Cinta Tetaplah Di Sini

Cinta Tetaplah Di Sini
Pernikahan Deri


__ADS_3

Deri frustasi namun tak menyerah untuk mencari Sekar. Bahkan dia mengintai butik-butik milik Intan juga rumahnya Intan ia benar-benar yakin jika gadis itu pasti ada di salah satu tempat itu.


Namun jawaban setiap orang suruhan darinya tetap sama. Mereka tidak melihat gadis yang dicari oleh Deri apalagi Deri sama sekali tidak mempunyai foto Sekar. Ini menambah kesulitan orang suruhannya.


"Maaf, bos wanita itu tidak ada disana bahkan dokumen pegawai miliknya juga tidak ada," selalu itu yang dia dengar dari orang suruhannya.


Malam ini adalah malam terakhir dirinya sebagai seorang bujangan karena besok dia akan mengikat janji dengan Silvia.


Tapi hatinya gelisah, hatinya marah karena memang dirinya tidak lagi menginginkan pernikahan ini. Ingin rasanya dia pergi tapi kemana? Sungguh sedikit sekali informasi yang dimilikinya tentang Sekar .


Sekar bagaikan wanita misterius yang sulit sekali untuk dia temukan. Bahkan ia belum pernah dibuat kerepotan dan gelisah oleh seorang wanita. Ini pertama kalinya. Mungkinkah ini cinta atau mungkinkah ini obsesi yang jelas Deri sungguh-sungguh frustasi.


Karena kesal Deri malah pergi ke klub malam. Di sana dia minum-minuman sampai mabuk. Beruntung ada pengawalnya yang mengikuti atas perintah papanya. Setelah tidak sadarkan diri, Deri dibawa pulang oleh pengawalnya tadi.


Harun sangat marah dengan kelakuan putranya. Tidak seharusnya dia membuat kekacauan di hari menjelang pernikahan. Pernikahan yang diinginkan oleh Deri sendiri.


****. *****


Di lain tempat Sekar masih ketakutan dan masih bersembunyi di balik keluarga Doni. Keluarga Doni mengajak Sekar untuk ikut bersama mereka menghadiri pesta pernikahan Deri besok malam.


"Besok malam kita datang ke pesta pernikahan Deri. Sekar, besok kamu ikut kami. Di sana akan kami kenalkan sebagai calon istri Bima, jadi tidak ada yang akan berani mengganggumu," kata Intan saat mereka makan malam.


"Maaf, Bu saya di rumah saja. Saya terlalu takut bila harus bertemu Deri. Apalagi kalau sampai dia nekad, kasihan istrinya," kata Sekar menolak ajakan bosnya.


"Kamu jangan takut, kan ada aku. Aku gak akan lepaskan tanganmu, kamu akan selalu di sisiku," sahut Bima meyakinkan Sekar.


"Mungkin aku akan tetap di sisi Mas Bima, tapi bagaimana dengan Deri? Yang saya takutkan dia akan meninggalkan istrinya untuk mengejar saya. Wanita itu pasti kecewa. Saya yakin jika saya tidak datang acara akan berjalan lancar. Tapi bila saya nekad datang, saya tidak bisa menjamin itu," Sekar menguraikan alasannya tidak mau ikut.


Semua memikirkan kata-kata Sekar. Dan mereka pun setuju demi kebaikan bersama.

__ADS_1


******. ********


Pagi hari di kediaman keluarga Harun terjadi keributan. Deri malas untuk bangun. Bahkan Haru sampai menyiramkan seember air ke tubuhnya agar pria itu bangun.


"Deri, bangun!" bentak Harun. Namun Deri masih enggan.


"Ambilkan seember air," bisiknya pada ajudannya. Ajudan itu pergi dan kembali membawa seember air pesanan tuannya.


Byurrrr


Air membasahi seluruh tubuh malas itu hingga terperanjat, lompat kemudian jatuh di lantai kamar.


Dengan terpaksa dia bangun dan bersiap. Tentu dengan ancaman akan dikeluarkan dari kartu keluarga dan dihapus dari daftar ahli waris. Dan seluruh bagiannya akan diberikan pada Dira adiknya atau malah pada Silvia, calon istrinya.


"Ingat, kamu harus memperlakukan dia dengan baik. jika tidak ancaman itu masih berlaku!" tegas Harun pada putranya.


Deri sudah duduk di depan penghulu tinggal menunggu Silvia turun bergabung bersama mereka. Sivia datang berjalan dituntun oleh ibunya. Gadis itu terlihat sangat cantik. Jauh berbeda dari sebelumnya. Ini karena gadis itu memang cukup tomboy sehingga kurang merias diri.


Dengan wajah malas Deri menoleh mengikuti arah pandangan orang-orang. Dia terkesima tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Benarkah itu Silvia?


"Cantik," gumamnya tanpa sadar dan didengar oleh Harun ayahnya.'Giliran sudah dirias bilang cantik,' cibirnya Harun dalam hati..


Bukan tak mau menyahuti gumaman putranya, dia hanya tidak ingin mood putranya berubah lagi .


Akad nikah pun dimulai.


Sah !!!!


Seru semua saksi pernikahan mereka. Silvia mencium tangan suaminya khidmat. Deri merasa ada desiran halus di dadanya. lalu ia menyambut gadis yang kini menjadi istrinya dengan mencium keningnya.

__ADS_1


Ia melihat ada air mata mengalir deras di pipi istrinya dan ia mengusapnya lembut. Ada rasa bersalah dalam hatinya karena sempat mengkhianati cintanya.


Acara dilanjutkan dengan doa. Semua memohon pada Tuhan untuk kebaikan rumah tangga keduanya.


Malam hari acara resepsi berlangsung cukup meriah. Tampak Doni datang bersama Intan dan Satya sementara Bima memilih menemani Sekar berjalan-jalan menikmati suasana malam tentunya dengan izin orang tuanya.


Deri sempat berharap Sekar akan datang. Namun harapannya pupus kala sampai akhir acara sosok Sekar tidak tampak. Sepertinya keputusan Sekar untuk tidak hadir di pesta pernikahan Deri adalah pilihan tepat.


"Selamat, ya Nak. Semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," doa Intan dan Doni saat bersalaman dengan pengantin.


"Terimakasih atas doanya Tante. Terimakasih gaunnya sangat cantik," sahut Silvia dengan senyum manisnya membuat lekuk di pipinya terlihat.


"Iya sayang. Oh, ya sekarang kan sudah punya suami kamu harus rajin dandan biar suamimu makin lengket. Harus cantik dan wangi. Okey?" ucap Intan memberi nasehat.


Selepas kepergian Intan, Silvia berpikir jika memang benar dirinya harus pandai berias diri. Selama ini dirinya begitu cuek dengan penampilan nya. Kini dia sudah bersuami, dia tidak ingin jika suaminya melirik wanita lain. Dia harus membuat suaminya hanya melihat dirinya bukan yang lain.


Silvia segera membersihkan diri setelah masuk kamar pengantin. Sedangkan Deri masih berbincang dengan beberapa temannya.


"Aku hampir tak percaya jika itu Silvia. Dia benar-benar cantik. Tahu gitu dulu aku aja yang gebet dia bukan malah ku comblangin ke kamu. Nyesel aku, Der," Alex menggerutu dengan keputusannya mendekatkan Deri dengan Silvia.


"Coba sama aku comblanginnya gak bakal ku tolak!" sahut Ronald.


"Heh, yang dulu ku comblangin pertama tuh kamu tapi kamunya gak suka cewek tomboy jadi aku comblanginnya sama Deri. Dia mau ya udah jodohnya Deri, dong!" sahut Alex kesal dengan menjitak kepala Ronald dan mereka pun tertawa bersama.


"Walaupun dia dari keluarga kaya, tapi dia apa adanya sederhana. Bahkan dia lebih suka naik motor matic daripada mobil. Jarang-jarang ada cewek kayak gitu. Kamu pasti gak akan menyesal nikah sama Silvia percaya, deh," puji Ronal panjang lebar.


"Kalau ada lagi yang kayak gitu, aku maulah," sahut Alex menimpali.


'Seberuntung itukah aku?' gumam Deri dalam hati

__ADS_1


__ADS_2