Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 53 Perkara Anak Di Luar Nikah


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (53)


Ayu berjongkok di depan Alif yang sedang duduk di tepi kasur. Ia mengatur nafasnya.


" Apa itu artinya Alif tidak bisa masuk surga, Bunda? Karena Allah benci pada Alif". Tanya Alif lagi dengan polosnya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


" Mengapa kamu bilang begitu, sayang?" Ayu bertanya dengan lembut.


" Karena Bunda pernah bilang kalau Allah melarang kita makan makanan yang haram dan tidak thoyib. Kalau kita melanggar larangan Allah, kita berdosa. Tempat orang yang berdosa adalah neraka." Jelas Alif panjang lebar.


Ayu tersenyum. Ia kagum pada daya ingat sang anak yang masih mengingat ucapannya dengan saat di minimarket. Alif saat itu mengambil permen yang tidak ada label halalnya. Karena tidak ingin sang anak merajuk jika ia melarangnya maka, Ayu menjelaskan makanan apa yang boleh ia beli dan makan.


Ternyata caranya berhasil, Alif tidak merajuk dan mengganti makanan pilihannya dengan yang ada label halalnya.


Ayu tidak menyangka penjelasannya waktu itu di ingat sang anak.


" Jadi, karena Alif adalah anak h4r4m, Alif berdosa dan akan masuk neraka." Jelas Alif menyimpulkan sendiri.


" Jika Bunda bilang kalau Alif bukan anak h4r4m, Alif lebih percaya Bunda atau Tante itu?"


"Bunda." Jawab Alif tanpa ragu sedikitpun.


" Ok." Ayu menghirup udara dan berpikir sejenak. Ia tidak boleh salah menjelaskan pada anak seusia Alif.


" Tidak ada anak h4r4m di dunia ini. Sekalipun dia tidak punya ayah seperti Alif dulu." Jelas Ayu perlahan.


" Jadi Alif bukan anak..."


" Ya, Alif bukan seperti itu. Tidak ada anak seperti itu." Ayu memotong perkataan Alif. Ia merasa sakit hati setiap Alif mengatakan itu.


" Berarti Alif bisa masuk surga?" tanya Alif antusias.


" Ya. Tentu saja."


" Tapi, Tante itu bilang..."


" Tante itu belum mengerti sayang. Sekalipun dia sudah besar, sepertinya tidak ada yang memberi tahunya karena itu ia mengatakan Alif seperti tadi."


" Begitu ya, Bunda?" Alif manggut-manggut.


" Iya."


" Kalau begitu, nanti minta Daddy untuk kasih tahu Tante itu ya, Bunda. Biar Tante itu tahu. Alif sedih saat Tante itu bilang begitu pada Alif. Alif tidak mau Tante itu bilang seperti itu juga pada anak lain yang tidak punya ayah seperti Alif dulu."


" Ya, nanti Bunda bilang Daddy, ya. Insha Allah." Ucap Alif mengusap pipi sang anak dengan lembut.


"Oh ya, Alif mau tidak menginap di rumah ibu Tika?" Tanya Ayu kemudian.


Hanya cara itu yang bisa membuat Alif jauh dari Ratu. Perkataan Ratu bisa saja menyakiti Alif atau meracuni pemikiran Alif. Ayu tidak ingin itu terjadi.

__ADS_1


Apalagi Ayu tadi sempat mendengar jika keluarga Ratu akan menginap di mension selama mereka ada di negara ini.


" Apa boleh, Bunda?"


" Tentu."


" Daddy bilang Alif harus istirahat di rumah sampai nanti kita jalan-jalan. Apa Daddy tidak akan marah jika Alif menginap di rumah ibu?"


" Nanti Bunda yang bilang. Apa Alif tidak mau?" Tanya Ayu ragu.


" Tentu saja Alif mau. Terimakasih, Bunda." Alif memeluk Ayu dengan erat.


Di balik pintu penghubung kamar, Arkana hanya mematung. Ia yang awalnya akan menemui istri dan anaknya di buat tertegun.


Arkana jelas mendengar apa yang Alif tanyakan. Itu cukup menyesakkan.


Masih banyak yang menghakimi anak yang lahir di luar nikah bahkan melabelinya dengan anak h4r4m. Padahal, perbuatan orang tuanya lah yang salah. Namun, kenapa anaknya yang jadi korban.


Apalagi pada kasus Alif, Arkana lah yang paling bersalah. Bukan Ayu, apalagi Alif. Keduanya adalah korban dari Arkana. Walaupun Arkana pun korban dari orang yang berambisi untuk menikah dengannya.


Arkana mengela nafas. Ia menetralkan detak jantungnya. Dari pembicaraan keduanya jelas bahwa dulu pun ada yang mengatakan hal buruk tersebut kepada Alif.


Ceklek


Arkana masuk dengan memasang senyumannya.


" Ada apa ini. Kenapa Alif meluk Bunda?" tanya Arkana berpura-pura penasaran. "Daddy juga kan jadi cemburu mau di peluk Alif juga."


Alif yang mendengar perkataan sang ayah langsung melepaskan pelukannya pada Ayu dan beralih memeluk Arkana.


"Alif senang karena Alif boleh menginap di rumah ibu" Jelas Alif sambil melihat ke arah sang Daddy yang wajahnya tepat di hadapannya.


" Benarkah ?" Arkana melihat ke arah Ayu.


Ayu sedikit gelagapan melihat Arkana yang melihat ke arahnya.


" Iya. Bolehkan ?" Tanya Ayu pelan.


" Tentu saja boleh. Kenapa tidak ?"


Ayu terkejut dengan respon Arkana. Namun, detik kemudian ia tersenyum.


...******...


Makan malam pun tiba, Alif, Ayu dan Arkana makan malam di balkon kamar. Arkana hanya bilang ingin makan malam bertiga saat Ayu bertanya.


Ayu awalnya merasa tidak nyaman, bukankah sedang ada tamu, apa jadinya jika mereka tidak ikut makan malam bersama.


Namun, Arkana meyakinkan dengan mengatakan bahwa Mommy Mona pun tidak mempermasalahkannya.


" Arkana, Ayu dan Alif kemana? Mengapa mereka tidak turun untuk makan malam?" Daddy Alex melihat ke arah istrinya.

__ADS_1


" Arkana bilang ia ingin makan malam bertiga di balkon."


" Sangat tidak sopan." Ratu mencibir.


Mommy Mona yang tidak tahan pada sikap Ratu menatap tajam Ratu.


" Kamu pikir siapa yang membuatnya bersikap tidak sopan?" Mommy Mona benar-benar sudah tidak tahan. Nada suaranya meninggi.


Ratu hanya menundukkan kepalanya. Ia tidak pernah melihat Mommy Mona marah.


" Apa maksudmu?" Daddy Alex terkejut melihat sikap istrinya yang biasanya tidak hilang kendali seperti ini.


Giska dan suaminya, Mario pun terkejut. Terutama Mario yang memang tidak tahu apa-apa.


" Kita lanjutkan saja makan malamnya dulu tanpa mereka. Setelah itu, baru kita bicarakan masalah ini." Ucap Mommy Mona kemudian.


Ia yakin sekali jika mereka melanjutkan semuanya, tidak akan ada makan malam dan malah berakhir dengan perdebatan.


Daddy Alex menghela nafas. Sepertinya ini masalah serius. Batin Daddy Alex.


Mereka pun makan malam dengan tenang. Tidak ada lagi pembicaraan. Hanya suara dentingan sendok yang terdengar.


Seperti perkataan Mommy Mona di meja makan tadi, Mereka pun beralih ke ruang keluarga untuk membahas apa yang menyebabkan Arkana dan keluarga kecilnya tidak makan bersama mereka di meja makan.


" Panggilkan Arkana dan Ayu." Daddy Alex memberi perintah pada pelayan yang ia panggil.


" Baik, Tuan." Pelayan itu berlalu menuju kamar Arkana.


Di ruang keluarga, atmosfernya sudah terasa berbeda. Ada ketegangan di wajah Ratu juga Giska. Bagaimana pun keduanya tahu apa yang membuat Arkana bersikap demikian. Sekalipun Arkana tidak mengatakan apapun.


" Daddy memanggil kami?" Tanya Arkana yang datang bersama Ayu di sampingnya.


Keduanya saling bergenggaman tangan.


Daddy Alex melihat ke arah anak dan menantunya. " Kalian duduklah dulu." pinta Daddy Alex.


Tanpa membantah, keduanya langsung duduk.


" Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Arkana. "Apa karena keputusan ku yang tidak ikut serta makan malam di meja makan?" Tebak Arkana.


Daddy Alex mengangguk. Saat semua ada di rumah, peraturan tidak tertulis yang ada di mension adalah mereka harus makan bersama. Baik sarapan ataupun makan malam.


" Tanyakan saja pada Ratu." Arkana menatap tajam Ratu yang jantungnya sudah berdetak tak karuan.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...


__ADS_2