
Ketiga manusia itu terus menatap sosok gadis yang tampak menyedihkan dari dalam rumah.Eyang dan mami menatap sedih pada Ara.
"Mih, Rafa akan bujuk lagi Ara untuk istirahat"ucap Rafa tiba-tiba pada maminya lalu berdiri.
Tapi tangannya langsung dicekal oleh mami Rain.
"Gak kak,jangan.. Biarkan dia sendiri dulu, kita sudah mencobanya dari tadi.Mungkin semua masih berat untuk dia terima,untuk saat ini biarkan dia seperti itu"sahut mami Rain membuat lelaki tampan itu kembali menghempaskan bokongnya di sofa.
……
"Assalamualaikum"terdengar suara dari luar rumah serta bell pintu yang berbunyi.
Ketiga manusia itu saling pandang.
"Siapa ya kak?"tanya mami.
Rafa menaikkan bahunya "Rafa kan masih disini mih,mana tau"sahutnya.
"Tau kamu ni,anak masih disini malah ditanya.Mana dia tau, kok pinter Rafa daripada kamu"timpal eyang lalu terkekeh sudah sukses membuat putrinya menarik senyum di bibirnya.
"Rafa bukain dulu ya mih"pamit Rafa yang diangguki oleh mami Rain,ia pun berjalan ke depan.
Tak selang beberapa menit kemudian,Rafa masuk dengan empat orang lainnya dan salah satunya daddy Elang.
"Mana putriku?"tanyanya langsung daddy membuat mami Rain memutar mata malas.
"Salam yang bener, ada emak nih.. Gak sopan"sahut mami Rain sewot.
"Eh.. assalamualaikum mak"salam daddy Elang pada Emak dan langsung mencium punggung tangan emak. "Emak sehat?"lanjutnya.
"Waalaikumsalam Lang.. alhamdulillah sehat"sahut emak yang sudah bisa menerima kedekatan Elang dengan keluarga putrinya.
"Kamu sendiri gimana sehat? Udah menikah?" Tanya emak padahal emak tau jawabannya.
"Alhamdulillah mak,seperti yang emak lihat.. Saya masih sendiri dan sepertinya saya tidak butuh istri karna kedua putra putri saya sudah melengkapi hidup saya mak"sahut daddy Elang sopan pada wanita tua itu membuat Emak tersenyum sambil geleng kepala.Lelaki berumur 45 tahun itu tetap pada pendiriannya untuk melajang seumur hidup.
"Lho nak Vella,kalian bareng kesini.Lohh itu ?"tunjuk mami tiba-tiba melihat kedua orang yang saling berpegangan tangan itu.
Sang laki-laki tampak kikuk dan sang perempuan hanya bisa tersipu malu.
"Tan,saya mau liat Ara.. dia dimana?"tanya Danis gadis manis yang juga senior Ara.
"Itu (tunjuk mami pada Ara yang duduk di kursi roda tepat diteras belakang) dia disana, udah dari tadi dia gak mau masuk ke dalam."ucap mami Rain sedih.Kedua gadis itu ikut sedih menatap wajah cantik mami Rain yang berubah sendu.Daddy melihat raut wajah wanita yang ia cinta itu,membuat nya semakin sedih.
"Boleh saya kesana Tan?"izin kembali Danis.
"Silahkan, tapi maaf kalau nanti Ara berkata yang tidak-tidak sama kalian.Tante mohon jangan diambil hati, emosi dia belum stabil"sahut mami Rain pada keduanya.
"Iya tan, aku sama Vella ngerti kok.Yaudah, kami kesana ya tan.. Oma"pamitnya pada Eyang dan mami Rain lalu diangguki oleh keduanya.
…….
"Princess"panggil Vella dari belakang.Nama panggilan khas yang sangat melekat untuk Ara.Ingin sekali Vella dan Danis menangis melihat keadaan Ara,tapi keduanya sudah berjanji untuk tak terlihat bersedih jika bertemu dengan Ara.
Perlahan Ara menoleh pada Vella.
__ADS_1
"Kak Vella"panggilnya lirih dengan senyumnya.
"Om"panggil lagi Ara dengan mata berkaca-kaca menatap lelaki yang bergandengan tangan dengan Vella dan berdiri disebelah gadis cantik itu. "Kalian?"tanyanya lagi dan langsung diangguki oleh Vella dengan senyum malu-malunya.
"huhuhu..huhu"
Tiba-tiba Ara menangis tersedu membuat ketiga manusia di hadapannya kebingungan dan khawatir.Danis mencoba memeluk dan menenangkannya tapi tangis Ara malah tersedu saat lelaki yang berdiri disebelah Vella menghampirinya dan menggenggam tangannya.
Vella menatap lelaki yang tengah ikut menenangkan Ara.
"Sebenarnya apa hubungan kamu sama princess?"tanya Vella merasa ada sesuatu dengan kekasihnya dan Ara,tapi kekasihnya terdiam menatap Ara.
Ara yang masih dalam tangisnya mendengar ucapan Vella membuat ia mendongakkan pandangannya.
"Om peluk aku"pintanya pada lelaki yang masih menggenggam tangannya itu,kedua mata mereka saling beradu.Mata yang terus mengeluarkan air mata dengan isakan tampak menyedihkan.
Greb
Tanpa pikir panjang lelaki jangkung itu pun memeluk Ara dengan erat,beberapa kali mencium puncak kepala gadis itu.Melepas genggaman tangan sang kekasih.
"Yank,kamu…"murka Vella sudah berkaca-kaca.Danis yang jadi penonton hanya bisa melongo menatap tingkah Ara serta lelaki itu yang tak tau malu berpelukan dihadapan Vella yang juga teman dekat Ara dan Danis.
Hiks..hiks.. isak tangis Ara terdengar nyaring dan menyayat,luka yang ia rasakan dan perasaannya yang tengah hancur membuatnya semakin terpuruk.
"Tenang.. om ada disini"ucap lelaki itu dengan berbisik di telinga Ara.
"Ara pengen ikut papi om"sahut lirih Ara dengan isakannya.
Degh
Lelaki itu meregangkan pelukan mereka,memegang bahu gadis itu lalu menatap manik mata yang masih mengeluarkan air mata.
"Ara mau ikut papi, Ara udah gak berguna om.Ara bikin mami sama yang lain sedih terus..huhuhu"ucapnya meracau putus asa,membuat wajah lelaki yang tadinya hendak murka melemah.Wajahnya berganti memucat.
Lelaki itu kembali menggenggam kedua tangan Ara,mengabaikan sang kekasih yang menangis dibelakangnya karna tingkahnya yang tak biasa itu.
"Sayang,lihat om.. "ucapnya lembut membuat gadis itu yang masih sesegukan mendongak dan menatap lelaki yang mencoba tersenyum dihadapannya.
"Om tau kesedihan kamu, om sangat paham.Karena kita manusia,kita bisa bersedih.Tapi sayang, Om mohon jangan putus asa. Kamu bukan orang yang bisa seenak hati kamu menentukan mati dan tidaknya kamu,masih banyak orang yang hidup diluar sana lebih menyedihkan daripada kamu. Seharusnya kamu bersyukur,masih bisa melihat orang-orang yang kamu sayang.Dan kamu masih dikelilingi sama orang yang kamu cinta.Mami,Rafa,Daddy,Eyang dan semua orang disini termasuk aku masih bisa bertemu sama kamu adalah suatu anugerah..Om mohon,jangan lagi putus asa.Om pernah ada di posisi kamu saat mengetahui siapa diri om yang sebenarnya,Kuat sayang.. Demi kami semua" ucapnya panjang lebar,demi sang keponakan cantiknya bisa bangkit kembali.
Degh
"Rahasia apa lagi yang belum aku tau"batin Ara mendengar ucapan Air.
Tangis Ara kembali pecah setelah mendengar ucapan dari pamannya itu.Bahkan Air menitikkan air matanya,begitu sedih dengan keputusasaan sang keponakan.
Tak beda jauh,mami Rain tampak kembali menghapus air matanya.Eyang hanya bisa duduk dengan pandangannya yang juga ikut meneteskan air matanya.
"Kamu tau Rain, salah satu momok mengerikan itu adalah harapan."ucapnya lirih menatap lurus dimana putrinya itu berada.
Mami tampak menghapus air matanya lalu menoleh pada daddy "Aku tau.. Tapi itu juga yang akan mendorong kita untuk terus berjuang"sahut mami membuat daddy juga menoleh pada wanita itu.
"Aku pernah terjatuh karena terlalu berharap agar kau menjadi milikku"ucap daddy lagi tanpa mealihkan pandangannya lagi dari wanita yang ia cintai.
"Terimakasih sudah mencintaiku dengan tulus.. Dan maaf karena perasaan yang tak bisa kubalas untukmu"sahut mami dengan senyum teduhnya.
__ADS_1
"Semoga Air tak memberi harapan yang membuat Ara semakin terluka"daddy mealihkan pembicaraannya,matanya sudah berkaca-kaca mendengar ucapan mami karena sungguh saat ini ia ingin memeluk wanita di hadapannya itu.
Mami pun mealihkan pandangannya juga kembali pada putri mereka yang kembali membenamkan wajahnya pada dada sang paman.
Tapi tanpa keduanya sadari,sang putra mendengarkan ungkapan daddy angkatnya itu kepada maminya.
"Rafa merestui jika memang daddy serius dengan mami.. Papi pun pasti setuju dengan Rafa dad"batin Rafa ingin selalu kebaikan mengiringi keluarganya.
…..
"Sudah bisa kalian jelaskan sebenarnya apa hubungan kalian?"tanya Vella tiba-tiba mengeluarkan suaranya.Ara yang masih menangis itu pun mendongak,menatap Vella dengan wajah bingung.
"Ka-kak belum tau?"tanya Ara dengan sesegukan.
"Om,kak Vella tidak tau tentang hubungan kita?"tanyanya lagi pada lelaki yang tengah menghapus air matanya.Lelaki itupun menegakkan badannya lalu menatap mata sang kekasih yang merah karena tangisnya tadi.
"Kamu kenapa?"tanyanya pada sang kekasih.
"Kamu yang kenapa? Kamu kenal sama princess,kenapa kalian pelukan kayak tadi? Apa hubungan kalian?"tanya Vella kembali berkaca-kaca.
Air mengulum bibirnya,bodohnya ia lupa menjelaskan siapa Ara dan yang lainnya.Karena ia lebih dulu tadi ditarik oleh sang kekasih.
"Kak,Om Air ini adik papi aku"ucapan lirih Ara dari belakang tubuh Air membuat Vella melotot.
Danis pun mengulum bibirnya juga,malu yang pasti.Sudah memikirkan hal yang tidak-tidak tentang juniornya serta kekasih sahabatnya itu.
"Jadi yang sering kamu bicarakan,keponakan lucu-lucu itu princess?"tanya Vella pada Air dan diangguki oleh lelaki tampan itu.
"Hiks...hiks...hiks…"sekarang berganti Vella yang menangis,ia bahkan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Sayang maafin aku.. maaf"ucap Air langsung memeluk sang kekasih.
"Hiks...hiks...Kamu bikin aku malu hiks..Aku malu tau"rengek Vella dalam tangisnya karena memikir hal buruk tentang kedua nya tadi.
Air tersenyum,wanita kesayangannya itu memang sering overthinking tentangnya jika bersangkutan dengan wanita dan akan menangis seperti ini jika kesal atau cemburu.
"So, drama ini bolehkah berhenti.. aku jadi iri dengan kalian,aku baper"tiba-tiba pelukan keduanya harus terlepas karena ucapan Ara.Membuat Vella tersipu malu lalu menghampiri Ara dan memeluknya.
"Maafin kakak ya princess"
"Gapapa,artinya kakak beneran cinta sama om aku..Jaga Om Air ya kak,dia baik kok..Baik banget sama kayak papi aku"sahut Ara membalas pelukan seniornya itu. "Oh iya,artinya sekarang aku gak panggil kakak lagi dong.. Tante Vella"panggil Ara menggoda seniornya itu dengan tersenyum pada Vella membuat Danis yang juga seniornya tertawa.
"Geli gue dengernya princess"timpal Danis yang masih tertawa.
"Iya princess,aku juga geli tau dengerrnya"sahut Vella sendiri.
"Loh,kan bener.. Karena kakak kekasih Om aku,jadi sekarang aku panggilnya tante"ucapnya lalu terkekeh.Senyum Ara kembali hadir dengan drama seniornya itu membuat yang lain merasa lega.
"Yang lain deh jangan tante.. kesannya tua banget gitu akunya"tawar Vella membuat kekasihnya gemas mendengar dan mengacak rambutnya.
"Yaudah.. gimana kalau aunty,atau ahjumma"
"Oke.. aunty boleh"ucap Vella lalu tersenyum "Aku gak nyangka memiliki keponakan secantik ini.."lanjutnya memeluk lelaki jangkung itu dari samping.
"Sudah pasti aunty harus bangga punya keponakan cantik kayak aku,keluarga kami diciptakan dengan bibit premium.Jarang sekali orang memiliki kecantikan dan ketampanan diatas rata-rata seperti kami"kenarsisan gadis itu kembali membuat mereka yang mendengar tertawa.Keceriaannya kembali.
__ADS_1
"Ara"panggil Rafa yang berjalan menghampiri mereka.
"Kak"sahut Ara merentangkan tangannya. "Mau peluk"lanjutnya menyuruh kakak kembarnya untuk memeluknya.Dengan senang hati Rafa pun merengkuh tubuh sang adik yang mulai mengeluarkan senyumannya meski tak selepas dulu.Keduanya pun berpelukan.