
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,senja pun menyapa menandakan malam akan segera menghampiri.
"Ayu pulang dulu ya kak,udah sore"pamit gadis yang duduk disebelah mami Rain.Seharian ini mereka semua berkumpul di kediaman Sanjaya,bersenda gurau layaknya keluarga besar.
"Kok pulang,disini aja.. Nginep aja disini"ucap Aurora pada Ayu.
"Iya disini aja nak"timpal mami Rain pada Ayu.
Gadis itu tak enak hati,apalagi ia tadi izin pada ibu panti akan pulang cepat jika urusannya selesai.
"Ayu belum izin sama ibu panti nyonya"
"Kamu ini,dari pagi udah mami bilang.Panggil mami jangan nyonya,mami bukan nyonya kamu."sahut mami merangkul gadis itu.
Gadis itu kembali tersenyum,sungguh keluarga ini sangat baik padanya.Bahkan di pertemuan pertama dia begitu disayang oleh mami Rain.
"Mau aku izinkan ke ibu panti Yu,aku kan punya nomor panti"saran chef Rendy.
"Tidak usah chef,merepotkan chef Rendy"tolaknya tak enak hati.
"Kamu telfon chef,biar aku yang ngomong"sela mami Rain lagi.
Akhirnya tanpa persetujuan dari Ayu,chef Rendy akhirnya mematuhi perintah mami untuk menelfon panti asuhan tempat Ayu tinggal.
Tut....Tut...
Tapi panggilan telfon itu tak ada jawaban.
"Ayu pulang aja ya mi,gak enak sama ibu"pamitnya lagi.
"Tapi nak,ini hampir malam"tolak mami,ia tak tega menyuruh gadis manis itu pulang sendiri.
"Biar Rafa yang anter kamu Ay"tiba-tiba Aurora menimpali ucapan mami.Rafa yang sibuk dengan tab nya pun mendongak dan menatap tajam sang adik.
"Lu kenapa Raf?"tanya Ara yang bingung dengan reaksi Rafa.
"Gak liat gue sibuk"tolak Rafa.
"Kak,kasian dia cewek..Masa kamu tega biarin dia pulang sendiri,kalau kejadian ini terjadi sama Ara kamu tega"timpal mami yang tak senang dengan penolakan sang putra.
"Gapapa mami,biar Ayu pulang sendiri.Ayu bisa kok"
"Gak,aku gak mau kamu pulang sendiri ya Ay.Kamu disini aja kalau Rafa gak mau nganter"sela Aurora lagi,kesal dengan sikap Rafa.
Rafa yang risih dengan tatapan Ara dan maminya pun akhirnya menghembuskan nafas kasar.
"Baiklah,biar aku yang antar"sahutnya dengan wajah terpaksa,sama sekali tak ada senyum dari bibir lelaki kulkas itu.
"Gitu dong,kan keliatan laki nya"ucap mami senang.
"Apaan sih mami,lebay kayak Ara"sahutnya yang aneh dengan kata-kata maminya.
"Lho kan bener,yang begini nih lakik banget.Gak tega liat cewek pulang malem sendiri.Tapi sayang gak ada inisiatifnya"ucap mami lagi terang-terangan.Ia paham betul anaknya ini terlalu kaku berurusan dengan wanita.
Rafa pun beranjak ke kamarnya untuk meambil kunci mobil dan meletakkan tab miliknya.
"Em…Ayu gak enak sama kak Rafa"tiba-tiba ucapan lirih Ayu terdengar saat yang lain menunggu kehadiran Rafa lagi.Mami langsung menoleh menatap gadis itu.
"Tenang,Rafa aslinya baik kok.Cuma dia aja yang masih belum begitu akrab kan sama kamu,jadi sifatnya agak kaku"sahut mami menenangkan Ayu,digenggamnya tangan Ayu lalu mengelusnya lembut.Ayu hanya bisa pasrah dengan menghembuskan nafas berat beberapa kali sambil menundukkan kepala.
Jujur saja melihat wajah datar Rafa membuat nyalinya ciut.Tak lama kemudian lelaki dengan tatapan wajah datar itu keluar dari kamar.
"Cepat"ucapnya kasar pada gadis yang masih duduk disebelah maminya.
"Kak"tegur mami Rain yang tak suka melihat tingkah garang putranya.
Gadis itu berdiri "Gapapa mi"ucapnya pada mami Rain yang memaklumi cueknya Rafa dengan dirinya "Mami,Ayu pamit pulang dulu.Terimakasih sudah menerima kedatangan Ayu disini"lanjutnya pamit lalu meraih tangan kanan mami lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.
"Gak usah sungkan sama mami,anggap mami orang tua kamu juga.Kamu boleh setiap hari kesini kalau kamu mau,mami dan yang lain senang kalau kamu kesini lagi"sahut mami Rain,ia pun berdiri lalu kembali memeluk gadis manis itu.
__ADS_1
Beralih ke tempat Aurora berada "Kak,Ayu pamit pulang ya.."ucapnya "Maafin Ayu tentang kejadian tadi"lanjutnya yang tak enak dengan pertengkaran Aurora dan Rendy karena dirinya.
"Ish.. Jangan dibahas lagi Ay,aku kan jadi malu"sahut Aurora kembali merona,mengingat kecemburuannya tadi siang.
Saat berpamitan pada chef Rendy tiba-tiba Rendy memundurkan badannya,menjaga jarak.
"Maafkan aku Ayu,tapi aku antisipasi kalau gadisku kembali merajuk.Hati-hati dijalan"ucap chef Rendy lebih dulu yang disambut tawa Ayu mengerti.Masih ingat kecemburuan seniornya tadi siang.
...****Flashback On**** ...
"Kamu tau sayang,Ayu ini pintar sekali membuat kue"ucap Rendy disela obrolan mereka.Semua tengah berkumpul di ruang keluarga dengan mami yang menyiapkan pudding mangga,brownies serta buah-buahan untuk menemani obrolan mereka.
"Sungguh?"tanya Ara dan Rendy dengan cepat meangguk.
"Tidak,tidak.. Chef Rendy hanya bercanda kak,aku tak sehebat itu membuat kue"bantah Ayu.
"Wah mami jadi pengen coba juga kue buatan kamu,boleh dong nanti kita bikin sama-sama"timpal mami lalu duduk disebelah gadis manis itu.
"Benar bu,saya sarankan ibu harus mencoba dan mungkin saja akan ketagihan dengan cake buatannya."tutur Chef Rendy "Aku sudah pernah merasakan resep cheese cake buatanmu,bukankah pernah waktu itu keluar untuk dessert di restoran ku.Kamu jangan merendah" ucap Rendy lagi pada Ayu dengan tersenyum
Gadis itu tersipu malu "Em-itu karena ajaran dari chef,aku hanya mix n match resep chef saja" sahutnya.
Ara melihat wajah Rendy yang tengah terang-terangan memuji Ayu.Entah kenapa dadanya sesak,ia meremat dressnya sendiri tanpa ia sadari"Aku mau ke kamar dulu"ucap Ara tiba-tiba membuat semua nya menoleh pada gadis yang mulai memundurkan kursi rodanya.
"Sayang ada apa?"tanya Rendy yang menyadari perubahan pada ucapan dan gelagat kekasihnya.
"Aku gapapa,cuma pengen ke kamar.Kamu terusin aja sama yang lain ngobrol sama Ayu"sahutnya ketus lalu mendorong kursi rodanya menjauh.Rendy terdiam di tempat,mami dan lainnya pun ikut terdiam dengan sikap aneh Ara.
"Apa dia cemburu"gumam chef Rendy tanpa ia sadar ucapannya dapat didengar oleh Mami Rain dan yang lainnya.
Ayu dengan cepat menatap lelaki yang tengah berdiri menatap kepergian kekasihnya itu. "Ma-maafkan aku chef.. Kak Ara marah sama chef gara-gara aku"ucapnya tak enak hati,bahkan ia meremas tangannya sendiri.Ia ketakutan.
"Gapapa nak,wajarlah namanya juga orang lagi kasmaran bawaannya sensitif gitu."Mami menenangkan Ayu.
Gadis itu menoleh pada mami yang menggenggam tangannya menenangkan dan ia hanya bisa menampilkan senyum terpaksanya.
"Lah kenapa chef diem aja.. Susul sana,gak akan aku bantu andai tu princess ngambek.Susah nge bujuknya"ucap mami Rain membuat lelaki itu menoleh lalu tersenyum.
"Saya seneng kalau dia cemburu gitu.Saya merasa paling dicintai"sahutnya membuat ketiga manusia disana bergidik melihat tingkahnya.
"Jangan terlalu bucin,saya tuntut kamu nanti."ucap mami geli sendiri "Gitu amat punya calon mantu"lanjutnya memijit dahinya.
Ayu juga kaget ada orang seperti chef Rendy,padahal ia tau bagaimana chef Rendy.Lelaki yang sangat ramah,tapi ia baru tau jika lelaki itu bisa menjadi budak cinta seperti itu.
Jujur saja ia terkejut karena gadis yang sering chef ceritakan di panti asuhan,gadis yang begitu dia cinta adalah seniornya sendiri.
"Kamu harus terbiasa dengan kejadian seperti itu ya Ay,kalau temenan sama princess..Mereka sama,sama bucinnya"tutur mami agar gadis disebelahnya tak syok melihat tingkah putri serta calon mantunya.
Di depan kamar Aurora.
Tok
Tok
Tok
"Sayang"panggil chef
Tak ada sahutan.
"Sayang"panggilnya lagi tapi masih tak ada jawaban dari dalam. "Sayang,aku masuk ya"ucapnya lagi.
Cklek
Ia membuka pintu kamar milik kekasihnya.Dapat dilihat sang kekasih tengah duduk di atas kursi roda menghadap ke jendela kamarnya.
"Sayang"panggilnya dengan menghampiri sang kekasih.
Tak ada jawaban lagi,gadis itu tampak sibuk dengan aktifitasnya sendiri.
__ADS_1
Perlahan ia menunduk lalu mengalungkan tangannya pada kekasihnya.
"Ck, bisa lepas gak?"decak ya dengan nada marah.
"Gak mau"sahutnya terkekeh,pandangannya pun terfokus pada album foto yang tengah kekasihnya itu pegang. "Ini kamu sayang,kamu sangat cantik dan hebat sekali"ucapnya melihat beberapa foto kekasihnya dengan gerakan balet.
"Gak sehebat seperti Ayu yang kamu puja-puja tadi"ucapnya ketus,membalik terus album foto miliknya.
Dibalik tubuh sang kekasih,dadanya tengah bergemuruh.Seakan beribu-ribu kembang api tengah meledak disana,entah kenapa kecemburuan kekasihnya ini malah membuat hatinya berbunga-bunga.Bibirnya melengkung keatas dengan sempurna.
"Aku gak muja dia sayang" bantah Rendy.Ia masih melihat foto-foto cantik snag kekasih dengan segala gaya.Sungguh kekasihnya ini begitu cantik.Ia semakin tergila-gila dibuatnya.
"Ceh,gak muja apanya..Terus tadi apa? Dengan bangganya kamu bilang dia jago bikin cake?"tutur Aurora "Dan dengan senyum kamu yang gak surut buat terus tersenyum ke dia,seakan dia gadis yang paling kamu puja.Seakan dia gadis yang paling kamu damba.Itu apa huh?menyebalkan"lanjutnya dengan semua perasaan cemburunya.
Rendy merenggangkan pelukannya lalu berjongkok di hadapan sang kekasih,dengan cepat Aurora mengalihkan pandangannya dari sang kekasih.
"Sayang liat aku"pinta Rendy.
"Gak mau,suruh Ayu sana yang liat" tolak Ara yang pura-pura fokus ke Album foto,padahal otaknya sudah dipenuhi dengan segala kecemburuan karena ulah kekasihnya tadi.
"Kok Ayu,aku bilang kan kamu.Kamu kan pacar aku" pinta Rendy kembali masih dengan nada lembut
"Gak bukan,tuh Ayu pacar kamu"
"Sayang,bilang ke aku kalau aku bukan pacar kamu?"tanya Rendy serius,Aurora terdiam.
"Sayang" panggilnya.
Ara terus diam.
"Jadi benar aku bukan pacar kamu? Kamu rela aku sekarang sama Ayu begitu?"
"Dasar bodoh,mana ada orang yang relain pacarnya sama wanita lain"cicitnya menunduk kesal sendiri,tanpa ia sadari Rendy semakin merekahkan senyumnya.
"Kamu tadi bilang apa?"
"Gapapa"
"Sayang?"
"Mana ada sih Om,cewek yang relain kekasihnya sama cewek lain.Aku gak akan rela lah..Ishh"kesal Aurora mengungkapkan perasaannya.
Senyum Rendy kembali terbit,dengan lesung pipi yang terlihat sangat manis "Makanya kamu jangan ngambek,hatiku gak akan pernah kelain hati kok"
"Omong doang,tapi tadi muji-muji Ayu di depanku.Seolah cuma Ayu yang paling bikin kamu bangga"
"Sayang,coba dengar dulu.Aku cuma puji dia karena memang cake buatannya enak,dia salah satu murid di panti asuhan yang aku tarik untuk mengembangkan resep di restoran.Dia punya bakat sayang,hanya untuk membekali dia kelak saat dia butuh pekerjaan dia sudah memiliki keahlian,Gak lebih."tuturnya pelan agar sang kekasih mengerti,dan benar..Aurora akhirnya mendongak menatap manik coklat di hadapannya.Menelisik apakah tak ada kebohongan disana,benar kekasihnya itu jujur.
"Tapi aku gak suka cara puji kamu,semua itu bikin aku jealous"cicitnya.
"Maafin aku kalau sikap aku bikin kamu cemburu"sahut Rendy "Tapi aku suka sayang,aku suka kamu cemburu sama aku.Aku suka"lanjutnya dengan senyum merekah hingga lesung pipinya terlihat jelas disana.
Aurora pun merona "Ceh,kamu aneh.. Orang cemburu kok suka"
"Aku merasa begitu dicintai..Terimakasih,udah mau mencintai aku"sahut Rendy,ia pun memeluk tubuh sang kekasih dan dibalas pelukannya oleh Aurora.
"Aku juga cinta sama Om"balas Aurora lalu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang sang kekasih,menghirup wangi tubuh maskulin dari parfum yang kekasihnya itu pakai.Keduanya pun larut dengan pelukan.
...Flashback Off ...
"Awww"erang Rendy setelah mendapat capitan dipinggangnya oleh sang kekasih.
"Omm..jangan dibahas,aku malu"rengek Aurora lagi,ia malu setengah mati.Dan kembali semua tertawa karena kelakuan pasangan itu.
...……....
"Assalamualaikum"salam seseorang yang datang tiba-tiba dengan suara beratnya.
__ADS_1
Mami yang baru saja akan masuk kedalam kamarnya setelah meantar gadis manis tadi untuk pulang bersama Rafa pun urung membuka pintu kamar.Berjalan menghampiri pusat suara hingga ia terdiam menatap wajah seseorang yang tersenyum menatapnya.