
Setelah membujuk Qila dengan perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Qila mau pindah dirumah tantenya, dan dengan senang hati Aca membawa Qila pulang.
Lalu Aca menekan bel dirumah tantenya yang tampak besar dan mewah.
Ting Tong
"Ini rumah tante lo? " tanya Qila sambil melihat sekeliling
"Iya ... " balas Aca sedikit tersenyum sambil terus menekan bel
"Udah kayak istana negara " ucap Qila datar
Mendengar itu Aca tampat tersenyum ke arah Qila
Ceklek
Sura pintu terbuka, lantas membuat kedua gadis itu menoleh ke arah pintu, dan tampak seorang wanita paruh baya yang keluar dari rumah mewah tersebut, yang Qila tebak adalah tante Aca.
"Aca? Udah pulang " tanya tante Aca, sembari melihat heran ke arah Qila
"Udah tan ... " balas Aca sambil mencium punggung tangan tantenya lalu diikuti oleh Qila
"Oh iya, ini kenalin, temen Aca yang Aca bilang kemaren ...." Sambung Aca
"Aqila tante, panggil Qila aja " balas Qila sambil sedikit menunduk, sebagai tanda hormat
"Ohh ini ... Ya sudah ayok, langsung disuruh masuk aja temennya Ca "
"Iya tante " jawab Aca lalu mereka langsung berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.
Qila tampak terpukau oleh kemewahan rumah tante Aca, yang tampak besar lagi terlihat sangat mewah bak istana, dengan segala pernak pernik rumah yang kisaran harganya mungkin sampai ratusan juta.
'gue nggak nyangka tante Aca sekaya ini ' batin Qila
"Oh iya ... kamu apain aja temen kamu Ca? kok sampe mau langsung pindah? Bukannya kemaren kata Aca dia mikir dulu ya? " tanya tante Aca sambil terus berjalan kedalam rumah yang diikuti oleh Qila dan Aca
"Hehe iya tan ... Ini juga Aca yang maksain, dan lagi pun dia juga baru diusir dari kontrakannya, jadi ya Aca suruh langsung pindah aja, dari pada duduk dijalanan "
Mendengar itu langkah tante Aca terhenti, lalu melihat ke arah Qila
"Benar begitu nak? "
"Iya tante " balas Qila sambil sedikit tersenyum
"Kok bisa? "
"Iya tan ... Qila diusir gara gara bantuin Aca pas dibuli dulu, karna ternyata pemilik kontrakan yang Qila tempatin itu milik ibunya, jadi dia malah nyuruh ibunya ngusir Qila dari kontrakannya gitu tan " langsung di jawab Aca, karna Aca tau bagaimana Qila.
" Jahat banget ya, emangnya mereka siapa sih? Dulu pengen ngebuli ponakan tante, eh sekarang malah ngusir temennya ponakan tante ... Apa perlu tante lakuin sesuatu sama mereka? "
"Eh, nggak usah tante, lagipun kita nggak papa kok " balas Qila yang merasa tidak enak
"Iya tan, nanti dia tau kalo Aca ponakan tante gimana? Kan brabe "
"Ya sudah, tapi kalian nggak papa kan?"
Dan dibalas anggukan oleh kedua gadis tersebut
"Pak Tio ... "sahut tante Aca
Lalu dengan langkah tergopoh, pria itu menghampiri tante Aca, yang tak lain adalah supir pribadi keluarganya
"Iya nyonya "
"Tolong kamu angkat koper temennya Aca ya, bawa
ke ..... Kamar Aca atau sendiri? " tanya tante Aca pada kedua gadis tersebut
"sama Aca aja tante" Jawab Aca
"Ya sudah, tolong bawakan barang barangnya ke kamar Aca ya Pak, sekalian suruh bibi untuk merapikan bajunya ke dalam lemari "
"Baik nyonya "
"Eh, nggak usah tan, biar saya aja yang bawa, nggak papa kok"
"Udah nggak papa sayang "
"Sini non, biar bapak saja yang bawa ke atas "
"Udah, kasih aja Qila " ucap Aca
"Mm ya udah nih, makasih pak" ucap Qila sedikit menunduk sembari memberi barang barangnya.
"iya sama sama non"
'anak yang sopan' batin tante Aca sembari tersenyum
__ADS_1
"Eh, Bantu tante siapin makan malam dulu yuk, nanti kita makan bareng "
"Iya tante" balas Qila
"Qila hebat masah loh tan " sambar Aca
"Oh ya? "
"Mm cuman sedikit tante "
Lalu mereka menuju dapur untuk menyiapkan makan malam, memasak dengan obrolan yang kian hangat, bahkan Qila jadi merasa punya keluarga baru, karna tante Aca adalah orang yang baik dan juga pengertian, itulah kesan pertama yang Qila dapat.
Bahkan tadi Qila sempat berfikir bahwa dia akan disuruh pergi oleh tante Aca, lalu di maki maki, secara rumahnya yang semewah ini pasti mereka adalah keluarga terpandang, tapi ternyata tante Aca adalah orang yang baik dan keibuan.
"Oh iya tan, yang lain belum pulang ya?" tanya Aca ditengah acara memasak mereka
"Belum sayang, kalo om kayaknya malam ini lembur "
"kalo adek? "
"Kayaknya masih les, tapi ini hampir pulang biasanya "
Dan di balas Aca dengan sedikit mengangguk.
"Ini udah hampir selesai, mendingan kalian mandi dulu ya, abis itu langsung turun kita makan malam oke "
"Baik tan" sahut keduanya
Setelah selesai membersihkan diri, Qila dan Aca langsung turun ke bawah menuju meja makan.
"Udah selesai? " tanya tante Aca pada kedua gadis tersebut, sembari menyiapkan makan malam
"Udah tan "
"Ya udah duduk sini kita makan, pasti kalian udah laper kan .... "
"Hehe tante tau aja "
Belum sempat mereka duduk, tiba tiba terdengar suara sahutan dari arah depan
"Assalamu'alaikum ... Ma ... Pa ... "
"Eh kayaknya anak tante deh, bentar yaa ... " ucap tante Aca
"Wa'alaikumsalam, Mama di dapur sayang "
Lalu nampak lah seorang gadis remaja yang cantik dan lucu, dengan senyum manis yang masih tergambarkan di wajahnya berlari ke arah dapur
"Oh ya ... Kenalin, ini temen kak Aca " ucap Aca karna melihat sepupunya yang terus memandang Qila
"hay ... Nama kakak Aqila, panggil kak Qila aja ya " balas Qila dengan tersenyum ramah, karna dari dulu Qila sangat menyukai adik perempuan, terutama seperti sepupu Aca yang cantik dan lucu. Hal itu membuat Aca tertegun saat mendapati perlakuan Qila yang menjadi sehangat itu, seperti ada yang lain dari diri Qila
"Hay kak Qila .... Senang bertemu dengan kakak " balasnya sambil tersenyum ke arah Qila
"Wah, temen kak Aca cantik banget, kok kak Aca nggak pernah ajak main kesini sih, nggak seru ah " sambungnya lagi
"Hey ... Tenang aja, karna sekarang temen kak Aca ini udah tinggal disini "
"Serius? "
"Iya .... "
"Yuhuu ... Seru nih, jadi kita jadi punya temen ngobrol hehe "
"Ya sudah, ayok kita makan, ntar makanannya dingin tuh " ucap tante Aca
"Okee " sahut ketiga gadis itu serentak
***
Pagi itu Levin berangkat ke kampus menggunakan mobil Jeki, karna semalam dia tidur dirumah Jeki bersama Lion pastinya. Lalu mereka memarkirkan mobil ditempat parkiran khusus.
"Eh laper nih, makan dulu yuk " ucap Jeki tiba tiba
"Ya elah, baru nyampe juga, dasar karung goni! "
"Enak aja bilang gue karung goni, badan perfect kayak gini, nggak liat lo! "
"Bisa diem! Pusing gue liatnya " sambar Levin
"Ya udah ayok kita kekantin " sahut Jeki
"Kantin mana nih? Belakang kampus? " tanya Lion
"nggak usah, depen aja " balas Levin
"uokeh "
__ADS_1
Saat sampai dikantin mereka mengambil tempat duduk yang agak sepi, karna kalo tidak, bisa saja Levin jadi pajangan kantin dan pastinya banyak gadis yang mengambil fotonya secara sembunyi sembunyi.
"Mau pesan apa Tuan " tanya pekerja Kantin dengan hormat, karna dia tau sedang berhadapan dengan siapa
" Spageti tiga porsi, Sekalian sama Cofee mocha lattenya tiga "
"Baik Tuan, pesanan segera datang " ucapnya sembari sedikit menunduk, lalu pergi.
"Eh Yon, gimana? Masih suka sama cewek murahan itu? " tanya Jeki tiba tiba
"Cewek murahaan apaan? " tanya Lion
"Ya elah, sok polos lu "
"Ck ... Dia bukan murahan "
"Ya kalo nggak murahan, apaan coba? Bisa bisanya dia selingkuh dibelakang elo, mana selingkuhannya itu di selingkuhin lagi "
"Lo ngomong apa sih Jek? " tanya Levin
"Eh asal lo tau ya Vin, ternyata ... Mantannya Lion itu Punya TIGA PACAR sekali gass!! "
"Serius Yon? "
"Ya gitu ..."
"Gila banget tu cewek, udah mukanya pas pasan, eh sikapnya kayak set*an !" ucap Levin kesal
"Nah makanya itu Vin, kasian gue lihat cowoknya. Jadi ceritanya Lion diselingkuhin nih, eh nggak taunya selingkuhannya itu juga lagi diselingkuhin sama dianya, cewek apaan kek gitu, kagak bisa di jadiin bini tuh "
"Iya iya gue tau gue salah ... Tapi inikan juga lagi usaha buat move on Jek, gue kan nggak kayak lo! " sambar Lion
"Wah wah wah, maksudnya apaan tuh nggak kayak gue! Gini gini gue lagi nyari calon bini idaman tau kagak! "
"Nyari calon bini, lo sendiri aja kagak ke urus! " ucap Levin
"Bener tuh Vin " sahut Lion lagi
"Buset, kagak ada baik baiknya kalian sama gue ya! "
"PERMISI" Tiba tiba suara datar seorang gadis memecahkan obrolan mereka, lalu serentak mereka mendongakkan wajah ke arah gadis yang sudah berdiri di samping meja makan mereka. Dan mereka sedikit kaget saat mengetahui gadis tersebut adalah Qila, terutama Levin.
"Maaf ganggu waktu obrolan kalian, saya kesini cuma mau ketemu sama anda " Ucap Qila datar sembari melihat ke arah Levin.
Mendengar itu, Levin tersenyum meskipun tidak nampak
'hh, gue tau ... Lo pasti bakal cariin gue tampa harus gue cari ' batin Levin
"Ehem, gue nggak punya banyak waktu, jadi cepetan! " ucap Levin ketus
"Dan saya tidak membutuhkan waktu anda "
Mendengar ucapan Qila sontak membuat Jeki dan Lion membulatkan matanya
"Berani banget dedek gemes sama levin ya Jek " bisik Lion
"Iya ... Gue makin kagum sama dedek geme hhhh " bisik Jeki lagi sambil sedikit tertawa
"Saya kesini cuman pengen bilang makasih karna anda sudah membantu saya waktu saya di buli ... " sambung Qila
"Nggak usah gr, karna saat itu gue ke sekolah cuman buat nyariin elo "
"hah " ucap Lion dan Jeki kaget
Sedangkan Qila benar benar tidak percaya apa yang Levin katakan, tapi dia berusaha untuk tetap tenang seperti tidak ada apa apa meskipun badannya sudah panas dingin dengan jantung yang berdetak begitu hebat
'tenang Qila, positive thingking ' batin Qila
"Gue nyariin lo, cuman pengen ngasih tau, kalo tukang Toko buku bilang nyuruh bayarin buku yang lo ambil dulu, bukan asal bawa kabur aja!! Eh nggak taunya pas nyampe, lo udah dibuli, ya gue bantuin aja, tapi inget! Cuman karna gue KASIAN! nggak lebih " ucap Levin ketus tampa melihat ke arah Qila
'Ya ampun!! Iya ... Kok gue bisa lupa bayar sih, aduuhh bodoh banget lo Qila! Pasti itu efek dari jantung gue juga, ahh mana bukunya udah lama lagi! Bener bener bikin malu lo Qila!! ' rutuk batin Qila
Qila baru ingat kejadian itu, saat setelah dia tertabrak Levin, jantungnya langsung berdetak begitu hebat, lalu dia langsung pergi meninggalkan levin dengan buku yang masih berada ditangannya, tapi bodohnya kenapa dia tidak sadar!
'Apa jangan jangan ... " ucap batin Qila terputus
"Dan saat gue panggilin lo, kenapa lo kabur? Lo pikir gue mau ngajak lo ngedet gitu? Atau mau minta nomor Hp lo? Ck ... Sory aja, gue nggak minat!!! " sambung Levin lagi dengan mulut yang super pedasnya
'Ahh ternyata bener! Qila ... Lo bodoh banget sih! Ngapain juga lo kabur pas bang Evin manggil lo dulu!! Sial sial sial ... Mau tarok dimana muka gue! "
Qila tak henti henti merutuki dirinya yang katanya anak beasiswa di kampus elit, tapi bisa saja teledor kalo sudah bertemu dengan Levin. Tapi Qila langsung saja menetralkan sikapnya, berusaha untuk setenang mungkin.
"Dan saya juga tidak berharap anda untuk mintak nomor Hp saya " sangkal Qila yang berusaha untuk tetap tenang
'kok dia bisa setenang itu sih sama mulut pedes gue! ' batin Levin
"Dan oh ya, saya juga mau balikin ini ... " ucap Qila sambil mengambil jaket yang Levin kenakan padanya saat di buli dulu dari dalam tasnya.
__ADS_1
"Sekali lagi makasih " sambung Qila datar sembari mengulurkan jaket Levin, namun tak ada sambutan dari Levin
"Gue nggak suka barang bekas orang lain! "