
Cinta Untuk Ayunda (60)
"Mau kemana dulu?"
"Aku mau beli buah kedondong. Biar rujaknya semakin segar." Jawab Ayu tanpa pikir panjang.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Di taman samping mension, Ayu sudah duduk di gazebo yang ada di belakang mension. Tepat di bawahnya ada kolam ikan koi.
Sesuai permintaan ibu hamil, para pelayan memotong buah dan membuat bumbu rujak di hadapan Ayu. Di samping Ayu ada Arkana yang terus menempel kemanapun Ayu pergi.
Beberapa kali Ayu menelan salivanya. Karena sudah tidak sabar, Ayu mengambil potongan buah mangga itu dan langsung melahapnya. Karena bumbu rujaknya belum selesai.
" Alhamdulillah enaknya." Seru Ayu sementara para pelayan hanya bergidik karena tahu betapa masamnya buah mangga itu.
"Sudah selesai, non." Pelayan menyerahkan bumbu rujak yang masih ada di dalam cobeknya.
" Sayang, tolong kerupuknya." Pinta Ayu pada Arkana.
Arkana menyerahkan setoples besar kerupuk ke hadapan istrinya.
Di jalan, Ayu minta mampir ke pasar tradisional untuk membeli buah kedondong dan kerupuk putih. Kerupuk berbentuk bulat dan cukup besar yang biasanya ada di saat lomba tujuh belasan.
" Rujaknya sudah siap?" Mommy Mona dan Daddy Alex ikut duduk melingkar.
"Sudah, mom. Ini enak, bumbu racikan bibi memang enak." Puji Ayu
" Terimakasih, Non. Kali begitu saya permisi."
" Bi, ambilah bila bibi mau." Tawar Ayu.
"Tidak, non. Terimakasih."
Setelah para pelayan pergi, Malika pun menghampiri mereka.
"Ada acara apa ini?" Tanya Malika yang memang tidak tahu apa-apa.
" Ini, kakak iparmu sedang ngidam rujak." Mommy Mona menjawab sambil mencoba rujak buah yang tersedia.
Mommy Mona mengambil potongan buah mangga yang agak matang.
"Banarkah?" Malika tampak terkejut
Ayu hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Mulutnya sedang mengunyah.
"Akhirnya, Alif akan segera punya adik. Ngomong-ngomong soal Alif, dia belum pulang ?"
" Kata Pak Diman masih di jalan." Jawab Arkana yang baru saja menelpon supir yang menjemput Alif.
"Kakak kenapa?" Selidik Malika melihat sang kakak yang tampak agak lemas.
" Kakakmu sedang mengalami couvade syndrome." Jawab Mommy Mona tertawa.
"Maksud Mommy?"
" Kakakmu mengalami gejala kehamilan seperti yang dialami ibu hamil."
"Maksud Mommy, Kak Ayu yang hamil tapi, gejala kehamilannya dialamai oleh kak Arka?"
"Begitulah. Bukannya ini menarik?" Tanya Mommy Mona. "Selama ini Mommy hanya tahu apa yang dinamakan couvade syndrome atau biasa disebut kehamilan simpatik itu ada. Namun, Mommy tidak pernah menyaksikan sendiri. Dan sekarang, akhirnya Mommy bisa menyaksikannya. Ternyata memang ada." Mommy Mona tertawa setelah menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
"Hahah... Mommy bisa saja. Tapi, iya sih aku juga jadi penasaran kedepannya akan bagaimana "
Daddy Alex hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan putrinya.
"Kalian sepertinya senang dengan penderitaanku" Ucap Arkana.
Mommy Mona dan Malika hanya tertawa bersama.
" Ambil sisi positifnya saja. Setidaknya istri dan anakmu tidak akan kekurangan vitamin dan nutrisi karena makanan yang di muntahkan kembali." Jelas Daddy Alex menengahi.
"Daddy benar." Jawab Arkana sambil melihat sang istri yang lahap makan rujak buah.
"Bersabarlah untuk beberapa bulan kedepan" Mommy Mona mengingatkan.
"Kenapa juga harus di ingatkan?" Kesal Arkana. Baru sehari mengalami saja sudah sangat menderita. Apalagi berbulan-bulan. Arkana hanya menghela nafas.
" Nikmati saja, kak. Kak Ayu bahkan dulu mengalaminya tanpa ada sosok suami di sisinya. Sedang sekarang, kakak kan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kakak." Malika mengingatkan.
"Ah, kamu benar. Maaf, pasti dulu kamu sangat kesusahan." Ucap Arkana sambil mengecup pipi Ayu.
"Tidak apa-apa. Kita sudah sepakat untuk tidak membahas masa lalu itu kan?!" Arkana mengangguk.
"Mas mau?" Tawar Ayu. Arkana mengangguk. Ia merasa tergiur juga untuk menikmati rujak itu.
"Enak?" tanya Ayu setelah Ayu menyuapinya buah kedondong berbalut bumbu rujak.
"Enak. Aku mau lagi, tapi di suapi." Pinta Arkana manja.
Semua yang ada disana sudah tidak aneh dengan sikap manja Arkana pada Ayu.
" Aku gak kebayang lho Mom, kalau kakak bersikap begitu di depan karyawannya. Pasti mata mereka tidak akan percaya bahwa itu adalah pemimpin mereka." Malika tertawa.
"Kamu benar, sayang." Mommy Mona ikut tertawa.
"Assalamu'alaikum" Alif mengucapkan salam sambil mencium pipi Mommy Mona yang berada paling dekat dengannya.
Alif tidak mencium tangan karena tangan Grandma nya kotor. Ia pun mencium pipi semua yang ada disana dan Arkana lah yang terakhir.
"Pesanannya sedang di siapkan pelayan di dapur, Tuan."
"Iya, terimakasih,Pak."
Tidak lama kemudian seorang pelayan datang dengan sebuah nampan.
" Itu apa?" Tanya Mommy Mona.
"Ini nasi Padang pesanan Ayu." Jawab Arkana saat seorang pelayan meletakkan nampan berisi sepiring nasi Padang danh mangkuk berisi air untuk cuci tangan serta lap tangan.
Malika membantu mendekatkan nampan ke hadapan kakak iparnya.
Setelah berdo'a Ayu langsung memakan nasi Padang dengan lahapnya. Melihat Arkana sepertinya tertarik, Ayu langsung menyuapinya langsung dengan tangannya.
Arkana makan tanpa menolak suapan istrinya.
Keluarga Arkana yang tahu kebiasaan Arkana sedikit terkejut. Anrkana mau di suapi oleh tangan orang lain?
"Jangan melihatkan seperti itu. Makan langsung dari tanagn istriku itu lebih nikmat." Arkana seolah tahu apa yang membuat keluarganya terheran-heran.
"Sejak kapan?" Tanya Mommy.
"Maksud Mommy ?" Ayu tidak paham.
__ADS_1
"Arkana itu paling tidak bisa menerima makanan langsung dari tangan orang lain kecuali pakai sendok." Jelas Mommy Mona.
"Benarkah? Tapi, Mas Arka dari dulu tidak pernah menolak makanan yang aku suapi langsung dari tanganku, Mom"
" Lagipula Ayu bukan orang lain, dia istriku,Mom"
Mommy Mona hanya mendelik. Harusnya Arkana paham maksud kata orang lain.
"Ya,, ya.."
"Daddy sakit?" Alif yang melihat wajah Arkana penasaran.
" Tidak apa-apa, sayang. Daddy hanya mual dan pusing saja."
" Sudah ke dokter?" Alif perhatian.
" Sudah tadi sambil memeriksakan adik bayi yang Alif inginkan"
"Maksud Daddy, sudah ada Adik bayi di perut Bunda?"
"Iya. Tapi, masih sangat,, sangat kecil."Jelas Arkana.
"Yaayy. Alhamdulillah." Alif menciumi perut Ayu.
"Terimakasih Bunda akhirnya aku mau jadi kakak." Kini giliran Alif yang menciumi pipi Ayu.
"Daddy tidak di cium ?"
"Terimakasih juga, Daddy." Alif menciumi pipi Arkana.
" Onti Malika tidak di cium?" Malika berpura-pura cemberut.
" Baiklah.. Baiklah.. Semuanya Alif cium"
Alif pun menciumi pipi semua yang ada tanpa terkecuali.
Semua yang ada di gazebo pun tertawa gemas melihat sikap Alif.
" Terimakasih kakak Alif." Goda Malika.
"Kenapa Kakak Alif?"
"Kan Alif sudah mau jadi seorang kakak. Jadi, kita ganti panggilannya."Jelas Malika.
" No, Onti. Panggil Abang Alif. Jangan Kakak Alif"
"Kenapa ?"
"Alif lebih suka di panggil Abang daripada kakak. Biar beda. Kan sudah ada Kak Zaki." Jawabnya polos.
"Ok sesuai request."Malika tertawa
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
__ADS_1
...🥰🥰🥰...