Cursed Throne

Cursed Throne
Chapter 14 - Perburuan Pertama


__ADS_3

Setelah beberapa kali berdebat mengenai Quest apa yang sebaiknya mereka ambil, akhirnya Brian menemukan Quest yang tepat.


...[Sekelompok Goblin ditemukan di dekat hutan wilayah Timur. Buru mereka untuk menjaga keselamatan desa di sekitar! Hadiah : 50 koin perak!]...


Brian segera menyerahkan lembaran kertas itu kepada salah seorang pegawai Guild. Yang tak lain....


"Ah, sudah memilih Quest Anda?" tanya Adelle di balik meja itu.


"Begitu lah." balas Brian singkat.


Adelle segera mengambil kertas itu dan mengecapnya dengan sebuah stampel berwarna merah.


"Baik, sudah kami terima. Selamat mengerjakan Quest ini." balas Adelle dengan senyuman yang begitu ramah. Sangat berbeda dengan sikapnya sebelumnya.


"Berburu! Ayo kita berburu!"


Cecilia terlihat begitu senang dengan Quest ini.


Keduanya pun segera meninggalkan bangunan ini. Memulai pagi hari mereka dengan sebuah misi perburuan ini.


......***......


Di sebuah desa, tepatnya di samping sebuah hutan yang cukup gelap, Brian dan juga Cecilia memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Sembari beristirahat, Brian berusaha untuk mengorek informasi sebanyak mungkin dari para penduduk desa.


"Itu benar, aku melihatnya sendiri dengan mataku." ucap seorang Pria dewasa dengan rambut kecoklatan itu.


Pria itu terlihat mengenakan pakaian kain kecoklatan yang kusut. Sedangkan tangan kanannya terlihat bersandar pada cangkul yang dibawanya.


"Bagaimana dengan jumlahnya?" tanya Brian sekali lagi.


"Hmm.... Entahlah. Saat itu masih terlalu pagi dan berkabut, jadi aku tak bisa melihatnya dengan pasti." balas Pria itu. Ia terlihat berusaha mengingatnya dengan keras.


"Begitu ya? Tapi tak ada kah gambaran kasar dari mereka?"


"Mungkin sekitar 5 atau 6? Entahlah, tapi yang jelas mereka baru saja menculik seekor kambing dari desa ini."


"Terimakasih banyak." balas Brian yang segera melangkah pergi. Ia berjalan menuju ke arah salah satu batu besar di pinggiran desa.


Dimana Cecilia terlihat sedang duduk santai sambil menyanyi di atasnya.


"Ah, Bri... Reux. Bagaimana?" tanya Cecilia yang segera menghentikan nyanyiannya.


"Mungkin 5 atau 6 ekor Goblin. Mereka hanya mencuri seekor kambing jadi jumlahnya tak mungkin banyak."


Brian segera mengambil pedang tua yang diletakkannya dekat batu besar itu. Menariknya dan melihat besi yang telah cukup berkarat itu.


"Bagus! Sekarang ayo berangkat!" teriak Cecilia sambil mengangkat busurnya ke udara.


......***......


Beberapa jam berlalu....


Semuanya berjalan, sedikit diluar perkiraan Brian.


'Sialan, biasanya di dalam game setelah menerima Quest maka musuh akan muncul begitu saja. Tapi ini? Mencari jejak? Yang benar saja?!'

__ADS_1


Keduanya masih berjalan kesana kemari di dalam hutan yang lebat itu. Mencari jejak keberadaan Goblin yang disebutkan.


Pada saat-saat seperti ini lah, Brian hanya bisa mengandalkan satu hal.


"Cecilia, apakah mata mu tak melihat sesuatu?" tanya Brian.


Dengan cepat, gadis Elf itu menggelengkan kepalanya.


"Hah.... Entah sampai kapan kita harus mencari kalau begini? Ku rasa...."


'Kraaaakk!!!'


Secara tiba-tiba, suara teriakan hewan liar terdengar dari kejauhan. Hal itu langsung mencuri perhatian keduanya.


"Disana!" teriak Cecilia yang langsung berlari ke arah Selatan.


"Bodoh! Tunggu!"


Brian berusaha dengan keras untuk berlari mengikuti sosok Elf itu. Tapi memang pada kenyataannya, tubuh Elf itu jauh lebih ringan dan lebih lincah dibandingkan manusia.


Karena saat ini....


'Tap! Tap! Tap!'


Cecilia terlihat berlari dengan sangat cepat hampir tanpa suara. Meninggalkan Brian cukup jauh di belakangnya.


Sambil mengangkat busurnya, Cecilia bersiap untuk menembakkan anak panahnya.


'Sudah dekat?' pikir Brian dalam hatinya. Ia segera menarik pedangnya dan bersiap untuk memasuki pertarungan.


'Syuuuttt!!!'


Setelah beberapa saat....


'Jlleebb!!!'


"Graaaaaa!!!"


Teriakan seekor monster dapat terdengar dengan jelas. Tepatnya dari arah dimana anak panah Cecilia itu menuju.


'Kena?! Tembakannya benar-benar akurat.'


Tak berfikir lebih lama lagi, Brian langsung menerjang menuju ke arah sumber suara.


Di hadapannya, terlihat sosok seekor monster berkulit hijau. Tubuhnya cukup kecil dan pendek seperti anak berumur 10 tahun.


Monster yang dikenal sebagai Goblin itu terlihat berusaha keras menutupi luka dari anak panah Cecilia di bahu kirinya. Sedangkan tangan kirinya terlihat mulai lemas menggenggam pisau kecil yang berkarat itu.


"Hah.... Hah.... Hah...."


Dengan gigi yang penuh taring namun berantakan, monster itu terlihat mengerang kesakitan. Tak mampu untuk banyak bergerak.


Keringat mulai mengucur di tubuh monster itu, bersamaan dengan darah yang mengalir secara perlahan di bahu kirinya.


"I-ini...."


Brian mulai ragu. Melihat sosok monster itu begitu kesakitan, Ia justru terdiam. Hatinya yang selama ini hidup di lingkungan yang begitu damai justru menahannya.

__ADS_1


Secara tak sadar, Ia merasa kasihan pada monster itu.


Tapi tetap saja, di hadapan monster itu terlihat dengan jelas sosok seekor rusa yang telah tergeletak tak berdaya. Tubuhnya terluka akibat beberapa tusukan pisau, yang tak lain berasal dari Goblin itu.


"Fuuuh.... Hah...."


Setelah mengatur nafasnya....


'Zraaattt!!!'


Brian mengayunkan pedangnya dengan satu tangan. Tapi pedang tua itu tak cukup tajam, membuat bilahnya hanya menancap di leher Goblin itu.


"Graaaaa!!! Graaaaa!!!"


Goblin itu berteriak kesakitan setelah menerima tebasan Brian. Kedua tangannya berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkan bilah pedang itu.


Dan sesaat kemudian....


'Jleebbb!!!'


Sebuah anak panah menancap tepat di kepala Goblin itu. Menembus dan membunuhnya pada saat itu juga.


'Bruuukk!'


Tak lagi bernyawa, tubuh Goblin itu pun terjatuh ke tanah. Terkubur di balik dedaunan tebal yang ada di tanah.


"Kerja bagus! Kita berhasil membunuh satu!" teriak Cecilia sambil berlari ke arahnya. Wajahnya terlihat begitu gembira atas pencapaian ini.


Begitu senangnya, Cecilia secara refleks langsung merangkul Brian dengan tangan kirinya.


"Kau tahu? Aku sudah terbiasa memburu hewan, sedangkan memburu iblis lain? Ini baru pertama kalinya! Dan mungkin aku paham kenapa manusia suka memburu iblis!" ujar Cecilia sambil terus memperkuat rangkulannya.


"Hah? Apa maksudmu dengan itu?" tanya Brian kembali.


Tak menggubris apapun yang dikatakan oleh Brian, pandangan mata Cecilia kini tertuju ke arah seekor rusa yang tergeletak di tanah.


"Aah, sayang sekali. Padahal masih muda, kenapa diburu? Dasar monster bodoh. Brian! Kita akan angkut rusa ini dan kembali ke desa!" balas Cecilia.


"Tunggu! Apa maksudmu dengan itu? Bagaimana dengan perburuan Goblin ini?"


"Masih ada besok! Sekarang kita akan memanfaatkan daging ini terlebih dahulu sebelum membusuk!"


Cecilia dengan cepat menarik pedang Brian dan mulai memotong leher rusa itu. Membuang sebanyak mungkin darah yang masih tersisa di dalamnya.


Setelah beberapa saat, Ia melemparkan tubuh rusa tanpa kepala itu ke arah Brian.


"Bawa itu, kita akan kembali ke desa sekarang!" perintah Cecilia dengan senyuman lebar di wajahnya.


Melirik ke arah tubuh rusa yang kini ada di pundaknya, Brian akhirnya sepakat.


"Kau benar, aku juga sudah lapar."


Keduanya akhirnya memutuskan untuk kembali ke desa dan beristirahat. Mempersiapkan diri untuk perburuan selanjutnya.


Tanpa menyadari....


'Srruuugg! Sruuugg!'

__ADS_1


Di balik semak yang begitu tebal, terlihat seekor Goblin yang mengintai pergerakan mereka berdua sedari tadi. Dan kini, Goblin itu menjauh secara perlahan.


Melaporkan semua yang terjadi, pada kelompoknya.


__ADS_2