Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
3 lelaki


__ADS_3

Setelah kabar berita pernikahan yang akan dilakukan oleh salah satu pemilik perusahaan ternama itu,media semakin menyorot keluarga calon pengantin.Dari latar belakang sang pengusaha yang dikulik,hingga calon istrinya. 


Beberapa berita bisnis mulai mengetahui latar belakang calon istri sang pengusaha dan mereka terkejut karena calon istri sang pengusaha adalah salah satu anak seorang pengusaha yang dulu dikenal sebagai 'Family Man'.Status wanita itu serta anak kembarnya pun tak luput dari berita. 


Paras cantik dan tampan dari kedua kembar itu terpampang nyata di setiap media online.Banyak komentar-komentar yang begitu mengagumi paras mereka.


Seorang lelaki tengah membaca setiap komentar-komentar beberapa orang di situ,beberapa kali ia berdecak dan menggeram.Entah saat ini ia harus bahagia atau marah,karena sungguh ia tak ingin ada yang mengagumi dan menyukai kekasihnya itu.


"Sayang kamu benar-benar jadi sorotan publik sekarang dan aku tak ikhlas melihat semua berita ini"ucapnya lirih,lalu menyandarkan badannya pada sofa ruangannya. 


Rendy tak henti-hentinya kembali membuka aplikasi chatnya dengan sang kekasih,chat terakhir gadisnya yang mengatakan akan pergi ke opera balet yang disertakan dengan foto cantiknya menjadi chat terakhir disana. 


"Bahkan kamu tampak sangat cantik sayang.Apa kamu masih tidur? Aku disini sangat merindukanmu"ucapnya menatap layar ponselnya yang menunjukkan pukul 11.35am,bisa diperkirakan di Moskow sekarang pukul 7.35am.


Hingga deringan ponselnya membuat senyum manisnya terukir,ia menegakkan duduknya dan menekan tombol angkat disana.


"Morning sayang"sapa gadis kesayangannya.Senyumnya kembali merekah dengan pipi yang memanas,ah ia tak tau kenapa sangat mudah salah tingkah dan berdebar jika gadisnya memanggil sayang.Ayolah ia sudah berumur 40 tahun. 


"Sayang,kenapa tak menjawab sapaanku"lanjutnya.


"Aku terlalu berdebar mendengar panggilan sayang itu… Ingin sekali aku terbang kesana sayang.Aku terlalu rindu"sahutnya dengan rengekan manja. 


Gadis itu terkekeh. 


"Tunggu aku pulang" 


"Sampai kapan aku menunggu sayang… 2 minggu itu sangat lama,seperti 20 tahun untukku.Ayolah pulang sayang"rengek kembali dirinya bak bocah cilik.


"Aduduhhh,gemes banget deh.. Jadi pengen cubit pipinya"sahut Aurora gemas sendiri. 


"Jangan dicubit sayang,kalau dicubit sakit..Mending dicium"ucap Rendy bak bocah itu. 


"Huh,itu mah kamu nya emang minta dicium terus"sahut Aurora.


"Ya gimana dong,kamu kan emang candu"ucapnya.


"Ishh.. Kamu lagi ngapain sayang?"tanya Aurora,ia tak sanggup lagi meladeni obrolan kekasihnya yang pasti akan lebih menjurus ke arah yang tidak benar.Dasar bapak-bapak.


"Lagi mandangin bidadari"ucap spontan Rendy.


Blush


Gadis itu tersipu dengan pipi yang merona.


"Sayang ih serius"rengek Aurora.


"Aku juga serius,aku lagi mandangin bidadari ini.Cantik banget"ucapnya lagi. 


"Ya..ya..ya..Aku tau.. Pastilah cantik,kan aku memang diciptakan untuk memperindah dunia ini. Gak heran sih sayang  terkagum-kagum liat aku"mulai lagi kenarsisan diatas rata-ratanya kembali muncul dan aneh nya lelaki dihadapannya malah bahagia atas kenarsisannya.


Aurora menatap lelaki yang tengah menatap dirinya itu,kekasihnya itu benar-benar tampan.Meski lelakinya itu seumuran maminya,tapi tak menutupi ketampanannya.Kerutan-kerutan halus yang berada di mata pun tak terlihat.Ia berdebar.


"Sayang jangan liatin aku kayak gitu"ucap gadis itu salah tingkah. 


"Kenapa? Hak aku dong,kekasihku ini" 


"Iya aku tau,tapi aku malu"sahutnya menarik selimutnya keatas hingga hanya matanya saja yang terlihat.


Terdengar decakan dari lelaki itu "Sayang..Sayang jangan tutupi wajah cantik kamu.. Aku gak bisa liat sayang"


"Aku malu" ucapnya meski tertutup selimut tapi chef Rendy masih bisa mendengar.


"Ayolah sayang" kembali rengek Rendy membuat Aurora perlahan menurunkan selimutnya. 


"Nah kalau gini kan kelihatan cantiknya"sahutnya dengan senyum merekah "I love you sayang" 


"Me too sayang" sahut Aurora.Keduanya kembali saling menatap dengan panah-panah cinta yang bertebaran lewat tatapan mereka. 


"Kamu sudah makan sayang?"tanya Aurora. 


"Aku makan setiap saat sayang"sahutnya.


Aurora mengernyit "Mentang-mentang chef jadi seenaknya ya makan terus" 


"Gimana gak setiap saat aku makan,aku makan rindu sama kamu setiap saat sayang" 


Blush 


Kembali Aurora dibuat merona oleh sahutan nyeleneh kekasihnya ini.Gadis itu menggigit bibir bawahnya.


"Sayang,aku serius nanyanya" rengek Aurora yang terus digombali kekasihnya.


"Aku juga serius sayang jawabnya,aku makan rindu ke kamu setiap saat asal kamu tau" 


"Maksud aku makan nasi sayang,pakai lauk gitu.Bukan rindu"


"Hhmmm udah"sahutnya lemas. 


"Kok lemes sih kalau udah makan" 


"Gimana gak lemes kalau gak ada yang semangatin,cium kek biar semangat"sahutnya lagi dengan tampang lemas yang dibuat-buat.Gadis itu terus dibuat tersipu dengan master gombal itu,obrolan keduanya pun terus berlanjut hingga Aurora melupakan sarapannya.


...……...


Eyang dan mami saling diam dengan menatap lelaki bermata biru itu,meski mereka sering bertemu bule-bule tapi baru kali ini mereka tak mengenal lelaki itu.Jika diamati umur lelaki itu sekitar 30 tahunan,memakai sweater rajut berwarna abu-abu dan celana jeans warna navy membuat lelaki itu tampak menawan.Bahkan lelaki itu tampak membawa buket bunga mawar di tangannya.

__ADS_1


Keduanya saling pandang. 


"Siapa ya?"tanya Eyang putri menggunakan bahasa Rusia,setelah mendapat sikutan dari sang putri. 


"Perkenalkan saya Thomas Antonio tante"sahutnya sopan melipat tangan kanannya di dada kirinya dan tersenyum ramah pada mami serta eyang. 


"Maaf ada keperluan apa ya anda kesini?"timpal mami Rain. 


"Sa…."


"Honey"panggil seseorang dari belakang lelaki itu,membuat semua menatap ke arah suara.


Lelaki dengan setelan jas berwarna hitam itu berjalan dengan gagahnya melangkah mendekati calon istrinya. 


"Untukmu" ia pun menyerahkan buket bunga lily pada mami Rain,mami Rain menerima dengan senang hati pemberian calon suaminya.


"Astaga,kamu membuat emak iri nak"ucap Emak pada calon menantunya itu.Elang tersenyum lalu meraih punggung tangan ibu dari wanitanya untuk ia cium.Ia tak pernah melupakan kesopanan dari negaranya.Dan setelah itu kembali pada mami Rain dan tanpa malu ia mengecup mesra puncak kepala mami Rain.


"Honey,dia siapa?"tanya daddy membuat ketiganya kembali menatap lelaki yang terdiam itu. 


"Perkenalkan saya Thomas coach ballet Arasyie,bisa saya bertemu dengannya?"tanpa menunggu lelaki itu langsung memperkenalkan diri. 


Mami mengernyit mengingat "Arasyie?"beo mami. 


"Astaga honey,itu nama anak kita"Elang meingatkan,bagaimana calon istrinya ini dengan nama anak sendiri masa lupa.Harus segera dibawa ke dokter,jangan-jangan otaknya kembali geser pikir Elang. 


Mami menepuk jidatnya pelan "Ya Ampun.. iya ya,maaf maaf lupa.Kami sering panggil dia princess,sampai lupa nama aslinya hahahha"sahut mami canggung.


Emak hanya bisa menggelengkan kepala karena kelakuan putrinya ini yang tak berubah dari dulu dan Elang malah tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu yang terkesan lucu dan menggemaskan dimatanya.Begitulah rumus orang jatuh cinta🤦🏼‍♀️.


"Ada keperluan apa anda mencari putri saya?"tanya daddy dengan suara beratnya,tanpa senyum serta tatapan menyelidik. 


Lelaki itu tampak membuka suara,tapi kembali saat ia akan menjawab mami Rain lebih dulu menutup mulut calon suaminya yang tampak menyeramkan itu.Bak ingin memakan manusia saja. 


"Diem,kamu cuma bikin dia takut"bisik mami dengan menggerakkan bibirnya pelan,lalu menatap lelaki uang menjadi coach putrinya dengan senyum canggung. 


"Sebentar,saya panggilkan princess… em maksutku Arasyie"ucap mami Rain lalu pergi ke kamar tempat sang putri masih terlelap.


"Silahkan duduk"eyang mempersilahkan lelaki dewasa itu duduk dan diangguki oleh coach Thomas dengan tersenyum manis.Sedangkan daddy,jangan ditanya lagi,lelaki itu bahkan duduk lebih dulu dengan menyilangkan kaki serta melipat tangan didada.Menatap lelaki yang duduk diseberangnya dengan tatapan tajam menusuk.Mungkin jika tatapan itu bisa membunuh seseorang,coach Thomas sudah mati dihadapan daddy Elang.


...……....


"Ayolah sayang,berhenti gombalin aku.. pipi ku udah panas banget tau,malu"rengek Aurora yang masih tersambung video call dengan sang kekasih. 


Rendy tampak terkekeh karena sungguh gadisnya itu sangat menggemaskan,tapi tiba-tiba suara seseorang membuat dadanya disiram oleh bensin lalu dibakar dengan api.Boom semua terbakar. 


"Sayang,siapa? Siapa tadi kata mami kamu?"tanya Rendy dengan suara dan ekspresi muka yang sudah tak bersahabat.


Sedangkan Aurora,gadis itu sudah melotot tajam pada maminya yang masuk tanpa mengetuk dan mengucapkan nama laki-laki disaat ia masih melakukan video call dengan kekasihnya.Padahal sudah ia wanti-wanti pada maminya karena kekasihnya ini sangat-sangat sensitif sekali masalah laki-laki yang dekat dengannya.


"Dek,ada bule ganteng nyariin kamu"kembali mami Rain mendekati putrinya yang terus melotot dengan mendengarkan omelan dari ponsel.Mami Rain tau jika itu calon mantunya tengah morang maring,ia semakin jail saja. 


"Mami apa-apaan sih,bule ganteng apaan.Dia coach princess mam,jangan kompor deh"Aurora akhirnya berucap dengan wajah cemberutnya. "Habis ini princess keluar,mami kesana aja dulu"lanjutnya.


"Ya emang ganteng gimana dong,mami aja liat langsung klepek-klepek"sahut mami terkekeh,lalu melirik pada ponsel yang bersandar di bantal milik sang putri.Dilihat wajah calon menantu nya seperti segi empat,wajah merah padam dan tanpa senyuman. 


"Hati-hati chef princess bisa khilaf kalau liat cowok ganteng"mami Rain mengompori. 


"Mami!!!!!"teriak Aurora memekakan telinga dan langsung ditinggal kabur oleh mami Rain sambil tertawa puas. 


Aurora kembali menatap sang kekasih,sudah terlihat tatapan dari kekasihnya dengan wajah sangat menuntut penjelasan darinya. 


"Jelasin"ucap lelaki kesayangannya itu.


Aurora pun menjelaskan semua kejadian yang membuat ia tak sengaja bertemu dengan coach Thomas dan lelaki itu ingin membantunya sembuh agar bisa bisa menampilkan peran yang sangat diinginkan itu.


"Gak ada yang kamu tutupi kan?"tanya Rendy lagi menyelidik.


"Iya beneran gak ada lagi"cicit Aurora.


"Aku gak mau kehilangan kamu sayang,kamu ngerti kan gimana cintanya aku ke kamu.Aku akan gila kalau ada yang rebut hati kamu lagi dariku"ucap Rendy sungguh-sungguh. 


"Iya aku tau,aku juga cinta sama kamu dan siapa yang mau rebut aku.. Gak ada sayang" 


"Tapi kata mami kamu,kamu gampang khilaf..Aku jadi khawatir" 


"Jangan dengerin omongan mami,mami cuma godain kamu tau"sahut Aurora "Yaudah aku matiin dulu ya,aku mau tau ada apa dia kesini"lanjut Aurora tak enak jika membuat coachnya menunggu. 


"Hhmmm"sahutan singkat dan lemas dari seberang sana membuat Aurora tak tenang. 


"Sayang,percaya kan sama aku.. Jangan lemes gitu,aku jadi gak tega mau matiin panggilan" 


"Aku gapapa,matiin aja" 


"Sayang"panggil Aurora menatap sang kekasih yang masih memasang ekspresi tak semangat itu. 


"Iya aku gapapa kok,udah kamu sana.. Kamu matiin aja" 


"Senyum dulu"ucap Aurora membuat lelaki itu senyum dengan terpaksa "Gitu dong,kan kelihatan gantengnya kalau gitu"lanjutnya. 


Pujian itu membuat sang kekasih kembali luluh,sangat mudah bagi gadisnya untuk membuatnya bahagia. 


"Love You sayang"ucap Aurora 


"Love you Too sayang"sahut Rendy dan panggilan itu pun berakhir.Gadis itu membuang nafas kasar,karena maminya itu mengacaukan suasana dirinya serta snag kekasih.Ia menggerutu sendiri sambil berusaha bangun dari duduknya dan berusaha menjangkau kursi roda miliknya untuk mencoba berpindah sendiri tanpa bantuan orang lain. 

__ADS_1


...…….....


Ia menjalankan kursi rodanya dengan kedua tangannya,pandangannya tertuju pada lelaki bermata biru yang menatap dirinya dengan senyuman.


Degh!


Mata Aurora mengerjap-ngerjap.


"Ya Tuhan,coach jangan senyum terus..Aku takut beneran khilaf"batinnya yang memang baru melihat sisi lain dari coach nya itu dan tak memungkiri jika senyum lelaki itu sangat manis.


Setelah ia berada di ruang tamu,dengan cepat daddy menghampiri dirinya dan mendekatkan kursi roda pada tempat duduk yang ditempati daddynya itu.Orang posesif nomor 2,setelah kekasihnya. 


"Pagi coach"sapa Aurora sopan.


Coach Thomas hanya tersenyum lalu menghampiri gadis itu,membuat jantung gadis gampang baper ini semakin berdegup kencang.


"Astaga kenapa lelaki es ini jadi manis sekali"batinnya sambil menerima buket bunga yang dibawa coach nya. 


"Ehem"deheman dari sebelahnya yang tak lain calon ayahnya itu membuat otaknya tersadar dan kembali ke pengaturan awal. 


"Untukmu Arasyie"ucap Thomas lalu kembali duduk ditempatnya semula. 


"Terimakasih coach,tapi sebelumnya ada keperluan apa coach kesini?"tanyanya,meski ia sudah tau jawaban coachnya itu. 


"Bukankah aku sudah mengatakan jika aku akan mengantarmu terapi"sahut coach Thomas,membuat Aurora terdiam.


"Astaga coach ini tak bisa diajak basa basi"batinnya lagi menggerutu sambil menunduk,tanpa ia sadari ada empat pasang mata yang tengah menatapnya. 


Saat ia mendongak,ia terkejut karena dua pasang mata yang sangat dekat dengannya adalah mami dan daddynya. 


"Apa maksutnya princess?"tanya mami Rain. 


Akhirnya Aurora pun menceritakan pertemuannya kemarin saat ke opera ballet dengan Airlangga.Mami Rain meangguk-angguk. 


"Terimakasih sebelumnya coach sudah repot-repot mau meantarkan putri saya,tapi sepertinya saya dan keluarga bisa mendampingi dia untuk terapi" ucap mami menolak halus bantuan lelaki dihadapan mereka. 


"Tidak ini tidak merepotkan dan ini harus saya lakukan karena ini demi penampilannya"sahut coach Thomas. "Saya tau,peran itu sangat diinginkan Arasyie"lanjutnya menatap Aurora dengan senyuman manis dan meneduhkan.Entah hilang kemana wajah super dingin dan kaku dari coachnya itu. 


Aurora menatap lamat mendengar ucapan Mr.Thomas,ia tak menyangka jika lelaki itu tau ia sangat menginginkan peran giselle.Akhirnya semuanya setuju dengan bantuan dari Thomas,karena Aurora pun tak keberatan.


...………....


Aurora sudah siap dengan dress floral berwarna biru langit dan tas kecil warna senada untuk menyimpan ponsel miliknya.Rambut bergelombangnya berwarna coklat itu dibiarkan tergerai membuat kesan semakin feminim. Gadis itu melupakan sarapannya.


"Mam,princess berangkat"pamit Aurora pada maminya,ia tau mami dan daddy nya tengah berunding untuk acara pernikahan mereka.


"Princess" panggilan dari belakang mereka membuat Aurora menoleh dan mendapati duplikat mendiang papinya tengah tersenyum dan berjalan kearahnya.


"Uncle"sahut Aurora dan merentangkan tangan untuk memeluk Airlangga. 


"Uncle baik-baik aja?"tanyanya pada Air sambil mendongak


"Hhmm,uncle baik-baik saja princess"sahutnya lagi.


"Memang apa yang terjadi princess? Kenapa kamu tanya keadaan Air?"tanya daddy menimpali.


"Kakak"Airlangga terkejut mendapati Elang yang ada disana,ia tak melihatnya tadi.


"Kenapa kamu terkejut?"tanya daddy.


"Tidak…tidak,hanya saja aku kira kakak ada di New York"ia mendorong kursi roda mendekat kearah daddy serta mami Rain.Air belum menyadari jika ada laki-laki yang tadi malam bertemu dengan mereka. 


"Aku baru sampai,aku terlalu rindu calon istriku.Makanya aku langsung kesini"sahut daddy Elang terang-terangan membuat Airlangga serta Princess menatap geli pada daddy Elang.Sungguh ini kali pertama daddy Elang itu berkata manis serta romantis,mereka semua tau jika daddy itu orang yang kaku. 


"Uhhh,kok merinding ya kalau denger daddy romantis ini Bukan daddy banget"ucap Aurora lalu terkekeh. 


"Iya Lang,bukan kamu banget"timpal mami Rain yang juga terkekeh.Daddy yang mendapat ejekan dari calon anak serta istrinya mencebik kesal. 


"Biarkan,mau kalian ejek silahkan..Karena memang itu yang daddy rasakan setiap saat"sahut daddy Elang,lelaki itu melilitkan tangannya pada calon istrinya.Menyandarkan kepalanya pada bahu mami Rain,sangat manja sekali.Sekali lagi Airlangga dan Aurora menatap geli lelaki itu. "Ngomong-ngomong apa yang tadi kamu maksut princess? Ada apa dengan Airlangga?"lanjut daddy Elang mengalihkan pembicaraan,agar ia tak lagi diejek oleh mereka. 


Keduanya saling pandang "Gak ada dad,cuma rahasia kecil yang hanya aku dan uncle yang tau"sahut Aurora,ia tau Airlangga tak ingin mereka tau jika ia tau yang sebenarnya. 


Daddy Elang memicingkan matanya,seakan curiga dengan keduanya. 


"Hanya masalah percintaan kak"timpal Airlangga mencoba menutupi juga. 


"Kamu itu jangan suka interogasi semua orang,kadang ada sesuatu yang sebaiknya kamu gak tau"mami Rain pada daddy Elang. 


"Jadi ada sesuatu juga yang gak aku tau tentang kamu? Kamu merahasiakan sesuatu dariku?"daddy jadi curiga,ia menegakkan badannya menatap lekat wanitanya. 


Mami menoleh cepat,astaga lelakinya ini sungguh diluar dugaan kenapa jadi dirinya yang sekarang diinterogasi. 


"Bukan gitu maksutku,astaga kenapa jadi gini sih"keluh mami,lalu kembali menoleh pada Aurora dan Air "Kalian sih bikin ulah" lanjutnya mengomel pada keduanya dan hanya mendapat sahutan memutar mata malas lalu menaikkan bahu mereka.


"Princess berangkat mih,kasian coach Thomas lama menunggu"


"Lelaki itu benar-benar kesini princess?"tanya Airlangga memicingkan matanya.Princess hanya meangguk-angguk dan Airlangga mengantarkan keponakannya itu kedepan,dimana lelaki bule itu menunggu.Lihatlah,bagaimana lelaki bule itu terlihat manis menyambut dirinya dengan senyuman hangat.


Hingga suara pesan masuk dari ponselnya dan suara daddy membuat kepalanya semakin pening.


My Old Man 💜


'Aku tak tahan,aku akan kesana.Tunggu aku sayang,aku merindukanmu'


"Nanti malam Sam akan datang sayang"ucap daddy sambil mengikutinya dari belakang. 

__ADS_1


Degh!


"Sebenarnya ada apa dengan ketiga lelaki ini"batin Aurora,menatap ponselnya lalu kembali menatap coach Thomas yang semakin manis karna senyumannya.


__ADS_2