Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Dinner dan kejutan


__ADS_3

...Flashback On...


^^^📞"Haloo dek" ^^^


^^^📞"Waalaikumsalam mami" ^^^


^^^📞"Eh iya mami lupa" ^^^


Ara memutar mata mala,maminya ini kayak bocah emang suka gak ingat salam. 


^^^📞"Assalamualaikum dek" ^^^


^^^📞"Waalaikumsalam mami.  Ada apa mih?" ^^^


^^^📞"Kamu dimana?" ^^^


^^^📞"Lagi jalan sama temen mih" tanpa menyebutkan siapa teman yang Ara maksut.^^^


^^^📞"Masih sama chef Rendy juga?"^^^


^^^📞"Iya mih masih"sahut Ara dengan melirik ke arah dapur dapat ia lihat kekasihnya masih berkutat dengan masakannya.^^^


^^^📞"Kalau udah selesai jalannya cepet pulang ya,dirumah ada Samuel sama daddymu" ^^^


^^^📞"Daddy sama Sam? Ke rumah mih?Mereka ada di Indo"ucap Ara terkejut,karna daddynya tak memberi kabar padanya tentang kedatangan mereka.^^^


^^^📞"Gak kerumah pak RT ngopi.. Ya jelas dirumah kita lah,kalau dirumah pak RT ngapain mami ngasih tau kamu"^^^


^^^📞"Gak lucu mih" ^^^


^^^📞"Lah kamu,loadingnya juga kebangetan" ^^^


^^^📞"Cepet pulang dek,daddymu kayak orang kesetanan kehilangan anak tuh.. Jangan jalan terus juga kasian chef Rendy ngikutin kamu terus" ^^^


^^^📞"Iya mih" ^^^


^^^📞"Dandan yang cantik ya,Sam udah ganteng tuh disini nungguin kamu" ^^^


^^^📞"Hhhmmmm" ^^^


^^^📞"Yaudah,hati-hati ya dek.. Assalamualaikum" ^^^


^^^📞"Waalaikumsalam mih" ^^^


...Flashback Off ...


Rendy tampak terdiam mendengar celotehan kekasihnya. "Yaudah kalau gitu aku mandi dulu,nanti anter kamu pulang"ucap Rendy santai. 


"Kok gitu,dinner kita?"tanya Ara terkejut dengan keputusan Rendy.


"Kita bisa lakuin kapan-kapan" 


"Gak bisa gitu dong.. Gak mau ah apaan sih,kan aku udah laper"ucap Ara melerai pelukannya lalu bersidekap. 


"Yaudah iya,kita dinner dulu baru aku anter kamu pulang.. Jangan ngambek dong" Rendy pun beranjak dari duduknya,tapi langkahnya dihentikan oleh cekalan tangan Ara. 


"Om gak cemburu?"tanya Ara yang aneh melihat Rendy yang menanggapinya dengan santai. 


Rendy tersenyum lalu menundukkan badannya dan memajukan kepalanya.


Cup 


Ia mencium kening Ara.


"Cemburu banget,bahkan aku mau patahin tu cowok yang dibawa sama pak Elang.Demi kamu,aku bakal coba ngatur cemburuku.Kan baru denger,kalo pas liat dihadapan mata gak janji aku bisa nahan cemburu.Aku cinta kamu"ucapan Rendy sebelum ia menghilang dibalik pintu kamar miliknya,meninggalkan gadis yang duduk di Sofa dengan keadaan merona.


.....


"Om,kenapa pake ditutup segala sih"keluh Ara saat Rendy menutup matanya setelah menyiapkan semuanya.


"Ada surprise buat kamu..Jadi kamu harus nurut"sahut Rendy menggiring Ara ke arah balkon Apartemennya.


"Ih,aku gak suka kejutan kayak gini tau.. Bikin penasaran banget sih Om" 


"Ck.. Om lagi om lagi,yang lebih mesra sayang"sahut Rendy berdecak dengan terus menggiring Ara. 


"Iya om encum"ucap Ara "Aw..aw..aw..sakit om"rintih Ara karna Rendy menggigit pundak terbukanya. 


"Panggil mesra,bukan manggil gitu.Itu hukuman buat kamu"sahut Rendy. 


Ara merasakan badannya diterpa angin saat ini,dapat ia pastikan ia sudah berada di luar ruangan.Bibirnya masih mengerucut kesal dengan ulah Rendy yang menggigit pundaknya.


"Ayo panggil mesra dulu baru aku buka"ucap Rendy lagi melingkarkan tangannya ke pinggang sang kekasih. 


Terdengar decakan Ara "Sayang buka dong"panggil Ara dengan nada manja langsung membuat Rendy yang berada dibelakangnya langsung terdiam,jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.Suara mendayu dari sang kekasih malah membuatnya terbang hingga ke nirwana.


"Sayang"panggil Ara lagi.


"Sa…."ucapnya belum selesai langsung dipotong oleh Rendy.


"Stop..stop..stop"sahut Rendy tiba-tiba "Bisa gila aku kalau gini terus,siap-siap gak bisa tidur lagi huh"batin Rendy frustasi. 


"Ehem..ehem.. Siap-siap ya,aku harap kamu suka"bisik Rendy tepat di telinga Ara lalu mencium pipi Ara dan perlahan ia membuka ikatan sapu tangan yang tadi ia gunakan untuk menutupi mata Ara.


….


Ara mengerjap-ngerjapkan matanya,setelah beberapa saat hanya bisa merasakan gelap.Sekarang ia perlahan dapat melihat cahaya kuning dihadapan mata. 


"Surprise"ucap Rendy memeluk pinggang Ara dari belakang.


Ara menutup mulutnya terkejut dengan kejutan yang dibuat oleh sang kekasih. 


"Om ini"ucap Ara melihat balkon yang biasanya hanya terdapat dua bangku disana tengah disulap dengan berbagai macam ornamen lampu dan lilin-lilin membuat suasana semakin romantis. 



"First dinner kita,kamu suka?"bisik Rendy meletakkan dagunya pada bahu Ara.


"Suka banget"sahut antusias Ara yang memang menyukai semua yang berbau romantis seperti ini.


"Cium dong kalo suka"goda Rendy membuat Ara tersipu. 


"Cium terus,dihalalin juga belum"sahut Ara menepuk punggung tangan Rendy yang melingkar dipinggangnya.


"Kamu udah siap aku halalin?"tiba-tiba Rendy membalik badannya,kedua mata mereka saling tatap. 


Ara malah cengengesan dengan pipi yang merona "He..he.. Lulus dulu,terus nunggu aku sukses jadi balerina baru mikir buat nikah"sahut Ara.


"Sayang itu lama, lama banget.. Keburu aku mati duluan" 


Plak 


"Hust, mulutnya.."Ara menabok mulut Rendy yang berbicara seenak jidat tanpa dipikirkan lebih dulu. 


"Ya bayangin yank,itu lama banget.Nunggu kamu lulus sekolah aja setahun lagi,terus nunggu kamu sukses pasti bukan setahun dua tahun aku nunggu yank"ucap Rendy sedih. "Aku udah lama nunggu kamu"lanjutnya  menatap sedih Ara lagi. 


"Maksutnya?" Ara masih bingung dengan maksut dari Rendy.

__ADS_1


"Dahlah.. aku gak mau bahas dulu, nanti aku bakal bilang sama mami kamu buat ngelamar kamu setelah lulus" 


"Jangan nekat deh om" 


"Aku serius" 


Ara pun terdiam setelah ucapan terakhir Rendy,ia pun digiring untuk duduk di salah satu bangku kayu yang sudah ia siapkan.Dengan mengelus puncak kepala sang kekasih lalu mengecup puncak kepala Ara,Rendy pun duduk di bangku yang berada dihadapan bangku Ara tanpa melepas genggaman tangannya pada tangan Ata.


"Sayang"panggil Rendy tak ada respon dari Ara


"Sayang"panggilnya lagi.


"Eh.. iya om"sahut Ara akhirnya.


"Jangan terlalu dipikirkan,malam ini dinner pertama kita.Aku mau kamu bahagia sama aku"ucap Rendy lalu mengecup punggung tangan Ara.


Ara tersenyum dengan sikap romantis Rendy,pria dewasa dengan tingkat kecemburan diatas rata-rata sangat memperlakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Rendy tersenyum menampilkan lesung pipinya langsung membuat Ara histeris.


"Om.. cute banget sih lesung pipinya,gemes"ucap nyaring Ara gemas sendiri sampai badannya berdiri dan tangannya terulur mencubit pipi Rendy.


"Kamu suka?" 


"Suka banget,kegantengan om semakin bertambah habis dicukur ya..Kan jadi cinta akunya"ucap terang-terangan Ara.


"Berarti dulu aku gak ganteng?" 


Ara mengangguk semangat "Iya,kan dulu udah sering aku bilang"


Rendy langsung meletakkan tangannya di dada dengan ekspresi tengah tersakiti yang dibuat-buat "Jujurmu membuatku sakit sayang" 


"Dih lebay" 


"Kalau gak ganteng kenapa kamu mau jadi pacar aku?"tanya Rendy.


"Terpaksa"jawab Ara jujur 


"Terpaksa??? Kamu terpaksa??" 


Dengan semangat Ara terus mengiyakan."Iya kan waktu itu lagi patah hati,jadi langsung aja nerima om.Om nya sih masuk diwaktu yang tepat."sahut Ara membuat wajah cemberut Rendy semakin tercetak jelas.


"Kamu bikin aku sakit hati yank" 


"Uluh..uluh.. Sakit hati ya,sini sun dulu.Pasti sembuh deh sakit hatinya"goda Ara membuat Rendy tersenyum,apalah daya ia terlalu lemah menghadapi gadis dihadapannya.Pelet cinta dari kekasih kecilnya ini sangat membuatnya mabuk kepayang. 


"Kamu tuh paling bisa bikin aku senyum" 


"Udah jadi keahlian aku sayang"sahut Ara sambil mengerling membuat Rendy mengerjap-ngerjap beberapa kali sembari dadanya yang bertalu-talu merasakan euforia karna ulah kekasihnya.


"Kok diem sih om?"tanya Ara melihat Rendy yang terdiam.


"Hah?? Apa sayang?" 


"Ish.. om tadi bengong" 


"Maaf,tapi sungguh jangan mengerling genit kayak tadi yank" 


"Kenapa emang?"tanya Ara.


"Aku gak kuat" 


"Gak kuat apa?" 


"Pengen makan kamu" 


Wajah polos Ara tiba-tiba memerah dengan mengulum bibirnya. 


"Makanya jangan lagi ya,jantungku mau copot" 


"Lemah amat tu jantung,baru di kerling gini doang" Ara kembali mengerling membuat Rendy kembali terpana.Belum tau saja Ara jika Rendy juga lemah karna kibasan rambutnya dulu. 


"Sayang,jangan lagi"ucap Rendy mendesah kasar. 


"Hehe..hehe.. iya,iya gak lagi kok"sahut Ara cengengesan.


Keduanya pun mulai makan hidangan steak yang disiapkan oleh Rendy ditemani dengan soda pengganti wine.Karna Ara tak bisa dan tak dibolehkan mengkonsumsi alkohol oleh orang tuanya,bisa digorok jika ketahuan nakal. 


...….....


"Gimana sayang,kamu suka?"tanya Rendy saat Ara memakan steak buatannya kedalam mulut.


Dengan mengunyah,ia pun meangkat jempolnya sambil tersenyum.


"Sini aku suapi"Rendy kembali menyodorkan potongan steak di garpunya untuk ia suapkan pada Ara. "Aaaaa"ucapnya menyuruh Ara kembali membuka mulutnya.



Ara menerimanya dengan senang hati,matanya langsung berbinar merasakan potongan daging yang Rendy berikan sangat nikmat.


"Om,kok enak banget sih punya om"ucap Ara sambil terus mengunyah.


"Masa sih? Padahal sama kok"sahut Rendy. 


"Beneran enak banget"ucap Ara,Rendy pun menyuapkan potongan daging di piringnya ke mulutnya.Lalu Ara pun kembali memberikan potongan dagingnya pada Rendy.


"Gimana om,kan beda kan?"tanya Ara.


"Iya beda,lebih enak punya kamu"


Ara mengrenyit "Lah kok bisa?",


"Kan suapan penuh cinta,jadi makanannya lebih enak"sahut Rendy membuat Ara langsung bersemu.


"Berarti ini yang dirasain sama mami dan papi dulu"batin Ara tersenyum,kegiatan makan setiap harinya dirumah orang tuanya selalu bersikap romantis.Saling menyuapi dan makan pun dalam satu piring yang sama.


"Kamu kenapa senyum-senyum yank?"tanya Rendy.


Ara tersenyum "Inget mami sama papi Om,dari dulu.. papi sama mami selalu makan bersama dalam satu piring dan makan pun selalu saling suap-suapan.Kadang dulu aku sering baper liat keromantisan mereka hehe..."tuturnya membuat Rendy tersenyum.Ia meletakkan garpu dan pisaunya,lalu melipat tangannya di meja.


"Kamu bener.. saat aku masih kerja di Restoran punya mami kamu,pemandangan kayak gitu selalu dipertontonkan sama orang tua kamu.Hampir semua karyawan yang jomblo mengelus dada masing-masing karna ulah mereka berdua"sahut Rendy mengingat kenangan dulu.


"Dari kapan sih Om kerja sama mami?"


Rendy menerawang jauh mengingat kembali kenangan lalu "Satu tahun sebelum mami sama papi kamu menikah"


Ara mengangguk-angguk


"Dulu aku gak tau kalau yang punya restoran beneran ada,Karena rumor yang beredar dulu calon istri pemilik restoran itu mengalami kecelakaan dan menghilang.Aku aja dulu yang nerima bukan papi kamu,tapi asistennya dan katanya papi kamu sibuk buat cari mami kamu"


Ara menyimak "Terus..terus,ceritain lagi Om" Ara belum pernah mendengar cerita ini,hanya sebatas cerita dari daddy pernah ia dengar.


"Ya terus.. gak lama,kabar gembira kami dapat di restoran kalau mami kamu ditemuin.Meski kami hanya dapat kabar itu dari asisten papi kamu,tapi kami bener-bener senang karna bos besar bakal menunjukkan jati dirinya.Cerita cinta papi sama mami kamu pun dikepoin di restoran dulu.Setiap mbak Mita asisten papi kamu itu dateng,karyawan cewek pasti pada kepo nanyain sosok ibu Raina dan bapak Rayyan itu siapa."


"Segitunya ya om"


"Iya begitulah.. Sampai waktu pernikahan itu di selenggarakan,kami semua diundang saat akad nikah.Aku sama karyawan yang lain gak nyangka di undang diacara inti yang biasanya hanya dihadiri keluarga besar" ucap Rendy "Pas aku liat mami kamu,aku beneran kaget.. Gak nyangka dan syok"

__ADS_1


"Emang kenapa?"


"Mami kamu cantik banget kayak bidadari"sahut Rendy yang memang mengagumi kecantikan mami Rain dulu,sebelum mengetahui kegesrekan mami Raina yang sudah mendarah daging.


"Ck.. jadi om naksir mami?"decak Ara marah meletakkan kasar garpu dan pisaunya.


"Bukan sayang,bukan..Aku cuma kagum liat mami kamu beneran cantik,sebelum kelakuannya yang masyaAllah ketahuan"


"Maksutnya?"


"Setelah mami sama papi kamu nikah,mami kamu sering dateng ke Restoran.Kelakuan mami kamu bikin geleng kepala yank,bahkan sampai sekarang deh kayaknya hehehe..."ucap Rendy terkekeh.


"Aku bilangin mami nih"


"Bilangin aja,paling mami kamu cuma ketawa.Dulu bahkan sering godain aku tau pas udah hamil besar" ucap Rendy lagi tertawa.


"Godain gimana?"


"Macam-macamlah.. Makanya kamu dari dalam perut udah aku tekken jadi calon istri aku"


"Tekken?"tanya Ara dengan raut wajah terkejut.


"Iya.. aku udah keep kamu dari kamu masih didalam perut"


"Hah?? jadi yang dulu om sama mami bilang itu bener?" ucap terkejut Ara karna ia tak menyangka ucapan Rendy dan maminya saat di kapal Pesiar sungguh terjadi.


Rendy tersenyum "Iya benerlah,itu karna keusilan mami kamu sering ledekin om yang jomblo terus.Mamerin keromantisan mereka dihadapan om yang memang waktu itu jadi jomblo ngenes.. tanya aja sama mami kamu"sahut Rendy


Ara menggelengkan kepala,masih terkejut dengan fakta yang baru ia ketahui,kenapa semua yang ia lalui penuh kejutan pikir Ara.Tqpi akhirnya ia tersenyum ternyata lelaki dewasa dihadapannya menginginkan dirinya bahkan sejak dirinya belum lahir di dunia.Ara semakin merona dibuatnya.


..........


Setelah melakukan dinner dadakan,Keduanya kembali duduk di sofa yang berada di belakang kursi tempat keduanya makan,Jam masih menunjukkan pukul 7 malam,setidaknya keduanya dapat menghabiskan waktu berdua meski hanya sebentar.


Ara dan Rendy melakukan beberapa foto selfie dengan berbagai gaya,bukan untuk mereka umbar di media sosial.Karna Ara tak mungkin melakukan itu,mengingat keduanya melakukan hubungan diam-diam.Tapi untuk mereka pakai sebagai wallpaper masing-masing.


"Sayang"panggil Rendy yang memeluk Ara dari belakang dan Ara tengah duduk bersandar di dada bidang Rendy.


"Hhmmmm"


"Aku punya sesuatu lagi buat kamu"ucap Rendy membuat Ara bangun dari sandarannya. lalu membalik badan menghadap Rendy.


"Apa lagi? Masih ada?"


Rendy mengangguk sambil tersenyum. "Kamu merem dulu"


"Merem lagi?? Langsung aja sih Om,Om gak asik ih bikin penasaran terus"


"Udah nurut aja"


"Iya.. iya.. Aku merem ya"sahut Ara akhirnya lalu menutup matanya.Ia merasakan pergerakan dari Rendy,entah apa yang pria dewasa itu lakukan.


Ara pun merasakan benda tiba-tiba berada di atas pahanya,dengan mata yang masih tertutup ia pun meraba-raba benda apa yang berada dihadapannya.


"Om boleh buka gak matanya?"tanya Ara dengan senyum yang tak pudar dari bibir manisnya.


 "Boleh.. Pelan buka mata kamu"sahut Rendy yang duduk disebelah Ara,memandangi raut wajah bahagia sang kekasih meski belum melihat kejutan apa yang ia berikan.


Mata Ara pun mengerjap beberapa kali setelah membuka matanya,wajahnya tampak terus menampilkan senyumnya dengan memandang dua kotak yang berada di paha miliknya.


"Om,kok banyak banget ini apa?"tanya Ara.


"Kamu buka aja,kamu akan tau sendiri apa isinya"sahut Rendy mengelus pipi mulus sang kekasih.


Tangan Ara pun terulur untuk membuka satu kotak warna pink yang berada paling atas,matanya terkejut melihat sepasang sepatu ballet warna baby peach berada didalam kotak itu.Bahkan ia melihat sepasang sepatu itu dengan size kakinya,darimana Rendy tau ukuran sepatunya pikir Ara.



Ia melihat satu kertas yang terlipat berbentuk origami berada di ujung kotak,tangannya pun membuka lipatan kertas itu.


...To Aurora my sweetheart...


...Selamat atas terpilihnya kamu untuk pemeran Giselle yang sangat kamu impikan....


...Maaf karena aku telat ngucapinnya...


...Semangat selalu menggapai cita-cita ysng kamu inginkan....


...Aku akan selalu menemanimu...


...💛Love you sweetheart 💛...


Ara tersenyum lalu menoleh kearah Rendy "Makasih om,love you too om"ucap Ara.


"Sama-sama sayang,sekarang buka dong kotak satunya" sahut Rendy mengecup pipi kanan Ara.


Ara pun meletakkan kotak yang sudah terbuka itu disebelahnya dan perlahan membuka kotak berwarna navy dsm mata Ara semakin terbelalak tak menyangka sepasang sepatu ballet dengan bordiran sangat cantik berada didalam kotak.



"Om,ini cantik banget"ucap Ara sangat menyukai hadiah dsri kekasihnya.Septu balet warna putih dengan ukiran cantik serta taburan swarovski sangat mewanan hati.


"Syukurlah kalau sayang suka"sahut Rendy membalas senyuman kekasihnya.


Kembali Ara melihat kertas terlipat disana dan sebuah amplop yang entah apa isinya.Tangan Ara lebih dulu meraih amplop coklat yang berada di sisi kanan kotak.Tulisan sampul amplop disana sudah membuat Ara tak bisa lagi berkata-kata,ia melihat kembali Rendy dan Rendy kembali menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


...PENGADILAN AGAMA...


Panggilan dari pengadilan agama tertulis disana,tanggal mulainya sidang pertama untuk perceraian Rendy dan Nadia sudah ditentukan.Semua sudah tertulis disana,Ara pun membaca setiap kata dengan seksama.


"Jadi om beneran mau pisah sama istri om?"tanya Ara yang seharusnya tak perlu lagi dijawab karna sekarang Rendy pun telah bersamanya.


"Iya sayang,ini awal dari hubungan kita.Aku mau serius sama kamu"sahut Rendy serius memandang wajah cantik kekasihnya.


"Entah haruskah aku bahagia diatas kehancuran wanita yang lain?"batin Ara merasa bersalah karna menjadi duri di kehidupan Rendy dan istrinya.


"Sayang,buka dong kertas satu lagi"ucapan Rendy membuat Ara tersadar lalu tersenyum.


Ia pun meraih lipatan kertas dan mulai membaca note yang ditulis oleh kekasihnya,entah kapan.


...Dear,my Aurora..Aku begitu bahagia karna bisa mencintaimu,mencintaimu adalah hal terindah yang pernah aku rasakan.Apalagi saat memilikimu dan memiliki perasaan yang sama denganmu itu aku anggap anugerah yang Tuhan berikan sama aku.Karena semenjak kamu hadir dan membuatku nyaman,aku sama sekali tak pernah tertarik dengan wanita manapun selain kamu.Cuma kamu....


...Sayang mungkin aku bukan lelaki yang super romantis seperti lelaki kebanyakan,akupun bukan lelaki yang pintar merangkai kata-kata.Tapi sayang,aku lelaki yang siap jatuh bangun berjuang untuk hubungan kita.Semoga dari surat yang kamu baca sebelumnya,kamu bisa mengerti perasaanku dan keinginanku untuk lebih serius menjalani hubungan ini denganmu...


...Jangan pernah meragukan cintaku,karena aku sangat dan terlalu mencintaimu 🧡...


Setelah Ara membaca tulisan demi tulisan itu,ia langsung menghambur kepelukan Rendy.Memeluk prianya.


"Makasih om,makasih sudah mencintai Ara seperti ini"ucap Ara sudah tak dapat lagi berkata-kata.Ia hanya menatap wajah sang kekasih dengan tatapan penuh cinta.


"Sama-sama sayang,aku lebih terimakasih karna kamu mau mencintai lelaki tua lemah sepertiku.Aku sangat mencintaimu"sahut Rendy membalas pelukan sang kekasih,mencium puncak kepala Ara dengan penuh kasih sayang."Kita berjuang sama-sama ya,ini semua awal dari hubungan kita.Genggam selalu tangan aku seperti ini(Rendy meangkat tangannya dan tangan Ara yang ia tautkan) karna badai apapun yang nanti terjadi dalam hubungan kita,aku akan terus genggam tangan kamu dan tak akan aku lepas"lanjut Rendy menatap manik mata coklat yang tengah menatapnya dalam.


Perlahan bibir keduanya saling tertaut mesra mengakhiri dinner romantis dadakan yang dibuat oleh Rendy.


..............


...Plak.....

__ADS_1


...Plak.....


Rendy menyeka sudut bibirnya yang berdarah tanpa melawan,tanpa disangka ia pun malah tersenyum menatap lawan bicaranya.


__ADS_2