Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 54 Posisi Ratu dan Alif Sama


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (54)


Daddy Alex mengangguk. Saat semua ada di rumah, peraturan tidak tertulis yang ada di mension adalah mereka harus makan bersama. Baik sarapan ataupun makan malam.


" Tanyakan saja pada Ratu." Arkana menatap tajam Ratu yang jantungnya sudah berdetak tak karuan.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


"Ratu, jelaskan!" Papa Mario menatapnya tajam.


" mm... Itu.." Ratu bingung bagaimana ia harus memulai.


" Tante Giska saja, bukannya Tante tahu?," potong Arkana.


Tante Giska pun diam membisu.


Arkana meraih ponselnya. Lalu mengetik sesuatu dan meletakkan ponsel itu di atas meja.


Ponsel di arahkan ke arah Daddy nya.


Arkana sedang menayangkan cctv siang tadi. Ia yang penasaran dengan apa saja yang di katakan Ratu pada putranya, mencari tahu lewat cctv.


Ayu pun ikut mendengarkan walaupun ia tidak bisa melihat gambarnya.


Saat mereka selesai menonton, wajah Daddy Alex dan Mommy Mona merah padam karena marah. Om Mario pun terkejut luar biasa. Sementara Ayu hanya menundukkan wajahnya. Sakit hati mendengar Ratu mengatakan setiap kata yang tak pantas di dengar anak kecil. Sekalipun Alif belum tentu paham semua perkataan Ratu.


Bagaimana dengan Ratu dan Tante Giska? Keduanya sudah takut. Walaupun Tante Giska tidak ikut mengatai Alif, namun ia ada di sana dan tidak melakukan apapun.


Arkana melihat ke arah Ayu, menghapus setiap air mata yang mengalir dengan kedua ibu jarinya.


" Jangan bersedih lagi, ok. Aku sudah berjanji akan menjadi garda terdepan bagi keluarga kita. Siapapun yang menyakitimu juga anak kita, akan ku balas berkali-kali lipat." Jelas Arkaan pelan.


Namun, mereka yang ada disana masih bisa mendengar apa yang di katakan Arkana.


Bukannya berhenti menangis, Ayu malah semakin terisak.


" Hai, sudahlah." Arkana menarik Ayu dalam dekapannya.


"Jadi, apa pembelaanmu, Ratu?." Daddy Alex bertanya pada Putri sahabatnya itu. Mengabaikan Arkana yang masih menenangkan Ayu.


" Aku.. Aku hanya kesal , Om." Akhirnya Ratu mengungkapkan alasannya.


" Hanya karena kesal?" Daddy Alex tidak percaya.


Ratu menunduk.


" Apa pantas kamu berkata pada Alif bahwa dia adalah anak h4r4m karena lahir di luar nikah? Dia tidak tahu apa-apa dan kamu mengatakan pada anak sekecil itu agar seharusnya ia tidak lahir hanya karena kamu tidak bisa menikah dengan Arkana?"


Ratu semakin menciut mendengar perkataan Daddy Alex.


" Kamu lupa, siapa anak yang kamu maki itu?"


Ratu diam.


" Dia cucuku. Cucu pertama Keluarga Adhitama." Geram Daddy Alex.


Ratu tidak berani mengangkat kepalanya.


" Harusnya kamu sadar, Ratu. Tanpa adanya Ayu dan Alif pun Arkana belum tentu menikah denganmu. Dia tidak mencintaimu." Terang Mommy Mona.

__ADS_1


" Tapi, aku gak terima, Tan. Apa kurangnya aku?" Ayu kembali mengangkat kepalanya.


" Jika cermin bisa menunjukkan seperti apa sifatmu, aku akan menyuruhmu bercermin." Ucap Arkana.


Ratu melihat ke arah Arkana yang terus menggenggam tangan Ayu. Membuatnya membuang muka.


" Aku tidak suka sifatmu. Suka merendahkan orang lain, merasa diri hebat karena latar belakang keluarga dan memiliki hati yang... kau jabarkan saja sendiri."


" Jangan bicara seolah aku benar-benar sangat buruk." Kesal Ratu.


" Diamlah Ratu!" Mario angkat bicara.


Ia dari tadi diam. Namun, melihat putrinya malah selalu membenarkan perbuatannya bukannya meminta maaf, membuat Mario geram.


Ratu seketika diam mendengar bentakan ayahnya.


"Kau tahu, posisimu dan Alif sama?"


Deg


Ratu terdiam.


Semua yang ada di sana terkejut kecuali dua pasang paruh baya yang sudah lama mengenal.


Mario sejenak melihat ke arah sang istri yang menggelengkan kepalanya. Meminta sang suami tidak melanjutkan kata-katanya.


Namun sayang, Mario merasa putri pertamanya harus tahu rahasia yang sengaja di kubur dalam-dalam. Karena cepat atau lambat, ia pun akan tahu.


" Apa maksud Papa?"


" Ibumu mengandung mu sebelum kami menikah..."


Jeduarrrr


Arkana tetap memasang wajah datarnya. Sedang Ayu menutup mulutnya saking terkejutnya.


" Kamu tahu Papa selalu dihantui rasa bersalah. Papa juga sedih karena nanti tidak bisa menjadi wali nikahmu?" Mario menundukkan kepalanya.


" Pa, katakan bahwa itu tidak benar."


Mario mengangkat wajahnya. "Papa tidak pernah bercanda dengan apa yang Papa katakan."


Ratu hanya meneteskan air matanya. Melihat sorot mata sang ayah, ia yakin ayahnya berkata jujur.


Giska mengusap pundak Ratu memberi ketenangan.


"Papa mohon, berhentilah bersikap seperti itu. Papa tahu papa salah karena selalu membuatmu mendapatkan apa yang kamu mau. Tapi, harus Papa katakan, tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan. Termasuk menikah dengan Arkana." Tegas Mario.


Ruang keluarga sudah sepi. Arkana dan Ayu sudah kembali ke kamarnya. Ratu yang tidak bisa terima akan kenyataan mengenai dirinya pun memutuskan pergi ke kamar tamu di ikuti Giska.


Mommy Mona yang merasa lelah pun memilih mengistirahatkan tubuhnya di kamar.


" Maafkan ulah putriku, Lex. Aku tidak berpikir dia akan melakukan hal seperti itu." Terdengar helaan nafas berat.


" Ya. Dia hanya belum bisa menerima penolakan Arkana terhadapnya."


" Aku merasa gagal mendidiknya. Rasa bersalah karena ia hadir sebelum ikatan pernikahan antara aku dan Giska, membuatku selalu memanjakannya."


" Sudahlah. Aku malah merasa bersalah karena kamu harus mengungkap rahasia yang kalian sembunyikan selama ini." Daddy Alex meminum kopi miliknya.

__ADS_1


" Dia sudah dewasa. Dia memang sudah seharusnya tahu. Agar dia tidak kecewa jika saat ia menikah nanti, aku tidak bisa menjadi wali nikahnya."


Daddy Alex mengangguk.


Di kamar, Arkana dan Ayu sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur. Setelah membacakan buku untuk Alif dan memastikan putranya tidur, keduanya kembali ke kamar mereka.


" Boleh aku bertanya sesuatu?" Ayu menarik tubuhnya dan bersandar di kepala ranjang.


" Bertanya apa?" Arkana mengikuti sang istri duduk.


" Apa mas sudah tahu perbuatan Ratu sehingga Mas langsung setuju saat aku memperbolehkan Alif menginap di rumah Mbak Tika?"


Arkana menarik tangan sang istri dan menggenggamnya.


"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian saat aku akan masuk kamar. Jadi, aku tidak melarang saat Alif bilang akan menginap di rumah Mbak Tika."


" Aku mendengar rencana Ratu dan keluarganya yang akan menginap di mension selama mereka ada di sini. Aku hanya tidak ingin Alif mendengar kata-kata lain dari Ratu yang akan menyakiti dan mempengaruhi pikiran Alif." Jelas Ayu.


" Mengapa tidak mengatakannya padaku dulu sebelum memutuskan?" tanya Arkana lembut.


Arkana pasti melakukan berbagai cara agar Ratu dan keluarganya membatalkan rencana mereka untuk menginap di bandingkan mengasingkan Alif.


" Aku khawatir kamu tidak percaya."


" Aku akan selalu percaya padamu. Jadi, jangan pernah berkata seperti itu, hmmm"


" Baiklah." Ayu tersenyum.


" Soal menginap di rumah Mbak Tika, apa kita batalkan saja? Om Mario memilih untuk menginap di hotel mulai besok."


" Sepertinya tidak bisa. Alif terlanjur senang. Aku tidak bisa mengingkari janjiku. Apa mas berubah pikiran dan melarang Alif menginap?"


Arkana menghela nafas. "Kalau tiba-tiba melarang pasti Alif kecewa dan menganggap ku ingkar janji, ya?"


Ayu mengangguk.


" Ya, sudahlah aku izinkan. Tapi, hanya satu hari." Putusnya.


" Terimakasih." Ayu spontan mengecup pipi suaminya.


" Ini tidak cukup." Arkana tersenyum misterius ke arah istrinya. " Aku ingin kamu membayar hutangmu."


Glek


" Sekarang?," tanya Ayu gelagapan.


Arkana tertawa melihat wajah menggemaskan sang istri.


" Tidak. Besok saja." Ayu menghela nafas tenang.


"Saat besok Alif menginap di rumah Mbak Tika, kita akan menginap di hotel. Dan ingat, aku mau kamu yang mendominasi. Seperti malam sebelum aku pergi ke luar kota. Aku menyukaimu yang seperti itu, sayang." Arkana memainkan kedua alisnya.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...


__ADS_2