
" Defa, aku kecewa padamu!!! kamu benar-benar belum bisa melupakan wanita itu." teriak Nikita yang sangat kesal kepada Defa karena Defa masih berusaha untuk menemui Zovita.
" Hei, itu bukan urusanmu!!! jangan berani mengatur aku apalagi ini masalah pribadi aku," timpal Defa yang membalas perlakuan Nikita dengan penuh emosi.
" Aku ini calon istrimu, Defa!!! kamu keterlaluan ya, kamu anggap aku ini apa?" ucap Nikita masih dengan nada emosi juga.
Defa tidak habis pikir, wanita yang akan dia nikahi adalah wanita yang di penuhi oleh amarah dan tidak ada lembut nya sama sekali, andai waktu itu dia tak mengikuti perkataan ibu nya.
" Jika kamu mau kita menikah, jangan pernah memaksa aku untuk melupakan seseorang di hidupku, kamu sendiri tahu kenapa aku mau menikahimu." jawab Defa santai, mata Nikita terbelalak.
" Defa!!! aku hanya menjaga nama baik mu, aku menjaga reputasi mu, seharusnya kamu berterima kasih kepada ku karena aku sudah mengembalikan citra jelek mu," timpal Nikita membahas kesepakatan mereka dari awal.
" Nama baik? reputasi? aku hanya terjebak oleh permainan bodoh kalian, dan kamu hanya mengambil keuntungan dariku kan?" tegas Defa, tangan nya tak berhenti mengepal.
" Siapa yang kau maksud bodoh? jadi maksudmu, Ibu kamu juga bodoh kan? Defa, apa susahnya kamu melupakan dia lalu segera menikahiku?" pinta Nikita yang terus membujuk Defa agar segera menikahi nya.
" Kamu mau menikah dengan orang yang tidak mencintai mu? kamu siap?" tanya Defa.
" Aku tidak peduli apa itu cinta, jaman sekarang kita tidak butuh hanya sekedar cinta, itu urusan gampang." sambung Nikita sambil menyeringai halus.
Nikita benar-benar wanita yang ambisi, dirinya hanya ingin memiliki Defa tanpa peduli Defa mencintai nya atau tidak, dia tak ingin terlihat kalah oleh Zovita, meski Zovita sendiri takkan peduli pada nya.
Nikita hanya mau rival nya Zovita saat kuliah dulu kalah.
" Gila kamu, ada wanita yang berpikiran kaya kamu? aku jadi berpikir lagi untuk menikahi mu Nikita!!!" Defa berucap semakin kesal, namun Nikita tetap terlihat santai
Dia hanya menyeringai.
" Defa, kamu juga sadar dong, kamu ini tidak benar-benar mencintai Zovita, Zovita sendiri bisa menilai kamu seperti apa, kamu pikir setelah ini dia mau kembali padamu? lelaki yang saat dia jatuh malah meninggalkan nya?" jelas Nikita, Defa tersadar oleh ucapan Nikita, dia benar-benar merasa bersalah sekali karena telah mencampakan Zovita.
__ADS_1
Rasa malu menghancurkan harapan nya.
" Karena kalian berdua yang terus menghasut ku, bahkan kalian tidak pantas di sebut manusia!!!" sahut Defa yang memaki Nikita dan Ibu nya sendiri, dengan emosi Defa pergi meninggalkan Nikita.
Nikita tersenyum menyaksikan Defa yang terus memaki dirinya sendiri.
" Lantas apa kamu pantas di sebut manusia? orang yang mencampakkan kekasih nya saat terkena musibah?" ucapan Nikita menghentikan langkah Defa.
Defa kembali menghampiri Nikita, tangan nya yang sedari tadi dia kepal pun melayang ke arah Nikita, namun sebuah tangan yang sedikit keriput menahan tangan Defa, Nikita yang memalingkan wajah nya segera menatap Defa.
" Defa!!!!" Ibu Defa yang masih menahan tangan anaknya itu kembali menampar wajah Defa.
Defa menahan sakit.
" Dasar gila kamu!!! apa yang mau kau lakukan? kamu mau menampar seorang wanita? apa kamu waras Defa?" Ibu nya emosi karena melihat sikap Defa.
Defa yang tersulut emosi itu tidak menghiraukan ucapan Ibu nya, dia hanya berlalu pergi dari hadapan Ibu nya.
Ibu Defa menoleh.
" Kamu juga Nikita!!! seharusnya sebagai wanita kamu tidak berbicara dengan nada tinggi kepada lelaki." ujar Ibu Defa ikut memarahi calon menantu nya itu.
" Tante, apa tante tidak dengar Defa selalu merendahkan aku? tante pikir aku tidak sakit hati dengan ucapan nya? seharusnya tante yang harus mengajari anak tante untuk tidak asal bicara kepada wanita." sahut Nikita yang juga kesal kepada Ibu Defa, Nikita pun segera meraih tas nya dan pergi dengan perasaan emosi.
" Dasar kamu!!!" tambah Ibu Defa yang ingin memaki Nikita namun langkah Nikita semakin jauh dan cepat.
****
Alan yang melewati toko buku teringat oleh Zovita yang sangat gemar sekali membaca, dirinya pernah melihat novel di atas meja saat berkunjung ke rumah Zovita saat itu.
__ADS_1
Alan berniat ingin membeli sebuah buku untuk Zovita.
Sebelum sampai di halaman rumah Zovita, Alan ternyata melihat Rika sedang berbincang dengan pak Jodi, ayah nya.
Alan mengira bahwa Rika telah kembali bersama Irwan, namun dia masih ada di rumah Zovita.
Saat hendak menghampiri Rika dan Ayah nya, Alan melihat Sofie dari samping halaman rumah sedang mengawasi Rika, Alan pun mengurungkan niat nya untuk menyapa Rika dan Ayah nya.
Alan takut identitas nya di ketahui Sofie, akhirnya memutuskan untuk segera pergi.
Saat berbalik arah, Alan kaget karena ternyata sudah ada Zovita yang sedang berdiri di belakang nya.
" Ya Ampun!!!" ucap Alan.
" Kenapa Alan? kamu seperti melihat hantu." ungkap Zovita meledek Alan yang kaget melihat nya.
" Kamu muncul tiba-tiba begini, jelas aku sangat kaget, kamu dari mana?" ujar Alan bertanya kepada Zovita.
" Main bersama Katy, apa yang kamu lakukan disini? kenapa mengintip? apa yang kamu lihat?" tanya Zovita heran karena melihat posisi Alan yang seperti sedang mengintip dari jauh.
" Tidak!!! aku hanya sedang melihat di rumah mu itu siapa? sepertinya aku baru melihat," jawab Alan yang bisa saja berpura-pura.
" Dia Ibu tiri ku dan itu sopir sekaligus bodyguard nya, kenapa? kamu heran? aku juga bingung kenapa orang seperti kami harus memiliki pengawal, aneh bukan?" ujar Zovita, Alan malah fokus ke sudut bibir nya yang sangat manis, selain suara nya yang sangat lembut, Zovita juga pemilik senyum terindah bagi Alan.
" Oh ya? mungkin Ibu tiri mu itu orang penting, lalu dimana Ayah mu berada?" tanya Alan masih sok polos kepada Zovita, dia hanya ingin berlama-lama berbincang dengan Zovita.
" Dia telah kembali ke kota, dia selalu sibuk, sepertinya hanya dia orang yang tidak punya banyak waktu untuk keluarga nya, hidup nya hanya di isi oleh pekerjaan nya yang menurut ku kurang penting." ucapan Zovita sontak membuat Alan kaget, ternyata selama ini Zovita tidak dapat perhatian dari ayah nya, dia merasa kasihan karena hidup Zovita tidak seindah bayangan nya.
Alan menatap dalam wajah Zovita, tiba-tiba di hati nya terbesit rasa yang sangat aneh, dia kasihan kepada Zovita yang malang, hidup ini seperti tidak berpihak padanya, padahal dia adalah anak dari seorang Irwan, lelaki yang punya segalanya, tidak kurang satu apapun.
__ADS_1
Alan jadi tertarik dengan kehidupan Zovita lebih dalam, dia ingin sekali menjadi malaikat dengan sayap pelindung di sisi kanan dan kiri. Namun dia di sadarkan oleh posisi nya, dia hanya di tugaskan oleh Ibu tiri nya hanya untuk mengawasi Zovita.
____