Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Membaik


__ADS_3

Keterkejutan ucapan Rendy membuat semua orang menatapnya dengan ucapan yang sama 'APA??',bahkan mama Rendy tak habis pikir dengan ucapan enteng putranya itu.


"Kamu sudah gila Ren?"tanya mama Rendy "Kamu masih punya Nadia dan anak yang dia kandung,mau kamu kemanakan mereka Rendy?"lanjut mama Rendy marah. 


"Ma,aku sama Nadia udah cerai"sahut Rendy.


"Mama menolak perceraian kalian, ada bayi yang Nadia kandung Rendy.. Kamu sadar,ini akan membuat Nadia sakit hati.Dimana hati kamu?"tanya mama Rendy kembali marah.


Rendy meremat tangannya,ia tak ingin kasar berbicara dengan mamanya.Ia melirik pada gadisnya yang kembali menunduk setelah ucapan mamanya tadi.


"Tolong dengar penjelasan Rendy ma,dan Rendy mohon agar mama bisa menerima semua kenyataan yang terjadi pada aku dan Nadia dengan lapang dada"ucapnya mulai lembut. 


"Akta cerai kami sudah keluar ma"ia menyerahkan akta cerainya yang berada di atas meja. "Dan..bayi yang Nadia kandung bukan milik Rendy ma.Dia milik lelaki lain"lanjutnya dengan wajah yang sulit diartikan,menjelaskan seperti ini bahkan tak lagi membuatnya sakit hati.


Degh


Wajah terkejut tampak terlihat dari kedua orang tuanya,menatapnya dengan tatapan sulit dijelaskan. 


"Omong kosong apa yang kamu bicarakan Rendy?"teriak mamanya setelah beberapa saat. "Karena kamu menginginkan gadis ini(tunjuknya pada Aurora),kamu sampai tak mengakui bayi yang dikandung istrimu? Mama tak pernah mengajarimu sebajingan ini Ren"lanjut mama Rendy terus marah.


"Kita dengar penjelasan Rendy dulu ma"timpal papa chef Rendy yang mencoba meredam emosi istrinya.Digenggamnya tangan sang istri agar tak emosi seperti tadi,riwayat penyakit asma yang dimiliki istrinya membuat ia takut kalau penyakit itu kambuh.


"Ma,ini gak ada sangkut pautnya dengan kekasihku" tak terima Rendy kembali emosi karena kekasihnya yang mendapat tuduhan mamanya. "Kehidupan rumah tanggaku dengan Nadia dari sepuluh tahun yang lalu sudah tak baik-baik saja ma.. Dia yang bersama lelaki lain sejak dulu,bukan aku.Aku menutupi semua,aku menutupi aib keluargaku berharap dia bisa berubah tapi ma.. Memiliki bayi yang bukan darah dagingku sendiri,aku gak bisa terima itu ma.Cukup dengan mencurangiku,aku anggap semua sudah selesai dengan perceraian kami"lanjutnya membuka semua yang sudah lama ia sembunyikan dari keluarganya dengan bergetar.Ia malu,sungguh malu jika harus membuka aib keluarganya meski dengan orang tuanya.Ia merasa gagal menjadi kepala rumah tangga.


Mama dan papa Rendy tampak terkejut dengan pengakuan sang putra,bertahun-tahun mereka kira keluarga kecil putranya baik-baik saja.Ternyata sudah selama itu sang putra merasakan penghianatan istrinya sendiri. 


Mama yang sebelumnya berapi-api karena kemarahannya tampak melemah,matanya berkaca-kaca menatap sang putra.Wanita tua mendekati sang putra,ia genggam tangan kanan sang putra yang masih bergetar. 


"Apa benar semua yang kamu katakan nak?"tanya mama lembut.


"Untuk apa aku mengarang semua ma,gak ada untungnya" 


"Putraku yang malang hiks..hiks.."tiba-tiba mama Rendy merengkuh tubuh jangkung chef Rendy,dipeluknya dan mengelus bahu lelaki itu seakan memberi kekuatan pada sang putra. "Kenapa kamu tak pernah berbicara pada mama nak"lanjutnya sambil sesegukan.Memiliki putra satu-satunya,meski sudah berumur tetap saja bagi kedua orang tua chef Rendy ia masih seorang anak kecil yang butuh mereka.


"Itu aib keluargaku ma,cukup memalukan jika mengingat semua itu.Cuma satu yang Rendy mau,mama ikhlas dan terima dengan apa yang terjadi sama aku dan Nadia"sahut Chef Rendy sambil membalas pelukan mamanya.Mama chef Rendy hanya bisa menangis mengetahui nasib malang sang putra. 


Aurora yang berada di belakang chef Rendy tampak terharu dengan perlakuan mama Rendy,meski sebelumnya wanita tua itu meledak-ledak dengan kemarahannya.Tapi saat mengetahui semuanya,dengan penuh kasih sayang memberi kekuatan pada chef Rendy.


...…… ...


Setelah perseteruan sengit beberapa waktu lalu dan berakhir mengharukan,sekarang tampak mama chef Rendy lebih tenang dari sebelumnya. 


"Sekarang rencana kalian apa?"tanya papa Chef Rendy membuka suara. 


Chef Rendy yang terus menggenggam tangan sang kekasih seakan hanya ada mereka berdua disana,menoleh ke arah sang papa.


"Aku ingin bertunangan dengan kekasihku pa"ucapnya. 


"Kenapa tak langsung menikah? Hanya buang-buang waktu untuk bertunangan Ren,sedangkan umur kamu akan semakin bertambah.Ingat kamu sudah berkepala empat"ucap mama Rendy menyela. 


Aurora langsung mengulum bibirnya kuat.


Rendy langsung menoleh pada mamanya,mendengar mamanya mengatakan ia sudah berkepala empat membuat ia kesal sendiri.Kenapa selalu diingatkan pikirnya.


"Ma,cinta tak memandang umur"sahut Rendy "iya kan sayang"seakan meminta dukungan dengan kekasihnya,Ara yang sedari tadi menahan tawanya karna ucapan mama Rendy hanya bisa mengangguk pasrah.Ia takut tawanya meledak,gak anggun lagi kan nanti pikirnya.


"Kamunya gapapa,tapi buat gadis semuda dia itu akan jadi masalah Rendy.Dia masih muda dan cantik,memiliki kekasih tua dan gak di halal-halalkan akan menjadi masalah karena dia bakal jadi gunjingan orang"tutur mama menjelaskan pada lelaki tak ingat umur itu. 


"Rendy juga ingin,tapi.. Kekasihku masih sekolah ma,aku akan menunggu dia sampai lulus sekolah dulu"sahutnya menoleh menghadap kekasihnya lalu tersenyum. 


"Astaga dia masih kecil sekali Ren"ucap mama Rendy merasa kasihan pada gadis yang menjadi pacar putranya itu. "Kamu gak melecehkan dia kan? Jadi dia mau sama kamu?"tebak mama Rendy yang merasa aneh dengan pacar sang putra,mengingat umur keduanya terpaut sangat jauh. 


"Nak,kamu gak diapa-apain kan sama anak mama?"tanya mama Rendy merasa khawatir dan duduk disebelah Ara.Ara yang merasa gugup karena mama Rendy menggenggam tangannya hanya bisa menggeleng pelan sambil tersenyum,ia tak menyangka jika mama Rendy kembali baik padanya. "Kalau orang tua tak tau diri itu mengganggu atau melecehkan kamu,kamu bisa lapor ke mama nak.Jangan takut"lanjut mama Rendy membuat Rendy kembali melotot.


Entah kenapa sejak kekasihnya mengatakan kata-kata tua,ia sangat sensitif dengan kata-kata itu.


"Mama apa-apaan sih.. Dia nerima aku karena memang kami saling cinta mama"sahut Rendy. 


"Cinta ndasmu" Toyoran dari mamanya pun Rendy dapatkan karena putranya itu terlalu pede berlebihan.Cinta katanya hedeh dasar tua bangka tak tau malu pikir mamanya. 


"Ma"tak terima Rendy. 


Ara tertawa melihat Rendy yang memang ternyata seperti anak kecil,bukan hanya dihadapannya tapi di depan orang tuanya sifat asli manja lelaki dewasa ini terlihat jelas. 


Mama Rendy yang melihat tawa gadis disebelahnya,kembaliembuatnyaenatap gadis itu. 


"Maafkan mama tadi, nuduh kamu yang gak-gak ya nak"ucap wanita tua itu.


Ara menoleh "Tante gak salah kok,tante gak salah apa-apa"sahut Ara tak enak. 


"Pasti ucapan mama tadi menyakiti hati kamu,maafkan mama ya"ucap wanita itu lagi.


"Tan,gapapa.. Wajar kalau tante ngira aku seperti tadi,dengan status Om yang masih gantung semua orang bakal mikir seperti yang tante pikirkan.Ara paham tan"sahut gadis itu dengan senyum manis di bibirnya.Mama Rendy kembali menggenggam lalu mengelus punggung tangan Ara,gadis manis pikirnya. 


"Gantung apa sih sayang,udah sah sayang" timpal Rendy tak terima.

__ADS_1


"Iya.. Iya.. tau Sah ya"cibir Aurora. 


"Dan kamu.. Jangan lama-lama senyum nya gitu,aku gak mau senyum kamu buat orang lain" tegur Rendy tak terima meskipun harus berbagi dengan mamanya sendiri. 


"Astagfirullah Rendy.. Ren,kamu kayak anak kecil"mama Rendy kembali terkejut,tak menyangka anaknya ini begitu tergila-gila dengan gadis cantik disebelahnya itu. "Pa,liat anakmu.. Menggelikan"lanjut mama Rendy mengadukan pada suaminya.


Sedangkan pak tua itu hanya menikmati adegan anak dan istrinya berdebat,ia hanya bisa menggelengkan kepala.Sifat Rendy memang turunan dari dirinya dulu.


"Biarlah ma,bukannya dulu papa juga seperti itu.Bahkan sampai sekarang.Bukan begitu"sahut papa Rendy seakan mendukung kelakuan sang anak.


"Pa"panggil mama Rendy sedikit meninggi,pipinya langsung merona karena malu dengan ucapan suaminya itu.


"Cie mama,blushing.. inget umur ma"goda Rendy pada mamanya.


"Diam kamu"sahut mama salah tingkah. 


"Cie.."goda Rendy kembali.


"Rendy" 


"Iya mama ku yang cantik" 


"Diam" 


"Siap mama sayang"sahutnya dengan hormat dan mengulum bibirnya. 


"Kamu tunggu disini ya nak,mama ambilkan cemilan buat kamu"ucap mama Rendy pada Aurora,ia merasa malu lebih baik menenangkan diri di dapur.Meredakan rona di pipinya.


"Gak usah repot-repot tan"sahutnya tak enak hati,ia bahkan tak bisa membantu mama Rendy karena keadaannya.


"Udah gapapa"sahutnya lalu beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan putra yang masih dengan wajah jenakanya menggoda dirinya dan suami yang juga tak tau malu itu.


...……....


Sepeninggalan mama Rendy,tampak kembali kecanggungan terjadi disana.Papa Rendy yang memang irit bicara hanya membiarkan putranya bersama gadis itu. 


"Oh iya.. Pa,papa kan belum kenalan sama kekasihku"ucap Rendy menoleh pada papanya.Ia pun mengangkat tubuh Ara untuk berpindah duduk disebelah kirinya agar lebih dekat dengan sang papa. 


"Makasih"ucap Aurora pada kekasihnya dan Rendy kembali meleleh karena senyuman kekasihnya.Padahal hampir setiap hari ia mendapat senyuman itu,tapi ia tak pernah bosan.Bahkan senyuman itu candunya.


"Perkenalkan Om,nama saya Arasyie Aurora Sanjaya"ucapnya sopan,sambil bersalaman lalu mencium punggung tangan lelaki tua itu.


"Saya papa nya Rendy nak,salam kenal kembali"sahutnya. "Saya seperti tak asing dengan wajah kamu.Apa kamu selebriti?"tanyanya yang memang ia sedari mengingat-ngingat wajah gadis itu sejak pertama kali melihat. 


"Papa ingat dengan atasanku dulu saat pertama bekerja? Bapak Ray dan ibu Rain?"tanyanya pada sang papa.


Lelaki tua itu tampak berfikir lalu saat mengingat sesuatu ia pun mengangguk.Ia ingat dulu pernah di undang saat syukuran kelahiran anak mereka.


"Dia putri dari mereka pa"sahut Rendy 


Papa Rendy tampak terkejut "Ah,pantas saja aku merasa tak asing dengan wajahnya.Iya,dia sangat mirip dengan mamanya.Hidungnya juga mirip sekali dengan papanya"sahutnya ingat wajah ayu mami Aurora. 


Gadis itu tersenyum "Banyak yang bilang seperti itu Om,perpaduan mami dan papi memang melekat kuat di wajahku.Makanya pahatan dari tuhan ini membuat semua orang terpana ketika melihat aku Om"tiba-tiba kenarsisan gadis itu kembali muncul.


Papa Rendy tertawa mendengarnya.Rendy mengacak gemas rambut sang kekasih.


"Dan pahatan tuhan itu sekarang menjadi milikku"timpal Rendy menggenggam tangan kiri gadisnya,tanpa malu ia mencium punggung tangan gadis itu di hadapan papanya.


Papa Rendy menggelengkan kepala,melihat tingkah anaknya


"Tunggu,bukannya anak mereka kembar dulu? Papa masih ingat ada dua bayi yang pernah papa lihat dan kamu menggendong salah satu dari mereka kan Ren?"tanyanya lagi tampak terus mengingat kejadian dulu.


"Ya papa benar,kembaran dia laki-laki pa.Dia ada kok"sahut Rendy "Dulu yang aku gendong ya ini"lanjutnya mencubit gemas hidung mancung kekasihnya.


"Sungguh?"tanya papa Rendy tak percaya.


"Ya pa.. Dari dulu,saya sudah mengkeep dia dari masih didalam perut untuk menjadi jodoh saya dan sekarang Tuhan mengabulkan semuanya"sahutnya terang-terangan.Binar penuh cinta lelaki tua itu memang sangat bersinar terang disana,Aurora tampak terharu dengan ucapan sang kekasih.Ia menoleh menatap kekasihnya.


"Terimakasih"ucapnya lirih dengan senyumnya,keduanya tenggelam dengan pandangan cinta mereka.


"Wah..wah… pandang-pandangan,papa mu sampai jadi penonton lho Ren"tiba-tiba mama Rendy datang dengan membawa nampan.


Wanita itu meletakkan piring-piring yang berisi brownies dan beberapa potongan buah.


"Dimakan nak"ucapnya pada Aurora.


"Makasih tante"sahut gadis itu,ia meraih garpu kecil untuk meambil potongan buah melon disana.


"Sayang,kamu tau.. Dia putri dari atasan Rendy dulu saat pertama bekerja"ucap papa Rendy saat mama memberikan potongan buah padanya.


"Anak dari wanita yang lincah setelah melahirkan itu?"tanyanya terkejut.Aurora sampai tersedak mendengar ucapan mama Rendy.


Rendy langsung menepuk pelan punggung sang kekasih "Minum dulu sayang"ucapnya menyerahkan minuman pada Ara "Mama bicara apa sih"lanjut Rendy yang merasa ucapan mamanya tak enak didengar.


"Maaf,bukan gitu maksut mama.."sahut mama Rendy merasa tak enak "Maafkan mama ya nak,bukan maksut mama"ucapnya lagi pada Ara.

__ADS_1


"Gapapa tante, memang mami seperti itu.Lincah,bahkan sampai sekarang"ucapnya yang memang seperti itu kenyataanya.Dia hanya kaget mendengar mama Rendy yang tau bagaimana sifat maminya.


Mama Rendy tersenyum "Mama kamu orang yang menyenangkan,mama ingat sekali waktu pertama melihat kedua orang tuamu nak.Mama kamu menerima kami dengan ramah.Meanggap kami seperti keluarganya padahal Rendy disana hanya karyawan di restoran keluarga kalian.Dia begitu aktif meskipun keadaannya pasca operasi sesar setelah melahirkan,dia bahkan kesana kemari menerima tamu yang datang.Mama sangat takut jahitan mama kamu lepas karena terlalu aktifnya dia"ia mengingat saat mengingatkan Raina dulu akan jahitannya pasca operasi.Jahitan itu belum kering,mengingat dulu syukuran dilakukan setelah sebulan bayi mereka lahir. 


Aurora tersenyum "Mami memang seperti itu tante,tapi semua yang dilakukan mami membuat keluarga kami tak pernah sepi"sahutnya.


"Bagaimana keadaan mami sama papi kamu sekarang nak? Mereka sehat?"tanyanya.


Rendy melotot mendengar ucapan mamanya.


Aurora tampak terdiam sesaat "Alhamdulillah,mami sehat tante..Kalau papi, papi sudah tiada tante"sahutnya dengan senyum tipis.Mengingat papinya,ia masih sulit menerima kenyataan.


Mama Rendy menutup mulutnya sendiri,ia menarik Rendy untuk beralih dan ia duduk disebelah Ara. 


"Maafkan mama nak,mama tak tau"ia merasa tak enak hati.


"Gapapa tante"sahutnya,kembali wanita itu sekarang merangkul dirinya seakan memberi kekuatan.


"Yang sabar ya sayang,mama turut berduka cita atas kepergian papi kamu" 


"Makasih tante"sahut Aurora tersenyum teduh menatap mama Rendy.


Tak lama ponsel milik Aurora terdengar berdering di atas meja,membuat ia melirik.Melihat panggilan dari siapa disana.


Rendy meraih ponsel kekasihnya nama 'Daddy' tertulis disana.


"Daddy kamu telfon"ucap Rendy pada kekasihnya.


Aurora menerima ponselnya "Maaf tante,om Aurora mau angkat panggilan dulu"izinnya.


"Silahkan sayang"sahut mama Rendy. 


^^^📞"Hallo dad" ^^^


📞"....." 


^^^📞"Apa?? Baik,Ara kesana sekarang"sahut Aurora.Semua orang menatap wajah khawatir gadis itu setelah panggilan dari seberang sana.Panggilan itu pun mati.^^^


"Sayang ada apa?"tanyanya pada sang kekasih.


"Gapapa,Om antar aku pulang ya"sahutnya pada sang kekasih.


"Maaf tan,Om.. Aurora mau pamit pulang dulu,kapan-kapan kalau boleh Ara main kesini lagi"pamitnya pada kedua orang tua Rendy.


"Iya sayang,kapanpun kamu kesini.Pintu rumah ini terbuka lebar untuk kamu"sahut mama Rendy penuh kasih sayang,ia peluk tubuh Aurora.


Berpindah pada papa Rendy,ia bersalaman pada lelaki tua itu.Lelaki yang wajahnya hampir mirip kekasihnya,karena lesung pipi keduanya sama. 


"Hati-hati nak"ucap lelaki tua itu.


"Iya Om"sahutnya.Lalu Rendy pun membantu kekasihnya untuk duduk kembali ke kursi roda. 


"Pa,ma Rendy pergi dulu ya"Ganti Rendy berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Hhmmm,hati-hati Ren.Jangan ngebut"ingatkan papa Rendy.


"Baik pa" sahutnya, lalu mendorong kursi roda kekasihnya itu.Mama Rendy meantar keduanya hingga ke teras rumah,melihat bagaimana sayang dsn perhatiannya sang putra pada gadis cantik itu.Hingga suara knalpot mobil itu berbunyi,tak lama mobil itu keluar dari area halaman rumah.


"Hati-hati sayang,salam buat keluarga kamu"ucap mama Rendy.


"Baik tan,nanti Ara sampaikan pada mami"sahutnya dari dalam mobil dan mama Rendy pun melambaikan tangan kearah mobil Rendy dan disambut Ara dengan lambaian tangan juga.Mobil milik Rendy pun akhirnya pergi menjauh.


...…….....


"Kita ke mansion daddy Om"ucapnya pada Rendy.


Rendy menoleh sejenak,tanpa banyak bicara ia hanya mengangguk dan melajukan mobilnya pada tempat yang ingin kekasihnya tuju.


...🤍🤍🤍🤍🤍...


...Hay sayang-sayangnya amma ...


...apa kabar?? ...


...Semoga selalu sehat ya 🥰...


...Lama nih gak nyapa kalian semua,masih pada setia sama om Encum gak nih? ...


...Atau udah bosen? ...


...InsyaAllah amma akan terus nulis kok,bakal amma lanjutin sampai end ...


...Semoga suka ya 🥰...


...Peluk dan sayang dari Amma 🤗🥰...

__ADS_1


__ADS_2