Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 55 Hadiah


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (55)


"Saat besok Alif menginap di rumah Mbak Tika, kita akan menginap di hotel. Dan ingat, aku mau kamu yang mendominasi. Seperti malam sebelum aku pergi ke luar kota. Aku menyukaimu yang seperti itu, sayang." Arkana memainkan kedua alisnya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Ayu yang merasa malu menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut. Wajahnya pun ia tutupi.


Arkana hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya.


" Mas, malu ih." gumam Ayu.


" Kenapa malu? Disini hanya ada kita berdua."


Arkana pun ikut merebahkan tubuhnya.


" Besok janji ya."


" Iya. Apapun yang mas mau. Tapi, jangan di ingetin terus, aku jadi malu."


Cup


Arkana mencium pipi Ayu.


"Ok. Aku tunggu action-nya aja."


Ayu merubah posisinya membelakangi Arkana. Sekalipun pembicaraan itu hanya di antara mereka berdua, tetap saja memalukan.


Arkana melingkarkan tangannya ke pinggang Ayu. Memeluk Ayu dari belakang.


"Istirahatlah. Besok aku tidak akan membiarkanmu beristirahat."


" Aish.." Ayu hanya memonyongkan bibirnya. Untung saja Arkana tidak melihat tingkah istrinya itu. Entah apa yang akan di lakukan Arkana jika tahu.


...******...


Sarapan pagi ini, semua ada di meja makan. Namun, tidak dengan Ratu. Ia tidak punya muka untuk ikut di meja yang sama dengan Arkana dan Ayu.


"Mas mau apa?"


" Samain saja, sayang." Ayu mengambilkan sarapan dengan menu yang sama dengan apa yang akan di ambil Ayu.


" Alif mau ayam krispi, Bunda," pinta Alif saat Ayu akan mengambilkan nasi untuk Alif.


" Ok, sayang"


Semenjak keberadaan Ayu di mension, pelayan selalu menyiapkan sarapan dengan menu nasi dan yang lainnya. Sementara keluarga Arkana terbiasa dengan roti sandwichnya.


Walaupun sesekali mereka ikut makan menu sarapan yang di buat untuk Ayu karena tergiur dengan aromanya yang sedap.


Arkana pun akhirnya malah terbawa kebiasaan sang istri. Walaupun sesekali hanya cukup dengan roti sandwich saja.


Pemandangan keluarga yang harmonis itu di saksikan oleh Mario dan juga Giska. Mereka merasa bersalah atas sikap Ratu terutama pada Alif.


Melihat berapa cerianya Alif, mereka yakin Alif tidak terpengaruh ucapan Ratu. Padahal, semua tidak lepas dari peran kedua orangtuanya yang menjadi tameng bagi Alif.


Mereka kini sedang ada di ruang keluarga. Selepas sarapan tadi, Ayu dan Alif kembali ke kamar. Sementara yang lainnya ke ruang keluarga.


Weekend membuat mereka tidak ada yang beraktivitas ke kantor.


"Om benar-benar minta maaf atas sikap Ratu, Ar."


"Aku sudah memanfaatkannya, Om. Om juga sudah mengucapkan itu berkali-kali."


Dari kemarin, Mario memang terus meminta maaf. Sedang Ratu sendiri seperti tidak ada itikad baik. Ia bungkam. Padahal orang tuanya sudah menyuruhnya meminta maaf.

__ADS_1


Namun, Arkana tidak terlalu memperdulikannya. Karena kalaupun Ratu meminta maaf, ia pasti terpaksa.


"Alif mau kemana?," tanya Mommy Mona melihat Ayu membawa koper kecil milik Alif.


" Alif mau menginap di rumah ibu, grandma." ucap Alif dengan senyum lebarnya.


" Nanti Grandma kesepian kalau Alif menginap." Mommy Mona berpura-pura sedih.


" Kan ada Grandpa." jawabnya polos.


" Sini, peluk dulu." Mommy Mona memeluk Alif dan menciumi wajahnya.


" Grandma, wajah Alif basah." Keluh Alif sambil melap wajahnya yang tidak terlalu basah dengan tangannya.


Mommy Mona dan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah Alif.


" Salim dulu sama semuanya." Ayu mengingatkan.


Tanpa diminta dua kali, Alif menyalami semuanya termasuk Mario dan Giska.


" Maafin Onty Ratu, ya." Pinta Mario saat Alif mencium tangannya.


" Iya, kakek. Bunda bilang, Onti Ratu belum tahu makanya Alif minta Daddy buat kasih tahu Onti." Ucap Alif. " Daddy suka kasih tahu Onti kan?"


" Ya, Daddy nya Alif sudah kasih tahu Onti."


Alif hanya tersenyum.


Melihat hal itu, Mario semakin bertambah bersalah. Ia memeluk dan mencium kepala Alif.


"Oh iya, ini buat Alif" Mario memberikan paper bag berisi mainan.


" Ini apa, kek?"


Alif membukanya dengan antusias. Mainan Robot dan juga mobil-mobilan.


" Terimakasih, Kek"


"Sama-sama, sayang."


" Dad, Alif boleh bawa ini ke rumah ibu?" Alif meminta izin pada Arkana.


"Boleh."


"Yeay... Terimakasih, Daddy." Alif bersorak membuat para orang dewasa tersenyum.


"Nenek juga minta maaf ya." Alif beralih pada Giska.


" Iya, nek." Jawab Alif sambil mencium tangan Giska.


Melihat bagaimana Alif berterima kasih, meminta izin dan mau memaafkan, Giska semakin merasa gagal mendidik Ratu.


Sudah sebesar itu, Ratu tak pernah mau meminta maaf bila melakukan kesalahan. Memakai barang pun seenaknya. Tak pernah berpikir itu milik siapa.


Aku terlalu memanjakan nya. Batin Giska


" Daddy pikir, Alif tidak jadi pergi?" Tanya Daddy Alex setengah berbisik kepada Arkana.


" Aku sudah janji, Dad. Aku gak mungkin ingkar dan membuat anakku sedih." Jelas Arkana.


Daddy Alex menggangguk sambil tersenyum. Ia bahagia anaknya semakin dewasa semenjak memiliki Ayu dan Alif dalam hidupnya.


Di rumah Tika, Zaki yang tahu Alif akan menginap sudah tidak sabar menunggu kedatangan Alif.


" Bu, Alif jadi datang dan menginap kan?"

__ADS_1


Tika hanya tersenyum. Entah sudah berapa kali sang anak menanyakan hal yang sama.


" Iya. Katanya sudah di jalan."


Karena tidak sabar, ia membuka pintu depan dan menunggu di teras.


Tidak lama kemudian, sebuah mobil berhenti. Ayu keluar di ikuti oleh Alif yang langsung berlari masuk ke dalam gerbang. Sementara Arkana keluar dari pintu mobil yang lain.


" Kak Zaki! Lihat Alif punya apa?" Alif berteriak sambil menunjukkan barang bawaannya.


Di teras Alif langsung mengeluarkan mainan miliknya.


" Ini untuk kak Zaki!" Alif memberikan mobil remote control yang baru ia dapatkan dari Mario.


Zaki tidak langsung menerimanya, ia melihat ke arah Ayu.


" Ambil saja. Alif mau berbagi dengan Zaki." Ayu tersenyum.


Setelah mendapatkan izin, Zaki menerimanya dengan senang hati.


" Apa tidak apa-apa?," tanya Tika yang baru keluar dari rumah.


" Tidak apa-apa, mbak. Alif kemarin dapat hadiah mobil juga dari Kak bara."


Tika pun mengangguk.


Arkana dan Ayu kembali pergi setelah makan siang. Karena Tika memaksa keduanya untuk makan siang bersama dulu.


"Kita mampir ke butik langganan Mommy, Pak" perintah Arkana pada sang supir.


" Baik, tuan."


" Kita mau apa kesana?" Tanya Ayu penasaran.


" Mas mau ambil baju pesanan mas."


" Mas pesan baju untuk apa?"


" Bukan untuk mas, tapi untukmu, sayang." jawabnya sambil tersenyum.


" Buat aku? Buat apa?," tanya Ayu bingung. "Bajuku masih banyak. Yang di belikan Mommy saja belum semua aku pakai." jawab Ayu lagi.


"Ini hadiah buat kamu. Harus kamu pakai malam ini."


Ayu diam. Ia mulai berpikir akan kemana ia malam ini. Namun, tiba-tiba..


Blush..


" Jangan bilang mas beli...."


Arkana hanya tersenyum tanpa mau menjawab apapun.


TBC


 


...----------------...


Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload..


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe


Terima kasih atas dukungannya


🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2