Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 50 Kebahagiaan Ayu


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (50)


Arkana langsung serius melihat ke arah laptopnya. Istrinya benar, selagi Alif tidur, ia ada waktu. Namun, tidak jika Alif sudah bangun.


Ayu hanya menggelengkan kepalanya. Tapi, ia bahagia melihat suaminya lagi setelah beberapa hari hanya bisa melihatnya melalui video call.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Sama seperti kemarin, hari ini pun Alif begitu menempel pada Arkana. Apa-apa yang di panggil pasti Arkana.


Ayu bahagia sang anak dekat dengan ayahnya. Namun, ia merasa kasihan pada suaminya yang harus mau di ganggu waktunya.


" Daddy, Alif mau minum."


" Bunda saja ya, Daddy kan sedang makan." Ayu sudah beranjak dari duduknya.


Alif tidak menjawab namun wajahnya menjadi masam.


" Tidak apa-apa." Arkana bergegas mengambilkan minum untuk Alif


" Gak apa-apa, Yu. Jadi, kamu kan bisa istirahat sejenak." Ucap Tika yang pada saat itu sedang mengunjungi Alif bersama suaminya.


" Iya, giliran Alif tidur, Ayu yang di tempelin suaminya." Mommy Mona terkekeh.


"Mom.." Wajah Ayu memerah.


" Benarkah?" Tika melihat ke arah Ayu.


Dengan malu Ayu hanya mengangguk.


Tika tertawa pelan. Ia tak mengira Arkana akan seperti itu. Tapi, bukankah seseorang akan berubah menjadi sangat manja pada sosok yang tepat.


" Nikmati saja, Yu." Timpal Tika akhirnya.


" Iya, Mbak."


Arkana kembali dan melanjutkan makan siangnya. Sementara Tika dan Roni menghampiri Alif yang baru terbangun dari tidurnya.


" Alif masih pusing?." Tanya Tika sambil duduk di kursi.


Alif menggeleng. " Badan Alif tidak ada tenaganya, bu."


" Berarti Alif harus banyak makan agar cepat kuat lagi. Biar nanti bisa main lagi sama Kak Zaki." Jelas Tika.


" Iya, Bu. Kak Zaki tidak ikut ?."


" Kak Zaki sedang ada kegiatan di sekolahnya," jawab Roni.


Alif merasa sedih karena Tika dan Roni datang tanpa Zaki.


" Alif jangan sedih ya, nanti kalau Alif sehat, Ibu ajak Alif jalan-jalan sama Kak Zaki. Kita sudah lama tidak jalan-jalan kan?," bujuk Tika.


" Tapi, Daddy sudah janji mau ajak Alif dan Bunda liburan naik pesawat kalau Alif sembuh nanti." jawabnya kecewa.


Alif pikir, ia tidak akan bisa ikut jalan-jalan bersama keluarga Zaki.


Tika tersenyum. " Kita jalan-jalannya setelah Alif pulang liburan ya?"

__ADS_1


"Benarkah ?"


" Ya." Jawab Tika singkat saat melihat antusias Alif.


Sementara di sudut ruangan yang lain, Arkana melanjutkan makan siangnya yang tertunda.


Ayu mengambil tisu dan melap mulutnya. Ia sudah selesai makan.


" Sayang, suapi aku." Arkana meminta dengan wajah memelasnya.


Mommy Mona tertawa sambil melempar tissue di atas meja ke arah Arkana. Namun, Arkana yang cepat tanggap langsung menangkapnya.


" Mommy baru melihatmu seperti itu. Ternyata menggelikan." Mommy Mona bergidik.


"Biar saja, Mom. Aku begini cuma di depan kalian," kilah Arkana.


Ayu hanya tersenyum melihat sikap suami dan ibu mertuanya. Bahagia melihat senyuman orang-orang yang ia sayang.


" Benar. Di luar jangan tunjukkan sikap seperti ini. Apalagi di perusahaan." Mommy mengangguk. Namun, kembali tertawa merasa lucu melihat tingkah anak sulungnya.


" Sini, biar aku suapi." Ayu mengambil alih piring Arkana dan mulai menyuapi suaminya.


******


Di kediaman Keluarga Rian


Pak Felix bingung luar biasa. Perusahaannya mulai goyah. Semua bukan sekedar ancaman. Mereka benar-benar menarik dana dari perusahaan.


Melihat suaminya yang tidak tidur semalaman, membuat Tante Melisa semakin merasa bersalah. Ia sangat menyesal telah menampar Ayu di depan umum dan membuat Arkana marah.


" Sayang, aku minta maaf." Tante Melisa menghampiri suaminya di ruang kerja.


" Maaf mu tidak mempengaruhi apapun." Pak Felix tidak melihat sedikitpun ke arah istrinya.


"Apa perlu aku meminta maaf pada mereka?"


Pak Felix berdecih. "Kamu masih bertanya? Bukan perlu tapi, harus. Namun, aku tidak terlalu berharap semua kembali seperti semula karena, rasanya sulit.


" Kenapa? Bukankan aku hanya harus meminta maaf?" keangkuhan itu sepertinya sudah mendarah daging.


Pak Felix menggelengkan kepala. Ia tak percaya istrinya berkata demikian.


"Meminta maaf itu harus bagimu sebagai tanda kamu menyesal melakukan perbuatan itu. Perbuatan mempermalukan orang lain di depan umum.


Masalah kerjasama itu akan di lanjut atau akan tetap seperti ini itu haknya Pak Arkana. Kau harus ingat itu." Pak Felix berkata dengan nada meninggi.


"Namun, jika permintaan maafnya tidak tulus, lebih baik tidak usah. Mereka pasti bisa melihat siapa yang tulus dan tidak," tambahnya.


Tante Melisa diam.


"Pikirkan baik-baik. Untuk sementara jangan temui aku dulu. melihatmu membuatku emosi."


Pak Felix pergi dari sana meninggalkan istrinya seorang diri.


******


Beberapa hari Alif di rawat dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hari ini ia di perbolehkan untuk pulang.

__ADS_1


Apa yang mommy Mona khawatirkan pun tidak terjadi. Setelah di lakukan tes hasilnya negatif. Namun, perawatan di lanjutkan karena Alif memang mengalami dehidrasi.


"Daddy, kita jadi jalan-jalan ?," tanya Alif antusias.


Arkana mencium pipi putranya yang kini ada di gendongannya.


"Insya Allah, sayang. Tapi, tunggu beberapa hari kedepan. Sampai saatnya tiba, kamu harus banyak istirahat. Kamu kan baru sehat." jelas Arkana. Ia tidak akan mengingkari janjinya.


" Baik, Daddy." Alif bahagia.


Ayu yang mendengar pembicaraan keduanya pun ikut bahagia.


Di depan mobil yang sudah terparkir di rumah sakit, Bara sudah menunggu keluarga kecil sahabatnya.


" Om Bara!" Teriak Alif yang antusias melihat Bara.


"Hai jagoan!." Bara berjalan mendekati Alif. "Ini hadiah untuk anak hebat yang mau minum obat." Ucap Bara memberika mobil remote control berwarna oranye. Warna kesukaan Alif.


Alif bahagia mendapatkan hadiah itu. Bara memang berjanji akan memberikan hadiah jika Alif mau minum obat agar cepat sembuh.


Alif memang awalnya selalu terlihat enggan untuk minum obat. Namun, dengan bujukan dari semua orang, Alif pun mau.


Ayu bersyukur dan bahagia, Alif di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.


" Terimakasih, Om."


" Maaf ya.Om baru pulang kemarin dari luar kota. Jadi, tidak bisa jenguk Alif."


" Tidak apa-apa. Terimakasih Om mau membiarkan Daddy pulang duluan. Jadi, Alif bisa di temani Daddy dan Bunda," ucap Alif sambil tersenyum.


Alif sedikit banyak mendengar tentang Bara yang menggantikan tugas ayahnya sehingga ayahnya bisa menemaninya di rumah sakit.


" Tidak apa-apa." Bara mengusap kepala Alif.


Walaupun akhirnya pekerjaannya menjadi banyak karena harus ia handle sendiri. Itu pula yang membuatnya pulang lewat dari waktu yang di jadwalkan.


" Pulang sekarang?," tanya Bara kemudian.


" Ya. Langsung pulang saja," jawab Arkana.


Bara membantu membukakan pintu mobil untuk Arkana dan Ayu. Namun, baru akan masuk ke dalam mobil, seseorang memanggilnya.


" Ayu, tunggu !."


Tidak hanya Ayu, Arkana dan Bara pun menoleh ke sumber suara.


Ayu terkejut melihat siapa yang memanggilnya. Sementara Arkana menarik pinggang Ayu agar lebih mendekat ke arahnya. Matanya menatap tajam.


Orang yang tadi memanggil Ayu pun hanya menghela nafas melihat sikap Arkana yang memperlihatkan sikap melindungi Ayu dari bahaya.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...


__ADS_2