Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Terbukanya Rahasia


__ADS_3

Ara membalik badannya dengan mata berkaca-kaca,melihat lelaki dewasa yang berjalan menghampirinya juga dengan tatapan tak terbaca.


"Princess"panggil daddy lagi mendekat membuat Ara langsung mundur beberapa langkah.


"Da-dad.. A-apa maksudnya ini?"tanya Ara terbata.Tapi ia tak ingin dekat dengan lelaki ini,entah hatinya seakan diremas oleh sesuatu sekarang.


"Daddy bisa menjelaskan semua nak"ucap daddy Elang yang terpukul melihat gerakan tak suka dari putrinya.


Ara menyentak tangan daddy saat ingin memegangnya,lalu ia berlari keluar dengan membawa tas serta kunci mobilnya.Ia menyandarkan kepalanya di setir mobil lalu menangis.Entah saat ini kenapa hatinya sakit,apa papi tau tentang ini pikir Ara semakin membuat dadanya sakit. 


…..


Sudah seminggu berlalu,Ara yang biasanya ceria benar-benar berubah menjadi pendiam.Bahkan dengan mami dan Rafa sekalipun.


"Princess,kamu marah sama mami?"tanya mami Rain melihat putri disampingnya tengah menikmati makanan tanpa sedikit suara yang keluar dari bibir bervolume nya.


"Em..gak mih,Ara cuma gugup mau seleksi besok"sahutnya mengelak lalu berdiri membawa piring dan gelas untuk ia cuci. "Ara ke tempat latihan mih"lanjutnya berjalan menuju paviliun sebelah untuk kembali berlatih balet. 


Mami dan Rafa melihat punggung Ara yang menjauh,sesekali mereka melihat Ara tengah menaikkan kedua bahunya seakan mehela nafas kasar. 


"Adek kamu kenapa sih kak?"tanya mami pada Rafa.


Rafa menggeleng "Rafa juga gak tau mih,seminggu ini dia nurut semua kata-kata Rafa tanpa ngebantah"sahut Rafa,lalu ia teringat sesuatu.Ia ingat jika sang adik tengah menjalin kasih dengan lelaki dewasa seumuran maminya.


Rafa mulai menerka-nerka dengan tangan mengaduk-ngaduk makanannya. "Apa ada sesuatu yang dia sembunyikan lagi"batin Rafa.Ia pun menyelesaikan makannya dan ingin segera mencari tau apa yang terjadi sebenarnya.


……


Sedangkan di tempat sebelah alunan musik klasik berdengung di seluruh penjuru ruangan.Ara tengah menari sambil berlakon menjadi gadis desa bernama giselle.Lagu yang penuh dengan emosional disana mengiringi gerakannya yang begitu menghayati perannya.


"Kenapa kau tega meninggalkanku?"batinnya seakan ikut masuk dalam cerita.


"Meninggalkan semua kenangan kita dengan mencurangiku"batinnya lagi dengan gerakan semakin menghayati seakan patah hati.


"Aku merindukanmu"batinnya lagi dengan gerakan seakan memendam kerinduan yang sangat dalam,ia saling meremat tangannya sendiri.Gerakannya seakan berbicara dan menjabarkan semuanya.


Dengan iringan musik yang semakin menyayat hati,gerakannya diakhiri dengan dirinya yang limbung higga ia perlahan terjatuh dan tergeletak seakan mati. 


Tes 


Ara menitikkan air matanya,seakan itu terjadi pada dirinya.Karakter giselle memang sangat ia impikan dari setahun yang lalu,ia ingin bersungguh-sungguh kali ini agar bisa memerankannya.Tuntutan teknik yang tinggi dalam pementasan giselle membuat ia sangat tertantang karna setiap tahunnya saat perayaan di akademinya jarang sekali menampilkan Giselle.


(Giselle sendiri adalah tarian balet dari Prancis yang pertama kali dipentaskan tahun 1841, berkisah tentang seorang gadis desa yang lugu, yang jatuh cinta  pada pria impiannya. Sayangnya, pria tersebut hanya ingin memanipulasi keluguannya. Demi mengetahui pengkhianatan cinta sejatinya, Giselle pun meninggal karena patah hati.)


Ara bangun,lalu duduk mengatur nafasnya.Ia memejamkan matanya sejenak lalu membuangnya.Ucapan daddynya waktu itu masih terngiang dikepalanya.


Bahkan kepala sekarang ingin meledak mengetahui rahasia yang orang tuanya ternyata sembunyikan dari dirinya dan Rafa. 


"Bodoh..bodoh.. Seharusnya gue gak perlu tau semua itu"monolognya lalu menelungkupkan kepalanya di sela kakinya yang tengah tertekuk.


"Gak perlu tau apa Ara?"suara seseorang yang Ara kenal membuatnya langsung menegang.


Degh!!


Ia menoleh mendapati kakaknya tengah berdiri tak jauh dari pintu masuk.


"Rafa"ucap Ara langsung berdiri dari duduknya.


"Apa yang kamu maksut tadi?"tanya Rafa lagi saat mendekat kearah kembarannya.Ara diam,bibirnya terkunci rapat tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun pada Ara. 


Belum selesai Rafa ingin kembali berkata,tiba-tiba ponsel Rafa berdering.


"Ya dad" ucap Rafa membuat Ara terdiam,menyadari seseorang yang juga tengah ia hindari.


"......"


"Hhmmm,dia baik-baik saja Dad"ucap Rafa sambil menatap Ara. 


"......"


"Baik dad,akan Rafa sampaikan pada mami."ucap Rafa lagi lalu mematikan panggilannya.


Ia menatap adiknya yang terus terdiam,sesekali tangan Ara saling meremas menandakan gadis itu tengah gugup atau menutupi sesuatu. 


"Ara,cerita sama gue.. Ada apa?"tanya Rafa,karna jujur saja ia tak menyukai kediaman adiknya ini pada dirinya dan mami.


"Em.. Raf,gimana menurut lu kalau lu tau masalalu orang terdekat kita??"tanya Ara


"Maksutnya? Lu cerita yang jelas dong jangan ambigu" sahut Rafa pura-pura tak mengerti.


Ara terpancing,ia pun berdecak "Ck.. gini,oon amat sih lu? Katanya pinter,pemahaman lu cetek bener" Kembali mulut rese itu pun seakan bangkit dari kubur.


"Lu ada masalah sama pacar lu?"tanya Rafa.


Wajah Ara tadinya sudah terpancing sedikit nyablak kembali tertunduk sedih,meski ia menolak terus mengingat lelaki genit yang tak tau rimbanya tanpa kabar sedikitpun.Ia juga sedih karna ia sudah memberikan hatinya pada lelaki itu seutuhnya.Sial memang. 


"Jangan ungkit tu tua bangka" 


Rafa mengrenyit "Lu kenapa? Bukannya waktu itu udah beres?"tanya Rafa. 


Ara mendesah pelan "Udah deh Raf,gak perlu bahas dia.Karna ada satu hal yang lebih penting buat kita bahas" 


"Apa?"tanya Rafa melipat tangan didadanya. 


"Daddy dulu calon suami mami"ucap Ara langsung membuat Rafa terdiam.Benar-benar hanya diam tanpa ekspresi terkejut yang Ara bayangkan.

__ADS_1


"Kok lu diem?"tanya Ara 


"Lah terus gimana? Gue harus teriak-teriak..Atau nangis?"tanya balik Rafa.


"Seharusnya lu nangis kayak gue pas daddy cerita"


"Gue bukan lu"ucap Rafa mengejek.


"Tapi gue yakin kalo lu bakal nangis abis gue beberin ini semua"sahut Ara lalu ia duduk di lantai " Duduk"lanjut Ara menyuruh Rafa duduk. 


...Flashback On ...


Ara yang masih duduk didalam mobil pun terengah-engah karna ia tadi berlari untuk keluar,dengan air mata yang mengalir.Ia terus menerka apa yang dulu terjadi pada mami,papi dan daddy. 


"Apa mami sama daddy selingkuh dibelakang papi?"batin Ara bertanya-tanya. 


Ia pun menghidupi mobilnya lalu menancap gas untuk keluar dari halaman mansion.


Ccckkiiittt


Sampai pada gerbang keluar,mobilnya terhenti.Ia tak bisa diam saja,ia harus tau apa yang terjadi sebenarnya karna jiwa ke kepoan seorang Ara tengah meronta. 


Ia pun memundurkan mobilnya lalu putar arah kembali masuk sampai pada depan teras mansion.Lalu ia memasuki mansion mewah itu dan kembali mendapati daddy nya masih ditempat yang sama tengah menatap figura foto itu. 


"Da-daddy"panggil Ara lirih membuat lelaki dewasa itu membalikkan badan."Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian? Ara perlu tau"lanjut Ara meski takut-takut,ia tetap menyuarakan rasa penasarannya. 


"Ikut daddy"sahut daddy mengajak Ara masuk ke dalam lift untuk menuju lantai 3.Ara masih berdiri sedikit jauh dari daddynya,seakan ia memberi jarak. 


Dikepala Ara sendiri begitu banyak pertanyaan tentang mami dan daddynya ini.Dari daddy dan mami selingkuh sampai sekarang dibelakang papinya hingga papinya yang menikung mami dari daddy.Ah.. seperti ingin pecah saja kepalanya saat ini. 


Cklek 


Tanpa sadar ia dari tadi mengikuti daddynya sampai pada kamar yang terlihat lain dari yang lain.Pintu berwarna putih sangat lain dari pintu lainnya yang terlihat mewah karna ornamen pintu berwarna emas. 


Saat memasuki kamar itu,terlihat proyektor sudah memutar video disana.Ara dapat mendengar suara tawa dari seorang wanita yang tak asing ditelinganya.


"Mami"gumamnya lalu berbalik arah melihat dinding putih bersih yang menampilkan video seorang wanita menggunakan gaun warna peach tengah asik tertawa sambil menggenggam sebuket bunga lily.(Hal asing yang Ara lihat karna sampai sudah beranak dua,maminya tak sangat jarang memakai dress ataupun daster.Maminya lebih suka memakai kaos seperti papinya dan celana kulot)


Terlihat wajah bahagia dari wanita berambut coklat lurus itu sambil tertawa. 


"Kau selalu bisa membuatku berhenti merajuk tuan"ucap maminya girang.


Lelaki itu tertawa dibalik kamera dan Ara sudah tau siapa orang itu. 


"Letakkan kameramu itu,setiap bertemu kau selalu membawa itu..Menyebalkan "ucap maminya dengan kesal.


Kamera itu diletakkan di meja tak jauh dari keduanya,tampak lelaki berjas itu menghampiri maminya lalu memeluk mesra maminya "Aku tak ingin semua yang kita lalui,berlalu begitu saja..Aku mencintaimu Audrey"sahut daddy mengecup mesra kening mami dan maminya pun membalas pelukan daddy tak kalah mesra.


"Audrey"gumam Ara.


Lalu secara acak,kembali terdapat video yang mana maminya tengah menangis di ranjang yang berada di kamar ini.Mata yang tampak divideo sebelumnya memperlihatkan kebahagiaan,sekarang suasana tampak mencekam.Bahkan beberapa kali mami berteriak,mengumpat pada daddynya.


Degh! 


"Baby??"batin Ara saat mami dan daddynya saling membahas tentang baby.Apa baby yang dimaksud milik maminya dulu. 


Ara semakin pusing melihat semua,saat Daddy menjadi orang yang berbeda dengan mengamuk. 


"Duduklah disini nak"ucap Elang membuat Ara tersadar.Ia melihat seluruh ruangan,matanya hampir saja copot melihat semua dinding terdapat foto mami dan daddynya disetiap moment seakan tak ada yang terlewatkan.


Ia menatap gaun putih bersih dengan potongan dada rendah serta high heels dari desainer ternama berwarna cream dan disebelahnya terdapat tuxedo warna putih lengkap dengan sepatu pantofel berwarna senada.Ia melihat takjub. 


"Princess"panggil Daddy.


Ara tersadar lalu berjalan menghampiri daddynya. 


"Pasti banyak yang ingin kamu tanyakan pada daddy.. Silahkan katakan,akan daddy jawab tanpa daddy tutup-tutupi"ucap Daddy santai. 


"Apa benar itu mami dad?"tanya Ara tanpa bertanya pun ia tau jawabannya.


"Benar,itu mami kamu"sahut daddy santai.


"Apa daddy dulu kekasih mami?? Apa daddy selingkuh dengan mami dibelakang papi?? Apa kalian berakting selama ini karna sebenarnya kalian memiliki hubungan dibelakang papi? Mami mengkhianati papi dad???"tanya beruntun Ara menggebu membuat daddynya terkekeh. 


"Sayang,tak baik kamu menuduh mamimu seperti itu.Andai kamu tau,selama ini mami dan papimu terus mengalami ketidakadilan"sahut daddy menenangkan Ara yang tengah sibuk dengan semua tuduhannya. 


"Maksud daddy??"


Elang diam sejenak,seakan menimbang apa yang akan ia katakan.


"Daddy dulu pernah membuat kesalahan fatal pada mamimu"ucap daddy "Daddy pernah memperkosa mamimu sampai dia mengalami trauma"lanjutnya membuat Ara terhenyak bahkan ia sampai menutup mulutnya. 


Elang pun menceritakannya kebodohannya karna cinta butanya terhadap seorang Raina,hingga kenekatan diusia belianya membuat masa depan gadis yang ia cinta hancur.


Air mata Ara tak berhenti menetes mendengar cerita daddy tentang maminya dulu,bahkan daddy menunjukkan hasil dari perbuatannya.Bekas tembakan dari Edo yang pernah bersarang di kakinya. 


"Daddy dibawa pergi oleh grandpa(papa Elang) untuk menjauh dari Raina,meski daddy memberontak tapi grandpa terus memaksa daddy karna eyang kamu meancam akan memenjarakan daddy jika daddy terus berada di dekat mami kamu.Daddy belum memiliki kuasa saat itu,dengan terpaksa daddy mengikuti semua keinginan mereka.Tapi dengan satu syarat..Daddy ingin semua apa yang dilakukan oleh mami kamu dalam pantauan daddy sayang"tuturnya lagi. 


Ini hal yang baru bagi Ara,ia tak pernah menyangka ada yang mencintai maminya seperti ini.


"Sejak itu,pembantu serta satpam memantau semua semua kegiatan mami dan melaporkan pada daddy lewat telefon."cerita Elang "Kamu tau sayang,daddy begitu bahagia saat melihat foto-foto mami kamu.Ingin sekali daddy datang menemui mamimu,tapi daddy sadar mamimu sangat membenci daddy.Bahkan mami kamu merubah semua kepribadiannya menjadi gadis tomboy.Daddy sudah dari SMP memperhatikan dan mencintai mami kamu"lanjut Elang membuka rahasianya. 


Elang berjalan meambil sesuatu dari nakas lalu meletakkan di meja depan Ara duduk.Ara pun meraihnya,ia melihat kertas foto yang begitu banyak.Mami waktu masih muda,mami saat menaiki motor trail bersama teman-temannya.Saat mami tertawa lepas diatas motor dan masih banyak lagi foto disana.


"Hingga daddy pun mendapat kabar buruk dari bawahan daddy.. Bahwa mami kamu kecelakaan dan.. dan…"daddy seakan tak bisa melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Dan apa dad?"tanya Ara penasaran.


"Mami kamu keguguran"sahut daddy lemah,wajahnya seketika sedih.Sangat terlihat kesedihan disana.


Degh! 


Mata Ara terbelalak.


"Ja-jadi kakak?"ucap Ara.


Daddy mengangguk "Iya,dia milik daddy nak"sahut daddy terlihat sangat rapuh.Ara mendekati daddynya lalu memeluk tubuh lelaki dewasa yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.


"Tak mudah menjadi mami kamu nak,dia mengalami trauma parah setelah kepergian bayinya.Bahkan daddy baru tau itu terjadi saat kalian lahir,Niko menceritakan semua pada daddy"ucap Elang.Memang saat lahirnya bayi kembar itu,Elang datang dan Niko menceritakan semua.Elang tak menyangka semua terjadi,padahal ia kira Raina melupakan begitu saja bayinya saat ia sudah memiliki kehidupan baru bersama pasangannya ternyata ia salah.Raina tak baik-baik saja seperti dirinya. 


Jika ia tau,mungkin ia tak membiarkan Raina lepas saat Raina hilang ingatan.Elang membiarkan Raina perlahan mengingat semuanya karna ia tau jika Raina tak akan mencintainya.


Jika ia tau mungkin ia akan egois membiarkan Raina menjadi Audrey.Audrey yang selalu berada disampingnya,meski tak bisa mencintainya.


"Lalu kenapa daddy memanggil nama mami dengan nama Audrey dad?"tanya Ara lagi yang semakin kepo dengan keruwetan jalan cerita mami,papi dan daddynya.


Ia pun menceritakan tentang pertemuannya yang tak sengaja dulu hingga ia bertekad pergi ke Indonesia untuk kembali mengikuti kegiatan wanita itu secara diam-diam.Hingga kejadian mengejutkan terjadi yang ia dapat dari para bawahannya.Pertengkaran dan tuduhan yang keluarga Raina sendiri pada Rain,hingga membuat Raina mengalami kecelakaan.


Bukan hal sulit bagi Elang menemukan kompor yang membuat semua itu terjadi,dengan cepat data wanita yang membuat Raina hancur langsung ia beri pelajaran.Lalu rahasia tentang lelaki yang menjalin kasih dengan Raina pun Elang ketahui.Tak ada bedanya dengan Raina,lelaki itu juga memiliki trauma yang sama dengan apa yang dialami Raina.Dan wanita yang sama pun ternyata biang dari semua kekacauan yang Raina alami.


Berbulan-bulan Elang menjaga Raina hingga dokter menyatakan Raina hilang ingatan.Hingga Elang egois,mengganti semua identitas wanita itu dengan identitas baru yang ia inginkan.Hingga dua tahun lamanya Raina hidup sebagai gadis bernama 'Zivana Audrey Calista'.Mungkin jika Elang terus egois,kebahagiaannya akan ia raih bersama wanita yang ia cinta.Tapi ia sadar,jika ia harus mengikhlaskan semua karna memang wanita itu tak mencintainya.


Saat semua persiapan pertunangannya telah rampung,Elang memutuskan untuk membawa Audrey pulang ke Indonesia dan disanalah hubungan keduanya berakhir.


"Tak ada yang berkhianat disini nak,mami kamu sepenuh hatinya mencintai papimu.Hanya sampai daddy saja sampai sekarang belum bisa dan mungkin takkan pernah bisa melupakan perasaan daddy.Maafkan daddy"ucap Elang putus asa,jika banyak yang mengatakan ia tak mencoba.Mereka salah,bahkan ia sudah ribuan kali mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain.Tapi tak bisa.Hatinya seakan mati untuk mencinta,bahkan ia nekat melakukan Vasektomi pada dirinya sendiri.


"Daddy tak perlu meminta maaf pada Ara dad,tak ada yang bisa mengubah perasaan kita jika bukan kita sendiri yang menginginkan.Ara tau dad"sahut Ara.


"Maka dari itu,daddy sangat bersyukur karna mami dan papi kamu sangat baik pada daddy.Bahkan mami dan papi kamu mengizinkan nama daddy untuk diselipkan pada namamu sayang"ucap Elang dengan tersenyum menatap putri cantiknya yang memiliki kemiripan dengan wanita yang ia cinta.


...Flashback Off ...


Rafa bahkan ternganga mendengar cerita panjang tentang orang tuanya yang sangat dirahasiakan.Ia juga sekarnag menyadari kasih sayang daddynya pada dirinya dan Ara karna ia kehilangan bayinya dulu. 


Kedua anak kembar itu saling pandang.


"Aku harus seperti apa Raf? Aku sangat sedih jika melihat mami,jika aku bilang ke mami kalau aku tau.Aku takut mami sedih.Aku pengen peluk mami Raf"ucap Ara menyuarakan keinginannya.Seminggu ini kata-kata yang dikatakan oleh daddy Elang sungguh terngiang dikepalanya,membayangkannya saja hatinya terasa sakit.Apalagi menjadi papi atau maminya,Dada Ara seakan sesak mengingatnya.Bahkan gadis itu juga sedikit menjauh dari daddynya karna ia bingung harus bersikap seperti apa setelah mengetahui rahasia yang orang tua mereka sembunyikan.


"Jadi karna itu kamu diemin mami?"tanya Rafa.


Ara mengangguk lemah."Aku takut nyakitin hati mami karena buka luka lama Raf" 


"Sikap lu seperti itu malah bikin mami sedih Ra,lu tau dari tadi mami nanyain tetang lu"ucap Rafa.


"Serius?"tanya Ara tak menyangka sikapnya malah membuat maminya sedih.


Rafa mengangguk.Dengan sigap Ara langsung berdiri lalu langsung berlari keluar dari paviliun.Tunggang langgang ia mencari keberadaan maminya.


"Mi.. mami"panggil Ara dengan air mata yang sudah luruh.


"Mami"panggilnya lagi.


"Mbak,mami mana?"tanyanya melihat pembantu yang melewatinya.


"Mami Rain diatas non di ruangan papi non"sahut pembantunya yang baru meantarkan minuman untuk nyonyanya.Dengan cepat Ara berlari menuju ruangan tempat yang biasa digunakan papinya untuk class make up online. 


Pelan Ara pun membuka pintu ruangan.


Cklek 


Tanpa disadari oleh maminya,Ara perlahan masuk ke ruangan itu.Terlihat mami diam dengan membuka album foto yang berada diatas meja,semua foto kenangan dengan sang papi terdapat disana.


"Mi"panggil Ara. 


Mami tersadar pun mendongak,lalu tersenyum.Ara pun berlari kecil untuk menghampiri maminya.


Greb 


"Maafin Ara mih..maaf"ucap Ara sesal karna mengacuhkan maminya semingguan ini. 


"Kamu kenapa dek??"tanya balik maminya uang bingung dengan tingkah bungsunya yang berubah-ubah. "Kamu bikin masalah lagi ya di sekolah?"tebak maminya lagi karena sungguh ia bingung melihat sikap Ara. 


Ara menggeleng dipelukan maminya. "Mih,Ara sayang mami"ucap Ara dalam pelukan sang mami. 


"Mami lebih sayang Ara sama kakak."sahut maminya "Dek,apapun yang sekarang mengganggu pikiran kamu,lupakan sayang..Fokus sama apa yang sedang kamu jalani saat ini"lanjut mami mengelus rambut panjang sang putri.


"Iya mih.. doain Ara besok masuk seleksi ya mih,Ara pengen banget peran itu"ucap Ara.


"Selalu sayang.. mami selalu dukung dan doain kamu"sahut mami memberi dukungan penuh,karna ia tau cita-cita putrinya ingin sekali menjadi penari balet terkenal seperti harapan sang suami. 


...💜💜💜💜💜...


...Semoga kalian menikmati ceritanya 🌹🌹🌹🌹🌹...


...Sajennya jangan lupa ya zeyenk like,love,gift n komennya 💜...


...Jujur aja Amma drop karna ada beberapa yang gak terima masalah papi Ray yang tiba-tiba..Itu sudah Amma perhitungkan alur ceritanya sedemikian rupa agar nyambung di real lifenya tentang sosok Omte 🙏 maapkeun amma curcol bentar 🤣...


...Maksih yang maish mau bertahan buat twins nya 2R...


...Salam sayang Amma Nada 🌹💜...

__ADS_1


__ADS_2