Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Masih Rafa-Ayu


__ADS_3

Keesokan harinya,Rafa tengah duduk di dalam kelas,waktu istirahat baru dimulai.Tangannya beberapa kali membuka lembar dokumen yang diberikan oleh ibu panti tadi malam,ia sudah lebih dulu membicarakan semua dengan daddy nya tadi malam dan jawaban dari lelaki tua kesayangannya itu membuat ia tak berhenti mengucap syukur karena Tuhan mengirimkan orang-orang baik disekitarnya.


"Saham di perusahaan daddy yang berada di Indonesia itu semua milikmu boy,kamu memiliki saham terbesar disana jadi tanpa kamu sadar pemasukan dari perusahaan daddy masukkan ke rekening yang sudah daddy buat khusus untukmu.Kamu bisa menggunakan nama perusahaan untuk jadi donatur tetap disana.Besok biar Yuda akan pergi bersamamu ke panti itu."ucap daddy dalam panggilan telepon yang masih Rafa ingat. 


Pikirannya sesaat terusik karena suara-suara dari meja tak jauh dari duduknya tengah membicarakan seseorang yang ia kenal. 


Hawa panas kembali mendera dirinya,tangannya terkepal. 


Sreekk 


Decitan bangku miliknya membuat beberapa mata temannya menatap Rafa terkejut.Ia menutup dokumen itu lalu pergi. 


...……....


Suara tawa beberapa orang itu tengah menggema di dalam gudang yang berada di paling ujung bangunan sekolah.


"A****g.. Yang bener dong bersihinnya"Bentak seseorang yang suaranya dapat Rafa dengar membuat ia berjalan lebih cepat. 


"Liat cocok banget kan dia jadi tukang bersih-bersih.. Orang miskin sih"suara ejekan itu terdengar nyaring dengan kembali gelak tawa yang lainnya.Disana tampak tiga siswi tengah duduk dengan gaya bak ratu dan dibawahnya ada siswi yang harus mendapat perlakuan tak mengenakkan dari ketiga siswi itu.


Brak 


Brak


Rafa menendang pintu gudang yang terkunci,beberapa kali ia menendang pintu itu akhirnya pintu berwarna coklat itu terbuka. 


Tampak ketiga gadis itu menatap terkejut melihat wajah merah padam Rafa,sedangkan gadis yang berada dibawah mereka itu masih mencoba kembali duduk setelah tersungkur karna tendangan Rissa mengenai perutnya.Ia pun kembali melakukan pekerjaannya yaitu menggosok sepatu para gadis itu dengan sebuah cotton bud.Guncangan badan dari belakang punggung Ayu membuat Rafa tau apa yang tengah terjadi pada gadis aneh itu. 


Langkahnya maju lebih cepat dari biasanya,tatapan mata menyalang membuat Rissa sang ketua geng itu sempat ketakutan tapi kembali wajah gadis itu kembali tenang seolah tak goyah atas kedatangan Rafa.


"Eh,pahlawan dateng"sambutnya dengan melipat tangan didada. 


"Lo berdiri"ucap Rafa pada Ayu setelah ia berada disebelah gadis itu.Tapi seakan tuli Ayu masih tetap membersihkan sepatu geng Rissa. "Lo tuli,gue bilang berdiri ya berdiri"teriak Rafa lagi emosi.Tangannya mencengkram lengan gadis itu lalu menyentaknya,hingga Ayu berdiri. 


Keduanya saling tatap,Lelehan air mata serta memar di pipi gadis itu membuat Rafa sadar apa yang terjadi.Ia kembali mengepalkan tangannya lalu beralih menatap Rissa dengan tatapan membunuh.


"Kalo kelakuan lo di sekolahan kaya preman,mending lo ke pasar sono jadi preman beneran.Gak pantes lo di sebut murid disini"ucap Rafa pada Rissa.


Gadis itu menyeringai, lalu ia turun dari meja yang ia duduki dan mendekati Rafa. 


"Uh,kamu tuh marah-marah terus deh Raf kalau ketemu sama aku.Sedih deh"ucapnya dengan pura-pura sedih. 


"Karena lo biang masalah" 


"Kok aku? Aku gak cari masalah kok"pura-puranya mengelak


"Dengan selalu menindas cewek ini lo bilang lo gak cari masalah? Sakit lo" 


Tiba-tiba Rissa mengulum bibirnya,lalu tawanya meledak. "Sayang,kalau dengan menindas ini cewek miskin atau ganggu saudara kembarmu itu bisa buat kamu ngomong dan ketemu sama aku kenapa gak? Aku bakal ngelakuin ini sampai kamu sadar ada aku disekitar kamu" Dengan seenak jidat gadis itu melingkarkan tangannya pada lengan kiri Rafa.


"Sakit lo emang"sahut Rafa melepaskan belitan Rissa. 


Dua kali Rafa mengatakan dirinya sakit,tanpa sadar Rissa mengepalkan tangannya kembali.

__ADS_1


"Sakit?"monolog Rissa lalu ia terkekeh dengan bertepuk tangan. "Sakit kamu bilang? Sakit kamu bilang Rafa??? Iya..Iya benar aku sakit Rafa,aku sakit karena terlalu suka sama kamu dan gak pernah kamu anggap.Kamu gak pernah liat aku.Dari awal kita sekolah disini aku udah suka sama kamu..Beberapa kali aku nyatakan itu sama kamu,tapi kembaran sialan kamu itu selalu ngalangin aku dan sekarang saat gadis sialan itu gak ada lagi.Kenapa harus ada cewek miskin ini yang jadi halangan lagi hah??Dia siapa kamu?? "Teriak Rissa dengan frustasi.


Rafa mengepalkan tangannya karena ucapan gadis itu tentang adik kembarnya,Rissa kembali maju mendekati Rafa,menatapnya masih dengan tatapan tajam.Dengan cepat ia mendaratkan bibirnya pada membuat Rafa mengepalkan tangannya dan langsung menyentak kelakuan crazy gadis itu. 


Kedua teman Rissa dan Ayu terkejut dengan adegan tiba-tiba dari Rissa dan Rafa. 


Rafa menyentak lengan Rissa "Lo gak lebih dari j****g dengan kelakuan lo s****n!" Ucap tajam Rafa kembali mencengkram lengan Rissa hingga gadis itu mengerang kesakitan.Dihempaskannya gadis itu hingga terjerembab dan menatapnya dengan tatapan membunuh.


Rissa meringis kesakitan dan kedua temannya mencoba membantu Rissa untuk berdiri,mereka tak menyangka Rafa yang dikenal begitu dingin itu sangat menakutkan jika mengamuk.Rafa langsung membalik badannya tapi sesaat ia berhenti lalu kembali membalik badan ke arah Rissa. 


"Emm,Lo pengen tau dia(tunjuk Rafa pada Ayu yang tak jauh darinya) siapa?" Ucapnya dengan seringai menakutkan,lalu berjalan mendekati Ayu dan tanpa aba-aba ia pun melabuhkan ciumannya pada gadis yang menatapnya dengan tatapan terkejut.


"Hapus ciuman cewek s*****n itu dari bibir gue"bisik Rafa dengan memagut bibir Ayu. Membuat Mata Ayu membulat sempurna dengan badan yang tiba-tiba lemas seketika.


Untung saja Rafa sudah melingkarkan tangannya pada pinggang Ayu dan dapat Ayu jadikan penopang tubuhnya.Lelaki itu melepas pagutan bibirnya lalu kembali menoleh pada Rissa. 


"Dia pacar gue asal lo tau"tekan Rafa di setiap katanya. "Jadi jangan coba-coba lagi lo main-main sama dia,atau lo berurusan sama gue.Dan gue bisa lebih kejam dari ini b****h!!"lanjut Rafa langsung menarik tangan Ayu untuk pergi dari gudang belakang sekolah itu. 


"S****n lo Rafa,lo gak bisa giniin gue..Tunggu aja lo berdua bakal ancur"teriak Rissa geram memandang kedua orang yang keluar dengan saling menggenggam. 


...….....


Rafa terus menarik tangan Ayu membuat murid-murid yang dilewati olehnya menatap terkejut keduanya.Rafa cowok kulkas dua pintu itu tengah menggandeng gadis yang masuk sekolah jalur beasiswa.


Sampai di depan UKS,Rafa menghentikan langkahnya. 


"Lho ini kenapa? Ada apa nak Rafa"ucap salah satu petugas uks yang ada disana.Melihat bibir berdarah milik gadis yang digandeng Rafa. 


Ayu masih diam seribu bahasa,tatapannya masih tertuju pada tangannya yang masih dalam genggaman Rafa serta kejadian yang tak diduga terjadi tadi digudang membuat otak gadis itu hilang dari kepalanya. 


Rafa menyuruh duduk pada bankar Uks dan melepas genggaman keduanya,lalu ia berjalan mendekati lemari untuk mencari p3k yang berada disana.Setelah mendapatkan apa yang ia cari,ia pun menarik kursi yang ada disamping bankar.Lalu duduk berhadapan dengan Ayu,gadis itu tertunduk. 


Rafa menyentuh dagu Ayu "Tatap gue" ucapnya. 


Mau tak mau Ayu pun menatap Rafa. 


Degh! 


Jantung Ayu berdetak kencang,seakan ia baru saja melakukan lari marathon.Menatap manik mata coklat Rafa yang begitu terang,tak ada tatapan menyeramkan dari lelaki di hadapannya seperti biasa tapi tatapan teduh yang membuat ia menghangat. 


Rafa mulai membersihkan luka dibibir Ayu,perlahan ia totolkan betadine dengan kapas yang ia pegang membuat Ayu tersadar dari lamunannya dan meringis sakit. 


"Maaf..maaf sakit banget ya"ucap maaf Rafa merasa bersalah. 


Ayu hanya bisa menganggukkan kepala karena sungguh ia gugup saat ini. 


"Apa sebenarnya yang mereka lakuin sama kamu? Kenapa kamu gak pernah ngelawan saat mereka berlaku seenaknya sama kamu?"tanya Rafa lembut,sungguh suara beratnya itu seakan mengalun seperti suara orang yang tengah bernyanyi.Merdu sekali.


Dan apa tadi yang diucapkan Rafa,ia bahkan menggunakan aku kamu,gak ada lo gue lagi pikir Ayu. 


"Ini udah sering terjadi kak,bahkan saat aku pertama masuk sekolah.Apalah aku cuma murid beasiswa"sahut Ayu apa adanya. 


Rafa menatap tak suka dengan kata-kata Ayu. 

__ADS_1


"Kamu bisa lapor ke guru BK? Mereka gak akan tinggal diam"ucap Rafa lagi.


"Percuma,aku cuma murid beasiswa kak"sahut Ayu lagi. 


"****!!"bentak Rafa membuat Ayu terjengkit kaget " Memang apa bedanya mau murid beasiswa atau gak? Semua sama kita murid yang perlu dilindungi" 


"Kenapa kakak marah,kakak bisa acuh seperti dulu.. kakak bisa kayak murid lainnya mengacuhkan semua yang terjadi pada kami para murid beasiswa"ucap Ayu lirih dengan mencengkram sprei bankar Uks.


Prang 


Rafa menjatuhkan kotak p3k itu,lalu pergi dari Uks meninggalkan Ayu yang terdiam ketakutan karena amukan Rafa. 


...……....


Kring..


Kring…


Suara dering ponsel milik Rafa sedari tadi membuat ia memindahkan pandangannya dari halte bis yang tak jauh dari ia berhenti.Nama sang adik tertera jelas disana. 


"Hal…" belum selesai Rafa berbicara Aurora lebih dulu menyemprot kakaknya itu. 


"Ayu kenapa Raf? Lo apain dia? Kok lo main seret-seret sih? Gue gak mau ya lo apa-apain tu anak.. Rafa? Rafa lo denger gak sih?" 


"Denger gue,lo aja yang ngomong udah kaya gerbong kereta api panjang banget" 


"Abis lo gak jawab telfon gue dari tadi"sahut adiknya yang sudah pasti dengan wajah cemberut gadis itu,Rafa tau watak adik kesayangannya. 


"Gue baru keluar kelas princess, masih di mobil baru juga keluar gerbang"ucap Rafa. 


"Terus apa yang sebenernya terjadi disana,gue dapet video lo narik Ayu lho.. Temen-temen ngeshare di grup" 


"Geng Rissa bikin rusuh,guecuma nolongin dia" sahut Rafa kembali tatapannya melihat kedepan.Melihat gadis yang tertunduk lesu di halte bis.


"****** tuh pasukan medusa"teriak Aurora emosi membuat Rafa menjauhkan ponselnya sejenak,sungguh teriakan itu memekakkan telinga "Astaga..astaga mulut aku gak elegan banget"rutuknya masih dapat Rafa dengar,ia terkekeh mendengar kelakuan adiknya. 


"Tapi lo serius kan? Temen-temen pada bilang ada something lo sama Ayu? Itu gak benerkan Raf?"tanya Aurora lagi. 


Rafa mengernyit dengan ucapan Ara "Emang kenapa kalau gue ada something sama dia? Lo gak suka?"tanya Rafa balik dengan nada yang mulai tak enak didengar.Rafa sewot. 


"Ya bukannya gitu,gue kan tau selera lo kaya gimana"ucap Aurora lagi. 


Rafa memutar mata malas,ia bahkan belum pernah sama sekali pacaran atau menunjukkan suka kepada seseorang dan adiknya malah lebih tau dari dirinya bagaimana kriteria idamannya.


"Udah ya princess,gue mau balik.. Gak penting omongin ini.bye"ucap Rafa.


"Tapi ini penting buat gu…."belum selesai Aurora berbicara,Rafa lebih dulu mematikan panggilannya.


Ia kembali mengamati gadis yang masih duduk itu,beberapa murid sudah lebih dulu dijemput oleh jemputan mereka hanya beberapa yang masih disana dan sama sekali tak ada obrolan dengan Ayu.Rafa kasihan melihat gadis itu yang tampak bagai bayangan,tak pernah dianggap oleh yang lain. 


"Huh"kembali ia menghembuskan nafas kasar,ia pun menghidupkan kembali mobilnya dan pergi ke perusahaan milik daddy untuk bertemu dengan Yuda. 


...****************...

__ADS_1


__ADS_2