
Cinta Untuk Ayunda (44)
Ini adalah hari ketiga Alif sakit. Suhu tubuhnya naik turun. Bahkan jika malam tiba, suhu tubuh Alif sangat tinggi. Nafsu makannya semakin berkurang. Bahkan Alif mulai mengeluh sakit kepala.
" Kita, bawa ke rumah sakit saja ,ya. Takutnya gejala typus." Mommy Mona khawatir.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Dengan tergesa-gesa, Ayu di temani Daddy Alex dan Mommy Mona pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Alif langsung di periksa dan di haruskan menginap karena mengalami dehidrasi. Untuk mengetahui lebih jelas apa yang sedang di derita Alif, pihak rumah sakit melakukan beberapa tes.
" Mom dan Daddy pulang saja. Biar Ayu yang menemani Alif di rumah sakit," ucap Ayu.
Daddy Alex besok harus ke perusahaan. Sementara Ayu tidak mungkin membiarkan ayah mertua pulang tanpa ibu mertuanya.
" Kamu yakin?" Mommy Mona tidak tega membiarkan Ayu sendiri menjaga Alif.
" Iya, Mom. Daddy kan besok harus ke perusahaan."
" Ya sudah, besok pagi Mommy ke sini lagi sekalian berangkat dengan Daddy," putusnya.
Mereka harus mengatur waktu agar bisa bergiliran menjaga Alif. Walaupun Alif tidak mau di tinggalkan oleh bundanya, setidaknya Ayu harus tetap memiliki waktu untuk beristirahat dan di saat Ayu beristirahat itulah, harus ada seseorang yang menjaga Alif.
" Iya, Mom." Ayu setuju.
"Mommy pulang, kalau ada apa-apa langsung hubungi mommy, ya!."
Mommy Mona memeluk menantunya. Tidak lupa ia menghampiri sang cucu dan mencium keningnya.
Daddy Alex pun ikut berpamitan kepada menantu dan cucunya.
Selepas kepergian mertuanya, Ayu baru ingat jika belum memberitahukan bahwa Alif di bawa ke rumah sakit pada Arkana.
Tutt.. Tuutt.. Tuutt
Ayu masih menunggu suaminnya mengangkat telpon darinya. Mungkin saat ini suaminya sedang istirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Menunda memberitahu sang suami pun ia urungkan. Ayu khawatir Arkana marah jika Ayu tidak memberi tahu kondisi Alif secepatnya.
" Assalamu'alaikum. Mas sudah tidur, ya. Maaf mengganggu istirahat, Mas." Ayu sebenarnya tidak tega jika harus mengganggu istirahat suaminya. Tapi, apa boleh buat.
" Wa'alaikumsalam. Tidak apa-apa, sayang. Kenapa ?." Tanya Arkana dengan suara khas orang yang baru bangun tidur
" Alif masuk rumah sakit dan harus di rawat."
" Masuk rumah sakit?. Apa demamnya tambah parah?."
Mendengar anaknya masuk rumah sakit membuat Arkana langsung bangun dari tidurnya.
" Panasnya naik turun. Bahkan barusan tambah naik. Alif juga sering mengeluh pusing dan nafsu makannya Tambah berkurang." Ayu menjelaskan alasannya mereka membawa Alif ke rumah sakit.
" Apa kata dokter ?."
" Alif mengalami dehidrasi karena kurang cairan jadi, dia harus di inpus. Untuk mengetahui apa yang terjadi pada Alif, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut."
"Lakukanlah yang terbaik." Ucap Arkana. "Kamu sama siapa di rumah sakit ?," tanya Arkana khawatir.
" Aku sendiri, Mas. Mommy dan Daddy aku minta pulang saja. Kasihan kalau harus ikut menjaga di rumah sakit juga. Apalagi Daddy besok masih harus ke perusahaan menggantikan mas ,kan?"
Arkana menghela napas. " Malika kemana?"
__ADS_1
" Malika sedang menginap di rumah temannya."
" Maaf tidak bisa menemanimu," Arkana sangat menyesal.
" Tidak apa-apa. Do'akan saja semoga Alif lekas sembuh dan keluar dari rumah sakit."
"Aamiin. Sudah makan?," tanya Arkana perhatian.
" Belum. Aku tidak nafsu makan."
" Kamu harus tetap makan. Jangan sampai kamu ikutan sakit."
" Hmm baiklah." Ucap Ayu. Ada rasa bahagia setiap mendapatkan perhatian dari suaminya.
" Alihkan ke panggilan video ya?. Mas ingin melihatmu dan Alif". Pinta Arkana yang langsung di turuti Ayu.
Ayu memang hanya melakukan panggilan biasa.
Arkana menatap wajah sang istri yang memang sedikit lesu. Ada lingkaran hitam di matanya. Juga pipi yang terlihat lebih tirus.
" Kamu pasti lelah menjaganya sendiri setiap malam." lirih Arkana sambil terus memperhatikan wajah Ayu.
Ayu hanya tersenyum.
" Ingat pesan Mas, jangan lupa makan. Menjaga orang sakit itu butuh tenaga"
" Iya. Maaf sudah membuat Mas khawatir "
" Mas yang harusnya meminta maaf karena belum bisa pulang."
" Tidak apa-apa. Mas disana juga bukan untuk liburan kan. Semoga urusan mas disana dimudahkan. Agar bisa segera pulang."
" Ya sudah aku matikan ya."
" Iya."
"Assalamu'alaikum ."
" Wa'alaikumsalam."
Ayu langsung menuju sofa dan merebahkan tubuhnya. Sementara Arkana masih terjaga. Mengetahui Alif masuk rumah sakit, nyatanya membuatnya dilema. Ia ingin segera pulang.
Keesokan harinya, saat siang hari, Mommy Mona sudah ada di rumah sakit.
"Mom, aku mau keluar dulu sebentar. Titip Alif ya." Ayu merasakan sedikit bosan berada di dalam ruangan terus menerus. Oleh karena itu, ia ingin keluar sebentar selagi Alif tidur.
" Mau kemana?."
" Ke kafe sebrang rumah sakit. Ngopi sebentar. Ayu jenuh terus di kamar. Mumpung Alif tidur. Kalau Alif bangun dan mencari Ayu, nanti Mommy telpon saja."
"Ya sudah. Hati-hati." Mommy Mona tahu Ayu merasa jenuh karena terus di dalam kamar rawat Alif.
Setelah mendapatkan izin, Ayu langsung ke kafe. Ayu memilih duduk di dekat jendela.
Beberapa saat menunggu, akhirnya pesanan Ayu tiba. Ayu menikmati secangkir kopi dan dessert yang populer di kafe tersebut.
" Ayu!." Seorang pria menghampiri Ayu.
Merasa ada yang memanggilnya, Ayu mendongakkan kepalanya.
" Kak Rian." Ucap Ayu kaget. Ia tak menyangka akan bertemu Rian di tempat itu.
__ADS_1
Seperti halnya Ayu, Rian tidak menyangka akan bertemu pujaan hatinya. Ya, bagi Rian Ayu tetap menjadi pujaan hatinya sekalipun sudah dimiliki oleh orang lain.
"Boleh duduk disini?" tanya Rian yang langsung duduk padahal Ayu belum mempersilahkan.
" Hmm. Silahkan. Aku sudah selesai kok." Ayu langsung berdiri. Ia tak nyaman semeja dengan Rian apalagi suaminya tidak tahu.
Melihat Ayu berdiri, Rian langsung menarik tangan Ayu agar kembali duduk. Namun, Ayu langsung menepis tangan Rian.
" Maaf." Ucap Rian melihat respon Ayu.
" Duduklah. Aku ingin bicara," pinta Rian sedikit memohon.
" Maaf aku tidak bisa." Ucap Ayu yang masih berdiri.
Plakk!
Tamparan keras tiba-tiba mendarat di pipi Ayu.
Ayu yang terkejut langsung melihat' ke arah orang yang sudah menamparnya.
" Tante!," Ayu kembali terkejut mendapati keberadaan ibu dari Rian.
" Mah", teriak Rian sambil berdiri. Ia idak menyangka ibunya akan mengikutinya ke kafe.
" Sudah aku peringatkan. Jangan pernah mendekati anakku!", Tante Melisa berteriak sambil menunjuk-nunjuk Ayu dengan telunjuknya.
Tante Melisa tidak pernah merestui sang anak dengan Ayu. Karena merasa anaknya yang pemilik restoran tidak sepadan dengan Ayu yang hanya seorang pelayan di restoran sang anak. Itu yang Tante Melisa tahu tentang Ayu
Tante Melisa pun tidak berniat mencari tahu tentang Ayu. Karena menurutnya, itu tidak penting.
Keributan yang di buat Tante Melisa membuat perhatian pengunjung mengarah ke arah mereka. Sementara Ayu hanya diam sambil memegangi pipinya yang sakit.
"Aku yang mendekatinya." ucap Rian yang tidak ingin Ayu di salahkan oleh ibunya.
" Tante dengar sendiri, saya tidak pernah mendekati anak Tante." Ayu memberanikan diri menatap ke arah Tante Melisa.
Tante Melisa yang marah karena anaknya malah membela Ayu, sudah mengangkat tangannya bersiap menampar Ayu.
Namun, seseorang tiba-tiba datang dan menahan tangan Tante Melisa
" Jangan pernah berani menyentuhnya lagi!."
Suara bariton seorang pria membuat Tante Melisa terhenyak. Apalagi melihat tatapan matanya yang penuh kebencian.
"Siapa kamu?"
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
...🥰🥰🥰...
...Mampir juga di karya Author yang lain ya...
...😉...
__ADS_1