
"Vita, Ayahmu tidak setuju jika kamu menetap disini, kamu harus melanjutkan kuliah mu kembali di kota."
Bi Wati memasuki kamar Zovita yang sedang menatap sebuah laptop.
"Aku tidak akan meminta ijin nya, aku tidak perlu menunggu persetujuan nya, aku akan melangkah sendiri," seru Zovita yang tegas, kali ini dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan.
"Tapi sekarang wali kamu adalah Pak Irwan, Vita," tambah bi Wati.
"Kita lihat saja, jika dia memang benar menyayangiku tentu dia akan mendukungku," ujar Zovita.
Zovita sudah memberanikan diri untuk kembali membuka akun sosial media nya, setelah berbulan-bulan dia tak bercengkrama dengan dunia luar, Zovita juga menghilangkan akun sosial media nya.
Zovita membuka sebuah akun baru dengan nama anonim, dia tahu jika menggunakan nama aslinya, pasti semua orang akan tahu dengan dirinya.
Zovita mengunggah gambar pertamanya di laman media sosial nya, sebuah kucing cantik dengan caption 'Kathy' dia juga menggunakan foto Katy sebagai profil utama nya.
"Vita, bi Wati yakin kalau Ayahmu itu sangat menyayangi kamu, dia sangat peduli padamu," ucap Bi Wati yang menatap ke arah laptop Zovita, bi Wati melihat Zovita sedang menggunakan media sosial.
"Bi, aku tidak mau menjadi alat untuknya, aku tahu seperti apa dia," sahut Zovita yang tidak begitu yakin dengan Ayah nya sendiri.
Tak lama, terdengar suara bel berbunyi, bi Wati segera menuruni tangga dan melihat dari jendela, penasaran siapa yang ingin berkunjung.
Bi Wati segera membukakan pintu.
Di kejutkan oleh Alan, yang menyapa bi Wati dengan senyuman hangat.
"Alan? kukira siapa?" Bi Wati kemudian mempersilahkan Alan masuk.
"Terima kasih, Bi." Alan segera memasuki rumah.
Alan melihat ke kanan dan kiri, sedang mencari keberadaan Zovita, bi Wati terus memperhatikan pandangan Alan.
"Cari Vita?" tanya bi Wati yang langsung tahu maksud kedatangan Alan
Alan mengangguk.
"Sebentar, saya buatkan minum." Bi Wati berlalu ke dapur, Alan terus memperhatikan tangga berharap Zovita muncul.
__ADS_1
Bi Wati meletakan minuman di atas meja, lalu menaiki tangga untuk memanggil Zovita.
Zovita masih serius di depan laptop, bi Wati menghampiri nya.
"Vita!"
"Iya, siapa yang datang, Bi?" tanya Zovita.
"Alan, dia mencarimu," sahut bi Wati.
"Alan? mencariku? ada apa?" Zovita terua bertanya-tanya, bi Wati menggeleng.
Zovita menutup laptop nya dan berjalan ke luar kamar, Zovita menuruni anak tangga langsung menyaksikan Alan yang tengah duduk di sofa.
Alan tersenyum.
Melihat Zovita yang sedang berjalan di tangga, jantung nya mendadak berdegup sangat kencang, padahal sebelum Zovita muncul tidak begitu, Alan terus menarik napas agar tak terlihat gugup.
"Alan, kenapa mencariku?" tanya Zovita yang menyapa Alan dengan senyuman.
Alan di buat meleleh dengan sapaan wanita yang berada di depan nya itu.
"Oh iya, terima kasih ya," balas Vita.
Zovita melihat satu persatu nama perguruan tinggi, namun Zovita hanya mencari fakultas kedokteran, meskipun dirinya belum meminta ijin ayah nya, Zovita terus mencari informasi.
"Vita, apa aku boleh menyimpan nomormu? agar aku bisa memberitahu mu lebih banyak informasi lewat telepon," pinta Alan yang segera mengeluarkan ponsel nya dari saku.
Alan memberikan ponsel nya kepada Zovita, lalu Zovita mengetik nomor nya di ponsel Alan.
Alan tersenyum sumringah, tanpa sadar dia menatap Zovita tanpa berkedip.
Lagi-lagi Alan menepis pikirannya sendiri, Alan tidak ingin sesuatu terjadi yang akan mengancam pekerjaan nya.
"Vita, apa ayahmu sudah tahu kamu ingin melanjutkan kuliah mu disini?" tanya Alan membuat Zovita terperangah.
"Tidak, apa perlu ku beritahu?" Zovita berbalik bertanya kepada Alan.
__ADS_1
"Tentu saja, aku yakin pasti ayahmu setuju," timpal Alan meyakinkan Zovita.
Zovita hanya menggeleng.
"Entahlah," sahut Zovita terlihat tidak yakin.
"Vita, setiap orang tua pasti akan mendukung anak nya, kamu harus yakin," seru Alan yang tak menyerah terus memberi Zovita semangat.
"Mungkin orang tua yang lain, kamu pasti belum mengenal orang tua ku kan?" celetuk Zovita lalu bertanya kepada Alan karena menurutnya Alan tidak mengenal Ayah nya.
Zovita tidak tahu, bahwa lelaki yang ada di depannya adalah orang yang cukup dekat dengan ayah nya, bahkan lebih dekat dari pada Zovita, bahkan keluarga Alan tinggal di rumah ayah nya.
"Aku melihat sosok ayahmu adalah orang yang bijak, dan perhatian, bahkan yayasan nya sering mengadakan acara amal, aku sangat suka dengan kerendahan hati nya," ungkap Alan memuji Irwan yang sering tampil di layar televisi.
Zovita tertawa kecil.
"Kamu melihat nya di televisi? kamu tahu di belakang televisi dia bagaimana? banyak orang tertipu dengan penampilan karena hanya melihat di depan layar." Zovita terus memberi tahu Alan, padahal Alan yang lebih tahu siapa Irwan, ayah Zovita.
"Vita, aku melihat orang dari sisi baik nya, mengenai sisi buruk nya itu urusan dia dengan Tuhan nya," ujar Alan dengan wajah tenang.
Zovita terdiam sesaat, menatap wajah Alan yang menurut nya lugu, tapi Zovita sangat suka dengan rasa percaya diri Alan, Zovita mengagumi sikap Alan yang selalu memberikan ucapan positif kepada nya.
Alan membalas tatapan Zovita, mereka berdua terhanyut dalam tatapan selama beberapa detik, Alan langsung tersadar oleh suara telepon dari ponsel nya.
"Maaf, Vita, sebentar aku menjawab telepon dulu, ya." Alan pun berlalu ke luar rumah.
Zovita memandangi Alan dari jendela, Alan sangat serius berbicara dengan seseorang di balik telepon, Alan berbicara dengan suara yang sangat pelan sekali.
"Maaf, Vita, aku ada urusan, untuk info lebih lanjut nanti ku hubungi kamu lewat telepon, ya?" ujar Alan berpamitan kepada Zovita.
"Iya, terima kasih ya, Alan." Zovita mempersilahkan Alan untuk keluar, Alan berlalu dengan memberikan Zovita senyuman yang sangat manis.
Zovita melambaikan tangan kepada Alan yang melaju dengan mobil nya.
Bi Wati melihat Zovita dengan raut yang aneh, karena melihat tatapan Zovita kepada Alan yang begitu lembut dan tajam, bahkan Zovita selalu menatap Alan saat Alan tengah berbicara kepadanya, bi Wati menebak bahwa Zovita tertarik oleh lelaki yang baru saja pergi.
Bi Wati langsung melaporkan kunjungan Alan kepada Rika, karena Rika menyuruh nya untuk melaporkan siapa saja yang datang.
__ADS_1
Bi Wati juga memberi tahu Rika, jika Alan datang untuk memberikan informasi mengenai perguruan tinggi dekat tempat tinggal nya kepada Zovita, bahkan bi Wati keceplosan berbicara kepada Rika tentang sikap Zovita saat menatap Alan, bi Wati juga meceritakan kepada Rika jika Zovita kini telah membuka akun media sosial yang baru dengan foto profil Katy.
_____