
Rendy seakan terbius oleh kecantikan sang kekasih.Sedari masuk kedalam mobil ia terus memandangi wajah cantik sang kekasih yang duduk disebelahnya,bahkan karena ulahnya beberapa kali ia hampir bertabrakan dengan pengguna jalan yang lain.
"Om yang bener dong nyetirnya"tegur Ara pada Rendy yang terus menatapnya.
"He..he.. habis kamu lebih menarik dipandang daripada jalanannya sih yank"sahut Rendy cengengesan.
"Dih.. inget umur dong om,gombalin terus"
"Gak gombal,emang bener kamu lebih indah dipandang yank"kekeuh Rendy membuat Ara tersipu.
"Udah diem deh"
"Cie.. merah tu pipinya,cie.. salting tuh"goda Rendy melirik kembali ke arah Ara dengan tertawa.
"Aw...aw...aw.. ih ayank kdrt"lanjut Rendy yang mendapat capitan dari Ara tepat di pinggangnya,membuat Rendy harus mengelus pinggangnya karena sangat sakit.
"Rasain,siapa suruh godain terus.. Udah cepet nyetirnya,daddy dari tadi nelfon terus om"sahut sewot Ara tanpa memperdulikan Rendy yang kesakitan.
…..
"Yank,cardigan kamu tadi mana?"tanya Rendy melihat Ara yang memperbaiki penampilannya.
Ara menoleh "Ada di tas balet aku,kenapa om?"tanya Ara.
Rendy langsung meraih tas balet Ara yang berada di kursi belakang.Ia meobrak abrik isinya untuk meambil cardigan yang ia maksud membuat Ara bingung.
"Buat apa sih om?"tanya Ara lagi.
"Kamu pake ini" menyodorkan cardigan warna pink milik Ara.
Ara mengernyit. "Yang bener aja,gak cocok lah om.. masa aku udah cantik pake dress ini harus dilapisi pake cardigan yang bener aja"tolak Ara menggelengkan kepala.
"Sayang,aku gak mau bahu kamu di ekspos didepan lelaki lain aku gak mau ya"kekeuh Rendy tetap menyampirkan cardigan itu pada bahu Ara meski wajah Ara sudah ditekuk dengan bibir mengerucut tak membuat Rendy meurungkan niatnya.Enak saja mau menikmati bahu putih mulus seputih susu milik kekasihnya mau dikepret pikir Rendy.
Ia pun turun dari mobil dan berpindah ke pintu penumpang untuk membantu Ara turun.
"Senyum dong yank"ucap Rendy melihat Ara turun dengan menghentak-hentakkan kakinya. "Jangan dihentak-hentak kaki kamu nanti sakit"lanjutnya melihat Ara yang terus menggerutu dan berjalan menghentakkan kaki.
"Yank,tunggu"teriak Rendy membuat Ara langsung membalik badan dan melotot.
"Om,ini dirumah.. jangan bikin mami kena serangan jantung deh"ucap Ara dengan mata melotot.
"Makanya tungguin aku,kenapa juga jalan gitu banget sih.. Kaki kamu nanti luka"sahut Rendy malah berjongkok dan menarik sedikit dress milik sang kekasih untuk melihat kondisi kaki Ara.
Tanpa Rendy sadari perlakuannya membuat Ara menghangat.
"Sayang"panggil Rendy.
"Sayang"
"Eh.. iya Om kenapa?"
"Kamu kenapa ngelamun.. Nih liat untung kaki kamu gapapa,jangan diulangi lagi.Aku gak mau sedikitpun ada lecet atau luka dibadan kamu"ucap Rendy menyelipkan anak-anak rambut Ara yang menutupi sedikit wajah cantik Ara dibelakang telinga.
…….
Bugh
Bugh
Bugh
Tiba-tiba saja saat keduanya asik saling pandang melempar senyum,baju Rendy ditarik dari belakang dan langsung diberi bogeman oleh seseorang yang entah sejak kapan telah berada di belakangnya.
"Daddy"teriak Ara melihat daddynya tiba-tiba saja memukul wajah kekasihnya.
Bugh
Bugh
"Brengsek.. kamu bawa kemana putriku hah??"Murka daddy Elang terus menghujami Rendy dengan pukulannya.Terlihat Rafa yang baru keluar dari rumah bersama Samuel langsung berlari menghampiri daddynya yang tengah memukuli Chef Rendy tapi sama sekali tak ada perlawanan dari chef itu.
"Dad,dad.. ada apa ini dad,sadarlah"ucap Rafa menarik tubuh sang daddy bersama dengan Sam yang mencekal tangan kanan Elang yang ingin melayangkan pukulannya kembali.
"Gak bisa,putri daddy jalan sama orang tua yang pantas dianggap bapaknya dan senyum-senyuman apa maksutnya"ucap marah daddy Elang dengan menunjuk Rendy yang dipegangi oleh Ara.
Swing… swing….swing….🌪️Pletak
"Aaarrgggg"erang daddy Elang merasakan sakit di kepalanya saat sebuah sandal melayang tepat dikepalanya.
Ia menoleh dengan wajah marah dan mendapati wajah wanita yang ia cinta tengah berkacak pinggang dengan menatapnya tak kalah garang.
"Rain kenapa kamu nimpuk aku?"tanya Daddy Elang.
"Kamu yang kenapa mukul bodyguard anakku"sahut mami tak kalah garang.
"Bodyguard?"daddy Elang membeo,lalu menoleh menatap Rendy dan Ara bergantian.
__ADS_1
"Hih.. makanya kalau gak tau apa-apa jangan asal mukul aja,heran udah tua juga masih emosian"sahut mami tanpa sungkan pada daddy Elang.Ia pun berjalan dengan meangkat sebelah kaki untuk menghampiri daddy dan meambil sebelah sendalnya.
"Apa liat-liat mau lagi"ucap mami lagi dengan gerakan meangkat sebelah tangannya yang memegang sendal swallow andalanya.
Daddy Elang dengan reflek menyilangkan tangan didepan kepalanya membuat mami langsung tertawa.Sedangkan Rendy,Ara,Rafa dan Sam hanya bisa mengulum bibirnya melihat Seorang Daddy Elang yang terkenal kejam ciut jika berurusan dengan mami Rain.
"Chef,ayo masuk..Biar diobatin Ara itu bibirmu"ucap mami melihat keadaan wajah Rendy yang bonyok karna ulah Elang.
"I-iya bu"sahut lemah Rendy.
"Asik..mayan,mayan diobati sama ayang.Bisa sekalian"batin nackal Rendy bersorak.
"Ayo om,sini Ara bantu"ucap Ara menyadarkan otak Rendy yang tengah melanglang buana.
"Iya ya-...aaawww"sahut Rendy mengerang kesakitan karn capitan tangan Ara dipinggangnya.
"Chef kenapa?"tanya mami yang berjalan belum jauh dari mereka.Ketiga lelaki lainnya oun tengah menatap Ara dan Rendy.
"A-anu bu,ini tadi pinggang saya kayaknya di gigit semut.Sakit banget"sahut Rendy memusut pinggangnya yang benar-benar sakit karna ulah Ara.
"Kirain dicubit Ara"ucap mami lalu berjalan masuk ke dal rumah diikuti oleh Daddy yang berjalan bagai anak anjing.
….
Angan hanyalah angan bagi chef Rendy,dikira bisa berduaan dengan sang kekasih sambil meobati dirinya tapi apa sekarang.Mereka tengah duduk di ruang tengah dengan Rendy yang diobati oleh Ara.Dengan telaten Ara mengoleskan obat pada luka disudut bibir kekasihnya itu,tanpa memperdulikan tatapan menusuk dari daddy angkatnya pada dirinya dan Rendy.
"Maksut kamu apa Rain,Rendy jadi bodyguard Ara?"tanya daddy Elang akhirnya.
"Ya gapapa,Ara harus ada yang jagain.Kebetulan Rendy bersedia jagain Ara"sahut enteng mami,tapi masih emnutupi kebenaran yang sebenarnya.Untung saja mobil milik Ara masih dalam perbaikan di bengkel,jika tidak lelaki dewasa overprotektif ini akan kesetanan saat tau keadaan yang sebenarnya.
"Kamu serius gak terjadi apa-apa?"selidik daddy.
"Serius"sahut mami.
"Ini bukan kamu banget Rain,ngasih penjagaan sama anak-anak.Dulu bahkan usulku untuk memberikan dua bodyguard pada Ara dan Rafa kamu tolak mentah-mentah"
"Ya kan manusia bisa berubah Lang"sahut mami lagi.
"Rain…"panggil Daddy melihat Raina yang begitu santai.
"Ara diteror dad"tiba-tiba Rafa meucapkan sesuatu yang ditutupi membuat mami memejamkan matanya sejenak.
"Apa?????"teriak Daddy
"Jeng...jeng...jeng…"timpal mami dengan gerakan tangan seolah menabuh drum.
"Pppfftttt...hahahhahaha".Rafa dan Ara langsung tertawa melihat tingkah maminya kembali diluar nalar itu.
Bak ngaungan macan,tanda ancaman pun terdengar.
Seketika mata elang milik daddy melirik kedua anak angkatnya dan langsung membuat keduanya ciut lalu berhenti tertawa seketika.
"Rain aku bicara serius?"
"Tapi kagetmu kayak di sinetron azab Lang"sahut santai mami.
"Rain kamu terlalu santai,putriku di teror dan kamu masih bisa santai seperti ini?"tanya daddy dengan frustasi mengacak rambut cepaknya yang masih hitam itu,ia murka tapi ia terus menahannya.Tak ingin membuat wanita yang ia cintai menjadi ketakutan seperti masa lalunya dulu.Elang lebih memilih melampiaskan kekesalannya nanti saat ia sendiri.
"Ralat.. putriku"
"Putri kita"tak mau kalah daddy menjawab.
"Serah udah"mami nyerah sendiri."Kak,tanggung jawab kamu.. Kamu yang jelasin sama daddymu itu.Mami capek,orang tua satu ini keponya nauzubillah"lanjut mami menunjuk anak pertamanya yang duduk disebelahnya.
Rafa pun menceritakan semua kejadian yang dialami oleh sang adik,hingga Ara yang kembali bersama Rendy pun ia ceritakan pada daddynya.Detail sekali.
"Lalu kalian,kenapa kalian sama sekali tak menghubungiku? Apa kalian gak meanggap aku hah??"ucap marah Daddy lagi saat mendengar cerita yang sebenarnya,sampai ia tak tau kejadian buruk yang menimpa putrinya.Haruskah berita seperti ini ia mengetahui paling akhir seperti mendiang teman sekaligus yang sudah ia anggap seperti kakak yang tak lain adalah papi Rayyan.
"Dad,bukan seperti itu.. Mami hanya tak ingin daddy kepikiran dan menjadi beban untuk daddy"sahut Rafa melihat wajah daddynya mengobarkan kemarahan.
"Beban??? Pernahkah aku sekali pun mengatakan jika kalian ini beban? Asal kalian tau,kalian keluarga daddy.Kalian hidup daddy,cuma kalian yang daddy milik.Jadi tolong kalian harus tau dan jangan lagi meanggap daddy ini orang lain.."ucap marah daddy lagi mengepalkan tangan.Menatap wanita yang ia cintai yang tanpa ia sadar juga sedang menatap dirinya.
Sam yang tak paham dengan apa yang keluarga ini bicarakan hanya diam mengamati ekspresi semua orang,ia duduk tepat disebelah daddy Elang.
"Dad"panggil lirih Ara berdiri.
Daddy Elang mendongak,menatap putrinya tampak berkaca-kaca menatapnya.Ingatlah,gadis ini mudah terbawa perasaan jika membahas hal berbau bawang seperti ini.
Ara berjalan menghampiri daddy angkatnya lalu duduk bertumpu pada lantai dan langsung menghambur kepelukan daddy Elang.
Greb
"Hiks..hiks… terimakasih,terimakasih udah anggap Ara,mami dan Rafa seperti keluarga daddy sendiri..hiks..hiks.. maaf Ara membuat daddy khawatir hiks..hiks…"Dengan menangis Ara mengungkapkan perasaannya yang menghangat dan terharu karna daddy Elang selalu ada untuk keluarganya.
Mereka yang melihat adegan Ara dan Daddy Elang tampak terdiam,beberapa kali mami menyeka air matanya.Entah kenapa hatinya tertusuk-tusuk mendengar ucapan Elang pada kedua anaknya.
Sedangkan pikiran daddy Elang mulai memindai semua yang terjadi pada putrinya,otaknya berkelana mencari siapa-siapa kandidat yang masuk untuk menjadi tersangka dalam teror yang dialami putrinya.Ia harus bergerak cepat pikirannya terus bekerja.
__ADS_1
…….
Setelah adegan nangis-nangis bombai yang dilakukan Ara,kembali tampang kesal daddy terukir jelas.Bagaimana tidak,Ia yang menolak Rendy menjadi bodyguard Ara ditolak mentah-mentah oleh mami Rain.
"Rain,Rendy itu chef..Dan dia juga chef pribadiku,dia memiliki kerjaan diluar sana.Gak mungkin kan dia kesana kemari jagain Ara?"ucap daddy lagi meyakinkan mami Rain.
"Lang,chef Rendy gak keberatan..Dia yang menawarkan dirinya bukan aku yang mau,lagian juga dia atlet judo.Pasti dia bisa jaga Ara"sahut mami membuat hidung chef Rendy membesar karena dipuji calon mertua.
"Saya tidak keberatan pak"timpal chef Rendy membuat mata Elang itu menatapnya tajam setajam silet.
"Tapi gimana sama istrinya? Aku yakin istrinya keberatan"ucap daddy Elang lagi.
"Dia calon duda gak usah khawatir"sahut enteng mami.
"Apa??"ucap kaget daddy lagi.
"Jeng.. jeng lagi gak nih?"tanya mami ingin mengulangi keabsurdan nya.
"Gak lucu Rain"ucap daddy Elang membuat Rendy,Ara dan Rafa cekikikan.
"Makanya mukanya biasa aja"sahut mami dengan menggerakkan tangannya didepan wajahnya.
"Rain,kamu biarin Ara berkeliaran kemana-mana dengan lelaki akan bercerai.Apa kata orang Raina?"
"Peduli kata orang,toh kita gak makan atau minta beras punya mereka.Gak usah terlalu pikirkan"
"Gimana kalau Rendy jatuh cinta sama Ara? Atau Ara yang jatuh cinta sama Rendy?"tanya daddy sangat terang-terangan dihadapan mereka.
Mami melipat kedua tangannya didepan dada lalu menggaruk dagunya pelan lalu mengerucutkan bibirnya. "sstt… Kalau itu yang terjadi,biarkan.Asal keduanya saling cinta..Aku akan mendukung"sahut mami Rain dengan entengnya.
Ccuuiit...jeder...jeder… 🎇🎆
Suara nyaring bak kembang api tengah terdengar dari dada chef Rendy yang tampak gelisah dari duduknya,ia terlihat meremat tangannya sendiri karena ucapan mami Rain.Sinyal terlalu kuat.
"Rain?"panggil daddy tampak keberatan,disampingnya ada lelaki muda,tampan,sukses yang akan ia sandingkan dengan putrinya.
Ekor mata mami Rain mengikuti pandangan daddy Elang.Aish,ia lupa jika ada lelaki tampan diantara mereka.Ia terlalu semangat jika menjawab ucapan Elang,melihat murka Elang suatu kesenangan baginya.
"Ah.. aku sampai melupakan lelaki tampan ini.Tampan apa kamu mengerti dengan apa yang sedang kami bahas?"tanya mami Rain dengan bahasa inggris pada Sam.
"Maaf sebelumnya tante,saya belum bisa dan belum mengerti bahasa disini.Tapi saya akan berusaha untuk mempelajari,agar lebih nyaman berkomunikasi dengan Aurora" sahut sangat sopan Samuel dengan menganggukkan kepala tak enak hati.
"Uh manisnya.. Sudah tampan,sopan lagi"sahut mami terkesima dengan ucapan sopan lelaki tampan dihadapanya. "Emang lebih baik sekarang jangan tau dulu artinya ya tampan,takut kamu nanti kuciwa" lanjut mami kembali menggunakan bahasa indonesia lalu tersenyum menatap Samuel dan lelaki itu tampak tersenyum meski tak mengerti ucapan mami..
Tak beda jauh.Ara pun terkesima juga,wajah terpukau pun tampak tercetak jelas diwajahnya membuat lelaki yang duduknya tak jauh darinya menggeram kesal.
"Chef,sainganmu lebih memukau ini.Hati-hati bisa kalah saing kamu"goda mami pada Rendy.
Tak tau saja Rendy tengah menggeram kesal,ingin sekali menjawab dan mengatakan jika Aurora ini miliknya.Tapi pelototan dari Ara membuat ia mengurungkan niatnya.Sebenarnya apa yang ada dipikiran kekasihnya itu,apa gadis itu sengaja melakukannya agar bisa lebih dekat dengan Sam? Jangan harap pikir Rendy yang tengah adu mata dengan Ara.
"Rain"
"Apa sih Lang?"
"Ucapan mu itu"tegur daddy lagi.
"Apa yang salah,emang bener kali.Asal kamu tau,dari orok dua cecunguk ini didalam perut.Chef Rendy udah ngekeep no cancel salah satu dari mereka tau" ucap mami bak penjual online yang tengah mengkeep jualannya untuk costumer.
(🤦 Ya Allah dikira jualan online kali ah si mami🤣)
"Tapi Ra…"
"Udah deh,lemesin.. tegang mulu dari tadi"potong mami Rain seenak jidat membuat daddy hanya bisa mendesah pasrah.
"Aku putuskan akan menambah 2 orang bodyguard untuk mengawasi Ara,jangan debat lagi ini final"ucap daddy Elang menyilangkan tangannya membuat mami hanya bisa menaikkan kedua pundaknya seakan terserah dengan keputusan Elang.
"Dek,ajak Sam ngobrol sana.Dia dari tadi nungguin kamu"ucap mami tiba-tiba.
"Hah? Aku mi"
"Bukan, Munaroh aja.. Ya kamu lah,telmi dikurang-kurangi deh dek"sahut mami mulai darting kembali.
Ara malah cengengesan "Ayo Sam kita ke taman belakang"ucap Ara lagi mengajak Samuel,membuat lelaki jangkung dengan senyum manis itu berdiri dan berjalan beringan dengan Ara.
"Kak,ajak Chef sama daddymu ngopi biar relax gak tu kepala tegang terus"lanjut mami menyuruh putranya mengajak kedua lelaki itu ngopi dan dirinya pergi untuk menyiapkan makan malam.
Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti lalu berbalik.
"Oh,itu bu..saya mau permisi ke toilet"ucap Rendy.
"Kirain apa,yaudah sana..Tau kan chef dimana kamar mandinya"
Chef Rendy pun mengangguk,ia pun pergi berjalan meninggalkan kedua lelaki yang mulai membahas kembali kejadian yang menimpa Aurora.
Jangan dikira ucapan Chef Rendy itu benar terjadi,karna pada kenyataannya ia malah nyempil di sebelah pot besar uang ditanami pohon setinggi tubuhnya jadi bisa menutupi badannya yang jangkung.
"Jangan harap kamu luput dari pengawasanku ya sayang"gumamnya dengan mata memindai mangsanya.Apalagi melihat wajah sang kekasih tengah tertawa lalu tersipu membuat dirinya semakin kesal.
__ADS_1
"Awas kau ****** eh salah Samuel,jangan harap bisa membuat gadisku berpaling.Jangan harap"gumamnya lagi dengan mata menyalang.
Mengamati kedua manusia berbeda kelamin itu tengah duduk santai di tempat duduk yang dimana Aurora dulu memeluknya karena menangisi lelaki lain.Tangannya terus mengepal kuat dengan tatapan mata menyalang,gemeletuk giginya pun sangat terdengar karna lelaki tua ini menahan kecemburuannya.