Cinta Untuk Vita

Cinta Untuk Vita
Pertemuan Rahasia


__ADS_3

"Miss, siapa orang yang mau kau temui?" tanya Jodi yang penasaran melihat Rika menunggu seseorang di sebuah restoran kecil.


"Bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang kurang penting, kamu awasi saja sekeliling ya," pinta Rika kepada Jodi.


Jodi, seorang supir sekaligus bodyguard Rika, sangat di percaya oleh Rika karena Jodi sudah lama bekerja pada ayah Rika, setelah kepergian ayah nya, Rika meminta Jodi untuk tetap menjadi supir sekaligus pengawal pribadi nya.


Jodi juga membawa serta istri dan anak nya untuk ikut keluarga Rika.


Susi, istri Jodi menjadi asisten rumah tangga, sementara Alan, di percaya sebagai kaki tangan Rika.


"Miss, ada sebuah mobil berwarna putih datang, apakah dia orang yang sedang di tunggu?" Jodi masih penasaran dengan siapa Rika membuat janji.


"Kamu diam saja Jodi, kamu tetap awasi jangan sampai ada yang melihat kita," timpal Rika kesal karena Jodi terus bertanya.


Seorang wanita turun dari sebuah mobil berwarna putih, dia memakai dress merah di bawah lutut dengan kacamata coklat.


Wanita itu segera menghampiri Rika.


"Sore, Miss." Wanita itu menyapa Rika lalu membuka kaca mata nya dan duduk di kursi sebelah Rika.


Rika menyambut nya dengan senyuman.


Jodi sontak kaget melihat wanita yang datang itu, Jodi bertanya-tanya untuk apa Rika membuat janji temu dengan Nikita?


"Kamu tidak tepat waktu," ucap kesal Rika.


"Sorry, Miss, ternyata perjalanan ke desa ini mamakan waktu, aku pikir dekat," sahut Nikita dengan dan segera meletakan tas nya di atas meja.


"Apa kamu berhasil menangani si Defa? bagaimana dia sekarang?" tanya Rika penasaran, karena ternyata dia ada di balik rencana yang membuat Nikita bertunangan dengan Defa.


"Defa? dia bagai pasir kecil, mudah sekali di tangani, anda tenang saja, Miss," jawab Nikita dengan senyum licik di bibir nya yang merah merona.


"Kamu harus berhasil membuat Defa menikahi mu, jangan sampai dia datang kembali kepada Zovita, kamu paham?" pinta Rika sangat tegas kepada Nikita.


"Itu mudah sekali, Miss. Anda hanya harus menyiapkan uang yang telah di janjikan, sekaligus bonus karena ini melebihi ekspektasi mu," timpal Nikita puas.

__ADS_1


"Kamu yakin? apa menurutmu aku ini bodoh? kamu tahu beberapa hari yang lalu Defa datang kesini?" tanya Rika dengan wajah kesal nya menatap wajah Nikita yang menganggap Rika tidak tahu apa-apa.


"Apa maksudmu? Defa datang kesini? untuk apa?" Nikita malah balik bertanya, namun kali ini raut wajahnya berubah, ternyata Rika tidak bisa di bohongi.


"Apa? dasar wanita bod*h kamu, jadi kamu sama sekali tidak tahu? lalu kamu bilang padaku bahwa kamu bisa menangani dia!" bentak Rika dengan mata yang melotot, Nikita tertunduk, dia bingung mau menjawab apa karena dia sendiri ketinggalan informasi mengenai Defa.


"Miss, beberapa hari lalu memang aku tahu Defa pergi, tapi Ibu nya bilang bahwa Defa pergi ke Bandung karena tugas kantor, jadi?" jawab Nikita yang merasa telah di bodohi oleh Ibu Defa, dia tak menyangka bahwa Ibu Defa telah membohongi nya.


"Ini menunjukan bahwa kamu tidak bisa menangani Defa yang menurutmu bagai kerikil pasir itu, seharusnya kamu bertindak sebelum dia," imbuh Rika.


"Jadi aku telah di permainkan oleh wanita tua itu ya? lihat saja nanti." Nikita mengepalkan kedua tangan nya dengan ribuan rencana liciknya kepada Ibu Defa.


"Sekarang apa rencana mu? kamu sudah terlambat, kamu kurang cepat, Defa sudah tahu alamat Zovita, lalu mau bagaimana kamu?" cerca Rika terus menerus membuat Nikita merasa terpojok.


"Miss, pokoknya tenang saja, aku tidak akan membiarkan Defa menemui Zovita, kali ini akan ku pastikan, aku akan satu langkah di depan Defa, percayalah padaku." Nikita mencoba terus meminta kesempatan kepada Rika untuk membuat Rika puas.


"Nikita, kamu harus cepat menentukan tanggal pernikahan dengan Defa sebelum Defa bertemu Zovita," perintah Rika semakin menekan Nikita untuk segera melangsungkan pernikahan dengan Defa.


"Miss, tenang saja, percayalah padaku," ujar Nikita meyakinkan Rika agar Rika semakin mempercayai nya.


Sore itu perbincangan rahasia nya bersama Nikita berhasil, tanpa ada yang menguping lagi seperti tempo hari saat dirinya bertemu dengan Alan.


Rupa nya, Alan berhasil menahan Sofie di rumah nya.


***


Sementara itu, di tempat tinggal Alan.


"Kenapa minuman nya belum kamu minum, Sof? kamu takut aku racun ya?" tanya Bagus yang melihat Sofie terus menatap gelas di depan nya.


"Ah, tidak. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu, ini sudah ku minum kok sedikit," ucap Sofie yang kembali melemparkan senyum ke arah Bagus, Bagus di buat salah tingkah.


"Kenapa si Alan belum selesai ya? lama sekali mencuci mobil," tanya Sofie yang menoleh ke luar rumah dimana Alan ternyata sedang asik memainkan ponsel nya.


"Biasa, Alan kan memang anak nya super perfect, jangan heran dia segala sesuatu nya harus rapi." Bagus menjelaskan kepada Sofie kebiasaan Alan, yang sebenarnya Bagus sedang membicarakan rencana Alan tanpa di sadari oleh Sofie.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pamit saja, dari tadi hanya memainkan handphone saja aku, kukira Alan bakal masuk ternyata masih asik diluar," pamit Sofie kepada Bagus, Sofie segera beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Alan.


"Kan ada aku, Sof he he," celetuk Bagus dengan cengengesan.


Bagus mengejar langkah Sofie.


"Hei, Sofie kok keluar? memang kamu mau kemana?" tanya Alan yang di hampiri Sofie dengan raut kesal.


"Kamu menyuruh aku masuk, duduk di rumah hanya untuk minum kopi? lalu kau malah asik diluar?" ucap Sofie kesal.


"Kan ada Bagus, memangnya si Bagus nyuekin kamu ya? maaf deh Sofie," timpal Alan kemudian tersenyum polos.


"Ah tidak, aku mengajaknya berbicara tapi dia cuek saja." Bagus muncul di belakang Sofie yang membuat Sofie semakin kesal.


"Ah aku pamit deh, buang-buang waktu deh disini." Sofie segera melangkahkah kaki nya dengan cepat dan membawa kekesalan yang mendalam.


"Mau ku antar?" tanya Bagus.


"Tidak! aku bisa sendiri," sahut Sofie dengan langkah nya yang semakin jauh.


Alan dan Bagus saling melirik, lalu mereka tertawa puas karena rencana mereka berhasil telah menahan Sofie.


"Gimana lan? udah selesai Miss Rika?" tanya Bagus penasaran.


Alan menatap layar ponsel nya.


"Beres, Gus. Pokoknya semua aman," kata Alan setelah membaca pesan di ponsel nya bahwa Rika telah selesai bertemu dengan seseorang.


"Eh ngomong-ngomong siapa orang yang di temui miss Rika kali ini?" Bagus masih penasaran.


"Entahlah, aku tak peduli siapa orang nya, yang penting kita selesaikan tugas kita saja, biarkan itu menjadi urusannya."


Alan meyakinkan Bagus bahwa tidak perlu tahu urusan orang-orang besar seperti Rika dan Irwan, karena dunia mereka sangat jauh berbeda.


____

__ADS_1


__ADS_2