Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 37 Memberi Hukuman


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (37)


Daddy Alex menghela nafas. Ia ingin membuat orang-orang yang berniat tidak baik pada keluarganya untuk jera. Namun, ia pun tak ingin menghancurkan mereka yang tidak bersalah.


" Baiklah, saya sudah mengambil keputusan ", ucap Daddy Alex menggantung.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


" Saya tidak akan melaporkan kalian dengan syarat kalian harus mau menandatangani perjanjian. Yang mana bila kalian melakukan hal yang sama lagi, saya tidak segan untuk menjebloskan kalian ke penjara ", ucap Daddy Alex kemudian.


" Kamu dan ibumu tidak boleh lagi bertemu dengan Arkana ataupun keluarga saya yang lain dengan sengaja", diam sejenak. "Jangan pernah berambisi untuk memiliki apa yang sudah dimiliki oleh orang lain. Karena sesuatu yang di dapat dengan cara merampas dan menyakiti orang lain tidak akan pernah abadi. Apalagi kamu melakukan dengan cara menipu",Daddy Alex melihat ke arah Tasya.


Bagaimana pun, Daddy Alex masih memiliki rasa kasihan. Apalagi Tasya dan ibunya hanya hidup berdua saja. Mereka hanya salah mengambil jalan.


Tasya diam dan hanya menundukkan kepalanya. Tidak ada lagi rasa angkuh dan percaya diri.


" Terimakasih, tuan. Maafkan kami yang sudah mengganggu keluarga anda",ucap Bu Wilona.


Daripada terus berambisi agar sang anak bersama dengan Arkana, lebih baik ia menyerah. Apalagi ternyata Arkana sendiri sudah tidak memiliki perasaan pada putrinya. Walaupun ada penyesalan karena dulu memaksa Tasya untuk lebih memilih menerima lamaran Rey, kini mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Nasi sudah menjadi bubur.


Bu Wilona percaya diri pada awalnya karena berpikir Arkana akan mau kembali pada Tasya. Mengingat hubungan mereka dulu.


Daddy Alex hanya diam menanggapi perkataan Bu Wilona.


" Dan kamu ", tunjuk Daddy Alex pada dokter muda yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya.


" Kamu jangan pernah mau melakukan ini lagi. Memanfaatkan profesimu untuk membantu orang lain membuat kebohongan. Kalau kamu sayang pada orang tuamu yang sudah banyak berkorban harta untuk bisa menyekolahkan mu, gunakan gelar yang kamu punya untuk kebaikan", jelas Daddy Alex.


"Baik. Terimakasih sudah memaafkan dan tidak melaporkan saya ke polisi ",ucap dokter itu dengan berkaca-kaca.


Daddy Alex mencari tahu latar belakang dokter itu. Dia melakukan karena terpaksa. Karena tekanan yang ia terima. Bukan karena kerelaan demi mendapatkan materi.


Daddy Alex kini beralih pada sepasang suami-istri pemilik rumah sakit.


" Saya tidak melaporkan istri Anda karena saya tidak ingin menghancurkan mata pencaharian orang yang tidak bersalah. Dengan melaporkan istri Anda, pasti sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi rumah sakit ini. Saya hanya berharap kedepannya anda sebagai pemilik rumah sakit bisa lebih memperhatikan. Jangan sampai ada kelalaian seperti ini lagi."


"Saya tahu kinerja para dokter juga pelayanan dan fasilitas di rumah sakit ini sangat bagus, namun akan tercoreng jika orang-orang tahu ada yang memanfaatkan demi keuntungan pribadi."


" Terimakasih karena Pak Alex mau berbaik hati untuk tidak melanjutkan ke jalur hukum", ucap Pak Cipto senang.


Ia memang memikirkan nasib orang-orang yang bekerja di rumah sakit yang dipimpinnya ini. Bagaimana nasib mereka jika berita ini tersebar. Apalagi gelar rumah sakit swasta terbaik yang di sematkan pada rumah sakit miliknya pastinya akan menjadi berita yang menarik perhatian banyak orang.


" Terimakasih Pak Alex. Saya juga minta maaf", Bu Cipto kapok melakukan hal seperti ini lagi.


Sekalipun ia memiliki kekuasaan di rumah sakit, tapi orang di hadapannya memiliki kekuasaan lebih yang bisa menghancurkannya dalam waktu sekejap.


Bu Cipto takkan mau mau lagi sekalipun sahabat baiknya yang meminta tolong. Ya, ia akan lebih berhati-hati lagi.


******

__ADS_1


" Istirahatlah", ucap Arkana pada Ayu yang sudah ada di dalam kamar rawatnya.


" Hmm", jawab Ayu sambil menutup matanya.


Arkana hanya menghela nafas. Istrinya kembali irit bicara.


Perlahan, ayu tertidur. Sementara Arkana duduk di kursi yang ada di samping ranjang.


Malam menjelang, Ayu masih terlelap. Sementara keluarganya pulang dan hanya menyisakan Arkana seorang. Sebenarnya, Arkana lah yang meminta mereka pulang agar ia bisa memiliki waktu berdua dengan Istrinya.


" Assalamu'alaikum ", salam Arkana sesaat setelah mengangkat telpon.


" Wa'alaikumsalam, Daddy. Daddy, Bunda mana?", Alif yang rindu kepada bundanya namun tidak di izinkan ke rumah sakit meminta Tika menelepon Daddy nya saja.


" Bunda sedang istirahat, sayang",jawab Arkana sambil mengganti kamera depan jadi kamera belakang


Alif memang melakukan video call karena ingin melihat Bundanya.


" Kapan Bunda boleh pulang ?",tanya Alif dengan wajah sendu.


" Tunggu bunda baikan, nanti langsung pulang. Alif yang sabar ya. Do'ain bunda cepat sehat, biar bisa cepat pulang ", ucap Arkana.


" Iya Daddy. Alif akan do'ain Bunda"


" Insya Allah nanti Daddy telpon kalau Bunda bangun, ya", janji Arkana.


Arkana hanya tersenyum melihat kebiasaan sang anak saat mengucapkan kata janji.


"Insya Allah Daddy janji", Arkana mengancingkan jari kelingkingnya seperti yang Alif lakukan.


Alif bisa melihatnya karena Arkana sudah mengembalikan tampilannya ke kamera depan.


" Alif sudah makan?"


" Sudah Daddy. Ibu masakin ayam krispi kesukaan Alif", jawabnya tersenyum senang.


" Anak pintar "


" Daddy sudah makan?", Arkana tersenyum melihat sang anak malah balik bertanya.


"Belum. Nanti nunggu Bunda bangun", jawab Arkana.


" Ya, Daddy juga jangan lupa makan. Nanti Daddy sakit. Alif gak mau kalau Daddy juga harus tinggal di rumah sakit ", ucap Alif perhatian.


Arkana terenyuh mendapatkan perhatian dari jagoan kecilnya.


" Iya, sayang. Daddy sudah pesan makanan. Nunggu Bunda bangun baru makan", ucapnya. "Daddy matiin telponnya, ya? Alif kan harus tidur. Ini sudah malam"


" Iya, Daddy. Besok telpon Alif ya. Alif mau ngobrol sama Bunda", pinta Alif.

__ADS_1


" Iya, sayang. Sekarang Alif tidur dulu. Assalamu'alaikum "


"Wa'alaikumussalam"


Sambungan telepon pun terputus. Tidak lama kemudian Ayu bangun. Ia merubah posisi menjadi duduk dan mencoba mengambil air minum di atas nakas.


Arkana yang melihat itu langsung mengambilkan dan membantu Ayu untuk minum.


" Mau makan?", tawar Arkana sambil mengambil makanan yang sudah di sediakan pihak rumah sakit.


Tanpa bicara, Ayu berusaha mengambil alih piring yang ada di tangan Arkana.


" Biar Mas suapi ",


" Aku bisa sendiri. Mas makan saja", Ayu melihat makanan di atas meja yang masih utuh dan bukan berasal dari rumah sakit.


" Kamu dulu saja. Mas bisa nanti ", ucap Arkana tanpa mau memberikan piring yang ia pegang.


Ayu tidak ingin terlalu lama berdebat. Ia pun menerima suapan demi suapan dari suaminya.


" Sudah, mas", Ayu sudah kenyang padahal makanannya masih belum habis.


Arkana pun mengambil air minum dan membantu Ayu minum.


" Sekarang giliran Mas yang makan"


" Aku makan dulu. Kalau perlu apa-apa panggil Mas saja. Jangan melakukan sendiri"


Ayu hanya mengangguk.


Arkana pun mulai memakan makanan yang di pesannya. Sementara Ayu hanya melihat suaminya yang sedang makan. Makannya sangat lahap seperti tidak makan berhari-hari.


Setelah selesai makan, Arkana menghampiri Ayu dan memberikan sesuatu pada istrinya.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...


...Mampir juga di karya Author ya...


...😉...

__ADS_1


__ADS_2