamatan Ara lebih penting.
Tangan Daddy yang masih terkepal diudara seakan terhenti dengan teriakan mami.
"Apa dengan seperti ini Ara bisa kembali?? Apa dengan kebuasanmu sekarang bisa menemukan Ara?"tanya Mami dengan marah.Mami menarik daddy yang masih duduk diatas tubuh Rendy.
Menatap wajah lelaki yang sangat menyayangi kedua anaknya,mata lelaki itu tampak menakutkan.Matanya seakan mengeluarkan bara api disana.
"Rain,lepas tanganku"ucap daddy menggeram.
"Gak"sahut mami yang merasakan otot-otot tangan Daddy tengah mengeras.
"Lepas"suara daddy terdengar tertahan.
"Gak" sahut mami lagi.
"Raina lepas… Aku gak akan semarah ini jika manusia itu menjaga anakku dengan benar,lelaki itu pantas mendapatkan semuanya"ucap Daddy menghempaskan tangan mami,ia tak terkontrol lagi.
"Elang kamu belum tau apa yang terjadi,ku mohon tenang"mami mulai ketakutan,masih dalam ingatannya bagaimana seramnya seorang Elang jika marah.Ia takut nasib Rendy seperti Putri dulu.
"Kenapa kamu selalu membelanya?"tanya daddy marah menatap manik mata wanita yang masih ia puja. "Kau menyukainya?"lanjutnya bertanya pada mami,meski dengan suara tercekat seakan susah untuk mengatakannya.
Plak
"Jaga bicaramu"geram mami karna lelaki dihadapannya malah menuduhnya yang tidak-tidak.Mata mami menyalang menatap daddy. "Kau kira aku wanita yang mudah mencintai seseorang"lanjutnya dengan perasaan terluka.
Daddy masih menatap mami.
"Dia lelaki yang dicintai putrimu"ucap mami lagi menunjuk Rendy lalu pergi meninggalkan daddy yang tampak terdiam.
"Bangunlah chef"mami membantu chef Rendy berdiri "Kak,ambil kunci mobil,kita cari Ara sekarang..Chef,ikutlah bersama kami"lanjutnya menyuruh Rendy untuk ikut dengan dirinya dan Rafa.
Rafa pun berlari menuju nakas untuk meambil kunci mobil.
"Maafkan mami dad"ucap Rafa lirih melewati daddy Elang yang masih syok.
…….
"Aaarrrgggggggg"teriak kesakitan gadis yang terkapar di lantai yang tampak rusak itu.Mata nya tengah ditutup menggunakan kain hitam dan tangan serta kaki nya tengah diikat oleh tali.
Ia merasakan sakit yang teramat sakit dibagian kakinya saat ini,bahkan mungkin darah tengah mengalir deras di bagian kakinya.
Tangisannya pecah saat kembali merasakan benda yang menghujam kakinya.
"Om hiks...hiks..... tolong Ara"ucapnya dalam tangis.
__ADS_1