
Rendy menyandarkan badannya pada sofa Apartemennya setelah meantarkan Ara pulang.Pikirannya masih berputar saat ia dan Ara menghabiskan waktu bersama di pantai tadi.
...💜💜💜💜...
Setelah keluar dari karaoke,Rendy kembali melajukan mobilnya untuk ke pinggiran kota.Hingga mobilnya menepi pada sebuah swalayan.
"Kamu tunggu disini apa ikut?"tanya Rendy pada Ara..
Ara clingak clinguk "Ikut aja deh om"sahutnya lalu beranjak turun dari mobil,tapi sebelum ia keluar tangan Rendy kembali mencekalnya.Â
"Pakai dulu,ntar ketahuan kalo kamu bolos sekolah"Â
"Ck.. om sih ngajak main jauh banget"sahut Ara kembali mengenakan sweater yang dipinjamkan oleh Rendy padanya.
Bau maskulin dari parfum milik Rendy kembali menerpa di penciumannya membuat Ara terlena sejenak.
"Ayo turun"ajak Rendy lagi yang menyadarkan Ara dari lamunannya lalu beranjak turun dari mobil.
Rendy menunggu di sebelah Ara dan saat Ara mendekat ia langsung meraih jemari Ara untuk ia selipkan pada jemarinya dan melenggang masuk ke swalayan tanpa beban.
Tak tau saja Rendy,dada Ara tengah jedag-jedug.
💜
💜
💜
Rendy keluar dari swalayan dengan senyum yang terus mengembang,menoleh kebelakang terlihat gadis dengan kaos berwarna putih yang senada dengan yang ia pakai dan dipadukan rok pantai selutut membuat Ara semakin cantik.
"Dih om,kok kayak orang minta sumbangan sih baju pake samaan"ucap Ara melihat penampilannya.
"Romantis dikit dong,baju couple ini..Biar kelihatan makin serasi"sahut enteng Rendy membukakan pintu untuk Ara.
"Om ngomong gitu terus ke Ara kalo Ara baper gimana? Om mau tanggung jawab?"tanya Ara sungguh-sungguh meski dengan nada bercanda.Karna sungguh perhatian Rendy mengalihkan dunianya sejenak.
Rendy menoleh pada gadis yang tengah tertawa dengan terpaksa menatap dirinya.Â
Lesung pipi Rendy mulai nampak,ia tersenyum "Gapapa kalo kamu baper,om malah suka"sahut entengnya lagi.
Ara membulatkan matanya mendengar ucapan Rendy,apa perlu kepala lelaki dewasa ini digeplak agar waras pikir Ara.Seenak jidat berbicara seperti itu tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.
Daripada mendengar ucapan Rendy yang semakin ngelantur,Ara langsung masuk ke dalam mobil lalu memasang headset agar tak mendengar lagi semua rayuan,gombalan dari lelaki dewasa ini.Â
Rendy kembali melajukan mobilnya menuju arah pantai yang ia tuju.Kaca mobil yang sengaja ia buka membuat Ara menoleh karna angin pantai menerpa wajahnya membuatnya tersenyum bahagia.
"Sudah sangat lama gak ke pantai"gumamnya meletakkan dagunya pada pintu mobil.Ia perlahan memejamkan matanya,menikmati lagu klasik dan angin pantai yang sangat pas jika dipadukan.
💜
💜
💜
Dengan kamera Canon EOS.R yang selalu Rendy bawa,ia mengabadikan momen manis Ara yang asik bermain pasir bak anak kecil.Ia tertawa riang dengan tangan-tangan lentiknya tengah membuat istana pasir.
Ara menoleh menghadap Rendy,rambut panjang yang tertiup angin membuat wajah Ara sedikit terhalang tapi tak menyurutkan Rendy untuk mengabadikannya.
Ara berlari kecil menghampiri Rendy.
"Om"panggilnya.
"Ya"Â
"Om,om mau gak jadi penonton pertama aku"ucapnya pada Rendy.
"Penonton?"tanya Rendy bingung.
"Heem,aku mau menari.. Aku dari dulu pengen banget nari di pantai"ucap Ara dengan riang.
Rendy pun ikut tersenyum lalu mengangguk.Senyuman Ara pun semakin mengembang karna persetujuan lelaki dewasa dihadapannya.Â
Ia mengeluarkan earphone miliknya,lalu memasangkan sebelah pada Rendy dan sebelah padanya.Ara berdiri dihadapan Rendy,dengan kaki menyilang sedikit berjinjit ia memulai tarian baletnya.
Lagu klasik yang mengalun indah itu pun mengiringi tarian yang Ara pelajari.Dengan wajah terus tersenyum,ia sangat elok saat menari.Apalagi dengan lompatan yang diiringi terpaan angin membuat rambut Ara berkibar membuat ia semakin mempesona.
Rendy terpana melihat kelihaian Ara dalam menari balet,bukan lagi tarian menyedihkan seperti saat pertama bertemu.
Semua tarian itu Rendy abadikan dalam kamera miliknya.Â
Ara pun mengakhiri tariannya dengan kaki bersilang dan sedikit tertekuk lalu menarik pelan ujung roknya dan tersenyum manis menghadap Rendy tanda selesai.
"Gimana om?"tanya Ara setelah selesai dengan tarinya.
"Hhmm,benar-benar indah dan cantik"sahut Rendy tanpa mealihkan pandangannya pada Ara.Ara sangat puas dengan jawaban Rendy lalu duduk di sebelah Rendy dan meraih air mineral lalu meneguknya.
"Om mau kemana?"tanya Ara melihat Rendy beranjak dari duduknya.
"Bentar,om punya sesuatu buat kamu"sahut Rendy pergi dari hadapan Ara.Ara hanya tersenyum lalu kembali menikmati suara ombak dan angin yang menerpa wajah cantiknya.
💜
💜
💜
NnyyeeesssÂ
__ADS_1
"Aw.."teriak Ara terkejut merasakan benda dingin menempel di pipinya.
"Buat kamu"ucap Rendy menyodorkan es krim pada Ara.Ia tau Ara menginginkan ini saat di swalayan tapi entah kenapa ia tak jadi mengambilnya dan berlalu ke kasir.
"Om"panggil Ara dengan mendayu "Makasih om baik banget,tapi Ara gak boleh minum ini"lanjutnya mengembalikan es krim itu pada Rendy.
"Emang kenapa?"tanya Rendy.
"Ish.. om,aku kan harus jaga berat badan aku"sahut Ara cemberut.
"Gapapa,sesekali makan gini gak akan bikin kamu gemuk"Â
"Iya,kalo sekali mah emang gak akan bikin gemuk.Tapi kalo Ara sekali makan es krim bakal nambah terus gak bisa berhenti" tutur Ara dengan wajah tertekuk.
Rendy mengacak rambut Ara gemas "Itu namanya kamu aja yang napsuan"Â
"Kan enak,mana ada yang bisa nolak es krim sih"Â
Nyeesss
Tiba-tiba es krim yang tadi Ara kembalikan pada Rendy sudah berada di bibir seksinya.Â
"Ih om.. belepotan kan"ucap kesal Ara mencoba membersihkan bibirnya dari es krim yang belepotan di bibirnya karna ulah Rendy.Dan yang paling menyebalkan Rendy malah terkekeh melihatnya kesalÂ
Tapi tiba-tiba saja bagai slow motion jempol Rendy mendarat di bibirnya dan dengan telaten membersihkan membuat badan Ara menegang.Rendy menatap Ara yang tampak terpaku melihat perlakuannya.
Setelah tampak bersih,ia memasukkan jempolnya pada bibirnya sendiri.Membersihkan bekas eskim menggunakan mulutnya.Â
"Ih om jorok"ucap Ara bergidik jijik.
Rendy menggeleng "Manis,,semanis kamu"ucap Rendy kembali menatap wajah cantik dihadapannya.Keduanya larut dengan saling pandang.
Perlahan Rendy memajukan wajahnya pada Ara,ia memiringkan wajahnya membuat Ara reflek memejamkan mata.Semakin dekat jarak keduanya semakin terkikis dengan deru nafas yang mereka saling rasakan.
Kkkrrriinnnggg….kkrrriinngg…
Suara deringan telfon membuat Rendy terperanjat dan membuat ia yang tengah mengingat kejadian yang gagal terjadi tadi terhenti.Â
Nama Tuan Elang tertera disana.
"Eeheemm...eehheemm"Rendy mencoba mengatur nafasnya.Entah kenapa ia seperti orang yang ketahuan berbohong,padahal meangkat telfon dari Elang saja belum.
"Halo"Â
"Halo Chef.."Â
"Iya Tuan"Â
"Bisa kamu datang sekarang?"
"Alamatnya akan aku kirim setelah ini"ucap Elang lalu mematikan panggilan.
KlingÂ
Satu alamat yang tak asing bagi Rendy,ia terdiam melihat layar ponsel lalu tersenyum menyadari sesuatu.Â
"Baru saja aku memikirkannya.Semesta malah mendukungku untuk melepas rindu dengannya kembali"ucap Rendy langsung berdiri dari duduknya,membersihkan diri dan berpenampilan serapi mungkin.Tak lupa parfum beraroma maskulin ia semprotkan di beberapa titik.
"Ah,seperti remaja yang baru mengenal cinta"monolognya menatap cermin dalam kamarnya.Lalu pandangannya teralihkan pada pigura besar yang berada diatas ranjang.Tampak fotonya dan sang istri mengenakan baju adat diacara pernikahannya dulu.
Tak ada getaran mendebarkan seperti awal-awal menikah dulu,ia hanya menatap datar foto itu.Â
Rendy membuang nafas kasar lalu memasang arlojinya dan meraih ponselnya.Membuka galeri dan tampaklah foto gadis cantik tengah tersenyum menghadap kamera.
Degh..degh..
Dadanya malah berdebar dengan hanya melihat foto seorang Aurora.Â
"Tunggu pangeran berkuda mu ini datang tuan putri"monolognya lagi dengan wajah yang terus mengembangkan senyum.
Akhirnya ia pun keluar dari Apartemen mewahnya menuju ke kediaman Sanjaya.
💜
💜
💜
Tak membutuhkan waktu lama untuk Rendy sampai ke kediaman keluarga Sanjaya,karna jarak tempuh yang memang begitu dekat.Hanya dengan 20 menit ia sudah sampai di depan gerbang rumah besar Sanjaya.
Seseorang membukakan gerbang saat melihat mobilnya dan mempersilahkan masuk.Â
"Chef Rendy,Tuan sudah menunggu didalam.Semua bahan juga sudah saya belikan tadi"ucap sopir yang memang tau apa yang akan ia lakukan atas perintah Elang.
Rendy tersenyum lalu mengangguk "Makasih kang"Â
"Sama-sama Chef"Â
"Saya masuk dulu"sahut Rendy lalu pergi meninggalkan supir pribadi Elang.Â
Ia memencet bell pintu besar itu dan akhirnya seorang wanita berumur 40 tahunan juga tengah membukakan pintu.
"Chef Rendy betul?"tanyanya dengan lembut.
"Iya saya.."sahut Chef Rendy.
"Mari masuk chef..semua sudah menunggu"ucap wanita itu masuk lebih dulu menyuruh dirinya untuk mengikutinya.
__ADS_1
Saat Chef Rendy masuk,terlihat interior ruangan yang sangat elegan menunjukkan pribadi orang yang memiliki rumah ini,siapa lagi jika bukan papi Ray.
Ia terus berjalan masuk ke dalam ruang keluarga dan terdengar suara perdebatan dua orang yang berada di ruang keluarga.Â
"Biarkan dia sendiri dulu Lang"ucap mami Rain yang masih dapat chef dengar.
"Gak bisa,aku harus memberi pelajaran pada lelaki tadi.Lihat putriku sangat sedih seperti itu karena nya"sahut daddy Elang yang juga dapat chef Rendy dengar.
"Chef"panggil Rafa yang menyadari kehadirannya membuat kedua orang dewasa itu diam.
Daddy serta mami Rain menoleh pada chef Rendy yang tersenyum kearah mereka.Â
"Semua sudah ada di halaman belakang chef.. saya mau mengadakan acara barbeque,tolong masak yang enak seperti biasa"ucap daddy Elang menyuruh chef Rendy menuju halaman belakang.Â
Ia pun menuruti dan berjalan menuju halaman belakang yang terdapat mini garden.
Chef Rendy meedakan pandangannya melihat tanaman yang dirawat tampak sangat indah.Tapi satu hal yang membuat pikirannya terganggu,di bangku taman itu ada gadis yang terus berputar di kepalanya tengah tertunduk dengan bahu bergetar.Â
Tak pikir panjang,ia pun menghampiri gadisnya.
Chef Rendy menepuk-nepuk pelan bahu Aurora,sampai empunya tubuh menoleh dan mendongak kearahnya dengan air mata yang masih menetes.
"Om"panggil Aurora kaget melihat dirinya.
Rendy membalas panggilan Aurora dengan tersenyum manis memperlihatkan lesung pipi terindahnya.Tanpa diduga Aurora malah menghambur ke pelukannya.Â
"Om.. hiks...hiks… kenapa sesakit ini"racaunya dalam pelukan kembali menangis.Â
Rendy pun membalas pelukan Ara,memberi ketenangan dengan menepuk pelan bahu gadisnya yang masih terisak.
"Tenang,ada aku..Gak akan ada lagi yang sesakit ini,Aku akan membahagiakanmu"sahut Rendy dalam hati,ia ingin gadisnya bahagia.Hanya melihat Aurora menangis seperti ini membuat hati Rendy teriris.
Tanpa keduanya sadari,ada sepasang mata yang menatap keduanya dengan tatapan tak terbaca.Â
"Rafa,kamu ngapain disitu nak?"tanya daddy Elang ingin menghampiri.
"Hah...oh,gapapa dad.. Oh iya dad,bisa bantu Rafa? Rafa mau menanam saham ke perusahaan ini,tapi apa menurut daddy meyakinkan?"ucap Rafa mencoba mengalihkan perhatian daddynya,mengajak daddy Elang membicarakan bisnis dan membiarkan kembarannya tenang dulu dalam pelukan lelaki dewasa seumuran dengan sang mami.Â
Untung saja mami masuk ke dalam kamar setelah berdebat dengan daddynya.Â
"Baiklah.. Mari kita rajai semua bisnis disini"sahut daddy Elang mengajak putranya ke Ruang keluarga.Daddy Elang begitu senang saat melihat Rafa yang selalu antusias jika membahas perihal bisnis.
💜
💜
💜
Sekarang keduanya tengah duduk bersama di kursi taman,dengan Ara yang masih menangis menempel di dada sang chef.Â
"Udah nangisnya,ntar gak cantik lagi"chef Rendy mencoba menghibur Ara.
"Biarin,gak cantik juga gapapa"sahutnya dengan sesegukan tapi begitu enggan melepas pelukannya pada sang chef.Â
"Iya kamu benar,gapapa kamu gak cantik.Tapi om tetap cinta"ucap Rendy,entah lelaki itu serius atau tidak saat berbicara. "Aw...aw...aw…"keluh Rendy kesakitan karna capitan di pinggangnya karna ulah Ara.
"Om jangan gombalin aku terus ih.. ntar aku baper beneran"sahut Ara.
"Sakit sayang.. gapapa lah emang aku maunya kamu baper beneran"ucap Chef Rendy.
"Om.."keluh Ara karna Rendy benar-benar mengujinya.Â
Rendy merenggangkan pelukan mereka berdua,ia memegang kedua bahu Ara.
"Tatap mata Om"ucap Rendy membuat Ara mendongak "Om suka sama kamu"lanjutnya terus terang.
"Ara juga suka kok sama om,om baik"sahut Ara mengelak arah ucapan Rendy.
"Om suka sama kamu dan om mencintaimu Aurora"ucap Rendy yang membuat Ara terdiam.Â
"Om jangan konyol..Om udah punya istri"sahut Ara pelan.
Rendy meraih tangan kanan Aurora lalu mearahakn pada dada kirinya.
"Om"panggil Ara lirih mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Rendy.
"Kamu tau,debaran ini selalu hadir saat om lihat kamu.Om sangat mencintaimu Aurora"ucap Rendy lagi dengan serius.Â
Tiba-tiba Ara langsung berdiri.Â
"Om.. em.. Ara mau masuk dulu,ntar ada yang liat kita kayak gini.Bisa-bisa Daddy dan mami salah paham.Maaf Ara masuk dulu"ucap Ara langsung berlari meninggalkan Rendy sendiri di bangku taman menatapnya nanar.
...💜💜💜...
...Hay lope-lopenya Amma,Yuk jangan lupa sajennya ya 🤗...
...Like,Love,komen n gift nya ya zeyenk 😘...
...Sad tauk yang ngelike n Fav mereka cuma dikit ðŸ˜...
...Bosen ya liat cerita mereka 😠amma sad guys 🤧...
...💜...
...Tapi biar dikit pembacanya,Amma masih sayang kalian kok tenang aja🤗...
...Salam sayang Amma Nada 💜...
__ADS_1