
Annora saat ini sedang berlatih pencak silat dengan Haikal. Setelah insiden mengantarkan Aaron, Haikal memaksanya untuk belajar silat agar bisa melindungi dirinya sendiri.
Tanpa mereka berdua sadari, seseorang selalu memperhatikannya dan mengambil gambar atau video untuk dilaporkannya kepada Aaron.
...****************...
Sekarang ini, Annora sedang berada di ruangan pribadi milik Adelia, ibu mertuanya. Entah kenapa, ia memiliki firasat buruk soal ini.
Adelia menatap Annora dengan tatapan tegasnya. Semua orang pasti akan ketakutan, mengingat, Adelia bukanlah wanita sembarangan.
Satu hal yang dapat Annora simpulan dari penyelidikannya tentang kematian Jennie yang masih simpang siur adalah jika Aaron adalah pion.
Mungkin semua orang menyangka bahwa sosok Aaron Rama Erlangga adalah seorang penguasa yang licik. Namun, dibalik itu semua ada sang ibunda, Adelia Chandrawinata yang merupakan dalang dari semua itu.
Adelia memanfaatkan putranya untuk kemakmuran dirinya sendiri. Jika Aaron adalah raja, maka Adelia lah yang memainkan raja tersebut. Adelia akan melindungi pionnya untuk meraih keinginan selanjutnya, maka dari itu, dia akan selalu melindungi Aaron selama pria itu masih berguna.
"Ada apa Ibu memanggilku kemari?" tanya Annora tanpa basa-basi.
Adelia tersenyum tipis. "Wah, kau sudah besar, ya, Annora?" Pertanyaan klise itu keluar dari mulut Adelia yang membuat Annora mengernyitkan keningnya bingung. "Kau tak perlu bingung seperti itu."
Felicia datang dengan membawa secangkir teh hangat untuk Annora. Adelia tersenyum kecil. "Minumlah," ujarnya.
Annora menganggukkan kepalanya pelan. Dengan anggun, dia mengambil cangkir teh tersebut, dia lalu meminumnya dengan perlahan.
"Annora Sinta Az-Zahra Atmadja, putri dari Arya Dewa Atmadja dan Almera Az-Zahra, benar?" tanya Adelia, Annora sendiri hanya menganggukkan kepalanya singkat, membenarkan perkataan sang ibu mertua.
"Kau ingin tau tentang kedua orang tuamu itu?" tanya Adelia lagi, Annora mengangguk.
...***...
^^^Erlangga's Past^^^
^^^xxxx^^^
Adelia menatap benci kearah Almera. Ini mungkin terdengar gila, tapi Adelia benar-benar mencintai Arya. Tapi kenapa semesta seolah menentang cinta mereka?
__ADS_1
Adelia melirik kearah Arfan, suaminya yang kini sedang menggendong putra kecil mereka. Adelia menghela nafasnya kasar. "Arfan, bisakah kita pergi dari sini, aku bosan ..." rengek Adelia, Arfan terdiam, menimang-nimang permintaan istrinya itu.
"Baiklah, ayo ..." ajaknya kemudian, Adelia tersenyum senang. Dia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari pesta pernikahan tersebut.
Adelia menatap tajam kearah pasutri itu. Lihat saja, aku akan menghancurkan mereka. Tak peduli jika itu harus melenyapkan Arya sekalipun. -batin Adelia dengan amarah yang menggebu.
...****************...
Adelia tersenyum senang kala mendengar laporan bahwa Arya telah meninggal. Sudah dia bilang, bukan. Jika Arya tidak bersamanya, maka lebih baik jika pria itu bersama sang Ilahi.
...***...
Annora membelalakkan matanya kaget mendengar cerita ibu mertuanya. Meski tidak terlalu detail, ia sudah tau inti cerita tersebut.
Itu berarti ayahnya dibunuh oleh ibu mertuanya sendiri karena alasan obsesi gila. Hahaha, Annora jadi ingin mati sekarang. Fakta baru yang diterimanya itu sangat mengguncang dirinya.
Jadi, selama ini dia selalu berdampingan dengan pembunuh kedua orangtuanya. Gila! Hidupnya plot twist sekali.
Tanpa sadar, Annora merintih kan air matanya. Tatapan begitu kosong. Adelia sendiri tersenyum kecil, dia mengelus bahu menantunya itu dengan lembut.
Annora menggelengkan kepalanya pelan. Ia ingin marah, tapi pada siapa? Pada Adelia? Tidak, bagaimanapun juga, Adelia tidak bersalah dalam hal ini. Dia hanya memperjuangkan hak nya untuk dicintai balik. Annora kemudian pamit untuk ke kamarnya dengan keadaan hati yang kacau.
Adelia tersenyum puas melihat kepergian sang menantu. Menantunya itu sangat polos, ya? Hanya dengan wajah penuh penyesalan saja, dia sudah luluh.
Tujuan Adelia memang mengatakan hal ini pada Annora agar pikiran gadis itu kacau. Setelah itu, dia dengan tidak sengaja akan merusak misinya sendiri untuk mengungkap kasus kematian Jennie.
Adelia tersenyum smirk. "Mari kita lihat, siapa yang akan menang. Kau ... atau aku?"
...****************...
Annora diam termangu. Kini, pikirannya berkecamuk hebat. Tetap disini memenuhi keinginan nenek akan tetapi bersama pembunuh orang tuannya, atau pergi dengan meninggalkan permintaan nenek? Pilihan yang sulit bagi sosok Annora, karena keduanya penting bagi Annora.
Gadis itu menutup matanya sebentar, menikmati hembusan angin malam yang saat ini sedang membelai lembut wajahnya. Tiba-tiba, suara ibunya terdengar.
"Putriku ... yang berlalu, biarlah berlalu. Kita ada di masa sekarang dan akan menuju masa depan. Masa lalu cukup jadikan pembelajaran, jangan sampai menjadi hambatan."
__ADS_1
"Putriku ... kau adalah cahaya diantara kegelapan. Andai cahayamu redup dan termakan oleh kegelapan yang ada di sekitarmu, maka mintalah pada Tuhan agar selalu memberimu kekuatan untuk bertahan."
"Putriku ... kau terlalu keras pada dirimu sendiri. Jangan pernah lupa bahwa kau tidak sendiri."
"Ibu ...!!" teriak Annora, dia lalu menghela nafasnya. "Ternyata hanya mimpi," gumamnya pelan begitu begitu menyadari bahwa dia tadi tengah tertidur.
Annora bangkit dan bersiap untuk tidur, namun sebelum itu, dia tersenyum menatap foto mendiang kedua orangtuanya. "Aku akan membalaskan rasa sakit yang ada dengan setimpal," tekadnya.
...****************...
Annora menatap Aluna dengan senyuman yang merekah. Putrinya datang dengan membawa bunga dahlia.
"Ibu ...!! Tolong ceritakan padaku mengenai asal usul bunga dahlia," pinta Aluna pada sang ibu.
Annora tersenyum kecil. "Tapi ... aku tidak mempunyai dongeng tentang bunga dahlia, Luna ..." kata Annora lembut
"Ceritakan saja asal usul bunga dahlia yang asli, aku juga tidak keberatan 'kok, Bu."
"Bunga dahlia (Dahlia) berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Bunga ini dinamai sesuai dengan nama ilmiahnya yang menghormati seorang botanis asal Swedia bernama Anders Dahl."
"Pada abad ke delapan belas, Dahl mengumpulkan sampel tanaman yang belum dikenal di Meksiko dan mengirimnya ke Eropa. Tanaman ini diperkenalkan ke Eropa dan segera menjadi populer di kalangan penanam bunga dan botanis."
"Dahlia adalah anggota dari keluarga Asteraceae, yang juga mencakup bunga matahari, daisy, dan krisan. Tanaman dahlia memiliki bunga yang besar dan beragam dalam bentuk, ukuran, dan warna. Ada lebih dari 40.000 varietas dahlia yang telah dikembangkan oleh penanam bunga."
"Dalam beberapa dekade terakhir, dahlia telah menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi salah satu tanaman hias yang paling populer. Karena keindahan dan variasi bentuk bunganya, dahlia sering digunakan dalam taman, kebun, dan acara-acara khusus sebagai bunga potong."
Aluna takjub dengan penjelasan panjang Annora. "Bagaimana Ibu bisa menghafalnya?" tanya gadis cilik itu dengan heran.
Annora tersenyum kecil. "Tidak perlu menghafal, saat kau menyukai sesuatu, maka dengan sendirinya baik otak maupun hatimu akan mengingatnya, Aluna."
Aluna menganggukkan kepalanya mengerti. "Aku juga akan melakukan itu, Bu. Oh ya, apakah Ibu menyukai bunga dahlia? Kudengar, bunga dahlia menggambarkan kemewahan, keeleganan, dan banyak lagi ...."
Annora tertawa kecil melihat tingkah Aluna. "Jika suka, mungkin iya, tapi tetap saja, bunga dahlia bukan bunga favoritku."
"Lalu, apa bunga favorit Ibu?"
__ADS_1
"Lavender."