Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Mengenang masalalu


__ADS_3

Malam pun menyapa,Kedua sejoli sekarang tengah duduk di ruang makan bersama yang lain untuk makan bersama. 


Eyang putri(nenek) serta eyang kakung(kakek) sudah bersama dengan keduanya,tinggal mami dan Rafa yang belum juga hadir disana.


"Mami mana ya Oma,kok lama"ucap Ara mencoba memecah kecanggungan.Masih ingat bagaimana kaget dan marahnya eyang melihat dirinya dan Rendy tengah bergurau tapi membuat kaget eyang karna posisi eyang melihat keduanya seperti bercumbu. 


...Flashback On...


"Astagfirlloh"teriak melengking eyang dari belakang saat keduanya masih asik bergurau.


Ara dan Rendy terjengkit kaget mendengar suara dari arah belakang.Keduanya pun saling menjauh melihat eyang yang melotot menyeramkan. 


"Kalian berdua ngapain?"tanya Eyang putri nyaring.


"Hah? Ara gak ngapa-ngapain Oma"sahut Ara yang takut setelah kepergok eyang putri. 


"Bohong.. oma tadi liat,tadi chef gini-gini.. Hayo ngapain itu?"marah eyang masih getol dengan apa yang ia lihat tadi.Ara sudah menunduk takut tanpa bisa menjawab.


 "Gini Oma,maaf tadi mungkin saya yang keterlaluan bercandanya sama Ara.. Tapi sungguh tadi gak terjadi atau mau aneh-aneh"sahut Rendy dengan keberaniannya.


"Jangan kotori otak bening sebening embun cucu saya ya dengan kekotoran otakmu chef"ancam eyang dengan masih menatap tajam keduannya.


"Gak akan Oma.. tadi benar saya yang keterlaluan bercandanya,maaf Oma"sahut chef Rendy berdiri dan membungkuk maaf pada eyang putri.Sedangkan Ara,gadis itu tampak tertunduk tak berani menatap eyang putrinya.Masih untung tadi tak di lempari sendok,karena biasanya jika marah eyang akan melemparkan benda yang ia pegang itu. 


"Hhmmm..Yaudah,jaga jarak duduknya"titah Eyang sebelum pergi "Nempel terus kayak perangko"lanjut eyang menggerutu sambil berjalan menuju kamar tamu yang ia dan suami tempati.


"Kamu takut"bisik Rendy menggoda Ara yang masih menunduk meski eyang sudah menjauh.


"Ish.. siapa yang gak takut sih sama wajah Oma,kayak mau makan orang"balasnya berbisik membuat Rendy terkekeh pelan. 


Ara hanya bisa berdecak kesal dengan kekasih tuanya itu. 


...Flashback Off ...


"Ara mau panggil mami dulu ya Oma"pamit Ara lagi setelah sadar karna kejadian sore tadi.


"Biar Opa yang panggil mami kamu"ucap Opa yang ingin beranjak dari duduknya.


"Enggak Opa,biar Ara aja.. Opa duduk manis disini sama Oma ya"sahut Ara yang melarang Opa kesayangannya itu melakukan hal yang masih ia lakukan.


"Iya,gih kamu liat.. Oma juga khawatir sama mami kamu"sahut Eyang sudah mengubah ekspresi wajahnya.Eyang memang tak bisa lama jika sedang marah. 


Ara pun yang dibantu Rendy untuk duduk di kursi roda itu mencoba menjalankan sendiri kursi roda itu setelah beberapa kali menolak Rendy yang ingin membantunya berjalan. 


"Ara bisa sendiri Om"ucapnya pada Rendy. 


"Tapi sayang,kamu ma-…"sahut Rendy belum selesai berbicara sudah dipotong oleh kekasihnya.


"Om please"pinta Ara mengiba,ia tak ingin lagi terlihat lemah.Dan dengan terpaksa Rendy mengalah. 

__ADS_1


...….....


Ara tampak mendengarkan suara maminya yang tengah menelfon seseorang.Terdengar mami mengajak seseorang itu bertemu. 


"Siapa yang mau mami ajak ketemu"batin Ara.Ia pun memutuskan untuk mengetuk pintu kamar maminya. 


Tok 


Tok


Tok


"Mih.. mami,kita makan yuk"ucap Ara,tapi tak ada sahutan dari maminya.Suara maminya yang tengah menelfon itu masih terus terdengar.


Cklek 


Ara membuka pintu kamar mami Rain. 


"Iya aku percaya,tapi akan lebih percaya kalau kita bertemu"suara mami Rain terdengar lagi membuat Ara membuka lebar pintu itu. 


Terlihat mami Rain tampak berdiri balkon kamar tanpa sadar kedatangan Ara yang sudah mendorong masuk kursi rodanya. 


"Mih"panggil Ara membuat mami Rain terperanjat kaget lalu menoleh. 


Terlihat wajah mami Rain memucat,lalu mami mendekati Ara setelah lebih dulu mematikan panggilan di ponselnya. 


"Ya sayang"ucap mami mendekat. 


"Maafin mami,tadi mami.."ucap mami "mami telfon ayah Niko"lanjutnya setelah terdiam sejenak. 


"Sungguh?? Kenapa mami matikan telfonnya? Ara kan juga mau ngobrol sama ayah" sahut Ara. 


Mami tersenyum "I-iya sayang itu ayah Niko.. Mami kaget liat kamu tiba-tiba didalam kamar mami,kirain ada yang mau diomongin penting sama mami makanya mami matikan telfon dia."ucap mami "Nanti kita telfon ayah Niko lagi"lanjut mami merayu Ara. 


"Hhhmmmm… yaudah ayo makan,Oma udah nunggu.Tinggal mami sama Rafa yang gak ada"sahut Ara mengajak maminya untuk makan. 


Akhirnya mami Rain pun ikut Ara untuk makan malam bersama Oma,Opa serta Om chef tanpa kehadiran Rafa karena lelaki itu masih berada bersama daddy Elang. 


...….....


Sedari makan bersama,beberapa kali Ara melirik maminya yang tengah makan disebelah Eyang putri.Otak kecilnya masih berfikir apa yang tengah mami Rain sembunyikan darinya. 


"Sayang,kamu kenapa?"bisik Om chef pada Ara.


"Hah.. eh,gapapa kok"sahut Ara gelagapan membuat semua menatap Ara karena suara nyaring Ara. 


"Kenapa sayang? Ada yang bikin kamu gak nyaman?"tanya mami Rain khawatir.


Ara menggeleng lalu tersenyum "Gapapa mih,cuma lagi menikmati makanan-makanan yang enak ini" sahutnya "Masakan Oma emang juara"lanjutnya mengacungkan jempol di hadapan eyang putri,eyang kakung serta Om chef.

__ADS_1


"Jelas dong,Opa aja gak bisa makan kalau gak makan masakan Oma kamu sayang"timpal eyang kakungnya dengan tersenyum penuh cinta pada sang istri.


Meski sudah menua dan umur keduanya sudah menginjak umur 70 tahun.Bapak Andrian serta Emak Jenab masih terus menjaga keromantisan keduanya.


Dan kembali,emak selalu tersipu malu dengan semua pujian dari sang suami.Mami serta yang lain hanya tersenyum bahagia melihat keromantisan keduanya.


"Uuu… so sweet banget sih Opa sama Oma,kan princess baper"ucap Ara yang terbawa perasaan jika melihat hal-hal berbau romantis seperti ini. "Dulu mami sama papi sering bikin aku baper tiap hari, lah sekarang Oma sama Opa.. kan aku jadi pengen juga" lanjutnya merengek manja. 


"Mau kamu anggurin chef Rendy?"tanya mami masih menyuap makanannya.


"Mami apaan sih"sahutnya malu karena mami ini terang-terangan jika menggoda. 


"Lah kan bener,emang mau kamu anggurin chef Rendy.. Tadi sore aja nyariin,udah ketemu pura-pura gak peduli.Dasar cewek"ucap mami Rain benar-benar wajah Ara memerah bak kepiting rebus karena malu. 


Mau dimana di taruh mukanya sekarang ini,bahkan tanpa mereka sadari tangan sebelah kiri Rendy dengan nakal nya masih berusaha menggoda ia yang tengah malu itu dengan menusuk-nusuk pinggangnya.Kampret memang.


"Ish,mami.. bikin Ara malu aja sih"rengeknya "Lagian ngatain Ara,mami sendiri kan cewek.. Pasti juga ribetnya sama kayak aku,iya kan Opa.. mami dulu pasti juga kayak Ara kan"lanjutnya mencari dukungan pada Eyangnya agar bisa membalas mami Rain.Tapi Opa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Enak aja… Mami dulu sama mami sekarang gak ada bedanya,dari dulu mami manusia paling gak ribet jadi cewek.Kamu tanya deh ke eyang"sahut mami Rain. 


"Hhmmm,saking gak ribetnya Mami kamu lupa sama kodratnya kalau dia cewek."timpal eyang putri sambil melirik putrinya yang sudah menjadi orang tua sepertinya.


Ara tampak terkejut dengan ucapan Eyangnya,ia tak tau jika mami memang tomboy sejak dulu. 


"Oma serius?"tanya Ara penasaran


"Buat apa oma bo'ong..Sebelum mami sama papi kamu menikah,tingkah mami kamu gak ubahnya kayak laki-laki"sahut Eyang lagi "Mami kamu sering kebut-kebutan,ngetrack,koleksi motor,bangun siang,penampilannya layaknya laki-laki bukan perempuan.Itu mami kamu" lanjut eyang putri yang puas mengenang masa lalu putrinya.


"Buka aib anak terus.."ucap mami dengan melanjutkan makannya.


"Puas emak"sahut Eyang putri terkekeh disebelah anaknya.


"Terus-terus,dulu gimana ceritanya jadi mami bisa jadian sama papi?"kembali Ara penasaran.Rendy serta Eyang kakung menjadi pendengar kisah itu. 


"Mami lah yang ngelamar papi kamu"sahut bangga mami Rain dengan senyuman yang terbit dari bibirnya. 


"Kok bisa?" tanya Ara bingung.Ia dulu pernah dengar cerita kedua orang tuanya,tapi hanya sebatas mami dan papinya bersama sebelum menikah.Belum dari awal saat keduanya mengenal.


"Bisa lah,kan ini mami… Kamu tau kan papi kamu jadi  MUA udah dari mami sekolah SMA dan waktu itu saat nikahan mama Ines,papi kamu jadi MUA nya"cerita mami saat mengenang awal pertama jumpa dengan cinta pertamanya. "Dan saat papi kamu dateng,masuk ke kamar mama Ines.Mami langsung jatuh cinta sama papi kamu.Sampai saat papi kamu merias mami,mami langsung bilang ke papi andai kelak mami ketemu sama papi kamu.. Papi kamu harus siap untuk mami lamar,bahkan mami waktu itu mencium papi kamu hehe"lanjutnya membuat mami merona lalu terkekeh dengan kekonyolannya dulu. 


Plak 


"Dasar kelakuan"emak menggeplak lengan sang putri karena pengakuannya,alih-alih marah mami Rain hanya tertawa melihat mata Emak yang tengah melotot. "Didenger anak,ntar di praktekin sama dia.Gawat"lanjut Emak lalu melirik pada cucu dan kekasih cucunya itu.


Mami Rain hanya terkekeh lucu.


"Aaaaaa Daebak…. Mami keren banget"Ucap Ara yang terkagum-kagum dengan kenekatan maminya itu.Bahkan gadis itu bertepuk tangan.


"Jelas mami keren,papi kamu aja sampai klepek-klepek sama mami"sahut bangga mami Rain.Ia menghela nafas lalu tersenyum,mengingat masa lalu saat itu membuat semangat mami kembali hadir seolah papi Ray juga ada disini mendengar ia berceritanya.

__ADS_1


Emak dan bapak tampak menatap putri bungsunya yang masih sangat mencintai mendiang suaminya.Mendengar cerita sang putri membuat keduanya terharu,meskipun kehilangan sang suami menjadi pukulan terbesar bagi putrinya tetapi ia tetap tegar menjalani apa yang ditakdirkan oleh Tuhan.Akhirnya makan malam bersama itu terus berlanjut dengan mendengar cerita cinta manis antara papi dan mami Rain.


__ADS_2