Cinta Untuk Ayunda

Cinta Untuk Ayunda
CUA 46 Terimakasih Suamiku


__ADS_3

Cinta Untuk Ayunda (46)


" Hah, akan sangat memalukan jika ada yang melihat apa yang kami lakukan " lirih Ayu.


" Tidak akan ada yang bisa melihatnya, sayang." Arkana tertawa kecil melihat ke arah istrinya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Keduanya berjalan bersama menuju ruang rawat Alif.


"Apa tadi Alif sudah bangun?," tanya Ayu yang tangannya di genggam Arkana.


" Belum. Ia masih tidur dengan lelap ."


" Mas, kamu tidak melakukan sesuatu yang merugikan kan?"


Ayu teringat ancaman Arkana pada ibunya Rian.


" Jangan pikirkan mereka lagi. Melihatmu mengkhawatirkan ibunya, aku jadi cemburu," ucap Arkana.


Ayu tersenyum, merasa lucu melihat ekspresi suaminya.


" Aku tidak mengkhawatirkannya. Aku mengkhawatirkanmu, Mas. Aku tidak ingin mas melakukan sesuatu yang merugikan mas nantinya "


Aku membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan suaminya. Walaupun rugi secara materi,aku tak peduli. Kamu dan Alif dan lebih berharga daripada kontrak itu. Batin Arkana mengeratkan genggamannya sambil melihat ke arah Ayu.


"Kenapa?." Ayu berhenti tepat saat akan membuka pintu kamar rawat Alif.


" Setelah Alif sembuh, kita liburan," ajak Arkana.


" Kenapa tiba-tiba ingin liburan ?" Ayu mengerutkan keningnya. Bukan tidak senang, hanya saja ini terasa sangat mendadak.


" Mas belum pernah mengajak Alif liburan"


" Alif pasti senang." Ayu bahagia.


Ceklek


Mereka pun masuk, ternyata Alif sudah bangun dan sedang duduk di pangkuan Mommy Mona.


"Daddy!" Alif terlihat senang melihat sang ayah sudah pulang.


" Sini, sama Daddy." Arkana mengambil alih Alif dengan hati-hati agar tidak menggangu infusan yang masih terpasang.


" Mommy menelponmu berkali-kali. Tapi, tidak di angkat"


" Benarkah ?." Ayu melihat ponselnya dan ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari ibu mertuanya.


"Maaf Mom, tadi aku tidak mendengarnya." lirih Ayu.


" Mommy juga menelponmu, dan kamu tidak menjawabnya."


" Maaf, Mom. Aku pikir orang rekan bisniku" jawab Arkana meringis melihat tatapan tajam sang Mommy.

__ADS_1


Bukan apa-apa. Hanya saja, Mommy Mona cukup kerepotan karena Alif merengek mencari Ayu.


Arkana sendiri bukan tidak mendengar ada yang menelpon. Hanya saja ia berpikir itu adalah ayahnya Rian. Karena setelah Arkana memerintahkan untuk membatalkan kerjasama dengan ayahnya Rian, Ayah Rian yang bernama Pak Felix tersebut terus menghubunginya.


Apalagi telpon itu datang di saat tidak tepat. Saat ia sedang menyalurkan rasa rindu sekaligus rasa cemburunya karena ada yang berani menyentuh Istrinya. Walaupun hanya sebatas lengan, tetap membuat seorang Arkana cemburu.


Ayu diam dengan wajah memerah. Ia ingat kapan telpon Arkana berbunyi. Yaitu saat keduanya ada di dalam mobil.


" Daddy, Alif mau pulang. Alif tidak suka disini." Keluh Alif dengan kepala bersandar di bahu Arkana.


" Alif harus sehat dulu, baru bisa pulang." jelas Arkana sambil menciumi kepala Alif dengan posisi Arkana yang berdiri.


Alif hanya mengerucutkan bibirnya.


" Kalau Alif sudah sembuh sehat nanti, Daddy janji akan ajak Alif naik pesawat. Kita jalan-jalan ke tempat yang Alif inginkan." Arkana mengiming-imingi Alif dengan apa yang Alif inginkan.


"Insya Allah, Daddy," timpal Alif.


Arkana melihat ke arah sang anak yang melihat ke arahnya.


" Bunda bilang, katakan insya Allah saat berjanji," jelas Alif.


Arkana tersenyum. Ia tak marah walaupun di ingatkan oleh sang anak yang usianya baru emat tahun itu. Karena apa yang Alif katakan memang benar adanya.


Seorang muslim harus mengatakan insha Allah bila berjanji. Yang artinya jika Allah menghendaki. Agar jika ia tidak bisa menepati janji karena harus melakukan hal yang lebih penting, ia tidak di cap sebagai pendusta.


" Maaf Daddy lupa. Insha Allah Daddy janji akan mengajak Alif naik pesawat dan jalan-jalan ke tempat yang Alif onginkan." Arkana mengulang perkataannya.


Alif tersenyum. "Terimakasih, Daddy." Alif bahagia.


" Alif mau kemana?"


Arkana mulai mengajak sang anak terus berbicara agar tidak merasa bosan dan merengek untuk pulang.


Keduanya pun terus berbicara walau Alif harus mengucapkan setiap perkataannya dengan suara lemah.


Malam tiba, Alif sudah terlelap. Setelah berhasil membuat Alif tertidur, Arkana langsung mencuci mukanya.


Aekana keluar dari kamar mandi saat Ayu fokus pada ponselnya. Ayu sedang membaca pesan dari pelayan di rumah Ayahnya yang mengabarkan kondisi Ayahnya.


Ayu memang masih merasa kecewa dengan sikap sang ayah yang sangat meninggalkan bekas di hati Ayu. Namun, ia pun tak ingin larut dalam kekecewaan dan rasa benci. Itu sangat melelahkan baginya.


Oleh karena itu, saat mendengar sang ayah sakit, ia tetap berusaha menguatkan hati untuk menengok sang ayah. Juga kini selalu menyempatkan waktu untuk bertanya kondisi sang ayah pada pelayan di rumah ayahnya.


" Kamu sedang berkirim pesan dengan siapa?," tanya Arkana sambil duduk di samping Ayu.


Ia mengarahkan pandangannya pada ponsel Ayu.


Ayu menunjukkan layar ponselnya yang berisi chat antara dia dan pelayan ayahnya. Ia tak merasa terganggu saat suaminya bertanya.


Arkana memperhatikan setiap pesan yang di lihatnya.


" Oh iya, aku belum pernah menemui ayah lagi." Arkana ingat ia belum sempat mengunjungi ayah mertuanya.

__ADS_1


" Tidak apa-apa. Ayah sudah jauh lebih baik. Beliau sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi." Jelas Ayu.


Arkana merebahkan tubuhnya di sofa tempatnya duduk dan meletakkan kepalanya dia atas paha Ayu.


Kedua lengan Arkana memeluk pinggang Ayu.


" Pasti capek ya," ucap Ayu mendengar helaan nafas Arkana. Ia meletakkan ponselnya dan mulai mengusap kepala suaminya.


" Iya. Tapi aku senang." Arkana menjawab jujur.


" Kenapa?"


Ayu heran dengan jawaban sang suami.


" Usahaku untuk pulang tidak sia-sia. Mas bahagia melihat antusias Alif melihat kepulanganku. Rasanya semua lelah itu sirna begitu saja melihat senyumannya."


Ayu terenyuh mendengar perkataan suaminya. Matanya mulai berkaca-kaca.


Ia juga turut bahagia melihat Alif yang bersemangat untuk bisa sembuh setelah kepulangan Arkana.


Ayu memang tidak tahu alasan pasti Alif bersemangat untuk sembuh. Selain karena kepulanga Arkana.


Saat Arkana mengiming-imingi Alif naik pesawat dan jalan-jalan, ia tidak terlalu memperhatikannya karena sedang berbicara dengan Mommy Mona.


Arkana terus menghirup aroma tubuh sang istri. Aroma yang selalu membuatnya nyaman.


" Terimakasih." Ucap Ayu singkat.


"Untuk ?"


" Semuanya. Terima kasih karena rela meninggalkan pekerjaan di luar kota yang aku yakin mereka disana sangat membutuhkan keberadaan Mas namun mas memilih pulang saat mendengar Alif masuk rumah sakit.


Terimakasih karena telah membelaku di hadapan ibunya Kak Rian yang selalu memandang rendah aku.


Terimakasih karena mau bersabar menghadapi Alif yang hanya mau melakukan semuanya dengan bantuan Mas. Mulai dari makan, minum obat, menemaninya bahkan menggendongnya yang ingin tidur sambil di gendong oleh Mas.


Aku tahu itu sangat melelahkan bagi mas yang baru melakukan perjalanan dari luar kota yang bahkan belum sempat istirahat sama sekali karena langsung mendatangi rumah sakit."


Ayu menjelaskan panjang lebar. Arkana hanya mendengar sambil melihat wajah istrinya yang nampak berkaca-kaca.


" Terimakasih suamiku. Aku bersyukur memiliki suami sepertimu." Ayu tersenyum.


TBC


...----------------...


...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...


...Terima kasih atas dukungannya...


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Mampir juga di karya Author yang lain ya...


...😉...


__ADS_2