Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 61 Bertemu Miss Nela


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (61)


" No, Onti. Panggil Abang Alif. Jangan Kakak Alif"


"Kenapa ?"


"Alif lebih suka di panggil Abang daripada kakak. Biar beda. Kan sudah ada Kak Zaki." Jawabnya polos.


"Ok sesuai request."Malika tertawa


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Hari-hari berlalu. Arkana mengerjakan semua pekerjaan dari rumah. Karena ia tidak bis jauh dari sang istri. Bahkan saat ia mengerjakan pekerjaan di rumah pun, Ayu harus selayada di sisinya.


" Sayang, besok ikut aku ke perusahaan ya?!" Arkana memelas.


" Aku tidak biasa, Mas." Ayu menolak dengan halus.


"Sayang, besok aku harus meeting dan tidak bisa di wakilkan." Arkana menjelaskan kondisinya.


"Hmm.. Baiklah." Jawab Ayu terpaksa.


Cup.. cup...cup...


Arkana menciumi sang istri yang saat itu sedang ada di sampingnya.


" Terimakasih "


" Sama-sama." jawab Ayu. "Oh iya, Alif mana? Kenapa belum pulang juga?"


"Sebentar, mas telpon Pak Diman dulu."


Arkana menelpon supirnya yang bertugas mengantar jemput Alif.


" Apa kata Pak Diman?" tanya Ayu penasaran.


"Katanya mobilnya mogok, jadi ia ke bengkel dulu."


" Lalu Alif bagaimana?," Ayu khawatir.


" Pak Diman sudah menelpon pihak sekolah bahwa ia telat menjemput."


"Apa tidak apa-apa?"


" Tentu. Kamu tenang saja." Ayu tenang mendengar Jawa suaminya.


Di sekolah, Alif menunggu sambil bermain di arena bermain yang disediakan untuk anak-anak TK.


Selain Alif, ternyata ada juga beberapa siswa disana yang sama seperti Alif, menunggu jemputan.


" Alif, kamu pergi sama orang tuamu ke kebun binatang ?" tanya Devan teman sekelas Alif.


"Belum tahu. Aku belum bilang." Jawab Alif sambil melajukan ayun- ayunannya.


" Oh iya, kapan-kapan apa aku boleh main ke rumahmu?"


"Tentu saja. Aku senang kalau kamu mau bermain ke rumah."


"Devan!!" Pak Satpam berteriak memanggil Devan karena supir yang menjemputnya sudah da di depan gerbang.


"Aku duluan ya."


" ok."


"Assalamu'alaikum "


"Wa'alaikumussalam "


Devan pun berlari ke arah gerbang sekolah.


"Devan belum pulang?" Tanya Mis Nela yang kebetulan ada di sekitar sana.


" Belum Miss. Nunggu Pak Diman menjemput." Jawab Alif sambil terus bermain ayunan.

__ADS_1


" Alif tidak pernah di jemput Daddy sama Mommy Alif?" Tanya Miss Nela penasaran.


" Tidak Miss. Daddy kurang enak badan karena ada bayi di perut Bunda Alif." Jelas Alif.


Miss Nela mengerutkan keningnya. Ia belum paham apa yang di maksud Alif.


"Grandma bilang,ada adik bayi di perur Bunda Alif. Tapi, yang mual dan pusing nya Daddy Alif " Jelas Alif mengatakan apa yang pernah ia dengar.


"Mommy Alif hamil?"


"Bukan Mommy. Tapi, Bunda."


"Ah iya,Bunda "Miss Nela mengangguk.


Padahal Mommy dan Bunda itu kan sama saja. Batin Miss Nela.


Miss Nela pun menemani Alif bermain indalm kelas karena cuaca di luar semakin lama. Setelah cukup lama menunggu, Pak Diman pun sampai.


"Terimakasih karena Miss Nela mau menemani Alif " Ucapa Alif sopan.


"Iya sama-sama." Miss Nela tersenyum dan mengusap kepala Alif.


Setelah Alif pergi dari hadapannya, Miss Nela kembali ke ruang guru. Namun, belum sempat ia sampai, seseorang menelponnya.


"....."


" Ya, kita lakukan saat karya wisata nanti ke kebun binatang."


Miss Nela langsung kembali menutup telponnya.


...******...


"Bunda, ini dari Miss Nela. Alif mau ikut ya, minta Daddy tanda tangan." Alif memberikan selembar kertas.


Ayu membuka kertas yang terlipat itu. Ia membacanya dengan seksama. Ternyata, pemberitahuan akan di adakan nya karya wisata ke kebun binatang.


"Ke kebun binatang?"


"Bunda tanya Daddy dulu ya." Ayu tidak bisa memutuskan sendiri. Ia tidak tahu kesibukan suaminya. Walaupun akhir-akhir ini kesibukan suaminya hanyalah menempeli dirinya saja.


" Bilanga apa ?" Arakan masuknke dalam kamar Alif.


" Ini.." Alif menyerahkan lembar pemberitahuan dari pihak sekolah. " Kalu setuju, tinggal menandatangani surat persetujuan orang tua." Jelas Ayu.


" Karya wisata ke ke un binatang ?"


" Boleh ya , Daddy." Alif memelas sambil meletakkan kedua tangannya di dada.


" Boleh tidak ya?" Arkana pura-pura berpikir.


Melihat sikap sang suami Ayu hanya tersenyum, ia tahu suaminya sedang menggoda Alif.


" Ayolah Daddy. Alif belum pernah ke ke un binatang." Alif mengerucutkan bibirnya.


Selama ini, Arkana memang lebih banyak mengajaknya ke tempat bermain yang ada di mall.


"Ok deh. Boleh."


"Terimakasih, Daddy." Alif berhamburan memeluk Arkana dan mencium pipinya.


" Sama-sama,sayang."


" Daddy dan Bunda ikut juga kan?!"


" Tentu saja." Jawab Arkana dengan yakin.


" Yeay,, Daddy memang the best!!!" Alif bersorak gembira.


Keesokan paginya...


" Hari ini, Daddy dan Bunda akan mengantarkan Alif ke sekolah. Nanti juga Daddy dan Bunda yang jemput" Jelas Arkana pada Alif saat ia akan sarapan.


" Memangnya Bunda mau kemana?" Alif penasaran melihat Bundanya yang sudah siap.

__ADS_1


" Bunda ikut Daddy ke perusahaan." jawab Arkana.


" Pulangnya, kita jalan-jalan dulu ya"


" Alif mau kemana?"


" Makan Ayam krispi" jawabnya sambil tersenyum.


"Ok." Jawab Arkana


Mereka pun sarapan dengan tenang. Setelah itu langsung meluncur ke sekolahan Alif.


" Alif, itu siapa?" Tanya Ayu merasa asing dengan guru yang menyambut di depan gerbang.


" Itu Miss Nela. Selama Miss Suci tidak masuk, Miss Nela yang menggantikan." Jelas Alif. Ayu hanya manggut-manggut.


Arkana dan Ayu keluar dari mobil mengantarkan Alif sampai ke gerbang masuk.


" Alif belajar yang rajin ya. Nanti, Daddy jemput." Arakana mengusap kepala Alif.


" Siap, Daddy." Alif mencium tangan Arkana di lanjutkan dengan mencium tangan Ayu.


" Salam kenal,Miss Nela. Saya Bundanya Alif" Ayu menyalami Miss Nela.


" Salam kenal , Bunda Alif. Saya Miss Nela guru pengganti Miss Suci."


Miss Nela berniat menyalami Arkana juga namun, karena melihat Arkana yang tidak berniat mengulurkan tangannya membuat Miss Nela hanya menganggukkan kepalanya.


" Saya titip Alif ya, Miss."


" Iya, Bunda."


" Terimakasih. Kami permisi"


"Sama-sama."


"Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumussalam "


AYu dan Arkana pergi meninggalkan sekolah Alif. Miss Nela menatap Arkana dengan lekat dan itu tidak luput dari perhatian Ayu.


" Sepertinya Miss Nela menyukaimu." Ucap Ayu sesaat setelah masuk ke dalam mobil.


Arkana tersenyum. " Suamimu ini banyak penggemarnya." Jawab Arkana sambil memasangkan sabuk pengaman istrinya.


Ayu hanya mendengus. Walaupun begitu, apa yang di ucapkan suaminya memang benar.


" Jangan cemburu. Aku hanya mencintaimu." Arkana mengecup pipi Ayu.


" Hmmm"


Mobil pun melaju menuju perusahaan. Ayu terus melihat ke arah gerbang dimana Mis Nela berada. Ternyata, ia masih melihat ke arah mobilnya.


Perasaan apa ini? Batin Ayu


Selain bisa merasakan bahwa Miss Nela menyukai suaminya, ia pun merasakan sesuatu yang ia tak bisa jelaskan apa itu.


" Kamu kenapa, sayang?" tanya Arakana saat melihat istrinya melamun.


" Tidak ada, mas" Ayu tersenyum.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2