
Cinta Untuk Ayunda (67)
"Ayu, kamu ikut ?" Bara terkejut.
"Dia memaksa." Jawab Arkana.
Bara mengangguk. Ia tahu pasti Ayu sangat khawatir ingin segera melihat kondisi Alif.
"Ya sudah, ayo kita berangkat. Perjalanan kita cukup jauh ke tempat itu." Ucap Bara
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Mereka pun berangkat. Bara kali ini menggunakan supir. Lebih tepatnya salah satu bodyguard yang bertugas menjaga mereka pada malam ini.
Ayu mengeratkan genggamannya. Ia merasa gelisah apalagi mobil masih melaju memasuki daerah yang sudah jarang ada penduduknya.
Merasakan kekhawatiran Ayu, Arkana menepuk punggung tangan Ayu.
"Tenang, Ya." Ucap Arkana lirih.
Ayu melihat ke arah Arkana dan mencoba tersenyum.
Mereka pun akhirnya tiba. Di sebuah rumah tempat dimana Alif di sekap. Di sana Daddy Alex sedang berdiskusi dengan para pengawalnya.
Mendengar ada suara mobil yang datang, mereka pun melihat ke arah mobil yang di tumpangi Arkana.
"Bagaimana, Dad?," tanya Arkana saat sampai di hadapan ayahnya.
" Kami bersiap untuk masuk."
"Apa tidak berbahaya ?"
"Mereka hanya berdua. Mereka juga hanya penculik amatir yang sengaja di sewa. Kamu tenang saja kita sudah memperhitungkan semuanya." Daddy Alex menepuk pundak anaknya.
"Baiklah. Aku percaya pada Daddy" Jawab Arkana yakin.
Arkana mengeratkan pelukannya rangkulannya di pundak Ayu. Sementara Ayu yang cemas juga mengeratkan rangkulannya di pinggang Arkana.
"Mulailah sekarang. Sebelum suruhan dari dalang penculik Alif datang untuk membawa Alif." Daddy Alex memberi perintah."
Mereka mengangguk lalu mulai beraksi.
Daddy Alex yang sudah berhasil menyadap ponsel para penculiknya tahu apa yang mereka bicarakan. Karena itu , mereka harus cepat bergerak. Karena akan ada yang datang untuk membawa Alif pergi dari sana.
Tok...Tok...Tok...
Tidak ada yang membuka pintu. Akhirnya pintu kembali di ketuk.
" Siapa di luar?"
Terdengar suara dari dalam rumah. Namun, pintu belum di bukakan juga.
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan itu.
Hingga kemudian, salah seorang dari mereka memberi jawaban.
" Kami orang yang di suruh untuk membawa anak itu dari kalian." Tiba-tiba terdengar jawaban dari luar.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Seorang pria berkepala plontos membuka pintu.
Meraka pun masuk ke dalam.
Kedua penjahat merasa senang karena merasa akan mendapatkan bayaran besar yang sudah di janjikan.
"Kalian sudah membawa uangnya ?"
"Tentu sesuai perjanjian." jawab seseorang yang membawa koper.
Setelah memastikan bahwa kedua penjahat di depan tidak membawa senjata, mereka pun langsung meringkus keduanya.
"Apa yang kalian lakukan ?" Keduanya heran karena tangannya malah di tarik ke belakang dan langsung di borgol.
Bugh..
Kedua kaki penjahat itu di tendang dari belakang Sehingga mereka berdiri dengan kedua lututnya.
"Kalian siapa ? Apa tuan mu itu tidak mau membayar kamu sehingga berbuat seperti ini ?" hah?" kesalnya
Tidak ada seorang pun yang menjawab.
Tak..Tak..Tak..
Seorang laki-laki paruh baya masuk. Wajah seriusnya membuat kedua penjahat itu tak berani lagi bicara. Aura menyeramkan yang mereka rasakan membuat nyali keduanya menciut. Dialah Daddy Alex.
"Bos, Tuan muda ada di dalam kamar itu." Ucap salah satu pria berbadan kekar.
Arkana yang melangkah di belakang Daddy Alex langsung berlari untuk melihat keadaan Alif.
Di susul oleh Ayu yang sudah tidak sabar mengetahui keadaan putra kecilnya.
Wajah kedua penculik itu pucat pasi. Tamatlah riwayat mereka kali ini.
Tidak lama kemudian, Arkana berlari dengan Alif yang ada di dalam gendongannya.
"Dad, aku dan Ayu langsung ke rumah sakit. Alif sepertinya di beri obat tidur. Dia tidak kunjung sadar setelah beberapa kali aku coba bangunkan." Arkana menjelaskan secara singkat apa yang akan ia lakukan.
"Pergilah. Kalian hati-hati. Urusan disini, biar Daddy yang urus." Ucap Daddy Alex.
Arkana dan Ayu juga Bara yang tadi mengekori keduanya berlari keluar rumah.
"Kalian semua, lakukan seperti rencana kita tadi."
Daddy Alex pun duduk di salah satu kursi.
Mereka menunggu orang suruhan yang akan membawa Alif dari sana. Selanjutnya, mereka meringkus dan membuat orang yang datang itu menunjukkan tempat yang mereka tuju selanjutnya.
Anak buah Daddy Alex pun melumpuhkan para bodyguard yang ada di rumah mewah tempat Nela dan Bobi akan membawa Alif. Dan berpura-pura menjadi menjadi para bodyguard yang menjaga rumah mewah itu.
Nela dan Bobi yang tidak tahu wajah para bodyguard semuanya tidak menyadari bahwa aksi mereka sudah di ketahui. Bahkan mereka seolah menyerahkan diri begitu saja.
Keduanya pun tidak curiga dengan makanan yang mereka santap yang ternyata sudah di beri obat tidur.
Flashback end
"Bagaimana ceritaku? Sudah jelas bukan bagaimana kami bisa menangkap kalian malam ini?." Ucap Bara dengan tersenyum remeh.
__ADS_1
"Lepaskan kami, Bara. Kalau tidak, kamu akan menyesal!" Nela masih bisa mengancam padahal ia sudah tidak berbuat apa-apa.
"Hah. Dasar wanita tidak tahu diri. Sudah dalam kondisi seperti ini pun masih berani mengancam?" Kesal Bara sambil menggelengkan kepalanya.
" Aku akan selamat. Kau yang akan celaka Bara. Anak buah Bobi itu banyak. Mereka akan membebaskan kami." Nela masih merasa dirinya akan selamat. Karena ia tahu sang kekasih memiliki banyak pengawal yang akan siap sedia membantunya.
"Aku takut..." Bara meledek. "Hahaha. Kamu tidak tahu siapa kekasihmu itu, Sheila?"Bara berdiri ke arah keduanya.
"Apa maksudmu?" Sheila alias Nela mengerutkan keningnya
"Apa dia mengaku sebagai pemimpin sebuah kelompok gengster atau semacamnya ?"
"Iya. Dia adalah pemimpin Black Lion kan?"Melihat raut wajah Bara, Sheila jadi tidak percaya diri. Apakah dia telah di bohongi oleh Bobi selama ini. Tapi, ia selalu melihat Bobi dengan banyak pengawal yang mengelilinginya.
"Hah. Sepertinya kamu memang telah di tipunya." Bara tersenyum.
Sheila terkejut.
"Menipu seperti apa maksudmu?" Sheila tidak mengerti.
"Tanyakan saja pada kekasihmu itu." Tunjuk Bara pada Bobi yang wajahnya sudah pucat.
"Bob, apa maksudnya ini? Kenapa Bara mengatakan kamu sudah membohongiku?" Sheila melihat ke arah Bobi yang hanya di dari tadi.
"Itu.." Bobi bingung untuk menjawabnya.
"Itu apa, Bob? Katakan dengan jelas padaku. Apa maksud Bara bahwa kamu sudah membohongiku ?"
Bobi hanya diam.
"Mau kau yang menjelaskan atau aku?" Bara lagi-lagi tersenyum. Senyum yang sangat jelas mengejek sepasang kekasih yang ada di hadapannya itu.
Bobi masih mengatakan apapun.
"Kau yakin akan menjadi pria pecundang yang tidak berani mengakui kebohongan yang kamu buat, Bobi?"
Bobi menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Biar aku saja." Ucapnya.
Sudah tidak ada lagi kesempatan baginya. Bobi harus mengakui semuanya pada Sheila.
"Jelaskanlah!" Bara kembali duduk di sofa.
"Maafkan aku, Sheila."
Deg
"Kenapa kamu minta maaf?"
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih atas dukungannya...
...🥰🥰🥰...