Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Bata merah


__ADS_3

Rendy terus mengumpat di parkiran.Untuk saat ini ia tak bisa mengejar gadisnya,karna ada wanita sialan yang perlu ia bereskan.Rendy menegakkan badannya lalu kembali berlari masuk kedalam Mall.


"Bangs*t"umpatnya karna wanita itu sudah pergi dari sana.Ia mencoba menelpon nomer Nadia,dengan berjalan cepat ke parkiran Mall tapi panggilannya seakan dibaikan oleh wanita itu.Double sialan kuadrat. 


…..


Rendy mulai mengingat apa yang ia lakukan seminggu belakangan hingga gadisnya meminta untuk berpisah.Sejak pertengkaran terakhir dirinya dengan Nadia,hingga menalak wanita itu.Keesokan harinya ia langsung ke pengadilan untuk mengurus semuanya,berkas semua sudah siap dengan Rendy yang mengurusnya langsung.Ia tak memikir dua kali untuk mengakhiri biduk rumah tangga seperti sarang setan ini.Tapi saat ia ingin meminta tanda tangan Nadia,wanita itu malah terus mempersulitnya.


Bodohnya Rendy semingguan ini ia terlalu fokus dengan perceraiannya hingga sama sekali tak menghubungi Ara.Keinginannya untuk segera menyelesaikan masalahnya malah membuatnya lupa jika ada seseorang yang sangat menanti kabar darinya,meski mati-matian setiap hari menahan rindunya pada sang gadis.Ia rindu gadisnya,rindu manjanya,rindu kecupannya,bibir candunya.Bangkelah.


Hingga saat tadi pagi ia kembali menghampiri Nadia untuk meminta tanda tangan persetujuan perceraian keduanya,tapi wanita itu ternyata menjebaknya.Pantas saja wanita itu sangat santai saat menjawab pesannya tadi.


Kedua orang tuanya berada didalam Apartemen dengan Nadia yang menangis dipelukan ibunya yang sudah renta.


"Apa maksut kamu ingin pisah sama Nadia Ren?"tanya ibunya to the point.Saat mendengar menantunya yang menangis tersedu saat mendapat telfon darinya membuat mama Rendy langsung meluncur ke Apartemen putranya bersama sang suami.Dan benar,tak ada yang baik-baik saja disana.Bahkan menantunya tengah berada di Apartemen sendiri. 


"Tak ada kecocokan diantara kami ma,jalan kita sudah masing-masing"sahut Rendy mencoba sekalem mungkin. 


"Setelah sekian lama kalian menikah,kamu bilang gak cocok.Rendy,kamu bukan anak kecil lagi"ucap mama Rendy dengan nada tinggi.


(Latihan vokal kali ah-author🤣)


"Ma.. ini semua udah jadi keputusan Rendy sama Nadia"sahut Rendy mencoba meminta bantuan Nadia dengan menekan namanya,semoga saja wanita itu bisa diajak kompromi sebelum keburukannya ia bongkar.


Nadia dengan sesegukan menepis air matanya lalu mendongak. "Gapapa mah,Nadia udah ikhlas kalau mas Rendy minta pisah"sahut penuh dramanya.


"Rendy jangan main-main.. Nadia sedang hamil"kembali mama Rendy mencoba meyakinkan putra semata wayangnya. 


Rendy mengepalkan tangannya,memendam semua amarah yang ingin ia keluarkan.


"Dia bukan anak Rendy ma"batin Rendy berteriak.Sekali lagi ia tak ingin mamanya terpuruk dan ujung-ujungnya sakit beliau kambuh.Ia sangat menyayangi sang mama.


"Apa karna kamu punya wanita lain Ren?"tebak mama membuat Rendy menatap mamanya.Haruskah ia mengakui,haruskah ia mengorbankan dirinya yang dianggap jelek di keluarga agar mamanya tak terlalu terluka.Ya Tuhan Rendy bingung. "Jawab mama Rendy?"lanjutnya karna melihat Rendy yang hanya diam.


"Ma,mas Rendy gak salah.. Mungkin karna aku yang terlalu sibuk dengan duniaku sendiri,membuat mas Rendy jenuh denganku ma.Aku gapapa aku ikhlas"sahut Nadia dengan sesegukan.


Wah,genggaman tangan Rendy semakin mengerat.Jika ia tak ingat istrinya itu wanita dan tengah hamil,mungkin ia sudah menyleding mulut berbisa bak ular cobra itu. 


"Gak,mama gak mau kalian pisah."kekeuh mama Rendy membuat Rendy sendiri semakin geram,seolah dirinya yang tengah disudutkan.


"Mah,bayi i…."belum selesai Rendy berbicara dengan cepat Nadia berbicara.


"Mah,ini memang udah keputusan kami.."timpal Nadia dengan menggenggam tangan mertuanya. 


"Mama udah sayang banget sama kamu nak,mama gak mau kehilangan kamu sama calon cucu mama"ucap sedih mama Rendy merengkuh tubuh menantunya tersayang.Cuih.


"Jadiin istri kedua papa aja ma kalo gitu"batin Rendy ingin sekali memberi usul. 


^^^💃:Dasar lu om anak durhakim-otor geplak pala Om^^^


^^^🕺:Esmosi gue tor sama emak gue,ngapa gitu banget dah..Kan bentar lagi dapet mantu limited edition-om mesum ngayal. ^^^


^^^💃:Weh fergusoh..ngayal lu ketinggian,sapa yang mau jadi calon lu^^^


^^^🕺:Noh,ayang gue yang gemesin kaya kucing anggora ^^^


^^^💃:Ngayal aja lu sono sampe tu kucing beranak ayam^^^


^^^🕺:Gaje banget sih lu tor ^^^


^^^💃:Lu bikin gue esmosi sih.^^^


^^^🕺:Sabar tor,anti aging lu mahal ^^^


^^^💃:Kan ada lu yang jajanin gw skincare^^^


^^^🕺:Dih ngarep ^^^


^^^💃:Gue coret lu jadi kandidat calon laki Ara 🔪^^^


^^^🕺:Ngeri dah lu tor ^^^


^^^💃:Makanya baik-baikin gue^^^


^^^🕺:Iya deh ampun kanjeng bunda Ratu😁 🙏^^^


^^^💃:Cium tangan bunda Ratu ^^^


^^^(Najis padahal wak,tapi demi dede gumush si Om akan melakuakn apapun meski ,bau gurih-guring nyoy🤮-batin om encum)dengan terpaksa mencium punggung tangan otor gesrek yang baru selesai makan sambal terasi.Kembali ke laptop. ^^^


"Nadia akan terus sayang juga kok sama mama,mama masih anggep Nadia anak mama kan mesti kami berpisah?"tanya Nadia membuat Rendy membulatkan matanya.Tak menyangka.


Kedua wanita pun kembali berpelukan,Nadia pun menandatangani surat pengajuan perceraian di hadapan kedua orang tua Rendy. 

__ADS_1


……. 


Saat kedua orang tua Rendy hendak berpamitan Nadia pun kembali bertingkah,wanita itu menginginkan Rendy menemaninya ke Mall beralasan permintaan sang calon bayi.Mama Rendy yang memang masih menginginkan keduanya bisa kembali akur dan membatalkan perceraian,dengan semangat menyetujui permintaan Nadia meski Rendy menolak. 


"Papa tau kamu keberatan,tapi cobalah buat nurut dulu..Kasian mama kamu masih syok,kalau kamu terus menolak dia semakin tambah sakit hati"bisik papanya yang sangat mengerti Rendy.Biarlah dirinya yang memberi pengertian pada istrinya nanti saat ia sampai di rumah.


Dengan terpaksa ia meantarkan Nadia ke Mall sesuai kehendak wanita itu.Itung-itung terimakasih karna sudah menyetujui surat perceraian keduanya.


Sejak di lantai 3 Rendy sudah sangat risih,karena Nadia yang terus menempel bak uler keket padanya di depan para teman-temannya.Berakting seolah keduanya tengah baik-baik saja.Nadia bahkan meancam Rendy jika tak mengikuti aktingnya kali ini,wanita itu akan menghancurkan gadisnya.****** emang. 


Hingga hal naas pun terjadi,saat ia ingin pulang.Si Kampret terus mengikuti hingga..


Bruk..


"Oh.. maaf… maaf"ucap maaf gadis yang terduduk dengan kepala masih menunduk


Degh!


Ia sangat mengenali wangi ini. 


Bak slow motion kibasan rambut gadis yang mencoba membenarkan rambutnya ke belakang lalu menatap ke arahnya membuatnya terpaku. 


Bahkan suara si kampret disebelahnya tak ia hiraukan.


"Siapa dia Ren?"tanya Kampret.Ia hanya terdiam karna begitu terkejut dengan kejadian ini.Hingga tepukan tangan Nadia pada bahunya membuatnya tersadar saat gadis itu ternyata sudah pergi dari hadapannya.


"Ya Tuhan "erangnya dalam hati.


"Dia Aurora,si pelakor itu"ucap Nadia tiba-tiba sambil melipat tangannya didepan dada. 


Mata Rendy langsung melirik tajam pada Nadia "Jaga omongan lu" Ternyata sedari tadi Nadia mengenali gadisnya.Tapi kenapa wanita ini malah berakting.Sialan.


"Itu kenyataannya" sahut Nadia santai.


"Ah udah,ngomong sama lu kayak orang yang gak pernah ngaca.Ngaca diri lu sendiri gimana"ucap Rendy marah allu membalik badannya untuk pergi mengejar Ara. 


Nadia mencekal tangannya "Kamu mau kemana?" 


"Nyusulin calon ibu dari anak-anak gue"sahut enteng Rendy yang tak ingin lagi menutup-nutupi membuat Nadia seketika kesal.


"Ren"panggil Nadia sedikit meninggi saat Rendy melepaskan cekalannya.


"Jangan teriak.. Lu mau jadi tontonan orang di Mall,memalukan"sahutnya berdesis lalu pergi meninggalkan Nadia sendiri. 


….. 


Kedua gadis yang berada didalam mobil terjingkat kaget mendengar dentuman keras dari kursi belakang membuat keduanya menoleh kebelakang.


"Ara lu kenapa?"panik Vella melihat Ara yang menutup mukanya menggunakan tangan dan terdengar lirik isakan disana.


Vella berpindah duduk dibelakang lalu memeluk tubuh Ara yang masih bergetar.


"Hey Ra,lu kenapa?? Jangan bikin kita panik"timpal Denis yang juga terkejut melihat Ara yang tiba-tiba menangis. 


"Hiks… hiks..A-aku gapapa kak,kita pulang ya"ucap Ara mencoba meredam tangisnya lalu mengusap air matanya.


"Kamu kenapa? Nih minum dulu"ucap Denis lagi saat tak mendapat jawaban dari Ara.Ia pun menyodorkan air mineral milik Ara.


"A-aku ga-gapapa kak.. Kak Denis yang nyetirin dulu ya,kita anter kak Vella dulu.Nanti aku antar kak Denis"sahut Ara meski masih terisak.Bayangan wajah lelaki kesayangannya masih berputar dikepalanya. 


Kenapa harus sesedih ini,padahal sudah sangat tau jika Rendy memiliki istri pikir Ara.Tapi sungguh hatinya benar-benar sakit saat melihat lelaki yang ia cinta bersama wanita lain meski istrinya sendiri. 


Kedua seniornya itu saling pandang. "Yaudah kalo lu gak bisa cerita.. Tenangin aja dulu,kita bisa balik pake taxi kok"ucap Vella masih memeluk bahu Ara. 


Ara menggeleng "Jangan kak,kakak aku anter aja.. Jangan pulang sendiri,kita kesini tadi kan bareng-bareng"sahutnya.


"Tapi lu lagi gak baik-baik aja dek"ucap Vella lagi.


"Aku gapapa"memaksakan senyumnya agar kedua temannya itu tak lagi khawatir padanya. 


Akhirnya ketiganya pun kembali,dengan Denis yang mengemudikan mobil gagah milik Ara.Tanpa bicara,Vella tak lagi memaksa ia hanya diam mengelus punggung Ara untuk menenangkan junior kesayangannya itu.


…….


"Beneran lu dek gapapa?"tanya Denis saat turun dari mobil,ia masih khawatir dengan keadaan Ara.Meski saat tadi di rumah Vella,Ara tak terlihat sesedih sebelumnya.Tapi hatinya masih tak enak untuk membiarkan gadis ini pulang sendiri. "Gue ikutin dari belakang pake mobil gue ya"lanjutnya. 


Seketika wajah Ara yang sebelumnya ia paksa untuk tersenyum langsung tertawa.


"Ha..ha..ha…Kak Denis lucu,kalau kakak nganter aku.. Trus sampai sana aku anter kakak lagi.Kapan kelarnya"ucap Ara membuat Denis ikut tersenyum karna Ara sudah bisa tertawa.


Nah gitu dong senyum.. Lu tuh gak pantes sedih-sedihan,gak cocok"sahut Denis sambil memegang beberapa papper bagnya tadi. 


Ara kembali tersenyum "Yaudah,aku pulang ya kak.. Sampai ketemu besok.Papay"ucap Ara melambaikan tangannya lalu pelan kembali melajukan mobil pink tergagah miliknya. 

__ADS_1


Sepanjang jalan,pikiran Ara terus berkeliaran.Tentang semua kebodohannya yang terlalu lebay,padahal ia sudah tau jika dirinya menjadi yang kedua.


Ponsel yang berada didalam tas tengah kembali bergetar,sedari tadi ia sudah mencoba membiarkan tetapi ponsel itu tak kunjung berhenti. 


Ara meraih tas balet miliknya lalu membantingnya hingga tas balet itu jatuh dibawah kursi.Ia sungguh tak ingin diganggu saat ini.Tapi seakan tak ada hentinya,sekarang lampu sorot dari mobil belakang terus berkedip menyoroti mobilnya.


"Sialan.. siapa sih itu"geram Ara melirik kearah spion.Satu mobil yang tak ia kenal.


Ara bukan gadis yang penakut,ia malah mengklakson beberapa kali dan terus disahuti kembali oleh lampu sorot dari belakang. 


"Ngajak gelut ini orang"ucap Ara lagi lalu menepikan mobilnya karna geram dengan mobil di belakangnya yang terus mengusik. 


Ckkiitt.. 


Ia menepikan mobil dan langsung turun dari mobil,dengan keadaan sudah dipenuhi emosi.Tanpa sadar jika ia menepikan ditempat yang sangat sepi. 


Wuuussshhhhh......


Pyaarr


Suara dentuman malah terdengar membuat Ara terjengkit kaget lalu berjongkok menutupi telinganya.


"Astaga apa itu"batin Ara terkejut ketakutan.Wajahnya seketika pias.


Benda yang dilempar hampir saja mengenai dirinya,untung ia dengan cepat berjongkok.Jika tidak,mungkin aset wajah cantiknya yang terkena lemparan dari mobil itu. 


Dengan badan bergetar,ia mencoba untuk berdiri.Tangan yang terus bergetar itupun perlahan membuka pintu mobil.Terlihat pecahan kaca mobil berserakan disana,serta bata merah yang masih kokoh tak hancur meski bata itu menghantam kaca mobilnya dengan keras. 


Mata Ara berkaca,ia sangat takut untuk meambil batu bata itu. 


Mencoba memberanikan diri,ia pun meraih batu bata merah itu dan tulisannya disana membuat ia tercengang.


'SAATNYA KAMU YANG MATI' tulisan yang ditulis menggunakan spidol tertera disana.


Ara menangis seketika,ada orang yang mulai meneror dirinya.Ia berlari ke pintu sebelah untuk meambil tas balet yang sebelumnya ia lempar. 


Dengan tergesa-gesa ia mencari ponsel miliknya,ia takut.Ia sungguh ketakutan saat ini,dan akhirnyabyang ia cari pun ketemu.Dengan cepat Ara pun membuka sandi ponselnya.


Terlihat disana Rafa menghubunginya.


Degh! 


5 panggilan tak terjawab dari lelaki yang membuatnya tadi menangis. 


Seketika air mata Ara kembali menetes deras.


"Papi..tolong Ara papi"batin Ara merasakan sesak didadanya.Saat ini emosinya tak stabil,kejadian tak terduga terjadi padanya membuat ia ketakutan.Ia butuh snag papi saat ini. 


Ara kembali berjongkok,menangis tersedu.Kenapa ia sangat bodoh,disaat genting seperti ini ia malah memikirkan hatinya.Memikirkan lelaki yang sudah sangat nyata susah ia gapai. 


"Bodoh...bodoh"rutuknya dalam hati dengan memukul-mukul dadanya yang terasa sesak bersamaan dengan rasa takutnya yang menyergap kembali. 


Brak brak brak 


Ara kembali terjingkat kaget,suara gebrakan dari pintu sebelah membuat ia langsung membekap mulutnya sendiri.Matanya membulat sempurna saat bayangan seseorang terlihat dari tempatnya berjongkok.Ia merapalkan doanya agar orang itu tak menyadari keberadaannya,meski mustahil karna tangisannya sedari tadi begitu nyaring. 


Brak...brak… 


Kembali suara gebrakan itu terdengar membuat Ara memundurkan badannya,terseret-seret mencoba mencari tempat perlindungan.Hingga ia pun dapat berlindung dibalik pohon.


Ponsel yang berada ditangan pun kembali bergetar membuat Ara semakin panik,takut jika orang yang berada didekat mobilnya menyadari. 


Ia mencoba menutupi layarnya,supaya sinar ponselnya tak disadari oleh orang yang terus berada didekat mobilnya itu. 


Tanpa melihat,Ara pun langsung meangkat panggilannya. 


"To-tolong a-….."belum selesai berbicara Ara langsung berteriak kencang.


"Aaaaaaaaaaa!!!!!!!"saat merasakan tubuhnya tiba-tiba diserap seseorang yang tak bisa ia kenali. 


...💜💜💜💜...


...Hay kembali zeyenk-zeyenk amma.....


...Gimana kalian menikmati ceritanya gak??...


...Semoga menikmati dan selamat membaca ya 💜...


...BTW di bab sebelumnya "Mari Berpisah" ada beberapa Revisi,kalian bisa baca ulang biar nyambung dimari 😘...


...Jangan lupa ritualnya yuk biar amma tambah semangat...


...Love,like,komen dan gift nya jangan lupa ya...

__ADS_1


...Jejak please tinggalin jejak,krisan kalian aku tunggu banget 🌹💜...


...Salam Sayang Amma Nada🌹...


__ADS_2