Cursed Throne

Cursed Throne
Chapter 27 - Grenary


__ADS_3

...- Wilayah Grenary -...


Berbeda dengan desa sebelumnya, wilayah Grenary merupakan wilayah yang cukup besar. Sepanjang mata memandang, terlihat lahan gandum keemasan yang begitu indah.


Terlihat sesekali sosok para petani yang masih bekerja keras di lahan. Menyapa kedua petualang yang baru saja tiba ini.


"Aah, petualang baru? Selamat datang di Grenary!" sapa salah seorang petani dengan topi jerami itu.


Brian hanya tersenyum ramah sembari sedikit menganggukkan kepalanya. Begitu pula dengan Cecilia.


"Tunggu, apakah banyak petualang yang kemari?" tanya Brian setelah beberapa langkah. Ia baru sadar atas makna dari kalimat sapaan itu.


"Kau benar. Ada sekitar puluhan petualang yang datang kemari. Mereka bilang sesuatu seperti.... Ogar? Ogur?" balas petani pria tua itu dengan sedikit kebingungan.


"Ogre! Katanya monster itu berukuran besar dan berbahaya. Apapun itu, kami justru merasa aman karena banyak petualang yang kemari." timpal petani lain yang ada di seberang jalan batu ini.


"Jadi banyak orang yang kemari? Bukankah itu artinya hadiah kita akan direbut orang lain?" bisik Cecilia sembari menyikut perut Brian.


"Dasar, kenapa kau masih memikirkan itu?" balas Brian juga sambil berbisik.


'Tapi itu artinya.... Bukankah Ogre ini jauh lebih berbahaya daripada yang ku pikirkan sebelumnya?' pikir Brian dalam hatinya.


Menekan pikiran itu hanya untuk dirinya sendiri, keduanya melanjutkan perjalanan mereka menyusuri jalan setapak dari batu ini.


Meskipun tak begitu rata, tapi jalanan ini cukup besar untuk kereta kuda lewat. Dimana sesekali, kereta kuda melintas keluar maupun memasuki wilayah ini.


Di pusat dari wilayah ini, adalah sebuah kota kecil dengan dinding yang terbuat dari kayu. Melindungi keseluruhan kota dengan total penduduk mencapai 50.000 ini.


Suasana kota ini memang tak seramai ketika berada di Mapleford. Tapi sudah cukup ramai jika dibandingkan dengan desa sebelumnya.


"Brian.... Aku lapar." ucap Cecilia sambil menarik lengan kanan pria itu.


"Baiklah. Kita akan cari sesuatu untuk dimakan. Ah, mungkin di sana?"


Brian menunjuk ke arah kejauhan, dimana sebuah bangunan yang cukup besar dengan tiga lantai berada.


Terlihat keramaian pengunjung keluar masuk dari bangunan itu.


"Rumah makan!" teriak Cecilia yang langsung berlari penuh semangat.


"Bodoh! Tunggu!"


Di balik pintu kayu itu, terlihat puluhan petualang sedang menikmati makan siang mereka.


"Hahaha! Kita akan bereskan Ogre sialan ini lalu pulang dengan hadiah yang besar!" teriak seorang pemuda sambil mengangkat gelas kayunya ke atas.


"Hanya seekor Ogre, pasti mudah." balas sosok pria di sebelahnya yang masih sibuk menikmati makanannya.


Di depan keduanya, terlihat seorang gadis dengan jubah penyihir berwarna putih merasa ketakutan.


"Apakah kalian semua yakin? Jujur aku sedikit takut...."

__ADS_1


Tiba-tiba, seorang pemuda yang lain merangkulnya dengan erat. Terlihat pedang satu tangan digantungkan pada punggung pemuda itu.


"Tenang saja, Vania. Semua akan baik-baik saja. Percaya lah padaku." ucap pemuda berambut kemerahan itu.


"Ronald benar. Kita akan baik-baik saja."


Brian yang menatap mereka dari kejauhan merasa sangat yakin atas satu hal.


'Tentu saja kalian tidak akan baik-baik saja. Perlengkapan seperti itu, bahkan mabuk sebelum bekerja? Hah....'


Setelah melihat sikap para petualang yang lain, mereka semua terlihat sangat santai. Seakan meremehkan bahaya yang mungkin dihadapinya.


Mungkin saja, ini pengaruh dari kedamaian yang mereka rasakan selama puluhan tahun. Mungkin juga karena mereka tak pernah berhadapan langsung dengan kematian.


Sedangkan bagi Brian dan juga Cecilia yang telah menghadapi situasi hidup dan mati sebelumnya....


"Br-Reux! Kau dengar? Mereka punya daging domba di sini! Dan lihat lah harganya! Apapun yang terjadi, aku akan makan 3 porsi!"


'Hah.... Mungkin kami juga takkan baik-baik saja?' pikir Brian setelah melihat tingkah Cecilia yang begitu santai itu.


Brian pun segera duduk. Melihat menu yang disajikan oleh tempat makan ini. Setelah beberapa saat, Brian akhirnya telah menentukan pilihannya.


"Roti panggang dan daging sapi panggang."


"Eh?! Kau tak ingin mencoba domba? Kau tahu rasanya...."


Membiarkan perkataan Cecilia itu melalui telinganya, Brian tetap diam sambil mengistirahatkan badannya.


Meski begitu, hadiahnya tak main-main. 25 koin perak hanya dengan berpartisipasi, 10 koin emas jika memang benar ditemukan seekor Ogre di wilayah ini. Dan 50 koin emas jika itu adalah double-headed Ogre*.'


Memikirkan kembali hadiah yang ditawarkan oleh Guild, memang tak banyak informasi yang diperoleh.


Mereka hanya tahu bahwa terdapat desas-desus mengenai keberadaan Ogre di wilayah ini. Tak lebih, juga tak kurang.


Bahkan tak tahu dimana keberadaan mereka.


Meski begitu, Guild tetap tak diam menanggapi rumor ini. Mereka segera membuka Quest bagi para petualang untuk menyelidiki kebenarannya. Termasuk membunuh Ogre itu jika memang ada.


Salah satu alasan terbesarnya, adalah kekuatan Ogre itu sendiri.


Seekor Ogre bisa saja meratakan sebuah desa sendirian. Dan pada umumnya, Ogre hidup berkelompok tapi cukup jauh satu sama lain.


Jika ada satu Ogre ditemukan, maka tak salah lagi.


Ada Ogre lain di sekitarnya.


"Hah.... Semoga saja memang ada. Aku hanya ingin segera membeli tanah dan hidup tenang." ucap Brian sembari memandangi pedangnya.


Sebuah pedang yang dibelinya dari toko Jareth itu, dan saat ini telah dipertajam beberapa kali olehnya.


"Glek! Tenang saja! Serahkan pada penglihatanku!" balas Cecilia setelah meneguk habis segelas kayu minuman itu.

__ADS_1


Brian tersenyum dengan balasan itu. Ia merasa, bahwa dirinya memiliki sebuah rekan yang sangat bisa dipercaya dan juga diandalkan.


Akan tetapi, secara perlahan Brian mulai menyadari gelas yang ada di tangan kanan Cecilia itu. Dengan sisa cairan agak kekuningan dan sedikit berbusa itu....


Tak lain adalah bir.


Seketika, senyuman Brian segera luntur.


"Bodoh! Apa jadinya jika nanti kau mabuk?!"


......***......


Keduanya menyewa sebuah kamar dengan dua ranjang untuk beristirahat. Setelah menikmati makanan itu, keduanya tidur untuk memulihkan kembali tenaga mereka.


Dan pada malam harinya, tak hanya Brian dan juga Cecilia.


Tapi juga puluhan petualang lain terlihat mulai meninggalkan penginapan. Semuanya mulai mempersiapkan diri mereka untuk menjelajahi kegelapan hutan.


Mencari keberadaan dari sosok Ogre yang dirumorkan itu.


Dikarenakan Ogre hanya aktif pada malam hari, sama seperti kebanyakan ras iblis lainnya, maka pencarian akan jauh lebih efektif di malam hari.


Di saat mereka bergerak untuk mencari mangsa.


Dari sekian banyak petualang, terlihat salah satu kelompok yang paling menyita perhatian.


Bagaimana tidak?


"Hah! Anak orang kaya, apa yang kalian lakukan disini?"


"Kenapa tidak pergi dan minta uang saja pada keluarga kalian hah?!"


"Sisakan pada kami peluang untuk mencari uang!"


Terlihat keluhan para petualang lain terhadap sebuah kelompok dengan perlengkapan yang serba mengkilap itu.


Pada bagian depan, sosok seorang Pria dengan zirah putih cerah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya itu, terlihat berdiri dengan sikap yang cukup arogan.


Begitu pula 4 orang anggota lainnya yang masing-masing mengenakan zirah dan juga persenjataan yang mengkilap. Menandakan satu, atau sebagian besar dari mereka berasal dari kalangan bangsawan.


"Maaf, tapi tak ada larangan mengenai bangsawan menjadi seorang petualang bukan?" balas pria berzirah putih lengkap itu.


Ia kemudian segera berjalan melewati kerumunan orang. Menabrak semuanya begitu saja tanpa rasa khawatir.


Brian yang melihat semua itu dari kejauhan, segera memandangi dirinya sendiri. Beserta Cecilia.


Yang saat ini, hanya mengenakan pakaian biasa dengan sedikit zirah kulit murahan.


'Hah.... Setidaknya aku tahu berpenampilan seperti itu adalah hal yang buruk.' pikir Brian dalam hatinya sembari melanjutkan langkahnya.


Cecilia di belakang, terlihat berjalan dengan santai sambil bernyanyi.

__ADS_1


Semua petualang pun, mulai memasuki kegelapan hutan di wilayah Grenary ini. Mencari keberadaan sosok Ogre yang dirumorkan.


__ADS_2