Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
"Jadi apapun demi kalian"


__ADS_3

Sedangkan didalam salah satu kamar mewah di kapal pesiar itu seorang gadis yg tengah tengkurap dengan kepala yang dibenamkan pada bantal.Β 


Ia tak menyangka perjalanan hari ini harus ada dua orang yang sangat ia hindari.Airin dan Alan ikut serta untuk menabur bunga ditempat kejadian.


"Bangs*t"umpatnya.


"Omegat...omegat"teriaknya langsung duduk dan menepuk bibirnya "Kenapa bibir gue mengumpat kayak tadi sih.. gak elegan banget"lanjutnya frustasi berguling kesana kemari.Β 


Dia stres sendiri memikirkan hal-hal yang seharusnya segera ia lupakan.Bukan hal mudah bagi Ara melupakan cinta pertamanya,tapi sebisa mungkin harus ia lupakan karna ia tak ingin egois mementingkan kebahagiaannya sendiri.Toh lelaki yang ia cinta sudah menentukan pilihannya tinggal dia yang harus bisa berdamai dengan keadaan.


Ia melirik pointe shoes atau sepatu balet yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi.Ara teringat tadi saat daddy nya mengajak ke lantai 3 ada ruangan kosong,sepertinya bisa ia gunakan untuk latihan kali ini.


"Sebaiknya aku kesana"ucapnya lalu berdiri dan meambil sepatu itu lalu mententengnya pergi dengan membawa serta ponselnya.


πŸ’œ


πŸ’œ


πŸ’œ


...PantryΒ ...


"Hey,kenapa kalian liatin saya seperti itu?"tanya Rendy saat tersadar ia diperhatikan.


"Kamu jatuh cinta?"tanya balik sang asisten yang juga temannya menghampirinya dan duduk di kursi yang berada disebelahnya.


"Cih.. jatuh cinta,jangan konyol" decaknya merasa lucu dengan perkataan temannya itu.


"Lu kira gue gak tau tampang lu kalo mesem-mesem gak jelas gitu pasti jatuh cinta.Sama siapa?? Jatuh cinta kesekian kalinya sama bini lu?"tanyanya lagi menyelidik sambil tersenyum.


"Kepo banget sih lu duda.. heran gue"sahutnya melihat kekepoan temannya.Lalu berdiri melepas apron serta topinya. "Gue mau balik kamar,kalo tuan nyariin.. lu hubungi gue"lanjutnya yang mendapat acungan jempol oleh temannya.


Saat keluar dari pantry,Rendi yang akan kembali ke kamarnya meurungkan niatnya.Ia tergoda melihat pemandangan luasnya lautan yang berada didepan mata.Ia memutuskan berjalan ke lantai 4 yang terdapat tempat untuk bersantai.Β 


Ia berjalan menyusuri lantai dua dan terus naik sampai lantai tiga.Rendi menoleh saat mendengar suara musik yang terdengar disalah satu ruangan berkaca itu.Kakinya entah kenapa malah berjalan menuju pusat suara itu terdengar dan meurungkan niatnya untuk melihat pemandangan laut.Β 


Iringan musik seakan menghipnotisnya untuk segera datang ke salah satu pintu yang tengah tertutup itu.Rendi mendekatkan penglihatannya pada jendela kaca yang luas itu untuk melihat siapa yang tengah menghidupkan musik itu.


Degh!Β 


Mata Rendi tak berkedip melihat seorang wanita dengan rambut panjang bergelombang tengah membelakangi tubuhnya dan menari berlenggak lenggok dengan kaki jenjangnya yang berbalut legging berwarna hitam.Sangat kontras dengan kulit wanita itu yang seputih susu.


Rendy terpana melihat tariannya yang begitu anggun mampu membius matanya untuk terus menikmati tarian itu.


"Kenapa seperti gadis menyedihkan itu"monolognya melihat siluet wanita itu dari belakang.


Seketika pikiran Rendy teringat dengan gadis menyedihkan yang dulu juga menari dihadapannya dengan keadaan menyedihkan tapi sangat cantik karna tarian dan tubuhnya yang terguyur air hujan.


"Wahai otak kenapa lu mikirin dia terus sih"erangnya memejamkan mata sejenak.


"Hilang"gumamnya melihat wanita yang berada di ruangan itu tak lagi terlihat. "Wah,kapal pesiar semewah ini ada kuntinya.. serem juga"lanjutnya malah mengira wanita itu si mbak kunti.


πŸ’œ


πŸ’œ


πŸ’œ

__ADS_1


Suara peluit dari nahkoda kapal menandakan kapal mewah itu tengah berhenti.Seluruh keluarga besar Sanjaya dan Syahreza berkerumun keluar.


Terlihat mami Rain didorong dengan menggunakan kursi roda oleh sang putra.


"Disini letak jatuhnya pesawat itu"ucap salah satu orang suruhan Daddy Elang untuk mencari tau semua tentang kecelakaan maut itu.


Seketika tangis mami,Ara,Rebecca serta Amel pecah.Membayangkan betapa mengerikannya kecelakaan pesawat itu terjadi dan hancur tercebur ke dalam laut membuat hati mereka nyeri.Β 


Mami Rain perlahan melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah pembatas kapal mewah itu.Tangannya menggapai pinggiran pagar,dan menatap lautan yang menguning karna pancaran langit senja.


"Sayang,maafkan aku"batinnya pilu teringat wajah lelaki yang ia cinta sebelum bertolak untuk izin pergi. "Ya Tuhan kenapa harus suamiku"batinnya lagi menangis sesegukan membayangkan betapa ketakutannya sang suami saat kemalangan itu terjadi.


"Tenang di surga sayang,aku selalu mencintaimu"batinnya lagi menangis dalam rengkuhan tubuh kedua anak kembarnya.


Elang,Edo dan Air bahkan menitikan airmatanya merasakan kepiluan wanita serta putra putrinya itu.Β 


Setelah beberapa menangis mereka pun melakukan doa bersama,menengadahkan tangan mereka untuk memanjatkan doa pada semua orang yang menjadi korban kecelakaan pesawat beberapa minggu yang lalu.Dan dilanjutkan dengan menebar bunga diiringi dengan tangis Ara yang kembali terdengar,membuat lelaki yang terus digandeng oleh tunangannya itu ingin sekali berlari merengkuh gadis yang masih ia cinta.


"Princess,aku disini.Lihat aku disini"batin Alan tanpa bisa melakukan sesuatu untuk Ara Ia hanya bisa menatap punggung gadisnya yang terus menangis.


πŸ’œ


πŸ’œ


πŸ’œ


Waktu makan malam pun tiba,kapal dalam perjalanan kembali ke ibu kota.Seolah semesta tengah mengizinkan mereka bertandang untuk memberikan penghormatan terakhir,cuaca hari ini sangat mendukung bahkan ombak pun bersahabat.Β 


"Kamu ikut makan malam kan?"tanya Rafa saat keluar dari kamarnya bersamaan dengan Ara yang juga keluar dari kamar.


Ara menggeleng "Aku gak laper,aku mau duduk disana"tunjuk Ara kearah belakang kapal.Β 


"Pakai"ucapnya membuka jaket membuka Ara tersenyum karna ini untuk pertama kalinya kakaknya sangat perhatian padanya.Atau memang dia yang terlalu acuh selama ini.


"Makasih"sahut Ara memeluk tubuh kakaknya setelah selesai memakai jaket tebalnya.


"Gak usah makasih,kamu dan mami tanggung jawab aku.Udah tugas aku jagain kamu"ucap Rafa membalas pelukan adiknya,mengelus rambut bergelombang sang adik.


"Kok aku baru nyadar sekarang sih kamu sweet banget kak.."sahut Ara yang baper dengan kata-kata kakaknya.


"Buat kamu dan mami,sekarang kakak akan jadi apapun demi kalian"ucap Rafa serius.


"Ara sayang kakak"sahut Ara yang terharu dengan ucapan kakaknya ini.


"Kakak juga sayang Ara.Jangan terus terpuruk dek,kita harus bangkit.Lupakan semua yang menyakiti kamu.Termasuk dia"ucap Rafa sungguh-sungguh karna Rafa yakin sang adik kembarnya ini masih sangat mencintai lelaki yang tunangan sepupunya.


Degh!


Ucapan Rafa membuat dada Ara berdenyut nyeri.


"Hhmm.. Ara akan coba,makasih kak"sahut Ara "Aku kesana dulu,kalau mami nyariin bilang nanti aku makannya nyusul ya"lanjutnya tak ingin maminya khawatir dengan keadaannya.Ia pun berjalan meninggalkan Rafa yang menatap punggung sang adik sampai siluet itu menghilang.


πŸ’œ


πŸ’œ


πŸ’œ

__ADS_1


Ara duduk disalah satu kursi kayu yang berada di sebelah kolam renang yang berada di belakang kapal.Ia menikmati malam dengan menengadahkan kepalanya keatas dengan angin yang terus menerpa wajah cantiknya,menatap bintang-bintang yang tampak bersinar terang seakan tengah menemaninya.


"Apa papi lihat aku dari sana sekarang?"tanyanya sendiri. "Lihat papi,Ara disini.. Ara disini untuk bertemu papi,bahagialah disana papi.Ara sayang papi"lanjutnya terus berbicara lelehan air mata pun kembali hadir.


"Ah,aku nangis lagi"ucapnya menghapus air mata yang tak berhenti mengalir.


Tiba-tiba sapu tangan dengan tangan seseorang berads dihadapannya.


"Hapus air mata kamu"ucap seseorang dari belakang tubuh Ara membuat Ara memutar tubuhnya.


"Kamu"ucap Ara membulatkan matanya menatap seseorang yang berdiri dihadapannya dengan tersenyum teduh.


"Hay,om boleh duduk disini?"tanyanya menunjuk kursi kosong disebelahnya.Ara pun mangangguk lalu kembali duduk seperti tadi.


"Om ngapain disini?"tanya Ara "Gak makan?"lanjutnya bertanya.


"Gak ada sih,cuma om liat kamu tadi makanya om kesini..Om gak makan malam,besok pemotretan"sahutnya enteng.


"Hhmm.. jadi model enak gak sih om?"tanyanya pada lelaki dewasa yang wajahnya mirip dengan Almarhum papi dan kakeknya.


"Ada enaknya ada gaknya juga sih.. " sahutnya lalu menyandarkan kepala pada sandaran kursi. "Kamu masih balet?"


"Masih,itu keinginan papi jadiin aku penari balet terkenal"


Lelaki dewasa itu pun ikut tersenyum "Kamu tau,om jadi model juga atas keinginan papi kamu"


"Sungguh.. Kok bisa?"tanya Ara tak percaya.


Air tersenyum mengacak kepala keponakannya gemas"Waktu itu launching produk di perusahaan dan om minta saran sama papi kamu.Lah malah papi kamu nyaranin om yang jadi modelnya.Pas produk itu laku keras,papi kamu maksa om buat terus jadi model dan sampai sekarang om masih menepati keinginan papi kamu"tutur Air menatap lurus.


Ara melihat wajah omnya dari samping,tampak semburat kerinduan dari wajah adik tiri papinya itu.


"Om kangen papi juga?"tanya Ara tiba-tiba.


Air menoleh lalu menatap teduh sang keponakan "Hhmm,om rindu papi kamu.Padahal udah dua bulan yang lalu papi kamu neror om menyuruh pulang kesini tapi om terlalu sibuk dengan kerjaan om,sampai om denger kecelakaan ini yang membuat om merasa bersalah sama papi kamu"sahut Air.


Air mata Ara kembali luruh,memang Rayyan penyayang pada seluruh keluarganya tak terkecuali sang adik tiri yang tinggal sendiri di New York untuk mengurus perusahaan peninggalan ayah mereka.


"Ara rindu papi Om"ucap lirih Ara menunduk.Air menarik pelan tubuh sang keponakan untuk memeluknya dan Ara pun langsung membalas pelukan Air merasa tenang dengan pelukan sang om mirip sekali dengan pelukan papinya.


Tanpa keduanya sadari ada sepasang mata yang tengah melihat keduanya dari arah belakang.


"Jadi dia kekasih baru gadis menyedihkan itu.Tampan dan cantik,mereka sangat cocok"monolognya menyesap minuman bersoda ditangannya.


"Ah,kenapa jadi gue peduli"ucapnya lagi tapi enggan untuk pindah dari tempatnya saat ini. "Setan rasanya gini banget"lanjutnya menepuk-nepuk dada kirinya yang tiba-tiba sesak.Seperti saat itu.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


...Cie... si om cembokur cie 🀣...


...Sadar Om,bini dirumah nunggu noh..Jangan nakal 🀣...


...πŸ’œπŸ’œ...


...Yuk kesayangan Om encum jangan lupa kasih love,like,komen n giftnya ya😁...


...Biar Amma makin semangat Upnya πŸ’œ...

__ADS_1


...Salam sayang Amma Nada πŸŒΉπŸ’œ...


__ADS_2