
Cinta Untuk Ayunda
Perasaan apa ini? Batin Ayu
Selain bisa merasakan bahwa Miss Nela menyukai suaminya, ia pun merasakan sesuatu yang ia tak bisa jelaskan apa itu.
" Kamu kenapa, sayang?" tanya Arakana saat melihat istrinya melamun.
" Tidak ada, mas" Ayu tersenyum.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Sesampainya di perusahaan, para karyawan yang ada di lobi memperhatikan ke arah bos mereka yang sudah beberapa hari ini tidak ke perusahaan. Mereka pun melihat pada sosok cantik di samping bos mereka.
Merasa di perhatikan, Ayu merasa grogi sendiri.
" Apa ada yang salah sama yang aku pakai ya, Mas?" tanya Ayu setengah berbisik sambil sedikit menarik tubuh suaminya agar sedikit membungkuk.
"Tidak ada. Kamu cantik." Jawab Arkana
" Hah... terserah." Ayu mengeratkan rangkulannya.
" Tidak usah pikirkan mereka yang melihatmu. Kamu harus terbiasa karena kamu adalah istri pemilik perusahaan."
" Hmm.. Ini alasan aku tidak mau ikut. Mau tidak mau akan jadi pusat perhatian. Belum kalau nanti harus menemani mas meeting."
Ayu tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian. Namun, menikahi seorang Arkana tentu akan selalu menjadi pusat perhatian.
Arkana hanya tersenyum saja mendengar ucapan istrinya.
Di ruang meeting, Arkana benar-benar menempatkan Ayu tepat di sampingnya. Hingga ia kembali jadi pusat perhatian.
" Mungkin, ada di antara kalian yang belum mengenal siapa perempuan yang ada di samping saya. Perkenalkan, dia adalah Ayunda istri saya."
Semua peserta meeting melihat ke arah Ayu. Ada yang biasa saja karena sempat melihat beberapa kali, ada juga terkejut.
Semua memang tahu bahwa Arkana telah menikah. Namun, tidak ada yang tahu sosok istrinya karena Arakana memang tidak memperkenalkan secara resmi.
Ayu hanya tersenyum dan sedikit menganggukan kepalanya.
Mereka pun memulai meeting tanpa merasa terganggu sedikitpun oleh keberadaan Ayu disana.
Ayu hanya tersenyum melihat sosok lain dari seorang Arkana. Terlihat lebih berwibawa. Tapi, bila hanya berdua dengannya, suaminya seolah menjadi orang lain.
Meeting pun selesai. Semua mulai keluar dari ruang meeting satu persatu.
"Kamu ikut aja Yu, setiap pagi ke kantor " Usul Bara. "Dengan begitu tugasku sedikit ringan. Kalau Suamimu kerja dari rumah terus kan tugasku bertambah."
"Hei, aku kan menghitungnya sebagai lembur. Bukan kerja rodi." Gerutu Arkana.
" Bukan masalah uang, Ar. Tapi, aku juga butuh waktu buat nyari pasangan. Kalau kamu ngasih aku lembur terus, bisa-bisa aku nikahi juga nih berkas." kesalnya.
Ayu hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabat itu.
"Sebenarnya, Mas Arka ini bisa masuk kerja kok dari siang gak harus ful di rumah. Soalnya, mual muntahnya hanya di pagi hari sama saat makan saja. Selebihnya sih ok."
Penjelasan Ayu membuat Arkana tidak suka. Karena kini Bara tahu dia hanya memanfaatkan keadaan.
"Jadi, kamu mengkambinghitamkan anakmu yang bahkan belum lahir untuk bisa kerja di rumah? Bagaimana bisa seorang pemimpin bersikap seperti itu?" Bara geleng-geleng kepala.
"Aku juga mau sedikit rehat lah. Punya anak istri juga kalau aku sibuk terus di perusahaan mana bisa menikmatinya." Arkana memberi alasan.
__ADS_1
"Kalau merasa tidak sanggup, kenapa Mas tidak mencari karyawan tambahan saja?"
"Masalahnya,nyari orang yang kompeten dan jujur itu susah."
Ayu manggut-manggut. Ia mengerti sekarang.
"Aku juga sudah mengusulkan itu dari lama, tapi tidak di ACC terus." Bara kembali mengadu.
"Ya..ya... Carilah olehmu orang yang jujur dan bisa di percaya. Beritahu aku kalau sudah menemukannya." Akhirnya Arkana memberi keputusan.
Setelah di pikir-pikir ada benarnya juga. Kalau sahabatnya itu selalu sibuk, ia selamanya akan menjomblo.
"Nah,gitu dong dari dulu." Bara merasa senang.
"Hmm.."
"Aku langsung pulang lagi ya. Mau jemput Alif."
"Kesini lagi ?"
"Mulai besok aja aku ngantor. Tapi,dari agak siangan. Terus untuk Rabu depan, aku gak ke kantor. Mau menemani Alif karya wisata ke kebun binatang."
"Siap, Pak Bos."
Setelah menyelesaikan beberapa berkas yang harus di tandatangani, Arkana dan Ayu kembali ke sekolah untuk menjemput Alif.
Lagi-lagi keduanya bertemu Miss Nela yang mengantarkan Alif ke depan. Dengan ramah ia berasa basi kepada Ayu juga Arkana.
" Selamat bersenang-senang ya, Alif."
"Terimakasih, Miss." Ucap Alif tersenyum.
"Anda benar. Dan saya beruntung karena Alif terlahir dari wanita hebat seperti istri saya." Timpalnya yang justru memuji Ayu.
Miss Nela sedikit membuang muka mendengarnya. Apa yang Miss Nela lakukan, terlihat jelas oleh Ayu.
Apa dia benci padaku? Batin Ayu
"Bukan Begitu, Miss?" Arkana meminta pendapat.
"Ah iya, Anda benar." Miss Nela menjawab dengan terpaksa.
"Kalau begitu kami permisi. Terimakasih atas bantuannya. Assalamu'alaikum." pamit Ayu.
Miss Nela tersenyum dan menjawab salam Ayu. Namun, matanya seolah terpaku pada Arkana seorang.
"Daddy, apa Daddy tahu kalau Miss Nela sepertinya menyukai Daddy?" Alif bertanya saat Ayu sedang ke toilet. Kini mereka sedang makan siang.
"Daddy tidak tahu, jagoan." Jawab Arkana berbohong. Ia sebenarnya melihat gelagat aneh Guru pengganti itu. Namun, selama semua baik-baik saja. Ia akan pura-pura tidak tahu.
" Miss Nela juga sering memberiku makanan."
" Benarkah ?"tanya Ayu yang baru sampai dan duduk di samping Arkana.
"Iya, mom."
" Semua teman Alif dapat juga?," tanya Ayu penasaran.
" Hanya Alif saja, Mom. Katanya, Alif itu spesial." Jelas Alif.
Ayu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Ayo lanjutkan makannya!" Arkana mengalihkan pembicaraan dan meminta Alif kembali makan.
"Jangan terlalu dipikirkan, sayang." Arkana memegang tangan Ayu.
"Hmm" Ayu hanya berdehem. Ia tidak berjanji.
"Ayo makan lagi. Jangan biarkan anak kita kelaparan di dalam sini " Ucap Arkana sambil mengelus perut Ayu.
" Baiklah." Ayu melanjutkan makannya.
...******...
Hari yang di tunggu pun tiba. Alif sudah bersiap di bantu oleh Arkana. Sementara Ayu sedang mengecek barang bawaan mereka.
Aneka camilan dan makanan buatan Mommy Mona menjadi bekal mereka.
"Cucu grandma sudah tidak sabar ya?" tanya Mommy Mona melihat Alif yang tergesa-gesa menghabiskan sarapannya.
"Ya, Grandma. Alif sudah sabar."
"Tapi, makannya jangan terburu-buru begitu. Nanti tersedak."
"Uhukk.. Uhukk.."
Ayu langsung memberikan segelas air kepada Alif.
" Baru juga diberi tahu, sudah tersedak."
" Maaf, Bunda"
"Tidak apa-apa. Lanjutkan sarapannya. Tapi, pelan-pelan. Alif tidak akan di tinggal kok." Ucap Ayu.
Alif hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.
Sampai di sekolah, Alif langsung berlari menuju bis yang akan mengantarkan mereka semua ke kebun binatang.
Arkana membawa barang bawaan mereka. Sementara Ayu berjalan di samping suaminya.
"Kita duduk disini" Alif mengambil posisi dekat jendela.
" Ayo sayang." Arkana menyuruh Ayu masuk dan menempati kursi tengah.
" Mas dulu saja, aku di pinggir."
"Baiklah " Arkana tidak memaksa melihat mood istrinya yang sepertinya memburuk.
Setelah Ayu duduk, Arkana melihat ke samping ternyata Miss Nela di samping kursi mereka. Bersebrangan dengan Ayu. Kini, ia tahu alasan istrinya memintanya duduk di tengah.
" Aku suka saat kamu cemburu begini." Goda Arkana yang membuat Ayu semakin kesal
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
...🥰🥰🥰...
__ADS_1