Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 73 Drama Keluarga


__ADS_3

Menuju tamat nih. Kasih bintang lima dulu ya di novel ini. Terimakasih 🥰🥰



Cinta Untuk Ayunda (73)


Daddy Alex dan semua yang ada di sana terkejut melihat Arkana yang keluar dengan ekspresi wajah yang agak suram. Tidak seperti seorang ayah yang senang karena menyambut kelahiran putrinya.


Deg


Perasaan Mommy Mona jadi tidak enak.


"Arkana, apa yang terjadi, Nak?" tanya Mommy


Mona.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Empat tahun kemudian


"Daddy!!!" Seorang gadis kecil berlari menyambut Arkana dengan senyumannya.


Gaun cantik berwarna pink dengan kerudung instan berwarna senada membuatnya tampak seperti boneka.


"Princess Daddy sudah cantik. Mau kemana?," tanya Arkana pada Putri kecilnya yang kini berusia empat tahun. Putri yang di beri nama Adeeva Putri Adhitama.


Gadis kecil yang memiliki nama panggilan Diva itu mengerucutkan bibirnya. Ia kesal karena sang ayah lupa pada janjinya.


"Kenapa malah cemberut seperti itu?," Arkana malah semakin gemas dengan tingkah sana anak yang kini ada dalam gendongannya.


Alih-alih menjawab pertanyaan sang Daddy, Diva malah memaksa turun dari gendongan Arkana dan berlari ke lantai dua.


"Kamu melupakan janjimu lagi, sayang?." Ayu datang dari arah dapur dan mencium tangan Arkana. Arkana membalas dengan mencium kening sang istri.


"Janji?." Arkana mengerutkan keningnya.


Ayu tersenyum dan mengambil tas kerja sang suami. Ia merangkul lengan Arkana dan mengajaknya duduk di sofa.


"Kemarin kan Daddy janji mau mengajak Diva jalan-jalan setelah Daddy pulang bekerja." Ucap Alif yang baru datang dengan membawa bola di tangannya. Sore itu, ia baru selesai bermain bola bersama teman-temannya.


"Eh lupa. Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumussalam." jawab Keduanya bersamaan.


Alif mendekati Bunda dan Daddy nya lalu mencium tangan keduanya.


"Astaghfirullah. Daddy lupa." Arkana menepuk jidatnya sementara Ayu dan Alif malah tersenyum.


"Bersiaplah Drama Quin kita akan merajuk, Daddy." Alif tertawa.


Akan sangat sulit membujuk Diva yang merajuk.


"Ya sudah, Daddy akan membujuknya dulu." Arkana pergi mencari Diva namun, ia mencuri kecupan di pipi Ayu sebelum akhirnya naik ke atas tangga menuju kamar Diva.


Ayu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya.


"Daddy sudah semakin tua ya, Bun? jadi pelupa begitu." Kelakar Alif menertawakan Daddy nya .


"Hush tidak boleh bicara begitu." Ayu mengingatkan.


"Hehe." Alif malah nyengir.


"Bagaimana, sekolahnya hari ini?" Ayu mengambil tas ransel yang di pakai sang anak lalu membukanya. Melihat apa yang dipelajari anaknya di sekolah.

__ADS_1


Kebiasaan yang ia lakukan setiap Alif pulang sekolah dari dulu.


" Alhamdulillah lancar, Bun. Minggu depan ada pekan olahraga di sekolah. Abang terpilih mewakili kelas untuk mengikuti lomba sepakbola. Jadi, Abang hari ini pulang terlambat." jelasnya.


Semenjak Diva lahir, Alif sudah memanggil dirinya dengan sebutan Abang.


"Yang penting Alif tidak boleh lupa sholat ya!" Ayu mengingatkan.


Ia tidak pernah mengekang anaknya melakukan apa yang ia suka. Selama itu positif dan anaknya tetap menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, Ayu tak mempermasalahkannya.


Sementara itu, Arkana sedang menyiapkan mentalnya menghadapi putri kecilnya yang luar biasa itu.


Tok..Tok..Tok..


"Daddy masuk ya," izin Arkana sambil membuka pintu kamar Diva.


Ceklek


Arkana masuk ke dalam kamar yang bernuansa pink itu dan langsung melihat ke arah tempat tidur. Diva biasanya akan bersembunyi di dalam selimut jika sedang marah.


" Sayang, princessnya Daddy." Panggil Arkana lembut. Ia berjongkok di depan sang putri.


"Maaf. Daddy benar-benar lupa, sayang." lirih Arkana.


"Daddy memang tidak sayang sama Diva." Jawab Diva sambil tetap bersembunyi di dalam selimut.


Mulai deh dramanya. Batin Arkana.


"Siapa bilang Daddy tidak sayang Diva?"


"Buktinya Daddy lupa kalau sudah janji mau ajak Diva jalan-jalan." Jawab Diva yang tetap setia di dalam selimut.


"Daddy lupa bukan berarti Daddy tidak sayang Diva. Diva kan princessnya Daddy." bujuk Arkana.


"Bohong."


"Jadi, tidak jalan-jalannya?"


"Tidak jadi. Diva sudah tidak mood."


Ck..Ck.. Ck.. Bahasamu, nak. Arkana menggelengkan kepalanya


" Yakin tidak jadi?"


" Iya." Jawab Diva yakin.


"Padahal Daddy mau ajak Diva beli berbi agar Putri Elsa dan Putri Ana ada temannya." Arkana mencoba membujuk menggunakan boneka kesayangan Diva.


"Daddy juga mau ajak Diva makan es krim sepuasnya.. eh." Arkana diam menyadari kesalahannya.


"Yaay.. Diva mau makan eskrim sepuasnya." Diva berteriak.


Aduh salah ngomong. Batin Arkana.


Akhirnya keduanya keluar dari dalam kamar dan langsung menuju ke ruang keluarga dimana Ayu sedang membaca buku.


" Kali ini, apa yang Daddy janjikan, sayang?" Tanya Ayu saat melihat Arkana yang berhasil membawa sang putri turun.


" Daddy bilang, Diva boleh makan es krim sepuasnya." Sontak Ayu memelototi suaminya yang hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Maaf, sayang. Keceplosan." Arkana salah tingkah.


Ayu hanya mendengus. Ia memang membatasi Diva makan es krim karena tidak baik untuk kesehatannya.

__ADS_1


" Ayo berangkat. Abang sudah siap!" Alif datang dengan badan yang sudah terlihat lebih segar.


" Upss.. Abang tunggu di mobil ya." Ucap Alif menyadari Bundanya terlihat berbeda.


Daddy pasti menjanjikan makan es krim sepuasnya lagi. Batin Alif meninggalkan ruang keluarga.


"Abang, Diva ikut!!" teriak Diva turun dari gendongan Arkana dan berlari ke arah Alif. Alif pun menuntun Diva.


" Sayang, kamu tahu sendiri aku tidak bisa menarik lagi ucapanku," ucap Arkana memelas.


Jangan sampai nanti malam gagal bersenang-senang. Batinnya.


" Malam ini aku mau tidur sama Diva." Ucap Ayu meninggalkan Arkana yang masih berdiri.


Jeduarrrr


Arkana diam. Daripada pusing, ia akan memikirkan solusinya nanti malam saja.


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Arkana menyetir sendiri karena ingin memiliki waktu yang berkualitas bersama keluarganya.


Ayu duduk di samping kemudi sementara Diva dan Alif di kursi penumpang.


" Bunda, marah?" tanya Diva tiba-tiba.


" Tentu saja tidak, sayang." Sekesal-kesalnya Ayu pada suaminya, ia tidak ingin memperlihatkan itu di depan anak-anaknya.


" Oh iya, Daddy lupa belum pamit sama Grandpa dan Grandma." Arkana mengalihkan perhatian Diva.


" Daddy benar-benar sudah tua," Alif tertawa.


" Jangan dulu menjadi tua, Daddy. Diva tidak mau punya Daddy yang sudah tua." ucap Diva polos membayangkan Daddy-nya berkulit keriput dan berambut putih.


Ayu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Diva.


" Grandpa dan Grandma kan menemani Onti Malika yang sedang hamil karena Uncle Rafi sedang keluar kota." Alif mengingatkan.


" Ah iya. Tadi saat sarapan kan sudah bilang, ya"


Satu setengah tahun yang lalu Malika memang sudah melepas masa lajangnya. Ia menikah dengan laki-laki yang butuh waktu lama untuk meyakinkan Malika sampai akhirnya Malika mau menerima lamarannya.


Bahkan kini Malika sedang hamil besar.


Arkana dan keluarganya pun mulai meninggalkan mension dan menuju ke Mall.


Sampai di toko mainan, Malika segera berlari menuju tempat etalase boneka.


Brukk


Diva terjatuh saat menabrak seorang laki-laki dewasa karena terburu-buru.


" Kamu tidak apa-apa?"


Diva melihat ke arah orang yang ia tabrak.


"Om..."


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...


__ADS_2