Cinta Sang Balerina

Cinta Sang Balerina
Intermezzo


__ADS_3

Dorr..


Rendy mengagetkan Ara yang tengah melamun itu dari belakang.


"Ish.. om ngagetin aja,bikin Ara jantungan tauk"ucap Ara mengelus dadanya.


"Maaf sayang,tapi gak jantungan beneran kan..Kalau ia sini aku kasih nafas buatan"sahut om Rendy memajukan bibirnya.


Plak 


Plak


Plak 


"Nakal ih ini bibir,,gemes banget"Ara menampar pelan beberapa kali bibir Rendy membuat Rendy terkekeh. 


"Dari mana ceritanya orang jantungan dikasih napas buatan"lanjut Ara yang tak habis pikir dengan ucapan sang kekasih.


"Kirain aja,kalau kamu yang jantungan caranya nyembuhin cuma perlu napas buatan dari aku"ucap om Rendy lalu menyerahkan tumblr minum milik Ara. 


Gleg 


Gleg


Dengan suara tegukan Ara,chef Rendy sesaat terpana melihat wajah cantik kekasihnya yang dipenuhi keringat dan terkena pancaran sinar matahari.Sangat menawan.


"Yank,cara minum kamu dikontrol dong" 


"Kenapa om?" 


"Seksi banget sih"


Plak 


"Mesum banget"ucap Ara setelah menabok lengan Rendy.


"Serius yank,bikin pengen cium terus"sahut Rendy langsung memeluk erat tubuh Ara


"Ih..om,Ara bau banyak keringet gini.Lepas om"berontak Ara dalam pelukan Rendy.


"Gapapa,bau keringat kamu pun aku suka.Semua yang ada didiri kamu aku suka"sahut Rendy terus merengkuh tubuh mungil Ara. 


"Ck.. bener kata orang ya,kalau jatuh cinta kotoran kambing aja terlihat kayak coklat nikmat" 


"Ya gak segitunya juga yank,aku masih bisa bandingin yang mana kotoran kambing yang mana coklat"sahut Rendy membuat Ara berdecak.


"Maksut Ara itu perumpamaan sayang"ucap Ara kesal sendiri hingga menekan kata-kata sayang kepada Rendy.


Mata Rendy berbinar,ia menggosok-gosok telinganya berulang kali bahkan mencubit dirinya sendiri.


"Kamu panggil aku apa?? Sayang??"tanya Rendy.


"Eng-gak kok.. siapa juga,aku kan panggil om tadi"elak Ara.


Rendy menggeleng cepat "Aku denger jelas banget kamu manggil sayang.. Iya kan..iya kan"desak Rendy menggoyang-goyangkan lengan kekasihnya dengan manja.Tak sadar umur.


"Ish.. iya..iya"sahut Ara 


"Sekali lagi.. please sekali lagi aku pengen denger"mohon Rendy pada Ara dengan meletakkan dagunya pada bahu sang kekasih dengan manja. 


"Ih.. om apaan sih,malu tau"sahut Ara malu-malu. 


"Mau denger sekali lagi.. please"mohon Rendy memeluk dan mengguncang tubuh Ara.


"Sayang"panggil Ara.


"Kurang mesra"sahut Rendy mengulum senyumnya.


"Ck.. ehem..Saayaang…"panggil Ara dengan mendayu membuat Rendy seketika mleyot baper. 


"Sayang"suara keras menggema di dalam paviliun itu membuat keduanya langsung menatap kearah suara.Seketika saja Ara langsung mendorong tubuh Rendy hingga kejengkang. 


"Mamih"panggil lirih Ara,melihat maminya yang berjalan cepat kearah mereka berdua dengan tatapan wajah yang tak terbaca. 


"Astaga,mami bakal ngamuk ini..Aaaa,belum siap"jerit Ara dalam hati meremat tangannya sendiri.


"Dek,mami gak salah denger.."ucap mami Rain dengan nampan ditangannya.Ingin memberi perhatian pada sang putri malah ia mendapat kejutan melihat putrinya tengah berpelukan dengan laki-laki seumuran dengannya. "Kalian??"lanjut mami dengan menunjuk keduannya yang sudah berdiri ditempat masing-masing.


"Mih.. em-itu aku..em"sungguh rasa gugup dan takut menyelimuti diri Ara.Bahkan wajahnya memucat melihat amminya tengah melotot dihadapannya.

__ADS_1


Rendy dengan cepat menggenggam tangan Ara " Saya mencintai putri ibu"Dengan jelas dan yakin chef Rendy mengatakannya.


"Apa???"mami dengan wajah terkejutnya.Ara hanya memejamkan matanya sesaat karna sudah pasti maminya akan mengamuk. 


Jeng...jeng...jeng.. 


Untung saja tak ada daddy,kalau ada daddy mungkin kata-kata itu tengah diucapkan oleh daddy membalas kelakuan mami Rain sebelumnya. 


"Mih.. maafin Ara" cicit Ara 


Mami menatap putrinya,lalu menyipitkan mata "Minta maaf buat apa??"tanya mami tapi Ara hanya bisa diam tanpa menjawab.


"Mami gak keberatan kok kalau kalian emang saling suka"lanjut mami melihat keterdiaman putrinya.Ara pun mendongak.


"Mami serius?" 


Mami mengangguk "Kan sebelumnya mami udah bilang" 


"Bukannya mami waktu itu bilang kayak gitu biar daddy kesel"


"Kurang kerjaan,daddymu emang dasarnya emosian" 


Ara terdiam sedangkan chef Rendy terus mengembangkan senyumnya.Restu telah ia kantongi. 


"Kenapa chef senyum-senyum.. Seneng nih ceritanya"ejek mami dengan senyum mengejeknya pada lelaki yang masih menggenggam tangan putrinya.


Rendy tampak malu-malu. 


"Coba kamu tuh kayak mami dulu dek.. Sat set sat set gitu lho,kalo suka ungkapin suka ke semua orang.Jangan diem-dieman gini,mami sampai taunya sekarang"


"Ara takut mami marah" 


"Marah kenapa? Emang kamu hamil duluan? Rebut punya orang? Gak kan??"tanya mami bertubi-tubi.


"Astagfirlloh mami.. amit-amit jangan sampai Ara mblendung duluan"sahut Ara mengetuk-ngetuk kepalanya.


"Berarti kalau kamu rebut punya orang mami bener?"Nah kan pertanyaan mami tadi selalu menjebak.


Ara terdiam. 


"Jawab dek" 


"Chef,bisa tinggalkan kami sebentar.Saya mau bicara empat mata sama Ara" 


"Bu,kami saling mencintai.Jangan marahin Ara,bukan dia yang salah.. Tapi saya yang selalu mendekati dia,saya benar-benar mencintai Ara bu"ucap serius chef Rendy.Gelagat mami Rain tak sesantai kemarin. 


"Oouuhh… merinding saya chef,lagi akting ya"cletuk mami mendengar ucapan chef Rendy seperti sinetron di saluran ikan terbang. 


Ara meremat tangan Rendy agar tak kembali meladeni ucapan maminya,diam-diam mami bisa menjadi singa betina dengan sekejap. 


Rendy menoleh dan di isyarati Ara dengan gelengan agar Rendy cepat pergi.Rendy pun menuruti dan pergi keluar meninggalkan ibu dan anak itu. 


……..


"Kamu benar cinta sama chef Rendy dek?"tanya mami setelah chef Rendy keluar.


"iya mih"sahut Ara menunduk takut melihat wajah sang mami.


"Kenapa terus menunduk? kamu melakukan kesalahan?"tanya mami beruntun. "Kamu penyebab perceraian chef Rendy sama istrinya?"tanya mami lagi.


",Maaf mih,maaf.. Ara gak maksut buat mereka bercerai,tapi om emang ada masalah sama istrinya bahkan sebelum Ara memutuskan menjalin hubungan dengan om,Ara sudah bertanya berkali-kali sama om"


"Mami cuma gak mau anak mami merusak kebahagiaan orang lain sayang.Kamu tau kan rasanya gimana?" ucap mami mengingatkan kwbahagiaannya yang terenggut oleh kenyataan.


"Gak mih.. gak akan Ara lakuin itu mih"sahut Ara menggeleng cepat.


"Kalau emang kalian saling mencintai,mami restui kalian.Tapi selalu ingat,jaga diri kamu jaga kehormatan kamu.Memiliki hubungan dengan orang yang umurnya lebih tua itu susah-susah gampang,ada yang mengayomi ada juga yang bajingan.Semoga chef tipe yabg pertama ya"pesan mami pada sang putri dan langsung mendapatkan anggukan cepat oleh Ara seakan mengerti semua pesan maminya.Ia berjalan menghampiri mami dan langsung merengkuh tubuh maminya.


"Makasih mih,selalu dukung keputusan Ara"ucap Ara yang memeluk tubuh maminya.


"Sama-sama sayang,tapi mami punya satu permintaan"sahut mami membuat Ara menguraikan pelukannya lalu melihat maminya.Mami hanya menyeringai menaik turunkan alisnya menatap putri cantiknya ini.


.......


Dilain tempat,Daddy Elang tengah berada dijalan menuju restoran yang ia tentukan dengan asisten pribadinya.Dengan gagahnya ia turun dari mobil dengan membenarkan jas berwarna navy miliknya.Aura kepemimpinannya memang tak bisa dielakkan,daddy memang bukan orang sembarangan.


 Bruk 


Tiba-tiba seorang waiters wanita menabrak dirinya.

__ADS_1


"Ma-maafkan saya tuan"ucap gugup waiters itu terbata dengan tertunduk dan hanya di respon dengan kibasan tangan oleh daddy Elang agar wanita itu cepat menjauh darinya.


Tanpa daddy sadari,sebuah alat tengah ditempelkan tepat di jas miliknya. 


…….


Ia pun menuju meja yang telah di duduki oleh asisten pribadinya di lantai dua Restoran mewah itu.Dari jauh ia melihat sang asisten pribadi yang sudah bertahun-tahun mengabdi padanya tengah berdiri disana.


"Selamat datang tuan"sapa lelaki itu dengan membungkuk sopan.


"Hhmm"sahut daddy lalu duduk di kursi berhadapan dengan asistennya yang bernama Roy. "Bagaimana? Apa ada satu titik terang semuanya?"tanya dengan suara berat daddy.


"Maaf tuan,mereka tengah berusaha saat ini.Saya curiga jika ini dilakukan oleh orang yang pasti memiliki kuasa di Negara ini.Korban jiwa bukan hanya tuan Ray tapi menelan begitu banyak korban tuan"sahut Roy dengan sopan.


Daddy mengangguk mengerti,bahkan putra kebanggannya juga menebak hal yang sama dengan Roy.Tapi siapa yang tega melakukan hal sekeji ini pikir daddy.Mengingat ia tau kepribadian Ray bukan orang yang suka mencari musuh. 


"Air?"gumamnya dalam hati langsung mengingat lelaki yang mengembangkan bisnis bersamanya di Luar Negri adalah adik tiri dari Ray yang ibunya ia bunuh. "Apa dia ingin balas dendam? Apa dia tau?"batin daddy lagi bertanya-tanya karena setau Elang,Air tak pernah menanyakan tentang keberaan ibunya dan keluarga dari ibunya pada dirinya ataupun kakaknya Ray. 


"Roy"panggil daddy 


"Ya Tuan"sahut Roy.


"Kirim orangmu ke New york secepatnya dan selidiki kegiatan Airlangga,jika ada yang mencurigakan tentang dia cepat beritahu aku"ucap Daddy lalu berdiri.


"Baik tuan"sahut Roy ikut berdiri lalu membungkuk.


"Oh iya,kirim semua berkas ke Mansion.Mungkin selama tiga bulan aku menetap disini.Gantikan semua meeting besar setelah aku kembali ke New York"perintah daddy pada Roy sang asisten.


"Tapi tuan minggu depan meeting bersama Tuan Ismail harus dilaksanakan" 


"Tunda" sahut tegas daddy dengan mata Elangnya tanpa mau dibantah membuat Roy ciut.Roy mengacak-ngacak rambutnya melihat tuannya pergi menjauh.Siap-siap komplain dan makian dari pihak tuan Ismail ia terima,pihak Tuan Ismail bahkan sudah 2x meajukan kerjasama dengan pihaknya dan selalu di tolak.Kali ini saat semua di acc malah harus di tunda untuk meeting.


…….


"Elang"panggil seseorang mencekal lengan daddy saat menerima telfon dari putranya berjalan keluar lift.


"Dewa"ucap balik Elang menatap lelaki seumurannya tengah memeluk gadis cantik seumuran putrinya.


"Wah.. tidak menyangka kau ada di Indonesia brother"girang lelaki bernama Dewa itu langsung memeluk tubuh Elang.


📞"Daddy pulang ke Mansion sore ini,datanglah kesana"ucap Elang sambil terus menelfon,mengisyaratkan pada sepupunya agar ia menyelesaikan panggilan dulu. "Daddy juga sayang kalian"lanjut daddy Elang membuat sepupunya yang tak lain adalah Dewantara itu membulatkan matanya.Begitu banyak pertanyaan yang bercokol di otaknya. 


…….


Niat kembali daddy Elang urung ia lakukan,bertemu dengan sepupunya tak mungkin untuk tak mengobrol lebih dulu.Sepupunya ini pemaksa. 


"Kau sudah menikah Lang?"tanya Dewa to the point saat keduanya telah duduk di salah satu kursi restoran itu.Dewa bahkan menyuruh kekasihnya duduk berbeda meja dengan dirinya dan Elang.


Elang hanya diam. 


"Sejak kapan kau memiliki anak? Bahkan saat paman sekarat kau menolak mentah-mentah untuk mengabulkan permintaannya agar kau menikah"ucap lagi sepupunya itu.


Elang diam.


"Apa kau sudah bercerai dengan istrimu?"tanya Elang pada Dewa. balik


"Tidak,bahkan istriku sedang hamil anak kedua kami" 


Elang mengrenyit "Kau selingkuh?" 


Dewa terkekeh melihat lelaki yang umurnya dibawah dirinya ini bingung,ayolah bahkan Elang juga berkecimpung di dunia bisnis.Sangat tak mungkin kan selirnya hanya ada satu. 


"Bukan selingkuh..give and take,saling menguntungkan"sahut Dewa menyesap wine yang ia pesan tadi. "Pasti kamu sendiri juga memiliki sugar baby kan,sudah pasti.Kau kan sepupu b******kku"lanjut Dewa tertawa melihat ekspresi dingin yang selalu lelaki dihadapannya itu keluarkan.Elang memang sosok yang sangat jarang banyak bicara dan terkesan lebih senang menyendiri.Masalalu Elang saat memperkosa seorang gadis pun diketahui oleh keluarga besar mereka,makanya Dewa sering menjuluki Elang dengan sebutan seperti itu. 


Semenjak pertunangannya dibatalkan dan membuat heboh keluarga besar,Elang memilih kembali ke kota ibu kandungnya dan sangat jarang pulang ke Indonesia setau mereka(keluarga besar).


"Semakin tua bukannya semakin insaf malah semakin parah"gumam daddy Elang yang dapat Dewa dengar dan malah disambut tawa oleh Dewa. 


"Oh iya,bukankah kau akan memberikan beberapa sahammu untuk calon anakku?"Dewa dengan tak tau diri memalak Elang.


"Bisa ku atur"sahut tenang daddy menyesap wine miliknya.


Dewa mengembangkan senyumnya,kelahiran anak pertamanya yang dihadiahkan beberapa persen saham oleh Elang membuat ia seakan mendapat jackpot.Dan ia sekarang mencoba peruntungannya lagi.


Daddy berdiri "Aku permisi"ucap daddy singkat untuk pergi meninggalkan sepupunya.Tak ingin berbicara lebih dalam dengan sepupu atau keluarga dari Ayahnya yang lain.Karna ia tau ujung-ujungnya hanya mencari keuntungan darinya. 


"Oke,hati-hati brother.Jangan lupa bersenang-senang,bercinta sangat menyenangkan"teriak lelali bernama Dewa itu meindahkan pandangan para pelanggan yang tengah menatapnya. 


"Ck… sepupu bodoh"gumamnya menatap punggung daddy Elang yang berjalan menjauh keluar.

__ADS_1


__ADS_2