
Cinta Untuk Ayunda (41)
" Kak, move on dong. Ini sudah lima tahun," Reva tahu kakaknya masih berharap pada seorang perempuan yang ada di masa lalunya.
" Hmm"
Reva pergi sambil menghentakkan kakinya. Ia benar-benar kesal oleh sikap sang kakak.
πππππππππππππππ
Beberapa hari berlalu. Hubungan Arkana dan Ayu masih tidak banyak perubahan. Sekalipun Ayu tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai seorang istri, ia tidak seceria dulu. Lebih banyak diam.
Namun, Arkana tidak banyak menuntut apapun. Seperti kata Ayu, dia hanya butuh waktu.
" Besok Mas keluar kota, kamu tidak apa-apa kalau di tinggal ?," Arkana memastikan.
" Kenapa harus apa-apa. Aku bukan anak kecil ," jawab Ayu sambil tetap fokus memakai krim malamnya.
Arkana menghela nafas. Jujur ia tak suka sikap Ayu yang menjadi sedikit dingin. Ia ingin Ayu yang hangat. Namun, kehangatan itu hanya bisa ia lihat saat Ayu berinteraksi dengan Alif dan keluarga yang lain.
" Sayang, kemarilah. Aku ingin cepat tidur dengan memelukmu," pinta Arkana manja.
Tanpa membantah, Ayu langsung berbaring di samping Arkana. Arkana pun menarik Ayu ke dalam pelukannya.
" Mau di belikan sesuatu? Mas mau ke kota Y," ucap Arkana sambil melonggarkan pelukannya.
" Hmm.. Tidak usah. Aku tidak ingin apa-apa ", jawab Ayu sambil memainkan kancing kemeja suaminya.
" Apa boleh minta vitamin dulu sebelum pergi? Mas akan pergi seminggu. Bisa lebih cepat jika tidak ada halangan, atau bisa juga lebih lama," pinta Arkana
Arkana tahu Ayu sudah selesai masa nifas setelah sang istri mengajaknya untuk shalat berjamaah tadi.
" Boleh", jawab Ayu yang mengerti permintaan ambigu suaminnya.
Ayu tidak punya alasan untuk menolak ajakan sang suami. Apalagi ia ingat bahwa seorang istri akan berdosa jika menolak ajakan suaminnya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, βBila seorang lelaki mengajak istrinya ke ranjang, tetapi istri tidak mau mendatanginya, lalu suami marah, maka dia akan dilaknat sampai pagi.β
" Tapi, aku belum mau hamil", Ayu mengingatkan suaminnya.
" Mas akan pakai pengaman," jawabnya sambil mengambil sesuatu di dalam laci di samping tempat tidur.
Arkana memang sudah mengantisipasinya. Ia tidak mau keinginannya tidak tercapai hanya karena ia kurang persiapan.
"Kalau kedepannya kamu mau pasang KB dulu juga boleh", Arkana memberi izin.
Ia tidak boleh egois memaksa Ayu untuk segera mengandung sementara hubungan keduanya belum benar-benar membaik. Tujuan Arkana saat ini hanyalah membuat Ayu kembali nyaman bersamanya.
__ADS_1
Malam itu pun menjadi malam yang panjang bagi keduanya. Saling mereguk kenikmatan dunia.
Awalnya, Ayu hanya mengikuti permainan suaminya. Ia menjadi lebih pasif dan hanya menerima.
Hingga beberapa saat kemudian, Ayu justru yang jadi lebih agresif dan menjadi pemegang kendali. Arkana merasa aneh namun, ia tak terlalu perduli karena ia sendiri menyukai dan bahkan menikmatinya.
Hingga keduanya benar-benar menyelesaikannya disaat hampir bersamaan.
Ayu nampak lelah. Ia mengatur nafasnya.
" Terimakasih, sayang.", Arkana memeluk Ayu dengan posisi Ayu yang membelakanginya.
Ayu hanya mengangguk.
"Mandi dulu atau langsung tidur ?"
"Aku mau mandi dulu, Mas. Tapi, nunggu sebentar lagi. Aku masih lelah," jawab Ayu yang memang lebih nyaman untuk mandi terlebih dahulu sebelum tidur.
Tanpa banyak bicara lagi, Arkana membuka selimut dan mengangkat tubuh sang istri.
"Mas!," teriak ayu kaget karena tanpa aba-aba suaminya itu sudah mengangkat tubuhnya.
"Maaf membuatmu lelah. Biar menghemat waktu, kita mandi bersama ," ucapnya beranjak ke kamar mandi.
Ayu hanya menikmati perhatian yang diberikan suaminya.
" Boleh Mas tanya sesuatu ?"
Kini keduanya sudah kembali berbaring di atas kasur dengan badan yang lebih segar. Juga rambut yang sudah tidak basah karena sudah saling mengeringkan dengan hairdryer tadi.
" Apa?"
"Di tengah-tengah permainan tadi, kenapa kamu tidak seperti biasanya. Walaupun mas sangat suka, tapi Mas merasa penasaran," ucapnya mengungkap keheranannya.
Ayu diam sejenak. Tak perlu di perjelas, ia paham hal yang tidak biasa yang di maksud oleh suaminya.
Ayu yang pada saat ia itu sedang dalam posisi terlentang segera merubah posisinya menghadap ke arah suaminya.
" Aku hanya takut melakukan kesalahan," jawabnya sambil memeluk Arkana. Agar ia tidak melihat mata sang suami.
" Kesalahan apa ?," tanya Arkana sambil mengusap kepala sang istri.
" Aku takut Mas mencari pelampiasan di luar karena tidak puas dengan ku. Apalagi mas akan pergi selama seminggu. Aku tidak tahu Mas akan bertemu siapa saja. Bisa jadi akan bertemu dengan perempuan yang lebih cantik yang lebih dariku yang bisa membangkitkan...."
"Kenapa selalu berpikir negatif ", Arkana memotong perkataan sang istri.
" Karena aku punya suami yang menarik di mata para wanita", Arkana hanya terkekeh mendengar penuturan Istrinya. " Citra salah satunya," tambah Ayu.
__ADS_1
" Tapi, kamu satu-satunya perempuan yang membuat Mas tertarik," Arkana mencoba mengangkat wajah sang istri agar melihat ke arahnya.
Arkana mencium wajah Ayu bertubi-tubi diakhiri kecupan singkat di bibirnya.
" Mas tidak semudah itu berpindah ke lain hati. Juga bukan laki-laki yang suka bermain seperti itu dengan perempuan lain. Kesalahan pada malam itu saja terjadi karena mas tidak sadar dan dalam pengaruh obat," jelasnya.
"Aku hanya khawatir. Kalau sampai itu terjadi, sudah pasti aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkanmu, Mas. Karena ada andilku disana," jelas Ayu sendu.
Arkana. menarik kembali Ayu dalam dekapannya. Ia mencium puncak kepala Ayu.
" Seperti kamu bilang, banyak yang tertarik pada Mas. Karena itu, mudah bagi Mas jika ingin selingkuh. Tapi, Mas lebih suka melakukan hal yang menantang yaitu setia. Karena setia hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya komitmen dan itu tidak mudah," bijak Arkana.
" Kalau kamu masih belum percaya, kamu boleh menghubungi mas kapan saja nanti. Mas akan mengangkatnya selama Mas tahu kalau kamu yang menghubungi mas,"
" Aku boleh posesif ?"
Arkana mengacak rambut Ayu. Gemas dengan pertanyaan sang istri.
" Hanya untuk saat ini. Tapi, tidak untuk kedepannya," diam sejenak. "Bagaimana pun, posesif itu konotasinya negatif. Tidak baik untuk hubungan kita kedepannya. Yang harus selalu kita tumbuhkan adalah rasa saling percaya.
Selingkuh itu bukan hanya karena ada kesempatan. Tapi, karena ada niat dan ia di lakukan dengan penuh kesadaran. Selingkuh itu pilihan. Jadi, sebanyak apapun perempuan yang lebih dari mu yang ada di sekitar Mas, itu tidak akan berpengaruh apapun. Karena di hati Mas sudah penuh oleh namamu," jelas Arkana panjang lebar.
Ayu tersipu mendengar perkataan suaminnya. Terkesan hanya gombalan tapi, entah kenapa Ayu suka.
" Istirahatlah. Jangan terus memikirkan hal yang belum pasti terjadi,"
Ayu mengangguk. Ia menuruti perintah Arkana dengan langsung menutup matanya mencoba untuk tidur.
Hingga akhirnya, karena rasa lelahnya, Ayu langsung tertidur dalam dekapan hangat sang suami.
"Mimpi yang indah , sayang, Cup."
Arkana sedikit lega. Setidaknya Ayu selalu mengatakan isi hatinya dan tidak memendamnya seorang diri. Hingga ia bisa tahu apa yang harus ia lakukan nantinya.
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
...π₯°π₯°π₯°...
...Mampir juga di karya Author yang lain ya...
__ADS_1
...π...