Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 56 Like father like son


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (56)


"Ini hadiah buat kamu. Harus kamu pakai malam ini."


Ayu diam. Ia mulai berpikir akan kemana ia malam ini. Namun, tiba-tiba..


Blush..


" Jangan bilang mas beli...."


Arkana hanya tersenyum tanpa mau menjawab apapun.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Setengah jam kemudian,mereka sampai di butik langganan Mommy Mona. Arkana turun seorang diri. Karena hanya mengambil pesanan, ia pun segera kembali dengan membawa sebuah paper bag di tangannya.


Arkana menyerahkan paper bag itu kepada Ara saat ia sudah masuk ke dalam mobil.


Ara langsung mendekapnya tanpa ingin melihat isinya atau sekedar mengintipnya.


" Kamu tidak penasaran baju seperti apa yang mas pesan ?" Ayu menggeleng pelan sambil melihat ke arah Pak Diman, supir pribadi Arkana.


Arkana hanya menarik sudut bibirnya. Merasa lucu dengan tingkah sang istri.


" Bukannya tadi penasaran ya?" Arkana tak henti-hentinya menggoda Ayu.


" Itu sebelum aku tahu baju seperti apa yang mas pesan." Jawab Ayu pelan. Jujur, ia sangat malu jika pembicaraan mereka di dengar oleh Pak Diman.


" Berarti sekarang kamu sudah tahu baju seperti apa yang aku pesan tanpa harus melihatnya dahulu?" Tanya Arkana lagi.


"Kalau mas masih membicarakan masalah baju ini. Malam ini aku tidak akan menuruti keinginan mas. Aku akan hanya diam." Ancam Ayu. Ia sudah kehilangan ide agar suaminya berhenti membahas perkara baju yang ada di dalam paper bag yang ada dalam dekapannya.


Arkana langsung diam. Ia hanya menahan tawanya. Walaupun Arkana tahu ucapan Ayu hanyalah ancaman semata, namun Arkana tidak ingin membuat istrinya marah lagi.


" Baiklah. Mas minta maaf, mas tidak akan membicarakannya lagi. Ok." Ucapnya sambil mengambil tangan Ayu dan mengecupnya.


Ayu hanya diam. Tidak ingin lagi menimpali perkataan suaminya.


Sisa perjalanan menuju hotel pun akhirnya hanya di isi dengan keheningan.


Pak Diman yang fokus pada jalan sementara pasangan halal di belakangnya hanya diam seribu bahasa. Namun, tangan Arkana tak henti-hentinya memainkan tangan Ayu. Bahkan sekali-kali mengecupnya.


Ayu dan Arkana langsung menaiki lift setelah mengambil kunci kamar mereka.


Hingga mereka pun keluar dari lif setelah sampai di lantai tempat kamar yang Arkana booking berada.


ceklek


Arkana membuka pintu kamar.


" Ladies first !" Arkana mempersilahkan Ayu untuk masuk duluan.


Di perlakukan seperti itu, sudah membuat Ayu merona. Suaminya benar-benar sungguh manis.


Ayu melangkahkan kakinya ke dalam kamar. Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat dekorasi kamarnya yang sangat romantis.


Ada sepasang angsa putih yang di bentuk dari handuk berada. Di sekitarnya terdapat taburan kelopak bunga mawar merah. Di tepi ranjangnya ada tulisan "Happy Honeymoon" yang di rangkai oleh kelopak bunga mawar merah juga.


Langit-langit kamar di hiasi balon berbentuk hati berwarna merah muda yang begitu banyak.


" Kamu suka?" Arkana berbisik di telinga Ayu. Kedua tangannya membelit pinggang Ayu.


Ayu hanya mengangguk. Ia tidak bersuara saking takjubnya dengan apa yang sudah suaminya persiapkan.

__ADS_1


"Lihatlah ke bawah." Pinta Arkana karena Ayu hanya fokus pada apa yang ada di atas tempat tidur dan langit-langit kamarnya.


Ayu di hadapkan pada tulisan "I Love you " yang juga di susun dari kelopak bunga mawar merah.


" I love you Ayunda Ayuningtyas Wijaya. I love you, istriku." Arkana kembali berbisik di telinga Ayu.


Ayu melepaskan belitan tangan Arkana dan memeluknya dengan erat.


"I love you too, suamiku." Jawab Ayu.


"Kamu suka?"


Ayu mengangguk. "Terimakasih."


Arkana tersenyum sambil menciumi pucuk kepala Ayu.


" Bulan madu kedua kita." Ucap Arkana.


" Mau langsung mencobanya?" Goda Arkana. Tatapannya mengarah pada tempat tidur.


" Nanti saja. Kita sholat ashar dulu." Jawab Ayu karena waktu shalat ashar tidak lama lagi.


Mereka pun akhirnya mandi sebelum melaksanakan shalat ashar.


" Pakai ini ya. Mas sudah tak sabar." Arkana memberikan salah satu pakaian yang ia pesan ke taman Ayu.


" Sekarang ?"


" Satu babak." Jawabnya.


Ayu pun mengambil pakaian pemberian suaminnya dan memakainya di kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Ayu keluar dengan memakai jubah mandi.


" Kenapa pakai itu?" Arkana mengerutkan keningnya.


Pakaian yang di berikan Arkana lebih mengumbar aurat dari biasanya.


" Aku cuma penasaran. Kalau istriku pakai itu akan seperti apa?" Gumam Arkana menghampiri sang istri dan melepaskan jubah mandi Ayu.


Glekk


Arkana tertegun. Seberapa sering pun ia melihat semua aurat sang istri, nyatanya selalu membuat ia takjub sekaligus bersyukur. Pemandangan indah itu hanya untuknya seorang.


"Kamu cantik"


Blushh


Wajah Ayu merona mendapatkan pujian dari sang suami.


" Aku sudah tidak sabar." Ucap Arkana lagi sambil menuntun Ayu menuju ranjang.


Ayu masih diam mematung melihat ke arah kasur yang sudah di dekorasi dengan indah itu.


" Kenapa ?" Arkana bingung melihat Ayu yang hanya diam.


" Sayang hiasannya nanti berantakan." Jawaban polos Ayu membuat Arkana tertawa.


Tanpa aba-aba ia memangku sang istri dan meletakkannya di atas kasur pelan-pelan.


" Itu hanya hiasan. Biarkan saja." Jawab Arkana sambil merangkak naik ke tempat tidur.


Namun, Arkana kembali turun dari tempat tidur saat ia lupa akan sesuatu.

__ADS_1


" Kenapa tidak jadi?"


" Aku lupa pengamannya." Jawab Arkana sambil berdiri.


" Kalu pakai pengaman, mana bisa jadi adik buat Alif." Jawab Ayu.


Arkana terdiam sesaat. Ia masih mencerna jawaban sang istri.


" Kamu yakin tidak memerlukannya, sayang?" tanya Arkana memastikan.


Ayu mengangguk. "Aku akan mengandung kembali seperti yang mas inginkan." Jawabnya yakin.


" Benarkah ?" Arkana masih belum percaya.


" Ya sudah, pakai saja kali mas belum menginginkan untuk memberi adik bagi Alif."


Arkana tersenyum bahagia. Karena akhirnya Ayu mau kembali mengandung anaknya.


"Tapi, saat kita punya anak lagi, mas harus siap dengan konsekuensinya."


Mendengar konsekuensi, membuat Arkana terdiam sesaat.


" Kenapa ?"


" Kita akan sulit memiliki waktu berdua lagi seperti ini saat kita memiliki seorang bayi."


Arkana yang sudah memikirkan hal itu tidak lagi khawatir akan konsekuensi yang di katakan istrinya.


" Aku sudah punya solusi untuk itu." Jawabnya.


Tak ada lagi pembicaraan diantara keduanya karena mereka sedang mendaki untuk mencapai puncak bersama.


...******...


"Mom, apa Ayu dan Arkana akan menginap bersama Ayu di rumah Tika?," Daddy Alex bertanya saat sedang duduk bersantai di sofa di kamarnya.


" Arkana tidak bilang akan menginap di sana."


"Lalu kemana mereka?"


"Jangan tanya. Seharusnya kamu tahu jawabannya. Dia sama sepertimu saat masih muda." Jawab Mommy Mona sambil tetap fokus pada film romantis yang sedang ia tonton.


" Maksudnya?"


" Sudahlah. Jangan pura-pura tidak tahu."


Daddy Alex tersenyum. " Apakah mereka sedang melakukan ini?" Tanyanya sambil mengangkat tubuh sang istri.


"Sayang,,," Mommy Mona berteriak karena kaget sudah ada dalam gendongan sang suami.


" Filmnya belum selesai" Ucap Mommy Mona saat suaminya malah meletakkannya di atas kasur.


" Kita buat cerita romantis sendiri." Jawabnya ambigu.


Akhirnya, sore itu kedua pasang suami istri itu melakukan apa yang mereka inginkan lakukan.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...


__ADS_2