
Cinta Untuk Ayunda (63)
Setelah Ayu duduk, Arkana melihat ke samping ternyata Miss Nela di samping kursi mereka. Bersebrangan dengan Ayu. Kini, ia tahu alasan istrinya memintanya duduk di tengah.
" Aku suka saat kamu cemburu begini." Goda Arkana yang membuat Ayu semakin kesal
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
"Aku kan sudah bilang, aku hanya mencintaimu. Istriku sekaligus ibu dari anakku. Hmm"
"Tapi, aku benci melihat ada perempuan yang melihatmu dengan tatapan memuja." Ucap Ayu yang secara tidak langsung membenarkan ucapan suaminya bahwa ia memang cemburu.
"Lalu, aku harus bagaiman? Apa pakai masker saja atau topeng mungkin." Arkana memberi ide konyol.
" Aneh ah.. Masa harus pakai masker atau topeng." Ayu menolak ide aneh sang suami.
" Lalu aku harus apa agar istriku ini tidak cemberut begitu."
" Ish..."
" Sayang, aku kan tidak bisa memaksa orang untuk tidak melihatku. Aku juga tidak bisa melarang perasaan suka mereka padaku. Aku hanya bisa mengendalikan perasaan." Arkana mengambil tangan Ayu dan meletakkannya di dadanya.
"Dan satu yang pasti hanya ada kamu di dalam sini."
Wajah Ayu merona. Merasa bahagia dengan ucapan sang suami. Mungkin efek dari kehamilan juga, ia menjadi lebih sensitif. Padahal ia yang sudah mulai percaya pada suaminya, sudah mulai terbiasa dan abai atas sikap para wanita yang mencari perhatian suaminya.
Namun, akhir-akhir ini saat melihat lagi ada yang mengharapkan perhatian suaminya, ia jadi emosi sendiri.
Arkana mencium tangan Ayu dan terus menggenggam tangan istrinya itu.
Miss Nela terus mencuri pandang pada Arkana. Ia pun bisa melihat bagaimana sikap Arkana pada istrinya itu.
Miss Nela hanya mendelik. Benar-benar benci dengan pemandangan yang baru ia lihat.
Bus yang membawa rombongan karya wisata itu pun sampai. Mereka turun secara teratur.
" Silahkan duluan, Miss"
Miss Nela pun terpaksa berjalan lebih dulu. Setelah beberapa orang melewatinya, barulah Ayu mulai berdiri dan turun.
" Ternyata, kalau mode cemburu beda ya" Lagi-lagi Arkana menggoda Ayu
"Hmm"
Merekapun berkumpul di tempat yang agak teduh. Setelah mendapatkan tiket, mereka langsung masuk.
Para siswa berbaris mengikuti guru pengajar mereka sementara para orang tua berada di barisan paling belakang.
" Apa tidak apa-apa jika ikut berkeliling juga?," tanya Arkana khawatir.
"Tidak apa-apa. Kalau aku lelah nanti kita istirahat saja." Jawab Ayu.
" Baiklah. Tapi harus janji kamu jangan memaksakan ya?"
Ayu menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Mereka pun mengikuti kegiatan Alif. Mendatangi satu binatang ke binatang yang lain.
" Sayang duduk sebentar ya?" Ayu mulai merasakan lelah.
"Ayo duduk disana." Arkana mengajak Ayu duduk di sebuah bangku.
Sementara para orang tua yang lainnya terus mengikuti kegiatan anak mereka meninggalkan sepasang suami istri itu.
Di sela-sela kegiatan, Alif melihat ke belakang dimana para orang tua berada. Namun, ia tidak melihat Bunda dan Daddy nya.
"Alif kenapa?" Miss Nela yang menyadari Alif melihat ke arah belakang bertanya.
"Itu Miss, Alif mencari Bunda."Jawabnya
Miss Nela yang tadi sedikit berjongkok langsung menegakkan tubuhnya membantu mencari.
"Ada apa Miss?" tanya salah seorang dari orang tua murid.
"Ada yang melihat Bunda Alif?"
"Ough tadi istirahat di belakang sana bersama suaminya." ibu tersebut menunjukkan keberadaan orang tua Alif.
"Alif mau kesana?"
Alif diam. Ia berfikir.
"Memangnya Alif kenapa mencari Bunda? Kan yang lain juga tidak sama orang tuanya." Miss Nela berfikir Alif ingin ditemani orang tuanya.
"Alif mau ke toilet, Miss."
" Ya sudah sama Miss Nela saja"
Miss Nela dan Alif keluar dari rombongan menuju ke salah satu toilet yang cukup jauh dari tempatnya berada.
Akhirnya, kegiatan selesai. Sekarang adalah acara bebas dimana para siswa boleh pergi bersama orang tua mereka dan harus kembali ke tempat mereka berada saat ini di waktu yang telah di tentukan.
Mereka pun membubarkan diri. Ayu dan Arkana pun berjalan ke depan mencari keberadaan Alif.
"Sudah kelihatan belum?"
" Tidak ada." Jawab Arkana melihat ke sana ke mari mengamati setiap anak yang memakai seragam olahraga yang sama dengan Alif.
"Perasaanku kok gak enak ya, Mas."
" Tenang. Tadi kan Alif di awasi guru-gurunya." Jawab Arkana menenangkan.
Setelah yakin bahwa Alif memang tidak ada, Arkana mendatangi kumpulan para guru.
"Maaf, kalau Alif kemana ya? Saya mencarinya tapi tidak ada." Tanya Arkana yang masih mencoba tenang.
Namun berbeda dengan Ayu yang mulai nampak gelisah. Ia terus mengedarkan pandangannya mencari mungkin saja ada Alif di antara kerumunan orang yang ia lihat.
" Alif anak muridnya Miss Nela kan?" tanya Miss Indah kepala sekolah bertanya kepada guru yang ada disana.
" Iya, Miss. Tapi, Miss Nela juga tidak ada Miss" jawab salah seorang di antara mereka.
__ADS_1
"Coba telpon Miss Nela mungkin dia sedang bersama Alif." Miss Indah memberi perintah.
Mis Lidia, guru pendamping di kelas Alif pun mulai menghubungi rekan gurunya itu.
Tuutt... Tutt... Tutt...
Panggilan pertama tidak diangkat. Miss Lidia mencoba lagi namun masih tidak di angkat. Hingga baru di panggilan ketiga lah panggilannya di angkat Miss Nela
"Assalamu'alaikum, Miss Nela. Apa Miss sedang bersama Alif sekarang?" tanya Miss Lidia to the point.
"Wa'alaikumussalam. Itu.. sebenarnya..." Miss Nela menjawab dengan gugup.
"Sebenarnya apa, Miss? Alif sedang dengan Miss Nela atau tidak? Ini orang tuanya mencari Alif."
Terdengar helaan nafas." Tadi, bersama saya, Miss. Tapi, sekarang tidak."
" Maksudnya sekarang tidak itu bagaimana ?" Miss Lidia bingung.
Arkana dan yang lainnya saling pandang satu sama lain. Mereka tidak tahu apa yang sedang di bicarakan kedua guru itu. Namun, Arkana menangkap sesuatu yang buruk sedang terjadi.
"Tolong di loud speaker, Miss" Pinta Arkana sopan.
Miss Lidia pun melakukan apa yang diminta Daddy Alif tersebut.
" Tadi, saya menemaninya ke toilet. Alif menolak di temani sampai ke dalam. Jadi, saya menunggu di luar. Lalu, ada yang menelpon. Karena agak berisik,saya pergi ke tempat yang agak sepi sebentar. Setelah itu saya kembali ke depan toilet. Namun, saat pintu terbuka, yang keluar dari toilet ternyata orang lain bukan Alif. Sekarang saya masih berkeliling mencari Alif. Maaf saya lalai. Hikss.. Hiks ." Jelas Miss Nela panjang lebar sambil menangis.
Deg
Ayu merasa kakinya lemas.
"Alif hilang, Mas." lirih Ayu yang mulai berkaca-kaca.
Arakana merangkul pinggang sang istri.
" Tenang dulu ya."
"Maksud Miss, Alif hilang?" tanya Miss Lidia setengah berteriak.
Guru-guru yang awalnya tidak terlalu memperhatikan pun melihat ke arah Miss Lidia yang berdiri bersama Miss Indah dan orang tua Alif.
"Maaf... hikss.. hikss.."
Ayu semakin lemas. Ia pun akhirnya tak sadarkan diri. Beruntung Arkana sedari tadi merangkul pinggang sang istri sehingga ia bisa menahan tubuh istrinya sebelum jatuh ke tanah.
"Sayang..."
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
__ADS_1
...🥰🥰🥰...