
Cinta Untuk Ayunda (64)
"Maaf... hikss.. hikss.."
Ayu semakin lemas. Ia pun akhirnya tak sadarkan diri. Beruntung Arkana sedari tadi merangkul pinggang sang istri sehingga ia bisa menahan tubuh istrinya sebelum jatuh ke tanah.
"Sayang..."
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Arkana memangku Ayu dan membawanya ke bangku yang tidak jauh dari mereka. Ia membaringkan Ayu dan menjadikan tasnya sebagai bantal.
Arkana berjongkok di hadapan Ayu dan berkali-kali mencoba membangunkannya.
"Sayang,, hei.." Arkana mengusap pipi Ayu.
"Coba pakai ini, Pak" Miss Lidia menyerahkan botol kecil berisi minyak kayu putih. " Di bagian pelipis dan lehernya."Miss Lidia kembali memberi saran."
Arkana melakukan apa yang Miss Lidia katakan. Ia pun memipjit Ayu.
"Sayang, ayo bangun." Arkana mulai cemas apalagi Ayu sedang hamil muda.
"Eunghhh.." terdengar lenguhan dari bibir Ayu.
Perlahan kelopak matanya terbuka. Yang pertama ia lihat adalah suaminya yang tepat di sampingnya.
Hingga air mata itu kembali mengalir saat ia ingat apa yang terjadi.
" Alif mas,, Alif.. Hiks.. Hiks" Ayu memeluk suaminya sambil menangis.
"Kamu tenang dulu.Kita cari Alif ya." Arkana menepuk punggung Ayu pelan. Setelah merasa tenang Ayu melepaskan pelukannya.
"Mau ikut mencari Alif atau menunggu disini?" tanya Arkana lembut.
"Ikut." jawab Ayu yakin.
Tiba-tiba seorang guru laki-laki menghampiri Arkana.
"Pak Arakana, bisa bicara sebentar?"
Arkana melihat ke arah Ayu seolah meminta izin dan Ayu hanya mengangguk.
Arkana mengikuti sosok laki-laki di depannya. Sementara Ayu di temani guru-guru yang lain.
Arkana di ajak sedikit menjauh. Mereka pun berhenti tepat di samping Miss Indah.
"Apa ada informasi mengenai Alif, Pak?"
"Begini, tadi saya sudah ke kantor pusat informasi untuk melaporkan kehilangan Alif. Setelah pihak petugas melihat CCTV di tempat terakhir Alif berada, ternyata Alif di bawa pergi seseorang. Namun, wajah orang itu tidak terlihat jelas karena memakai masker."
Deg
"Maksud Anda, Alif di culik?"
"Iya, Pak. Dan setelah di telusuri melalui cctv juga, ternyata Alif sudah berhasil di bawa keluar dari kebun binatang ini" Jelas Mr.Gilang yang saat itu ikut serta diminta untuk menjadi pengawas anak-anak yang ikut karya wisata.
__ADS_1
Arkana menghela nafas. "Terimakasih informasinya, Pak. Saya akan kembali menemui istri saya."
Arkana pun melangkahkan kakinya setelah Miss Indah menitipkan pesan untuk para guru.
Arkana menghampiri Ayu yang sedang duduk dan di beri minuman teh hangat oleh seorang guru.
" Apa ada informasi tentang Alif, Mas?" tanya Ayu.
"Miss indah meminta para guru untuk menghadap beliau. Katanya ada yang akan di sampaikan." Arkana menyampaikan pesan kepala sekolah sebelum menjawab pertanyaan Ayu.
Setelah tinggal mereka berdua, Arkana duduk di samping Ayu dan memegang tangan Ayu.
"Ada apa?. Katakan saja." Pinta Ayu yang melihat suaminya seolah ragu untuk bicara.
Arkana menatap istrinya. "Tapi, kamu tidak boleh terlalu khawatir karena aku akan melakukan apapun untuk bisa menemukan anak kita."
Permintaan aneh Arkana justru semakin membuat Ayu merasa cemas.
"Mas, sebenarnya ada apa? Alif kemana?"
"Alif di culik seseorang."
"Di culik ?" Ayu terkejut.
" CCTV menangkap kejadian saat seseorang membawa Alif pergi dari sini."
"Jadi, Alif sudah tidak ada di kebun binatang ini?"
Arkana mengangguk.
Arkana menarik Ayu ke dalam dekapannya.
"Tenanglah. Mas akan mencari Alif. Kamu tunggu di rumah saja "
"Tidak. Aku mau ikut mencari Alif, Mas. Pokoknya aku mau ikut." Ayu bersikeras. Ia tidak bisa hanya menunggu tanpa melakukan apapun.
"Tapi, kamu harus menuruti semua perkataan, Mas. Ok."
"Iya. Asalkan aku di bolehkah ikut Mas mencari Alif." jawab Ayu masih dalam pelukan suaminya.
Arkana pun mengambil ponsel dari saku celananya menghubungi seseorang.
"Bar, kamu susul kami ke kebun binatang. Reschedule meeting hari ini. Ada masalah." Jelas Arkana.
"Baik. Aku segera kesana" Jawab Bara tanpa bertanya apa yang terjadi.
Mendengar suara Arkana yang serius, Bara yakin ada masalah yang sangat penting.
Tidak ingin menerka-nerka tentang apa yang terjadi, Bara pun segera pergi setelah memberi instruksi pada sekretarisnya.
Kini, mereka berkumpul di kantor pusat informasi. Rombongan sekolah Alif sudah kembali pulang. Arkana dan pihak sekolah setuju untuk menutupi apa yang terjadi pada Alif agar tidak menimbulkan kegaduhan. Sehingga semua kegiatan berjalan seperti biasa.
Karena kegiatan terakhir adalah kegiatan bebas antara anak bersama orang tua mereka masing-masing dan setelah itu mereka pun pulang.
Selain Ayu dan Arkana ada Miss Indah di temani Mr.Gilang dan juga Miss Nela. Tidak hanya itu, perwakilan pihak pengelola pun turut hadir setelah mendengar adanya kasus penculikan di kebun binatang yang mereka kelola.
__ADS_1
Mereka sedang menyaksikan rekaman CCTV yang menunjukkan Alif di bawa seseorang sampai akhirnya bisa di bawa keluar kebun binatang.
Terlihat Alif yang dalam keadaan tidak sadarkan diri karena di bius.
"Saya benar-benar minta maaf karena sudah lalai menjaga Alif." Miss Nela yang merasa bersalah terus meminta maaf.
Miss Indah yang ada di sampingnya hanya mengusap punggung Miss Nela.
" Sudahlah. Kamuitidak menyalakan Miss Nela." jawab Arkana.
" Kami juga minta maaf karena bagaimanapun kejadian ini terjadi di wilayah kami. Kami akan membantu sebisa kami." Ucap Pak Wisnu pengelolaan kebun binatang.
" Terimakasih, pak. Dengan Cctv yang bapak tunjukkan setidaknya bisa membantu saya mencari pelakunya."
Polisi yang berada disana karena laporan dari Arkana pun ikut menyaksikan Cctv.
" Saya mohon bantuannya, Pak" pinta Arkana pada polisi yang datang.
" Baik. Kami akan berusaha semampu kami. Kami akan segera memberitahukan kepada Anda jika sudah ada kabat terbaru." ucap pak Jaya
" Terimakasih, Pak." Arkana menyalami polisi yang akan membantu pencarian Alif.
" Sebaiknya kita semua pulang dan menunggu kabar saja." Arkana meminta semua yang ada disana untuk pulang.
" Kami pamit pulang, Pak. Maaf tidak bisa banyak membantu. Semoga Alif segera di temukan." Miss Indah menghampiri Arkana dan Ayu.
" Aamiin. Terimakasih, Miss." Jawab Arkana sedangkan Ayu hanya mengangguk saja.
Mr. Gilang dan Miss Nela pun mengikuti Miss Indah yang keluar dari ruangan.
" Ayo, kita juga harus pulang. Kita tunggu kabar pencarian Alif di rumah." Ajak Arakan pada Ayu yang hanya diam dan terus menangis karena khawatir akan keselamatan Alif.
Apalagi sampai saat ini tidak ada telpon apapun dari penculiknya. Sehingga mereka belum bisa memastikan apa motif penculikan Alif.
Arkana dan Ayu pulang setelah berpamitan pada pihak pengelola dan mengucapkan terimakasih atas bantuannya.
"Bagaimana, Bar? Sudah ada kabar?" tanya Arkana pada Bara yang berjalan di samping kirinya sementara Ayu di samping kirinya.
" Mereka sangat pintar. Selain plat mobil palsu, mereka juga melepaskan semua yang Alif pakai. Termasuk gelang yang sudah kamu taman alat pelacak di dalamnya." jawab Bara pelan namun masih bisa di dengar Ayu juga.
" Apa mungkin Alif memang sudah di targetkan?" Arkana menyimpulkan sendiri.
" Sepertinya begitu. Kamu mencurigai seseorang?" tanya Bara
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
...🥰🥰🥰...
__ADS_1