Cinta Untuk Vita

Cinta Untuk Vita
Rencana yang mulus


__ADS_3

Zovita melihat pernikahan Defa dan Nikita dalam unggahan media sosial Nikita, Zovita hanya mengelus dada dan tersenyum kecil menyaksikan sebuah gambar mantan tunangan nya di pelaminan bersama teman kuliah nya.


Sebelum nya, Zovita sudah di beri tahu oleh sahabatnya, Rara. Namun Zovita menghadapi nya dengan lapang dada, sudah tidak ada cinta lagi di hati nya untuk Defa, cukup kejadian yang menimpa nya membuat Zovita bisa menilai siapa saja yang benar-benar tulus padanya.


Zovita mengajak Katy untuk berjalan-jalan ke luar, melewati jalan perkampungan yang asri sambil menggendong Katy.


Pemandangan itu membuat warga terus memperhatikan Zovita, karena selama ini mereka jarang melihat gadis desa itu keluar rumah, Zovita terus berjalan tanpa mempedulikan setiap mata yang melihat nya, kini dia tak peduli lagi dengan pandangan orang terhadap nya, tak peduli orang itu tau atau tidak dengan peristiwa yang menimpa nya.


Sofie melihat Zovita yang melewati halaman rumah nenek nya, terkejut melihat Zovita berjalan dengan santai sambil membawa Katy, Sofie yang penasaran segera keluar menghampiri Zovita.


"Vita!!!" panggil Sofie menghentikan langkah Zovita.


"Sofie, ini rumah nenek mu?" tanya Zovita tersenyum menatap Sofie.


Sofie tidak membalas senyuman Zovita.


"Apa yang kau lakukan? tumben kamu keluar?" tanya Sofie penasaran.


"Iya, sepertinya selama ini aku melewatkan pemandangan cantik di desa ini, sekarang aku ingin berkeliling," ujar Zovita yang terus tersenyum.


"Oh, biar aku temani, aku tahu tempat-tempat yang indah untuk kau kunjungi," timpal Sofie menemani langkah Zovita.


"Terima kasih, Sofie."

__ADS_1


Zovita dan Sofie pun berjalan bersama, Sofie memberitahu kemana dia harus berjalan, Sofie sebenarnya hanya penasaran dengan Zovita karena kali ini sikap Zovita tidak biasa, Zovita terlihat lebih fresh dari sebelum nya, Zovita lebih bersemangat lagi sekarang.


"Vita, boleh aku bertanya?" Sofie yang penasaran memulai sebuah pertanyaan untuk Zovita.


"Bertanya apa, Sofie?" ucap Zovita.


"Sepertinya sekarang kamu sudah lebih bahagia dari sebelumnya, kamu juga sudah tidak terpukul lagi, apa rencana mu ke depan?" tanya Sofie akhirnya memberanikan diri.


"Alhamdulillah, sekarang aku mulai sadar, tidak ada guna nya untuk terus mengurung diri, aku juga sadar apapun yang terjadi dengan hidupku ternyata bahwa hidup ini harus terus berlanjut," ujar Zovita dengan nada lembut nya melihat Sofie dengan senyuman hangat.


"Kamu betul, namun apakah ada seseorang yang membuat mu kembali bangkit dan semangat, Vita?" Sofie sepertinya masih mencari jawaban, karena menurutnya jawabab Zovita belum membuat nya puas.


"Tentu saja."


Sontak, Sofie kaget, jangan-jangan yang dia khawatir kan bahwa Zovita tertarik kepada Alan itu benar, Sofie merasa Zovita ingin menyaingi nya untuk mendekati Alan, meski sebenarnya Sofie sangat kagum pada kegigihan Zovita.


"Ada lah, tidak penting siapa nya, yang paling penting adalah aku jadi tahu siapa saja orang yang benar-benar baik dan tidak," ujar Zovita membuat Zovita merasa ter sindir oleh ucapan Zovita.


Sofie dan Zovita terus meyusuri jalan kampung, melewati jalan yang naik turun, dengan banyak pepohonan, melihat para petani yang sedang di ladang, Zovita benar-benar merasakan suasana yang tenang dan udara yang sangat segar.


***


Rika secara diam-diam menemui Nikita di sebuah Apartemen, Nikita yang telah lama menanti Rika, begitu Rika muncul sangat bahagia.

__ADS_1


"Akhirnya, Anda datang juga, Miss," sapa Nikita menyambut Rika dengan senyuman kecil.


"Ini, yang kau minta," ujar Rika dengan melemparkan sebuah tas berisi uang, Nikita meraih nya dengan tidak sabar.


"Uangku!!!!" teriak Nikita segera membuka tas itu dan mata nya langsung terbelalak menyaksikan setumpuk uang di dalam nya.


Rika tersenyum puas melihat rencana yang telah dia susun berjalan dengan mulus.


Nikita adalah alat yang di gunakan oleh Rika untuk menghancurkan Defa, tanpa sepengetahuan Irwan, Rika langsung menghubungi Nikita dan menyusun sebuah rencana setelah peristiwa kelam yang menimpa Zovita, bagi Rika, Defa telah mengajak nya perang dingin karena telah membatalkan pernikahan nya dengan Zovita.


"Kamu telah menerima yang kau mau, seterusnya lanjutkan sesuai rencana ku, kamu harus membuat dia dan karir nya hancur, dia harus membayar untuk semua penghinaan yang telah dia berikan kepada keluarga Suryadarma," pekik Rika hingga membuat Nikita yang menatap nya menelan ludah.


"Itu urusan kecil, serahkan padaku!" sahut Nikita meyakinkan Rika dengan senyum penuh tanda tanya.


Rika segera meninggalkan Nikita di kamar Apartemen nya, sementara Nikita mengeluarkan semua uang yang ada di dalam tas dan berteriak bahagia, Nikita bermandikan uang.


Nikita asik dengan yang kasur yang penuh uang, tidak sadar dengan ponsel nya yang terus berbunyi, Nikita merasa terganggu.


"Sial*n mengganggu saja," decak Nikita kemudian meraih ponsel nya, langsung terkejut karena Ibu Defa yang telah menelepon nya.


"Wanita tua itu ternyata."


Nikita buru-buru mengangkat nya.

__ADS_1


Nikita berbicara dengan Ibu Defa di telepon, lalu merapikan uang nya dan segera keluar dari Apartemen nya malam itu.


____


__ADS_2