Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Insecure


__ADS_3

Sepanjang jalan Ara terus menggerutu dengan kelakuan maminya yang membahayakan,meski dia tau kalau maminya dulu seorang pembalap.Tapi ia baru kali ini melihat tingkah maminya yang seperti itu,karena dulu waktu papi Ray masih hidup.Mami dan papi saat bepergian hanya sesekali menggunakan motor dan itu pun papi yang membonceng mami. 


"Udahlah sayang,jangan ngomel terus.. Mami kamu pengen jadi abege lagi"ucap Chef Rendy lalu terkekeh.


Ara melirik kekasihnya "Dih,abege apaan.. udah tua mami Om,ntar kalau encok nya kumat gimana coba" 


"Mami kamu sering encok?"tanya chef Rendy menoleh sebentar pada sang kekasih.


"Ya gak tau sih... tapi dulu waktu ada papi, hampir tiap hari mami kalau pagi ngeluh pinggangnya sakit." Sahut Aurora "Terus disayang-sayang deh sama papi, makanya kelakuan mereka juga yang sering bikin aku baper"lanjutnya mengingat tingkah kedua orang tuanya dulu. 


Chef Rendy yang mendengar malah memikirkan hal-hal yang melenceng dari pikiran Ara.Lelaki itu cengengesan tak jelas. 


"Nah kan baper juga kan om,cuma aku ceritain doang..Sampai senyum-senyum gitu, apalagi aku coba" ucap gadis itu menebak jika kekasihnya juga baper mendengar cerita darinya. 


"Polos banget sih kamu sayang.. gemes banget"ucap chef Rendy malah mencubit gemas pipi sang kekasih.


"Lho.. kok jadi ngatain aku polos sih,aneh deh Om" sahut Ara malah mengrenyit bingung mendengar ucapan sang kekasih.


"Udah gak usah banyak mikir.. Ayo turun kita udah sampai"ucap Rendy sambil tersenyum menoleh pada sang kekasih.Mobil itu tengah berada di depan lobby rumah sakit ternama.


Dengan penuh perhatian,Rendy melepaskan sabuk pengaman Ara lalu keluar untuk mengeluarkan kursi roda yang berada di dalam mobil.


Cklek 


Ia pun membuka pintu penumpang untuk kembali menggendong Aurora untuk duduk ke kursi roda yang sudah siap.


"Makasih Om"ucap Ara setelah sang kekasih meletakkan dia di atas kursi roda.


"Sama-sama sayang"sahut Rendy penuh kasih sayang "Aku antar kamu ke dalam dulu ya"lanjutnya akan mendorong kursi roda itu untuk masuk. 


"Gak usah biar aku sendiri, Om parkir mobilnya aja dulu" cegah Ara yang tak enak hati jika terus menyusahkan.


"Gapapa,ayo aku antar dulu.. " kekeuh Rendy


"Gak Om, biar aku sendiri."sahut Ara "Ntar Om nyusul ke dalam ya.. aku tunggu disana,Oke"lanjutnya dengan senyum indah dihadapan sang kekasih.Jika sudah begini,lemah sudah chef Rendy.Ia hanya bisa mengikuti kehendak sang kekasih meski dengan berat hati.Ia tau jika Aurora tak ingin menyusahkan orang lain.Ia menghargai itu. 


...…….....


Setelah mengkonfirmasi kedatangannya pada resepsionis,Aurora memilih menunggu Rendy datang karena tempat terapi dan dokter yang menanganinya berada di lantai 2.


Aurora menggerakan kursi rodanya pada bangku besi panjang yang berada di lobby rumah sakit,tak lama kemudian seorang wanita paruh baya duduk di dekatnya.Wajahnya seperti tak asing bagi Ara.


Wanita itu tersenyum padanya. 


"Sendiri?"tanyanya pada Aurora.


"Sama keluarga tante,tapi masih parkir mobil"sahut Aurora sopan."Kalau tante sendiri?" Lanjutnya bertanya.


"Saya sama menantu saya,mau periksa kandungan"sahut wanita paruh baya itu.


Aurora hanya tersenyum sambil mengangguk. 


Tak lama kemudian,suara laki-laki yang sangat ia kenal terdengar memanggilnya.


"Sayang"panggil Rendy dari belakang. 


Membuat Aurora tersenyum, bahkan wanita paruh baya itu menoleh bersama.


"Rendy" 


"Mama"panggil terkejut Rendy pada mamanya yang duduk di sebelah sang kekasih.Aurora menoleh pada wanita paruh baya itu yang sudah berdiri setelah memanggil nama kekasihnya. 


"Mama ngapain disini?"tanya Rendy meraih tangan sang ibu untuk dia cium punggung tangannya.


"Dia siapa?"tanya balik wanita paruh baya itu pada putranya dan menunjuk Aurora.


"Kekasihku ma, aku nganterin dia check up" sahut enteng chef Rendy pada ibunya,membuat mata mama Rendy langsung membulat sempurna.


"Rendy.. kamu gila?"tanpa sadar suara wanita itu meninggi "Gadis muda ini kekasih kamu.. yang benar saja"lanjutnya dengan wajah masih terkejut.Tak menyangka putranya ini benar memiliki kekasih,seperti yang dikatakan oleh menantunya.


"Mah,malu diliatin orang.. Kenapa harus teriak-teriak sih"keluh Rendy merasa tidak enak dengan pandangan orang yang mengarah pada mereka.


Belum selesai mama Rendy menjawab ucapan sang putra,suara sang menantu pun meintupsi wanita paruh baya itu.Membuat mereka menoleh bersama-sama.


Degh.


Mama Rendy menegang,merasa takut jika menantunya tersakiti melihat kelakuan putranya yang memiliki kekasih.


"Ma"panggilnya yang tak lain adalah Nadia.Wanita itu juga tampak terkejut melihat kehadiran Rendy dan gadis yang pernah ia lihat dulu.Ia berjalan mendekat dengan mengelus perut buncitnya.


"Mas Rendy kamu disini juga?"tanya Nadia sambil tersenyum pada calon mantan suaminya. 


Lelaki itu mengangguk tanpa minat,ia melirik kekasihnya yang tampak sekali tak nyaman berada di situasi seperti ini. 


"Sayang kita ke atas ya"ucap Rendy meraih pegangan kursi roda milik Ara.Gadis itu masih tertunduk.


"Rendy, mama mau bicara sebentar sama kamu"ucap mama Rendy sebelum lelaki itu mendorong kursi roda Aurora. 


Rendy menoleh pada mamanya " Nanti ma,kita bicara di rumah.. Aku mau antar Aurora dulu" 


"Ren" 


"Ma, cukup.. kita bicara nanti,aku akan ke rumah mama"sela chef Rendy,sungguh ia tak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang.Apalagi jika gadisnya digunjing,ia takkan terima. 


"Maaf tante sebelumnya, aku minta maaf..Tapi bisa aku pinjam sebentar Om Rendy, aku gak bisa jalan ke lantai 2 tanpa bantuan Om.."pinta Aurora akhirnya memberanikan diri "Setelah sampai sana,Om akan menemui tante.. Maaf sekali lagi"lanjutnya terus mengucapkan maaf pada wanita paruh baya itu.


Mama Rendy tampak kasihan melihat gadis yang memohon padanya.


"Sayang, hey kamu ngomong apa.. aku akan tunggu kamu nanti.Oke,sekarang kita ke atas"sela Rendy,hatinya begitu diremas melihat kekasihnya itu tengah memohon pada ibunya.


Tanpa bisa menolak lagi,Aurora hanya bisa terdiam mengikuti kemauan Rendy. 


Kedua wanita disana yang tak lain mama Rendy dan Nadia tampak terdiam melihat Rendy yang tampak sangat perhatian pada gadis yang duduk di kursi roda itu.Perlakuan yang sudah lama tak pernah Nadia rasakan,dulu saat awal-awal menikah Rendy pun memperlakukan dia semanis itu juga. 


"Maafin Rendy ya nak"ucap mama Rendy pada menantunya. 


Nadia menoleh setelah lama menatap punggung Rendy yang menjauh dari mereka.


"Nadia gapapa Ma"sahutnya dengan senyum yang tengah ia paksakan.

__ADS_1


Hati mama Rendy berdenyut sakit melihat wajah menantunya yang memaksakan senyum itu,ia tau menantunya pun tersakiti dengan sikap Rendy. 


Keduanya pun kembali duduk,dengan mama Rendy yang terus mengelus punggung tangan sang menantu. 


...……....


Di ruangan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi,Rendy tengah duduk menunggu sang kekasih yang masih diperiksa oleh Dokter. Sedari tadi setelah bertemu mamanya,Aurora hanya diam.Bahkan saat akan masuk kedalam ruangan,gadis itu menyuruh dirinya untuk menemui ibunya.Tapi sekali lagi,ia menolak permintaan sang kekasih,karena ia tak tega meninggalkan Aurora sendiri dan dia sudah berjanji dengan mami Rain untuk menjaga Aurora. 


Ssrreekk


Tirai tempat Ara di periksa pun terbuka,Rendy menoleh lalu menatap gadis yang ia cinta itu mencoba untuk duduk.Dengan sigap ia pun menghampiri kekasihnya itu untuk mengangkat tubuh kecil itu kembali ke kursi roda.


"Makasih Om"ucap Ara sembari tersenyum,Rendy tau itu senyuman yang dipaksakan oleh gadisnya 


"Sama-sama sayang"sahutnya dengan penuh kasih sayang.  


"Baik,nona bisa melihat disini"ucap dokter wanita itu dengan menunjuk monitor hasil CT Scan pergelangan kaki Aurora.Dokter itu mulai menjelaskan dan keduanya tampak menyimak dengan jelas pernyataan dokter Daniel. "Ada yang mau ditanyakan?"lanjutnya dengan penuh kesabaran.


"Iya dok,saya merasakan kebas pada kaki saya hingga paha dan jika saya tidur miring seakan pen didalam sana terpelas karena saya melihat seakan ada benjolan" keluh Aurora memang merasakan mati rasa pada pahanya.


Dokter Daniel kembali mengangguk. 


"Itu memang sering terjadi,maka dari itu saya sarankan jika istirahat posisi kaki anda lebih tinggi agar aliran darah tetap mengalir normal dan juga saya sarankan untuk tidak menekuk kaki terlalu lama.Pasca operasi, meski sangat jarang terjadi, bisa saja pen terlepas.Kondisi ini biasanya terjadi akibat aktifitas fisik berlebihan atau trauma mekanik di sekitar pen tersebut. Namun, benjolan yang Anda rasakan di sekitar kaki Anda tidak selalu disebabkan oleh pen yang lepas.Tapi benjolan ini sesungguhnya muncul akibat reaksi radang yang wajar nona seperti yang saya katakan tadi ada peradangan disana.Untuk itu jangan terlalu melakukan aktifitas fisik yang terlalu berat dan sesekali kompres menggunakan air hangat"terang dokter itu. Keduanya terus menyimak dengan Rendy yang terus menggenggam tangan sang kekasih.


"Kira-kira berapa persentase kesembuhan kaki saya dok? Apa bisa kembali normal seperti dulu?"


Dokter itu tampak menatap Aurora sejenak,lalu menoleh meamati layar monitornya. 


"Sekitar 80% kaki anda akan sembuh jika anda terus semangat terus terapi nona."sahut dokter itu "Untuk kembali normal,itu akan terlihat signifikan saat minggu ke 6 setelah berjalannya terapi ini.Untuk sekarang mari terus bersemangat nona"lanjut dokter itu kembali.Keadaan remuk pada pergelangan kaki Aurora memang membutuhkan waktu lebih lama dari cidera kaki biasa. 


"Baik dok,kalau begitu saya permisi"pamit Aurora setelah dokter itu memberikan resep obat yang perlu ia minum.


"Iya nona,silahkan.. Terus semangat nona dan Semoga cepat sembuh"sahut dokter Daniel itu memberi semangat.Aurora tersenyum lalu mengangguk.


"Mari dok"pamit Rendy juga pada dokter itu lalu mendorong kursi roda sang kekasih.


...……....


Didalam mobil.


"Sayang"panggil Rendy


Gadis itu tak menjawab,ia hanya terdiam dan melihat keluar jendela.


"Sayang"panggil Rendy lagi.


Tak ada jawaban.


Tangannya pun meraih tanga Ara,lalu ia genggam.


"Sayang" 


"Eh-iya Om"kejut Ara lalu menoleh pada Rendy."Ada apa,Ara kaget lho"lanjutnya menormalkan mimik wajahnya.


"Kamu yang kenapa? Aku dari tadi panggil-panggil kamu,Apa yang kamu pikirkan?"tanya Rendy sedikit sewot.


"Aku.. aku gak lagi mikir apa-apa kok,cuma lagi liat jalanan aja"sahut Aurora. 


"Kok ngomongnya gitu" 


"Ya, emang bener.. aku tiga kali manggil kamu,kamu sama sekali gak ngerespon" 


"Om kok lebay sih.. Maaf aku gak denger tadi" kesal Aurora karena Rendy terlalu berlebihan.


"Iya.. karena pikiran kamu gak sama aku" 


"Om!!" panggil Aurora meninggi kesal.


Ccckkiiiittt 


Rendy langsung menepikan mobilnya,lalu menoleh menghadap Aurora. 


"Bilang ke aku.. kamu kenapa?"tanya Rendy memegang kedua bahu Ara agar menatap dirinya.


"Aku gak mikir apa-apa" 


"Bohong" 


"Serius" 


"Bohong.. aku tau kamu bohong,kamu bukan orang yang bisa nyembunyiin kesedihan kamu.Jujur sama aku,kamu kenapa?"paksa Rendy 


Aurora masih diam.


"Apa ini karena mama aku tadi?"tebak Rendy. 


Manik mata itu seakan terkejut dengan ucapan Rendy,membuat lelaki itu meangguk-angguk.


"Jadi bener ini karena mama aku.."


"Bukan.. bukan karena mama Om" 


"Kamu bohong" 


"Aku serius Om.. Aku...aku cuma malu sama diriku sendiri"ucapnya tertunduk.


"Malu kenapa?" 


"Malu karena kondisi aku yang kayak gini,semua orang memandangku dengan tatapan kasihan om..Aku gak suka,aku malu"ucapnya lirih.Masih ingat pandangan Nadia dan mama Rendy tadi menatap kasihan padanya.


Hati Rendy terasa diremat karena kepercayaan diri sang kekasih turun.Ia tak tega melihat wajah sedih sang kekasih seperti ini dan yang ia bisa lakukan hanya bisa mendekap tubuh kecil Aurora dalam pelukannya. 


"Maaf"bisiknya"Maaf aku gak bisa ngerti kamu sayang"lanjutnya terus membisikkan maaf pada Aurora.


"Bukan om yang seharusnya minta maaf,tapi aku.. Maaf aku bukan orang yang pantas bersama Om"sahutnya.Tangannya masih tak membalas pelukan Rendy.


Rendy meruai pelukannya.


"Sayang,kamu ngomong apa sih.. Kamu orang yang tepat buat aku,kamu wanita satu-satunya yang pantas buat aku" 

__ADS_1


"Tapi aku lumpuh Om" 


"Gak.. kamu bisa sembuh" 


"Cih… Jangan terlalu naif Om,aku tau aku akan lumpuh selamanya" 


"Gak,kamu sembuh" 


"Om masih belum sadar.. bahkan kakiku sudah mati rasa Om,Om masih belum ngerti juga..Aku lumpuh" teriak Aurora tangsi gadis itu pun pecah.Jangan dikira ia tak tau dengan ucapan dokter tadi yang ragu-ragu tentang persentase kesembuhan kakinya.


Rendy kembali mendekap tubuh gadis itu,Aurora membalas pelukannya. 


"Sayang,sayang percaya kamu akan sembuh Oke.. Jangan sedih,kamu harus semangat" 


"Aku.. aku capek,aku capek berharap Om..hiks..hiks..Aku rindu balet,aku rindu bisa lari-lari lagi,aku rindu bisa sekolah"racaunya sambil menangis.


"Maaf,maaf"rapalan maaf terus keluar dari mulut Rendy. "Aku yakin kamu sembuh,percaya sama aku..Andaipun semua itu tak terjadi,aku akan gantikan kaki kamu.. aku akan jadi kaki kamu,kemanapun..kapanpun sayang"lanjutnya terus menenangkan gadisnya itu.


Tangis Aurora semakin tersedu dan pelukan keduanya semakin erat. 


……..


"Minum sayang"Rendy menyerahkan sebotol air mineral yang ada di mobilnya setelah tangis gadisnya itu reda. 


Dengan sisa sesegukan gadis itu menerima air mineral itu lalu meneguknya.


"Udah tenang" 


Aurora mengangguk malu-malu,ia tak menyangka akan menangis seperti tadi dipelukan sang kekasih. 


Rendy merapikan anak-anak rambut kekasihnya,lalu ia selipkan di belakang telinga.


"Jangan sedih lagi ya"ucap Rendy "Aku gak bisa liat kamu sedih,hatiku ikut sakit."lanjutnya mengutarakan perasaannya. 


"Hhmmm"sahut gadis itu.


"Aku cinta kamu" 


"Ara juga"sshutnya malu-malu Aurora membuat senyum Rendy pun terbit.


Cup 


Lelaki itu mencium pipi Aurora,membuat empunya menoleh lalu menutupi pipinya dengan tangannya.


"Genit"ucap Aurora,Rendy pun terkekeh. 


"Genitnya sama kamu aja,kita impas..Kan tadi dirumah kamu juga cium aku"sahut Rendy.Aurora mendengus.


"Emang berani sama cewek lain,awas aja"ancam Aurora.


"Emm.. berani gak ya,emang mau diapain kalau aku berani?"goda Rendy. 


"Aku potong bibir Om,biar gak genit cium-cium cewek lain dan aku gak akan mau kenal Om lagi"sahut kesal gadis itu.


"Dih serem.. Aku gak mau lah kalau gak ketemu kamu,bisa mati aku" 


"Gombal banget" 


"Serius..Kan setengah nafasku ada di kamu" ucap Rendy masih menggenggam tangan Ara dan menatap wajah cantik kekasihnya.


Blush 


Gadis itu merona. 


"U-udahan deh gombalnya.. Apasih gak banget" Aurora salah tingkah sendiri mendengar ucapan Rendy.


"Cie.. blushing nih" tunjuk Rendy menggoda Aurora.


"A-apasih Om" 


"Aku seneng kok kamu blushing gini,apalagi kalau gara-gara aku" 


"Udah deh.. yuk pulang" ajak Aurora.


"Kok pulang,kan kita mau ngedate"


"Emang ngedate kemana?" Tanya gadis itu


"Rahasia"


"Main rahasia-rahasiaan deh sama aku" sewot Aurora padahal dalam hati gadis itu tengah bahagia karena sikap romantis kekasihnya itu.


"Biar asik aja.."sahut Rendy terkekeh lalu kembali menatap gadisnya "Sayang..Sekali lagi aku minta maaf ya karena sikap mama aku tadi" 


Gadis itu menggeleng lalu tersenyum "Gapapa Om, andai keadaan fisik aku normal kayak dulu.. Aku akan dengan senang hati ngadepin mama Om dan mantan istri Om.Tapi karena fisik aku yang kayak gini (ia menatap kakinya sejenak lalu kembali mendongak menatap sang kekasih) aku insecure dengan keadaan ku"terang Aurora.Sungguh ia tak takut karena ia merasa tak pernah merebut Rendy dari siapapun,tapi dengan kondisi fisiknya yang sekarang membuat Aurora tak percaya diri seperti dulu. "Aku butuh waktu Om"lanjutnya tersenyum menatap Rendy.


Rendy membalas senyuman kekasihnya lalu mencium punggung tangan kekasihnya. "Aku bahagia punya kamu" 


"Aku juga bahagia punya Om"balas gadis itu.Pancaran penuh cinta terlihat dari manik mata keduanya,cinta yang menggebu untuk saling memiliki terpancar jelas disana.


Akhirnya mobil Pajero Sport warna hitam kembali bergerak setelah keduanya mengungkapnya ganjalan dihati mereka.Aurora meletakkan kepalanya pada bahu sang kekasih dengan tangan yang merangkul lengan kiri Rendy.


"Ah.. nyamannya"ucap gadis itu lalu memejamkan mata indahnya,menikmati bahu empuk sang kekasih.


...💙💙💙💙💙...


🌸Insecure adalah perasaan rasa tak percaya diri.


...💙💙💙...


...Hay..Hay semua, gimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya.....


...Rindu Amma gak??...


...Maaf nih lama banget kayaknya Amma ngilangnya ya 😅...


...Lagi suka ilang-ilangan nih Amma🤭...


...Jangan bosen-bosen nunggu cerita Aurora sama Om chef ya 💙...

__ADS_1


...Salam sayang dan Rindu dari Amma 🤍...


... ...


__ADS_2