
Rendy yang tengah menyetir mobilnya terus tersenyum melihat tingkah manja kekasihnya yang menempel padanya sedari tadi. Mobilnya berhenti pada lampu merah.
"Sayang"panggilnya.
"Hhmmm"balas Ara menopang dagunya pada bahu Rendy lalu tersenyum
"Boleh gak mata kamu aku tutup?"tanyanya.
"Buat apa?"tanya Ara.
"Kan mau surprise"sahut Chef Rendy dengan tersenyum.
Aurora merona,ia suka hal-hal romantis seperti ini.Ia menggigit bibir bawahnya dengan mata menatap kekasihnya.
"Yaudah boleh.. Untung aku suka di surprisein"ucapnya malu-malu.
Rendy pun meraih sapu tangan yang berada di dashboard mobil lalu melipatnya hingga menjadi gulungan kecil memanjang.
"Aku tutup ya"ucapnya lalu diangguki oleh Aurora.Gadis itu membenarkan tatanan rambutnya dan terus tersenyum dengan kelakuan kekasihnya.
……
Kursi roda yang tengah diduduki oleh Aurora berjalan dengan bantuan Rendy,setelah lelaki tadi membantunya untuk turun dari mobil seperti biasa.
"Om"panggilnya.
"Iya sayang"sahut Rendy.
"Kita udah sampai ya?"tanyanya.
"Iya.. sabar ya,bentar lagi kok"sahut kembali Rendy terus mendorong kursi roda itu.
Tak lama kemudian,Aurora merasakan ia tengah berhenti di suatu tempat.Hawa dinginnya AC membuat ia sadar jika tengah berada di dalam ruangan dan terdengar juga suara orang tengah mengobrol.
"Aku yakin kamu bakal suka"bisik Rendy dari belakang lalu mencium pipi Aurora.
Perlahan ikatan di matanya pun terbuka,matanya yang sebelumnya gelap merasakan cahaya yang tengah masuk di penglihatannya.Matanya mengerjap berkali-kali.
Mata gadis itu berbinar,senyum indah tak pudar dari bibirnya.Ia tengah berada di dalam restoran mewah,dengan ornamen warna emas dengan pink membuat kesan mewah dan romantis disana.Ia melihat meja yang tertata rapi dihadapannya,nuansa pink membuat senyumnya semakin merekah.
"Kamu suka kan?"tanya Rendy memeluk bahu Aurora dari belakang.
"Suka banget Om.. Ini indah,Om so sweet banget sih.Cinta deh"sahutnya,gadis yang selalu bahagia diperlakukan bak tuan putri itu terus memancarkan sinar dari matanya.
Rendy ikut tersenyum bahagia,ia pun menarik kursi yang berada di depan tempat Aurora lalu duduk disana.
"Aku suka liat senyum kamu"ucapnya meulurkan tangan.
Aurora tersipu,ia yang hafal dengan keinginan kekasihnya itu pun mengulurkan tangan juga lalu dengan cepat Rendy menggenggamnya.
Tak lama alunan biola mulai mengalun indah terdengar sangat merdu,menambah kesan romantis keduanya.
Pancaran cinta Rendy seakan tengah meledak-meledak,lelaki itu menatap intens kekasihnya yang masih menikmati alunan biola.
"Om tau darimana restoran ini?Kok tau aku suka hal-hal romantis kayak gini"tanya gadisnya.
__ADS_1
Rendy tersenyum "Aku selalu tau apa yang kamu suka sayang"sahutnya "Kamu penasaran aku taunya dari mana?"tanyanya balik.
Gadis itu mengangguk,jujur saja ia baru kali ini masuk ke restoran mewah selain milik orang tuanya.Dulu saat bersama dengan Alan,lelaki itu lebih suka mengajaknya piknik untuk menghabiskan waktu berdua.
"Bentar"Rendy pun beranjak tapi tangannya langsung dicekal oleh Ara.
"Om mau kemana?"
"Manggil yang punya resto"sahutnya enteng.
Aurora membulatkan matanya "Om,om ngigo.. Gak semua orang bisa seenaknya ketemu sama pemilik Resto Om,pasti susah.. Jangan ngadi-ngadi deh,udah duduk aja..Ara cuma penasaran aja" bisik nya pelan,seakan malu dengan kata-kata ngawur kekasihnya.
Rendy mengulum senyumnya. "Tenang,aku kenal deket banget sama pemiliknya"
"Om serius"selidiknya
"Seribu rius malah"
"Ck..Gak lucu Om" Aurora bercedak lalu cemberut,hal itu membuat Rendy gemas sendiri.
Lelaki itu mencondongkan badannya lalu mengecup bibir yang tengah mengerucut itu.
Cup
Reflek Aurora langsung menutup mulutnya.
"Om"panggil geram Aurora dengan mata melotot.
"Kamu bikin gemes kalau ngambek,jangan salahin aku kalau aku cium"
"Banyak orang disini,jangan macem-macem deh Om"ucap Aurora lagi,ia melirik kanan kiri kalau-kalau ada yang melihat kelakuan mesum kekasihnya itu.
Aurora yang sibuk meneliti orang-orang disana,tak menyadari jika Rendy sudah menjauh darinya.
...……...
"Lho,om kemana"gumamnya melihat bangku tempat Rendy sudah kosong.Ia meraih ponselnya yang berada didalam tas kecilnya lalu mendial nomor kekasihnya.
'MyOldman🤍' tertera dilayar ponselnya,beberapa saat panggilan itu sama sekali tak ada jawaban.
"Kemana sih Om" gumamnya lagi kembali clingak clinguk "Apa ke kamar kecil ya"lanjutnya.
"Mas..mas,maaf mau nanya.Mas liat lelaki yang duduk sama saya tadi gak?"tanya Aurora pada pelayan lelaki yang melewatinya.
Lelaki itu mengangguk lalu menggeleng "Maaf nona saya tidak melihat"sahutnya,lelaki itu pun melanjutkan langkahnya menjauhi Aurora.
"Kok pergi gak ngomong sih,nyebelin banget"gerutunya,ia terus menatap ponselnya.Kembali mendial nomor sang kekasih.
Grrekk
Ggrreekk
Suara decitan roda terdengar mendekati mejanya,Aurora yang tengah kesal sangat malas untuk melihat orang yang tengah meantar makanannya.Padahal ia pun belum memesan sama sekali.
Suara tangan meletakkan hidangan juga terdengar,tapi ia masih kesal.
__ADS_1
"Ehem"dehem seseorang,ia masih diam.
"Ehem..ehem"dehemnya lagi,dengan malas gadis itu mendongak.
Matanya membulat melihat siapa yang tengah membuatnya malas setengah mati itu.
"Om.. Om ngapain?"tanyanya dengan mata melotot.
Rendy berdiri masih menyiapkan hidangan di meja itu hanya tersenyum.
"Naruh makanan sayang"sahut enteng Rendy.
"Maksut Ara,om ngapain pakai apron?"tanyanya lagi,melihat kekasihnya memakai apron berwarna putih bersih "Bentar..bentar,ini restoran Om?"lanjutnya bertanya,otak gadis itu terus bertanya-tanya.Hingga matanya tak sengaja melihat seorang lelaki memakai seragam berwarna putih khas seorang chef mendekati mejanya sembari tersenyum.
"Wah,gak sabar banget sih bos.. Baru juga mau dianter,malah nganter sendiri"ucap lelaki itu setelah menepuk bahu Rendy.
"Lama"sahut singkat Rendy.Lelaki itu hanya terkekeh lalu pandangannya beralih pada Aurora yang menatap keduanya.Lelaki itu pun tersenyum.
"Selamat menikmati nona"ucapnya sopan.
Aurora yang tengah melamun pun tersadar,lalu tersenyum mengangguk.
"Jangan lama-lama menatap cowok lain sayang,gak kurang dari 5 detik kamu harus alihkan pandangan kamu"tiba-tiba kekasih tuanya itu ngomel,mata menyalak dengan tatapan mengerikan menatap Salim temannya. "Kamu tau,aku pencemburu"lanjutnya beralih menatap kekssihnya tanpa senyum,membuat Aurora hanya bisa menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Ngeri..ngeri...ngeri..Gitu banget bos"timpal lelaki yang tak lain asisten chef sekaligus temannya itu. "Masa gue juga termasuk?"tanyanya menatap heran temannya itu.
"Lo kan cowok,termasuk lah"sahut tegas Rendy kembali duduk di tempat ia sebelumnya.
"Tapi gue temen lo Ren,elah.. gitu amat" getol teman Rendy.
"Jangankan temen,sodara aja bisa nikung.. Maap,maap nih gue sedia payung sebelum hujan"sahutnya terang-terangan.Aurora menatap kekasihnya dan lelaki itu hanya tersenyum membalas tatapannya.
"Perkenalkan sayang,dia asisten chef disini sekaligus temanku"ucap Rendy memperkenalkan temannya pada sang kekasih. "Gak pake salaman"lanjutnya melihat gerak gerik temannya ingin meulurkan tangan.
Astaga posesif sekali Chef Rendy ini 🤦.
"Astagfirlloh..Bos,bos"temannya itu sampai beristighfar melihat kelakuan Rendy.
"Saya Aurora Om"sapa Aurora pada lelaki itu tanpa berjabat tangan,ia melirik kekasihnya itu dan memutar mata malas.
"Aku Salim, kalau susah manggilnya panggil sayang juga gapapa"sahut lelaki itu membuat Aurora terkekeh tapi tidsk dengan lelaki tua itu langsung melebarkan matanya tajam menatap temannya.
"Jangan macem-macem lu,gue pecat mau"ancam Rendy langsung kembali dengan tatapan menyeramkan.
"Ampun bos.. Canda bos,ampun dah"sahutnya menangkup tangannya sambil nyengir tak berdosa. "Kalau begitu saya mau kembali ke belakang.Takut banteng ngamuk"pamitnya pada Aurora membuat gadis itu tersenyum karena sang kekasih yang tengah disebut dengan julukan banteng.Memang benar yang dikatakan oleh teman kekasihnya itu jika wajah Rendy bak banteng yang siap menyeruduk.
Rendy pun kembali duduk dihadapan sang kekasih,dengan cekatan lelaki itu memotong-motong steak yang berada dihadapan Aurora.
"Selamat menikmati sayang"ucapnya dengan tersenyum,menyerahkan piring kekasihnya itu.
"Makasih Om"sahut Aurora sambil tersenyum bahagia."Jadi bener restoran ini punya Om?"lanjutnya bertanya.
"Heem,alhamdulillah punya sendiri.Makan dulu yuk"ucap Rendysambil tersenyum membuat Aurora ikut tersenyum dan mengangguk menyetujui.Keduanya pun menikmati hidangan dihadapan mereka.
...….....
__ADS_1
"Aurora"
Gadis yang tengah menikmati hidangan bersama kekasihnya itu pun menoleh kearah seseorang yang tengah memanggilnya.Alis gadis itu tengah mengrenyit,mengingat orang yang tengah memanggilnya dengan senyum di bibirnya.