
Setelah menginap di hotel dan mendapat teguran dari sang ibu karna Nadia menangis,Chef Rendy sekarang terpaksa tinggal dirumah orang tuanya bersama Nadia.Nadia beralasan jika ia ingin tinggal bersama dengan sang mertua karna permintaan sang calon bayi.
Rendy hanya menatap jengah dengan semua akting yang Nadia perankan.Rendy tengah menyandarkan kepalanya pada kepala ranjang,tangannya terus men scroll instagram milik Ara bagai seorang stalker.
"Ah.. benar ini memang dia"ucapnya saat melihat bayi kecil dengan wajah cantik.Hidung mancung dengan bulu mata lentik tak tertutup meski pipinya gembul bagai bakpao.
Rendy tersenyum menatap foto itu lalu melikenya.
Tangannya kembali membuka story instargram yng baru saja masuk.Terlihat dua orang manusia dengan wajah berbeda meski keduanya kembar.
Terlihat disana Ara tengah menggoda kakaknya yang serius menyetir.Entah kenapa tawa Ara membuat chef Rendy kecanduan dan merasa bahagia hanya dengan melihat tawanya.
Tiba-tiba saja Rendy kesal karna getaran ponsel yang berada di nakas membuat kebahagiannya terganggu.Ia melirik beberpa kali ponsel sang istri itu bergetar,lalu ia meedarkan pandangannya tak nampak keberadaan istrinya di Kamar.
Ia pun dengan cepat meambil ponsel sang istri karna sungguh ia sangat amat teeganggu dengan getaran itu.
Jl.Kemayoran tertera di layar dengan chat yang beberapa kali masuk.
"Nama yang aneh,Jalan Kemayoran maksutnya apa"batin Rendy mulai penasaran.
Ia pun mencoba membuka kunci sandi telfon sang istri,tapi beberapa kali mencoba selalu salah.Mulai dari tanggal lahirnya dan tanggal lahir sang istri tapi tak ada yang benar.Sampai ia iseng menggunakan nomor yang sangat mudah dan wollaa…
Akhirnya pin ponsel sang istri terbuka.
Rendy ingin tertawa terbahak karna sandi yang sangat konyol dibuat oleh sang istri.
"Apa otaknya tak bekerja,kenapa ceroboh sekali menggunakan pin hanya 123456"monolog Rendy dengan terkekeh pelan.
Ia mulai membuka aplikasi chat milik sang istri.Dan wow,Rendy bahkan bertepuk tangan melihat chat disana.
"Grup para mami"gumam Rendy melihat grup chat yang dari namanya saja sangat menggelikan.Jangan ditanya lagi isinya seperti apa,karna sungguh itu grup unfaedah bagi emak-emak.
Lalu ia kembali melihat chat yang masuk dari seseorang bernama 'Jl.Kemayoran',tangan Rendy pun membuka chat istrinya dengan orang itu.
Chat yang begitu mesra tertera disana,bahkan orang itu sangat perhatian dengan sang istri.Senyum menyeringai pun tersaji di bibirnya,hingga lesung pipinya terpatri disana.
"Wah,sungguh pasangan yang serasi"ucapnya melihat sang istri dan orang itu tengah saling merayu dan menggoda.Bahkan chatnya menjurus ke adegan panas.
Terlihat foto mesra kedua manusia yang berada diatas ranjang dengan selimut yang menutupi sebatas dada,terlihat sang istri disana tersenyum dengan menyandarkan kepalanya pada dada sang laki-laki.
"Bukankah semua bukti ini cukup..Apa sebaiknya ku ajukan sekarang?"gumamnya menimbang-nimbang keputusannya.
Cklek
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kepala sang istri yang sedikit masuk untuk memanggilnya.Dengan cepat Rendy menyembunyikan ponsel milik istrinya.
"Mas,yuk turun.Sarapan udah siap"ucapnya dengan manis.
Ah..ingin sekali ia muntah mendengar kata-kata manis sang istri yang pertama terjadi.Dan apa tadi kata sang istri.
"Mas"batinnya dalam hati.Ia lalu terkekeh. "Baiklah,mari kita berakting sampai film ini selesai"lanjutnya dengan senyum liciknya.Ia pun turun dengan senyum terus terpatri di bibirnya,mengikuti akting sang istri yang sangat mahir itu.
💜
💜
💜
Seperti dugaannya sebelumnya,sang istri sudah bersiap dengan dandanannya setelah sarapan bersama kedua orang tuanya.Rendy hanya melihat tanpa minat kearah sang istri yang terlihat bahagia.
Bagaimana tak bahagia,si brondongnya sudah menanti kedatangannya.Pikir Rendy.
"Ma,Pa.. Nadia berangkat dulu ya"pamitnya pads kedua orang tua Rendy.
"Kok buru-buru sih nak,emang mau kemana sih?"tanya sang ibu mertua.
"Ada arisan sama temen-temen ma,sekalian mau lihat pameran lukisan"sahutnya lancar tanpa gugup sama sekali.
__ADS_1
Ingin sekali Rendy ngakak saat itu juga,alasan klise yang sering ia dengar dari mulut sang istri.
Mama Rendy yang selalu positif thinking dengan sang menantu,apalagi saat ini sang menantu tengah mengandung cucunya hanya bisa mendukung dan membiarkan selama itu masih wajar.
"Jangan terlalu capek ya sayang,ingat kamu hamil"pesan sang ibu mertua.
"Malangnya nasib ibuku"batin chef Rendy yang tengah merokok tak jauh dari istri serta kedua orang tuanya.
"Iya ma,Nadia hati-hati kok.. Yaudah Nad pergi ya"pamitnya lagi.Ia pun menghampiri Rendy dan mencoba menyalami tangan Rendy,tapi dengan cepat Rendy melengos pergi dari hadapan Nadia.
Nadia hanya bisa menatap nanar sang suami lalu pergi keluar rumah.
Tak seberapa lama setelah Nadia pergi,Rendy pun juga bersiap untuk pergi.Mamanya yang sedari tadi melihat tingkah Rendy pun kembali menegur putra semata wayangnya.
"Ren,mama mau bicara"ucap mama Rendy.
"Apa ma?"tanya Rendy yang hafal.Pasti tentang sang istri.
"Kamu itu loh,jangan cuek gitu sama Nadia..Dia itu istri kamu lho Ren,mama liat kamu itu dingin banget sama istri sendiri"
"Perasaan mama aja,Yaudah Rendy berangkat kerja ma"pamit Rendy mencium punggung tangan sang ibu lalu berpindah pada papanya yang harus duduk di kursi roda karna lumpuh.
💜
💜
💜
Rendy melajukan mobilnya,mengikuti gps yang sudah ia sambungkan dengan milik Nadia.Ia ingin mengetahui akan kemana perginya sang istri dengan lelaki yang mengucap rindu di aplikasi chatting milik sang istri tadi.
Sampai ia di Jl.Kemayoran ia masih mengikuti arah gps sang istri berada.Dan disinilah ia sekarang,berada di depan hotel mevvah.Jangan lagi ditanya apa yang dilakukan istrinya dengan orang itu.Sudah pasti mencari kepuasan yang tak ia dapat darinya.
Rendy memarkirkan mobilnya,lalu masuk kedalam hotel tersebut.Seketika ia bersembunyi di balik pilar besar saat melihat sang istri dengan seorang laki-laki tengah berpelukan mesra di lobby hotel.Seakan tak tau malu dan merasa tak akan ada yang mengganggu keromantisan keduanya.Keduanya mabuk dalam pelukan.
"Cih,konyol"gumamnya memfoto beberapa adegan pelukan bahkan ciuman keduanya yang benar-benar tak tau malu.
Rendy tengah duduk di kursi kemudi dengan pintu mobil yang belum tertutup karna ia tengah merokok.
Ingatannya kembali saat dulu,pertama ia bertemu dengan sang istri sebagai sama-sama asisten chef saat mereka kuliah di Luar Negeri.
Sifat Nadia yang mudah bergaul dan sangat perhatian padanya dulu membuat seorang Rendy yang konyol jatuh cinta.Dan akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah setelah study mereka berdua selesai.
Rendy membumbungkan kembali asap rokoknya keudara lalu membuang puntung rokoknya sembarangan.Ia meraih ponsel miliknya karna sedari tadi ponsel itu bergetar.
"Hallo"
"......."
"Gantiin gue hari ini"
"....."
"Oke...makasih brother" sahutnya lalu mematikan panggilan yang tak lain dari teman sekaligus asistennya.
Ia membuka aplikasi Instagram untuk menghilangkan rasa yang membuatnya sesak hari ini,mungkin dengan melihat wajah cantik Aurora seperti tadi pagi perasaannya bisa kembali membaik.
Ia pun meulang membuka story instagram milik Ara dan benar,senyum Ara menular padanya.Membuat Rendy tersenyum.
"Permata Nusantara"gumamnya melihat nama sekolah yang di tag oleh Ara di beberapa foto miliknya.Sesaat ia terdiam,lalu dengan tersenyum kembali terpatri mobil range rover berwarna hitam itu meluncur untuk menghampiri gadis yang membuat jiwa mudanya berkobar lagi.
💜
💜
💜
'Pucuk dicinta ulam pun tiba' mungkin itu pepatah yang dapat disematkan pada Rendy kali ini.Semesta tengah mendukungnya,saat ia sampai tak jauh dari SMA Permata Nusantara tanpa diduga gadis yang ia tunggu berada tak jauh dari gerbang sekolah.Terlihat gadis itu clingak clinguk menunggu seseorang.
__ADS_1
Saat dari belakangnya ada taxi yang tengah melaju mendekati Aurora,dengan cepat Rendy menancapkan gasnya untuk mendekati sang gadis.
Cckkiiitt
Suara rem mendadak dengan cepat membuat mobilnya sekarang berada dihadapan Aurora.Tampak dari dalam mobil gadis itu tengah trkejut dengan mata membola,semakin membuat wajah gadis itu terlihat menggemaskan dimata Rendy.
Ia pun menurunkan kaca mobil sebelahnya untuk menyapa gadis itu.
"Kamu"ucap Aurora dengan tatapan terkejutnya,tapi malah Rendy balas dengan senyuman menatap Aurora.
"Hay,kamu mau kemana?"tanya Rendy dengan tersenyum.
Aurora menatap kembali ponselnya yang terus berdering karena panggilan kakak serta sahabatnya.
"Ara"panggil Rafa dari arah belakang,berada jauh di dalam pagar membuat Ara dan Rendy menatap Rafa bersamaan.
Cklek
"Jalan om"teriak Ara menyuruh Rendy untuk menjalankan mobilnya tapi Rendy hanya diam menatap bingung Ara.
"Ara,jelasin nanti om.. Cepet jalan"ucap Ara lagi membuat senyum tersungging di wajah Rendy hingga lesung pipinya terlihat.Lalu ia melajukan mobilnya,ia melirik ke spion terlihat Rafa yang hanya diam memandang kepergian sang adik dari depan gerbang sekolah.
Rendy melirik gadis disebelahnya yang tengah temenung dengan menatap ke luar jendela.Entah apa yang tengah otak cantik gadis itu pikirkan pikir Rendy.Sudah setengah jam mereka hanya berputar-putar dijalan tanpa tau tujuan.
"Kamu mau diantar kemana cantik?"tanya genit Rendy sengaja membuat Ara emosi.
Dan benar,dengan cepat Ara menoleh lalu berdecak karna tingkah genit lelaki dewasa di sebelahnya.Lalu ia kembali menatap ke luar jendela tanpa membalas ucapan Rendy.
"Kamu lagi ada masalah di sekolah?? Atau sama saudara kembarmu?"tanya Rendy sekarang serius dengan mata menatap lurus jalanan ibukota.
Telihat gadis itu menghela nafas kasar "Om"panggilnya pada Rendy.
"Hhmmm"
"Wajar gak sih kalo aku marah karna seseorang hina papi?"tanyanya pada Rendy.Rendy melirik pada gadis di sebelahnya tengah menahan tangis dengan mata berkaca-kaca.Ia pun menepikan mobilnya lalu badannya menghadap ke arah Ara yang membuat Ara bingung.
"Kok berhenti?"tanya Ara bingung.
"Kan tadi kamu tanya sama Om,om gak bisa jawab lah kalo sambil nyetir"sahut enteng Rendy.
Ara sedikit terhibur dengan sahutan om-om genit di hadapannya ini.
"Om ih,Ara serius"
"Om juga serius...Serius suka sama kamu"sahut nyeleneh Rendy membuat Ara tersedak salivanya sendiri.
"Ish,om gak bisa diajak serius Ngeselin"ucap Ara merajuk melipat tangannya di depan dada tanpa menghiraukan Rendy yang menatap gemas dirinya.
Tangan Rendy terulur untuk membelai rambut panjang yang tergerai panjang itu "Kamu pantas kok marah.Bahkan kalau ada om disana,Om bakal bela kamu"sahut Rendy sungguh-sungguh.
Mendengar kata-kata Rendy membuat si gadis gampang baper itu pun kembali berkaca-kaca.Bahkan air matanya seakan akan ingin mengalir deras saat itu juga.
"Hiks...hiks.."terdengar isak tangis dari Aurora dengan wajah tertunduk di sebelahnya.Ada yang membelanya saat ini membuat hati Ara sedikit tenang dan usapan lembut di rambutnya membuatnya semakin tenang karena usapan dari laki-laki dewasa di sebelahnya ini sangat mirip seperti usapan papinya.
Tangis Ara terhenti,lalu ia menatap Rendy dengan mata berkaca-kaca membuat reflek Rendy menjauhkan tangannya dari rambut Ara.
"Kok berhenti,elus lagi Om"ucap Ara sesegukan"Ara rindu papi"lanjutnya lirih membuat tangisnya semakin terdengar nyaring.Rendy yang mengira gadis itu akan mengamuk padanya ternyata tidak,gadis itu malah ingin dielus kembali karena sedang rindu dengan Almarhum papinya.
Dengan cepat Rendy merengkuh tubuh sang gadis cantik yang tengah menangis itu.
"Menangislah.. menangislah disini,cuma di hadapan Om.Cuma dipelukan Om"ucap Rendy berbisik di telinga Ara membuat tangisan gadis itu semakin nyaring.Keduanya pun larut dengan pelukan mereka.
...💜💜💜...
...Yuk sayang jangan lupa sajennya buat Amma 🤣...
...Kasih love,like,komen n giftnya buat mereka ya,biar Amma semangat upnya 😘😍...
__ADS_1
...Salam Sayang Amma Nada 😘...