
Cinta Untuk Ayunda (52)
Mommy Mona diam sejenak. Ia tahu karakter anak dan istri dari sahabat suaminya itu. Mereka masih tidak terima keinginan mereka menjodohkan Ratu dan Arkana tidak di sambut baik oleh Arkana dan keluarganya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
" Arkana ingin bertanggung jawab atas apa yang pernah ia lakukan di masa lalu. Karena itu, Tante mendukung keputusannya. Justru menurut Tante, jika Arkana memilih memberi uang sebagai kompensasi malah menunjukkan betapa tidak bertanggungjawabnya anak Tante." Mommy Mona menjawab dengan tenang.
"Ratu hanya tidak percaya saja, Tante lebih mendukung Arkana dengan perempuan itu daripada denganku." Ratu menunjukkan kekecewaannya.
" Benar. Padahal, Ratu kan sudah jelas bibit, beber dan bobotnya." Timpal Giska, ibu dari Ratu.
Mommy Mona menghela nafas. Masalah ini sudah di jelaskan berkali-kali bahkan mungkin ribuan kali. Tapi, tetap saja mereka tidak terima.
" Memangnya apa yang salah dengan menantuku?" Mommy Mona mengerutkan keningnya. "Dia baik hati, sederhana, penyayang dan yang pasti Arkana bahagia menikah dengannya. Bagiku, selama Arkana bahagia dengan pilihannya, aku akan merestuinya. Lagipula suamiku sudah menyelidiki latar belakang menantuku." Jelas Mommy Mona panjang lebar.
" Dan kamu Ratu. Tante bukan tidak mendukungmu. Namun, kamu tahu sendiri Arkana yang menolaknya. Ia menganggapmu hanya teman saja. Tidak lebih. Percayalah, akan ada laki-laki yang jauh lebih baik dari Arkana untukmu suatu saat nanti." Mommy Mona melihat ke arah Ratu.
Ratu hanya bermuka masam.
Aku hanya ingin Arkana, bukan yang lain. Batin Ratu.
" Kamu selalu saja begitu. Padahal kalau kamu sedikit memaksa agar Arkana mau menikahi Ratu, pasti Arkana mau. Ratu sangat mencintai Arkana. Dia hanya ingin dan akan bahagia jika menikah dengan Arkana." timpal Tante Giska kesal.
Mommy Mona hanya menggelengkan kepalanya.
" Jujur saja, aku tidak mengerti jalan pikiranmu, Giska. Bagaimana mungkin aku mengorbankan kebahagiaan putraku satu-satunya demi membahagiakan putrimu. Pernikahan tidak bisa di paksakan." Mommy Mona yang kesal akhirnya mengeluarkan unek-uneknya.
Ratu diam sementara Tante Giska hanya mendelik ke arah Mommy Mona.
" Aku tinggal ke belakang dulu sebentar, ya."
Mommy Mona pergi ke dapur meninggalkan kedua tamunya. Ia harus mengabari Arkana mengenai kedatangan Ratu dan ibunya. Mengingat bagaimana Ratu dan ibunya, Mommy Mona khawatir, mereka akan menyakiti cucu dan menantunya dengan kata-kata mereka yang tajam.
" Mas akan langsung pergi bersama Bara. Ada hal yang harus Mas selesaikan." Ucap Arkana yang berjalan bersama Ayu.
Sementara Alif malah langsung mengajak Bara memainkan lagi mobil Remote control miliknya di halaman.
Mendengar suara Arkana, Ratu langsung berlari keluar dan memeluk Arkana tanpa peduli Arkana sedang bersama siapa.
Ayu langsung melepaskan rangkulannya di lengan Arkana dan memandang bingung ke arah wanita yang kini tengah memeluk suaminya.
Arkana yang terkejut namun masih bisa berpikir jernih, langsung mendorong pelan tubuh Ratu.
" Ar, kamu kok malah mendorongku, sih. Aku rindu kamu, Arkana." Ratu menunjukkan wajah sedihnya.
Ayu yang melihat sikap perempuan dengan dres biru sepaha itu semakin mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Siapa lagi perempuan ini? Sepertinya dia dekat sekali dengan Mas Arka. Batin Ayu
Arka yang tidak ingin Ayu salah paham, segera menarik Ayu ke arahnya. Tangan kanannya langsung merangkul pinggang Ara posesif.
" Aku sudah katakan berulang kali. Tolong jaga sikapmu. Apalagi di depan istriku." Ucap Arkana tidak merasa iba dengan kesedihan yang di tunjukkan Ratu.
Ratu yang kesal menatap sinis Ayu.
" Jadi, ini istrimu?." Ratu menunjukkan sikap tidak sukanya.
" Ya, perempuan yang ada di sampingku ini adalah Ayu, istriku." Jawab Arkana tegas.
Ratu melihat Ayu dari atas ke bawah. Lalu tersenyum mengejek. Dilihat seperti itu, Ayu jadi ikut mengamati dirinya dari atas ke bawah.
" Aku tidak tahu selera mu terhadap wanita turun drastis."
" Apa ada yang salah denganku, Nona?" Ayu yang diam dari tadi angkat bicara.
" Bukan ada. Tapi, semua yang ada padamu sangat salah. Lihatlah pakaianmu!" Seru Ratu lagi-lagi menunjukkan keangkuhannya.
Ayu melihat pakaiannya. Ia merasa tidak ada yang salah.
Kerudung dan gamis bahkan kaos kakinya berwana senada. Bahkan apa yang ia pakai, adalah pakaian bermerk pilihan ibu mertuanya.
" Tampilan mu seperti ibu-ibu." Ratu tertawa.
" Saya memang seorang ibu dari satu anak." Tegasnya.
Arkana tersenyum. Ia merasa mendapatkan tontonan yang menarik. Karena baru kali ini ia melihat istrinya sungguh luar biasa. Apalagi baru kali ini pula ia melihat Ratu memiliki lawan yang sepadan.
Ratu mendengus. Ia tidak suka kalau ada yang berani melawannya.
" Anak hasil di luar nikah saja bangga." Ejeknya .
Ayu diam sesaat.
" Anakku memang membuatku bangga. Walau kehadirannya berawal dari kesalahan kami selaku orang tuanya." Ucap Ayu tenang sambil menggenggam tangan suaminya.
Ayu bisa merasakan Arkana menahan amarahnya.
" Apa tujuanmu datang hanya untuk mengolok-olok istriku, Ratu?" Arkana bertanya dengan tatapan tajamnya. Nadanya yang meninggi menunjukkan bahwa Arkana sedang marah.
Ratu mematung melihat mata Arkana yang penuh amarah.
" Maksud Ratu bukan begitu, Ar. Maaf kalau Ratu menyinggungmu." Tante Giska datang saat ia mendengar teriakan Arkana.
" Ada apa, Ar?" Mommy Mona yang mendengar keributan dari luar pun segera menghampiri untuk mencari tahu.
__ADS_1
" Kami mau langsung ke atas , Mom. Kami mau istirahat." Ucap Arkana lembut ke arah Mommy Mona
"Maaf bila kami tidak sopan karena tidak menyambut dan menamani Tante." Ucap Arkana yang tidak ingin membahas apa yang membuatnya marah.
Ayu hanya menganggukkan kepalanya denga sedikit senyum ke arah Tante Giska saat Arkana menariknya untuk pergi dari sana.
Mommy Mona menghela nafas. Arkana sudah lebih dulu datang sebelum ia memberitahukan kedatangan Ratu dan ibunya.
Sesampainya di kamar, Arkana langsung duduk di atas kasur. Tangan kanannya meraih segelas air putih yang ada di atas nakas dan meminumnya.
Ayu mendekat ke arah suaminya dan duduk di sampingnya.
" Bersabarlah. Kita tidak akan lepas dari masa lalu. Esok lusa mungkin akan ada yang mengungkit hal yang sama seperti yang di katakan Ratu." Ucap Ayu lembut mengusap pundak suaminya.
Arkana langsung memutar badannya menghadap sang istri dan langsung memeluknya.
" Maaf."
Ayu mengusap punggung suaminnya.
...******...
" Bun, anak h4r4m itu apa?"
Deg
Ayu yang saat itu mendatangi sang anak yang sudah kembali ke kamarnya di buat terkejut dengan pertanyaan Alif.
" Kenapa Alif bertanya seperti itu?" Ayu mencoba tenang menanggapi pertanyaan anaknya.
" Tante yang ada di bawah bilang Alif anak h4r4m." Diam sejenak. " Dulu juga ada teman Alif yang bilang begitu ke Alif. Tapi, bunda bilang mereka belum mengerti. Sekarang, Tante itu juga bilang begitu. Padahal Tante itu kan sudah besar." Alif meminta penjelasan sang Bunda.
Ayu terkejut. Ratu tidak hanya berkata kasar terhadapnya tapi juga pada Alif yang masih kecil.
Ayu berjongkok di depan Alif yang sedang duduk di tepi kasur. Ia mengatur nafasnya.
" Apa itu artinya Alif tidak bisa masuk surga, Bunda? Karena Allah benci pada Alif". Tanya Alif lagi dengan polosnya.
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
__ADS_1
...🥰🥰🥰...