Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Teruslah disampingku


__ADS_3

Setelah melakukan laporan dan semuanya,mami terduduk di pinggir jalan dengan otak yang entah kemana perginya.


"Jaga anak-anak.. Karna ini gak akan terjadi sekali,orang itu udah lama incar anak-anak"ucapan almarhum sang suami tiba-tiba terngiang. 


Pernah saat si kembar masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar,seminggu lebih keluarga papi Rayyan terus diikuti oleh beberapa orang yang tak mereka kenali dan itu dirasakan oleh papi.Hingga pada sore itu Ara hampir diculik saat mami telat menjemput Ara dari akademi balet.Untung saja papi saat itu melewati tempat akademi sang putri dan melihat putri kecilnya digiring memasuki sebuah mobil tanpa plat mobil.


Teriakan papi membuat orang yang berada disekitar serta Ara berteriak memanggil nama sang papi dan orang mencurigakan itupun pergi meninggalkan Ara dengan melajukan mobilnya dengan kencang. 


"Mi"panggil Rafa melihat maminya melamun.


"Iya sayang"sahut mami mendongak. 


"Mi,kita harus minta bantuan papa Edo atau papa Willy(suami mama Ines) mi..Rafa takut Ara kenapa-napa"ucap Rafa yang masih gelisah. 


Maminya pun mengangguk menyetujui,ia tak selamanya merasa bisa sendiri.Saat seperti ini ia memerlukan keluarganya untuk membantunya. 


…..


Sedangkan disebuah kamar tengah terlelap gadis cantik yang tak lain adalah Aurora.


Cklek 


Suara pintu kamar yang tengah dibuka tak membuat gadis itu terganggu tidurnya.Langkah kaki seorang laki-laki itu semakin mendekat pada ranjang,hingga lelaki itu merebahkan dirinya disebelah gadis itu.Ia memiringkan badannya berhadapan dengan Aurora yang tengah terlelap.Tangannya terulur,ia meelus pelan pipi mulus milik Aurora.Ia menatap sendu setelahnya,teringat kata-kata yang diucapkan gadisnya.


...Flashback On ...


Brak 


"Rendy"ucap tersentak Nadia saat mantan suaminya masuk kedalam Apartemen dengan tergesa. 


Tatapan Reny sangat menakutkan saat melihat wanita hamil itu dihadapannya.


"Puas lu,puas lu hancurin gue lagi hah"teriak Rendy. 


Nadia hanya diam,ujung bibirnya terangkat "Gak nyangka gue,lu masih aja kelihatan lemah kalau udah jatuh cinta"ucap Nadia meremehkan.


"Jaga omongan lu" tunjuk Rendy dengan mata menyalang.


"Ck..emang itu kenyataannya,lu gak bisa tegas dan lu bodoh kalau jatuh cinta"ucap Nadia meolok mantan suaminya ini. 


"Sialan"geram Rendy,mengepalkan tangannya. "Gue gak akan lagi lembek sama lu dan inget,jangan lagi sekarang lu nyusahin gue apalagi mengatasnamakan mama.Gue gak akan segan lagi bongkar kebobrokan lu"lanjut Rendy dengan menunjuk-nunjuk wajah wajah Nadia. 


Rendy berbalik ingin keluar,saat ia memegang handle pintu.Tanpa sadar pin apartemen berbunyi dan didorong dari luar.Wajah lelaki yang pernah ia temui bersama sang istri di hotel waktu itu tengah berada dihadapan matanya.


Rendy berdecak "Ck…jalan Kemayoran"gumam Rendy mengejek.Lelaki dihadapannya yang dapat Rendy tebak umurnya masih sekitar 25 tahunan. 


Ia menoleh menatap calon mantan istrinya"Bahkan ketok palu pun belum terjadi,tapi apa.. lu bawa brondong lu kesini..Ck,menggelikan.Gue manusia paling bodoh yang pernah biarin lu ada dihidup gue"teriak Rendy melihat Nadia yang terdiam ditempat dengan wajah pias. 


"Urus sono cewek lu dan bilang ke dia jangan lagi ganggu gue dengan mengatasnamakan nyokap gue atau bayi kalian.Lu ngerti"ucap Rendy lagi menggepak bahu lelaki dihadapannya.


"Bayi?"monolog lelaki itu yang masih Rendy dengar tapi tak lagi Rendy peduli,karna ia perlu menjelaskan sekarang pada gadisnya.Ia tak ingin kehilangan orang yang ia cinta.


Rendy dengan cepat memacu mobilnya untuk menghampiri sang kekasih,beberapa kali ia memukul setir mobilnya.Ia kesal dengan dirinya sendiri yang terlalu lembek dan bodoh. 


(Nyadar ya bos - author ngakak dulu)


"Lu goblok Ren,goblok"umpatnya pada diri sendiri.Tanpa ia sadari matanya melihat mobil dengan warna mencolok yang sangat ia kenal.Mobil gagah jeep rubicon warna pink berada didepannya berselisih 1 mobil dengannya.


"Sayang"monolognya ingin menyalip mobil yang berada didepannya tapi nihil seakan mobil itu juga menghalanginya untuk menyalip,tapi tak juga menyalip mobil milik Ara. 


Sampai mobil Ara melaju lebih cepat dan menepi mendadak,tak lama kekasihnya itu keluar dari mobil membuat Rendy yang melihat ingin menghampiri.Tapi tiba-tiba mobil dihadapannya melemparkan sesuatu membuat matanya membola karna tiba-tiba kaca mobil milik kekasihnya pecah.


"Sialan.."teriak Rendy,ia meinjak gas untuk memberi pelajaran pada mobil tadi. 


Brak 


Brak 


Ia menabrakan mobilnya hingga membuat kecelakaan itu terjadi.Mobil itu pun terhenti,para pengemudinya pun turun,tak Rendy sangka ternyata bukan hanya dua orang tapi ada orang dalam mobil itu. 


"Wow,siapa lu"ucap salah seorang lelaki itu dengan santainya.Tanpa menjawab Rendy langsung melayangkan pukulannya,ia sudah berang sedari didalam mobil.Siapa yang berani melukai kekasihnya akan berhadapan dengannya.Dengan cepat Rendy mengeluarkan semua kemampuan judonya,ia menangkis beberapa kali lelaki dihadapannya ingin menusuknya dengan pisau.Bergantian kedua lelaki itu mencoba melukai Rendy. 


Prang


Pisau yang dipegang salah satu dari mereka pun terlempar karna tendangan Rendy.


"Jangan pengecut lu berdua pake senjata,hadepin gue secara jantan"ucap Rendy menunjuk kedua lelaki yang terlihat kewalahan menghadapinya.


"Yakk"teriak keduanya langsung menyerang Rendy. 


Bugh 


Bugh 


Kembali pukulan dan tendangan bertubi menghampiri Rendy,dengan gesit ia menangkisnya dan memukul area-area sensitif mereka.


Bugh 


Rendy memukul lutut salah satu dari mereka hingga mengerang kesakitan dan satunya mencoba untuk menyerang Rendy kembali tapi ia lebih dulu mencengkram leher lelaki itu serta memiting tangannya. 


"Aarrggg"teriak lelaki itu kesakitan karna cengkraman leher Rendy. 


"Apa maksut lu pecahin kaca mobil pacar gue brengsek"teriak Rendy dengan wajah merah menahan amarahnya.


"Eerrgg.."desis lelaki itu tanpa mau menjawab ucapan Rendy.


"Jawab gue brengsek"teriak Rendy kembali membuat lelaki itu kembali kesakitan.


"Yak"teriak lelaki yang sebelumnya ingin kembali menyernag Rendy tapi tanpa ia sadar Rendy sudah membaca pergerakannya dan Rendy pun semakin meangkat lelaki yang berada ditangannya ia banting pas tepat kearah temannya hingga..


Bruk 


Keduanya ambruk dengan berumpuk diatas aspal.


"Lu pada cari masalah sama ornag yang salah"desis Rendy berjongkok dihadapan keduanya lalu berdiri mengibas-ngibaskan tangannya pada baju dan 


Kkrreeekk 


Ia menginjak dan memulas tangan salah satu dari mereka sampai erangan kembali terdengar jelas.


"Aaaarrrrrggggggggg"teriak salah satu dari mereka. 


Rendy melanjutkan jalannya untuk masuk kedalam mobil dan pergi dari sana. 


……

__ADS_1


Setelah memberi pelajaran pada pada kedua manusia itu,ia pun memutar balik mobilnya untuk menghampiri sang kekasih yang pasti masih berada di lokasi. 


Bruk 


Ia menutup pintu mobil tergesa dan turun dari mobil dan menyebrangi jalan untuk menghampiri mobil milik sang kekasih.Matanya memindai kondisi mobil yang mengenaskan dengan pecahan kaca mobil yang berserakan didalam kursi kemudi. 


Tangannya terulur meambil bata merah yang berada di kursi kemudi dan melihat tulisan yang tertera disana.


Brak 


Ia menggebrak mobil itu dengan keras,ia marah dengan tulisan ancaman yang tertera disana.Matanya menangkap sinar yang berada disamping mobil,ia pun dengan pelan berjalan menghampiri takutnya salah satu lelaki brengsek ada juga berada disini. 


Lirih ia mendengar rintihan seseorsng yang membuat Rendy semakin mendekati semak yang berada disebelah mobil. 


"To-tolong…."ia mendengar suara seseorang yang membelakanginya,suara khas yang ia kenal. 


Tangannya terulur meraih bahu gadis yang tengah membelakanginya dengan bahu bergetar.


"Aaaaaa…"teriak gadis itu dan langsung Rendy peluk dari belakang.


"Aaaaaaaaa……"teriaknya lagi.


"Sayang.. sayang ini aku,hey ini aku Rendy"ucap Rendy pas disebelah telinga gadisnya.


Ara langsung menoleh kebelakang dengan mata berlelehan air mata. 


"Om"ucapnya lirih dengan wajah yang kembali ingin menangis."Hiks...hiks..hiks...Ara takut om,Ara takut"tangis Ara pecah dan langsung memeluk tubuh Rendy tubuhnya bergetar mengingat apa yang terjadi padanya tadi.


"Tenang,ada aku disini tenang"ucap Rendy menenangkan kekasihnya tapi tak juga membuat Ara berhenti,tangisnya pun semakin menjadi.Rendy pun langsung menggendong Ara ala bridal style dan ia bawa ke mobil miliknya.


Ara mengalungkan tangannya pada leher Rendy dan menenggelamkan wajahnya pada bahu Rendy.Aroma maskulin yang sangat familiar dipenciumannya sangat membuat dirinya tenang.


"Om mau kemana?"tanya Ara menarik lengan kemeja milik Rendy.


"Bentar,kamu tunggu bentar ya"sahut lembut Rendy lalu mengecup sebentar kening Ara dan pergi untuk meambil sesuatu. 


Ia menggenggam erat bata merah yang kembali ia ambil dari mobil Ara,amarahnya kembali muncul mengingat kejadian tadi.


Rendy kembali masuk kedalam mobil dan mendapati Ara yang meringkuk bak bocah cilik tengah ketakutan.


"Sayang"panggil Rendy pelan.


Ara mendongak lagi "Ara takut om,mau pulang"sahut lirih Ara dengan wajah yang pucat.Ara meremas tangannya sendiri karna ia sangat ketakutan,Rendy pun dengan sayang merengkuh tubuh Ara memberi ketenangan pada kekasih kecilnya.


"Hiks..hiks..Ara takut om"tangis Ara kembali pecah ia memeluk tubuh Rendy menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Rendy.


"Udah ada om disini kamu gak usah takut.. Om akan jaga kamu"sahut Rendy menenangkan.


"Hiks...hiks… tapi Om jahat juga,hiks..om jahat sama aku"tersadar Ara akan apa yang membuatnya sedari tadi merasakan sakit hati.Karena lelaki dihadapannya ini berjalan bersama wanita lain dan dapat ia tebak jika wanita tadi istri dari Rendy. 


"Hey sayang.. maaf,maaf kalau Om buat kamu sedih.Bukan maksut jahat sama kamu,om sayang sama kamu ingat"ucap Rendy masih merengkuh tubuh Ara.


Ara mendongak merenggangkan pelukan mereka"Jadi benar tadi istri om?"tanya balik Ara malah menanyakan beneran wanita tadi.


Rendy mengangguk. 


Ara langsung membalik tubuhnya,menyandarkan kepalanya pada pintu mobil dengan mata menatap jauh keluar. 


Rendy yang melihat perubahan kekasihnya sungguh gelabakan,ia belum pernah berpacaran dengan gadis belia dan sekarang ia mengalaminya.


"Ara mau pulang om"sahut Ara tanpa melihat wajah Rendy,terus menatap jauh keluar. 


"Sayang denger om dulu,kamu jangan salah paham gini"ucap Rendy mencoba mengiba.


"Gak ada yang perlu dibahas lagi om,kita udah selesai.."sahut Ara meski air matanya kembali menetes ia tetap dengan pendiriannya.


"Gak.. gak ada kata pisah buat kita,om gak mau.. Kamu hanya milik om,selamanya akan seperti itu" 


"Jangan memaksakan keadaan om" Ara tersenyum getir


"Sayang,tunggu sebentar lagi.Semua akan berakhir dan kita bisa sama-sama"sahut Rendy sungguh-sungguh.


"Terakhir kali om juga bilang kayak gitu ke Ara,tapi apa.. Om hilang,om menghilang!!!!"ucap Ara menekan kata-kata terakhirnya,ia pun menangkup wajahnya mengungkapkan apa yang menyesakkan hatinya.


"Maaf.. maaf sayang,bukan maksut om"sahut Rendy mencoba meraih kembali tangan Ara tapi Ara menepisnya. "Om cuma mau menyelesaikan semua dan kembali sama kamu" lanjut Rendy menjelaskan.


"Ara bukan tempat persinggahan yang seenaknya om kembali saat om butuh Ara...Ara juga punya hati,meski Ara bilang kita gak ketemu waktu itu bukan berarti Om harus menghilang kayak jelangkung"ucap Ara lagi yang tak ingin kembali lemah. "Udah selesai kan bicaranya,antar Ara pulang"lanjut Ara kembali menatap keluar kaca mobil.


Rendy membuang nafas kasar,harus seperti apalagi memberi penjelasan pada kekasih kecilnya ini.


Rendy mulai menjalankan mobilnya,tapi saat ia melirik.Matanya kembali melihat sebuah mobil menepi tepat dihadapan mobil kekasihnya.


"Siapa sebenarnya mereka"batin Rendy melihat kedua lelaki dibalik spionnya tengah mengamati mobil Aurora.


...Flashback Off...


….


Saking lamanya Rendy melamun tanpa ia sadar ada sepasang mata yang juga tengah menatapnya.


"Apa kita bisa lanjutkan semua,sungguh aku gak mau semua berakhir"tanpa sadar Rendy terus meracau seperti itu.Lelaki yang dianggap lembek oleh para readers memang sangat lembek dan sama baperannya seperti sang kekasih.


"Sulitkah buat om untuk kita berpisah?"sahut Ara menatap dalam mata yang tengah menatapnya. 


"Sangat sulit.. bahkan seminggu menahan rindu sama kamu setengah mati Om melaluinya"ucap Rendy tersadar,matanya berkaca melihat manik coklat kekasihnya yang sangat indah. 


Tes 


Tanpa pamit air mata Ara malah seenak jidat kembali meleleh. 


"Om tau apa yang aku jalani seminggu tanpa om?"tanya Ara tanpa mealihkan pandangannya.


Kedua tangan Rendy terulur menghapus lelehan air mata berharga milik sang kekasih.


"Semua sangat sulit om,aku udah nyaman dan terbiasa dengan adanya om disini.Tapi semenjak om hilang tanpa kabar,semua terasa menyesakkan.Semua rasanya berat buat dijalani"ucap Ara lagi. 


"Maaf,maafin om sayang."ucap Rendy menarik tubuh kecil itu ke pelukannya. 


"Hiks.. hiks… jangan bikin aku nyaman sama om lagi kalau nanti akhirnya om pergi,jangan bikin aku berharap lagi kalau nanti akhirnya kita gak sama-sama lagi hiks..hiks.."racau Ara dalam pelukan Rendy.Ia sungguh terpikat dengan lelaki yang sangat berselisih umur sangat jauh dengannya,lelaki genit ini benar-benar menjeratnya.


"Gak akan sayang,om gak akan pergi lagi"sahut Rendy merengkuh tubuh Ara dengan menciumi puncak kepala sang kekasih berulang kali.


"Om janji"Ara mendongak.


"Hmm,om janji sayang"sahut Rendy mengecup kening gadisnya sangat lama.Selama hidupnya ia belum pernah sebegitu menginginkan seseorang seperti ia yang sangat menginginkan gadis dipelukannya.Anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padanya adalah dapat mengenal kekasihnya bahkan sebelum kekasihnya lahir di dunia.Ia yakin akan takdir Tuhan.

__ADS_1


Ara mulai berani membalas pelukan lelaki yang bahkan seumuran sang mami,ia menelusupkan kepalanya pada dada bidang sang kekasih.Menghirup aroma yang membuat jantungnya terus bertalu-talu,yang membuat darahnya terus berdesir. 


"Om,kok Ara sekarang sama om.Bukannya tadi pulang kerumah? Kok om bisa masuk kamar Ara?"tanya gadis itu masih belum sadar dimana dirinya saat ini.


"Kamu di kamar om"sahut enteng Rendy terus mengelus rambut panjang sang kekasih.Tusukan beribu jarum sebelumnya yang ia rasakan didadanya saat sang kekasih mengakhiri hubungan keduanya seakan hilang seketika ketika dirinya dapat merengkuh kembali tubuh kekasihnya.


"Oh"sahut singkat Ara masih dalam pelukan Rendy "Oh!!!!!!"teriaknya lagi dengan mata membulat sempurna langsung mendorong Rendy dengan sekuat tenaganya.Ia memundurkan badannya lalu menyilangkan tangannya didepan dada.


"Om mesum"teriaknya "Om ngapain aku?"lanjutnya matanya berubah menyalang melihat lelaki yang santai malah bersila diatas ranjang menatap dirinya yang tengah bersiaga.


"Aku gak ngapa-ngapain kamu sayang"ucap Rendy meangkat kedua tangannya.


"Tapi om tadi peluk aku"sahut Ara "Dan kenapa aku ada disini?"tanya Ara beruntun 


"Kamu juga tadi peluk om.. Coba kamu inget-inget,kenapa jadi kamu ada disini"ucap Rendy kembali. "Jangan jauh-jauh,om masih kangen" 


Ara mengrenyit,bayangan saat Rendy ingin meantarkan ia pulang pun terngiang.


"Aku gak mau sendiri,aku mau sama om"rengeknya dengan ketakutan,ia takut hal yang terjadi tadi kembali lagi.Dan akhirnya Rendy mengajaknya untuk pergi dari komplek perumahan Elit dan putar balik ke Apartemennya.Tapi saat sudah sampai,ia malah mendapati sang kekasih tengah terlelap dengan damainya dikursi sebelahnya. 


"Aish… murahan banget sih lu Ra"batin Ara teringat kata-katanya sendiri merasa mual dan terzalimi oleh diri sendiri,ia menjenggut rambutnya sendiri karna frustasi. 


"Sayang,hey.. jangan ditarik rambutnya gitu"Rendy langsung menghampiri Ara dan menarik tangannya yang mencoba menyakiti dirinya sendiri.


"Ara kayak cewek murahan ya om… "ucap lirih Ara menundukkan kepalanya. 


Rendy membenarkan tatanan rambut Ara,ia raih anak-anak rambut Ara lalu menyelipkan di belakang telinga.


"Siapa bilang.. Kamu itu berharga sayang,kamu sempurna"sahut Rendy lalu meraih dagu sang kekasih agar kembali menatapnya. 


Degh..degh..


Kembali,dada keduanya tengah bertalu-talu seakan sedang melakukan konser didalam sana.


Mata keduanya saling mengunci,menatap dengan tatapan memuja.Rendy pun memajukan kepalanya semakin mendekati wajah Ara. 


Semakin dekat,hingga nafas keduanya saling menyapa satu sama lain.. 


Bruk 


Belum sempat Rendy mencium,kekasihnya malah terjengkang kebelakang hingga jatuh di lantai.


"Sayang"panik Rendy mencoba membantu Ara.


"Hehe...hehe… gapapa om,kuat kuat"kekeh Ara langsung berdiri seakan kuat bahkan senyum-senyum tak jelas. "Om,, Em,Ara pulang ya..Ara takut mami sama Rafa panik nyariin Ara"lanjut Ara yang salah tingkah. 


"Yaudah tunggu bentar"sahut Rendy yang tersenyum melihat tingkah Ara.Ia pun beranjak lalu berjalan ke arah lemari pakaiannya.


"Waakkkk..Om mesum,ngapain"teriak Ara saat melihat Rendy tanpa malu membuka kemejanya dihadapannya.


"Ganti baju"sahut santai Rendy. 


"Ganti baju gak ada akhlak,aku masih disini juga.. "gerutu Ara berjalan menyamping dengan membelakangi Rendy yang tengah menertawakan dirinya.


……


"Sialan.. seksi banget"monolog Ara yang khilaf mengintip perut kotak-kotak seperti roti sobek.Wajahnya merona mengingat ah,sungguh seksi.


"Sialan,dasar cewek mesum"umpatnya lalu menabok kepalanya sendiri.


Greb 


"Udah siap?"tiba-tiba saja Rendy memeluknya dari belakang,menciumi bahunya beberapa kali membuat tubuh Ara meremang.


"Su-sudah.. Ayo"sahut Ara tergagap.Rendy yang menyadari pun tersenyum tanpa bisa dilihat oleh Ara.


"Sayang?"panggil Rendy.


"Hhmmm"gumam Ara tak berani mengeluarkan kata-kata lain takut terdengar bergetar,sungguh ia sangat gugup saat ini.


"Jangan lagi bilang pisah buat hubungan kita.. Karna sampai kapanpun aku gak akan lepasin kamu dan akan perjuangin kamu,meski sulit nantinya..Teruslah disampingku,genggam terus tanganku..hhmmm"pinta Rendy,feelingnya cukup kuat untuk mengetahui situasi yang ada.Akan banyak jalan terjal yang akan mereka lalui dan kekuatannya hanya pada gadis di pelukannya ini,ia akan melakukan apapun demi gadisnya. 


Ara mengangguk dengan masih membelakangi Rendy,tangan Rendy pun membalik tubuh Ara hingga kembali keduanya saling tatap.Wajah bak kepiting rebus sangat tercetak jelas diwajah Ara,gadis ini tengah merona.


"Koo merah sih?"goda Rendy mentoel-toel pipi kekasihnya.


"Ish.. gak ya"sahut Ara menangkup kedua pipinya."A-ayo pu-pulang om"lanjutnya mencoba mengalihkan pembicaraan.


Cup 


"Aku rindu"ucap Rendy malah mencuri ciuman bibir Ara.


Cup 


"Aku rindu"ucapnya lagi. 


Cup


Cup


Cup


"Sangat rindu"ucapnya lagi setelah mencium bertubi-tubi bibir gadis cantik dihadapannya. 


Ara dibuat gelagapan oleh tingkah kekasih mesumnya ini"Astaga kenapa tambah mesum sih om,ayo cepet pulang.Aku takut mami cemas nyariin aku"rengek Ara saat menyadari sekarang hampir tengah malam.Berapa jam ia terlelap pikir Ara.


"Baik Ratuku"sahut Rendy membungkuk bagai seorang pelayan dihadapan Ara,membuat gadis itu tersenyum. 


Tanpa keduanya sadari,ditempat lain tengah kalang kabut mencari keberadaan seorang Aurora 


...💜💜💜💜...


...Setelah sekian purnama Amma kambekkk😁...


...Ada yang nyariin gak??? kalau gak ada amma ngilang lagi nih 😁...


...💜💜...


...Rutinannya tiap up yuk mari,kasih like,love,vote dan gift buat mereka ya sayang-sayang amma 😘😘😘...


...KOMENNYA JANGAN LUPA YAAAAAAA!!!!!...


...Doain amma ya biar rajin lagi upnya,kasih semangat terus buat amma biar mood amma tambah baik 🤗...


...Salam sayang Amma Nada😘🤗💜...

__ADS_1


__ADS_2