Dear My Self

Dear My Self
BAB 18 ( Kenyataan Buruk!! )


__ADS_3

Besoknya seperti yang sudah dikatakan Levin, mau tidak mau Qila menghampiri Levin di halaman kampus, dan Qila juga sudah memikirkan hukuman apa yang harus dia pilih.


Saat Qila melihat Levin yang tengan berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pada pohon sembari memainkan Hp nya


"Aduuh ... Gimana ya? Gue masih malu ini ... Apa gue nggak usah samperin? Tapi gimana kalo dia bener bener ngelakuin hal yang sama! Aaghh pusing gue! " rungut Qila


"Nggak nggak, gue harus bersikap seolah nggak ada yang terjadi antra gue dan bang Levin, pasti dia nggak sengaja nyium lo Qila!! Jadi jangan kebawa perasaan oke!!! Tapi ... sikap bang Levin gimana ya kalo ketemu gue? Apa dia nggak canggung? Ahh sudah lah ! " Akhirnya dengan perdebatan yang cukup panjang dengan diri sendiri, Qila pun memeberanikan diri untuk menghampiri Levin.


"Ehem "


Mendengar itu, Levin mendongakkan wajahnya menghadap ke sumber suara.


'Bagus ... Akhirnya dia dateng juga ' batin Levin


"Gue pikir lo nggak datang, habis keliatannya lo candu " ucapnya datar


'Hah! candu? enak aja! Tapi kok dia setenang itu? Apa dia udah lupa sama kejadian kemaren? Agghh bahkan gue hampir nggak tidur semalaman, tapi bisa bisanya dia bersikap setenang itu !! '


"Anda jangan sok tau! " Bantah Qila


Levin tertawa kecil sembari meletakkan ponselnya di saku celana, kemudian menghampiri Qila.


"Jadi gimana pilihan lo? yang pertama atau kedua? Kalo nggak lo tau kan apa yang bakalan terjadi " ucap Levin datar namun terkesan menekan


"Saya tau! Langsung saja ... dengan sangat terpaksa!! saya pilih hukuman kedua, lebih baik dari pada saya harus tinggal satu rumah dengan anda! "


"Hh oke ... Nggak masalah menurut gue . Berarti mulai dari besok lo mulai menjalankan hukuman lo!" ucap Levin sembari melangkah pergi.


"Besok!! "


Levin menghentikan langkahnya.


"Oke, kalo lo nggak mau besok ... Kita mulai sekarang! " ucap Levin lalu benar benar pergi dari hadapan Qila.


"Apa apaan ini! Apa dia masih waras! Lalu apa yang harus gue lakuin sekarang? " rungut Qila yang masih bingung akan tugas nya.


"Huuhh ini bener bener gila!!" sambung Qila yang langsung berlari menghampiri Levin.


"Tunggu!! " sahut Qila sambil berlari mendekati Levin.


Mendengar itu Levin menghentikan langkahnya tampa membalikkan badan, karna dia sudah tau siapa yang memanggilnya.


"Kenapa " tanya Levin datar sambil melipatkan tangan di dada, setelah Qila berada dihadapannya.


Qila membuang nafas kasar.


"Gue nggak tau gue harus apa! "


Mendengar itu Levin diam sejenak, lalu mengambil ponselnya dari saku celana, kemudian memberikannya pada Qila.


'hah! Apa dia pengen ngasih gue Hp? ' tanya batin Qila


"Tulis nomor Hp kamu! Kalo gue butuh, gue telpon "


'Astagfirullah!! GR banget kamu Qila!! ' batin Qila lagi


"Cepetan!! Gue nggak suka mempekerjakan gadis lamban kayak lo, jadi mulai sekarang lo harus lebih sigap!! Paham! "


'Aagghh salah lagi!! '


Qila langsung mengambil Hp Levin dengan kasar, lalu menyimpan nomor Hp nya di Hp mahal Levin.


"Nih!! " ucap Qila sambil mengembalikan Hp Levin.


'hhh ... Rasain lo cewek aneh, mulai sekarang lo nggak bisa apa apa! ' batin Levin sembari mengambil Hp nya.


"Saya permisi!! " Ucap Qila lalu langsung pergi dari hadapan Levin.


***


"Aagghh ini bener bener gila!! Mana mungkin gue harus bareng dia terus, bisa bisa serangan jantung gue!! "


Qila mengambil nafas perlahan lalu dibuang kasar sembari menggelengkan kepalanya.


"Nggak!! Gue nggak boleh selemah ini! Ingat Qila, lo nggak boleh suka sama bang Levin, nggak boleh dan nggak akan!! Lo harus kuat untuk ngadepin bang Levin, bagaimanpun caranya! Huuhh !! Oke, mulai dari sekarang sampe bang Levin lulus, lo harus lebih kuat!! "ucap Qila tegas lalu masuk ke dalam kelas.


***


"Dari mana lo Qila? " tanya Aca saat Qila sudah sampai didalam kelas.


"Mm itu ... Gue dari toilet " bohong Qila.


Dibalas Aca dengan sedikit mengangguk.


"Oh ya, lo kemaren kenapa? Soalnya pas gue liat lo di samping kampus lagi duduk gitu? Ada masalah? " sambung Aca lagi.


"Hah! Ohh itu ... Gue ... Ehh lagi duduk aja, bukan apa apa kok " bohong Qila lagi.


"Serius? "


"Mm ... Iya "

__ADS_1


'Ahh kan gue jadi keinget kejadian kemareeen ... ' rengek batin Qila.


"Ya udah deh, kalo ada apa apa bilang aja ya "


Dibalas Qila dengan sedikit mengangguk.


Tak lama dosen yang mengajarpun datang, Setelah materi dan kuis yang diberikan selama 2 jam, akhirnya mereka keluar dengan keluhan dari Mahasiswa.


"huhhh ... Gila ya, banyak banget kuisnya, bisa bisa puyeng nih gue " celoteh Aca sambil terus berjalan di koridor kampus bersama Qila.


Mendengar itu Qila tampak tersenyum kecil.


"Eh Qila "


"Iya ... " ucap Qila sembari melihat ke arah Aca.


"Lo kan udah kenal sama anak terakhir tante gue ... Sekarang gue kenalin sama abang sepupu gue lagi yuk "


Qila tampak diam sejenak.


"Emang dia sekolah disini? "


"Iya ... "


"Mm ... Ya udah ayok "


"Oke.. Tapi lo janji nggak bakalan bilang ke siapa siapa! "


"Emangnya kenapa? "


"Ntar lo juga tau "


Lalu Qila pun mengikuti langkah Aca menuju kesuatu tempat tepat di belakang kampus, lalu terlihat kantin yang sama sekali tak pernah Qila kunjungi.


"Ngapain kesini? " tanya Qila sambil terus mengikuti langkah Aca.


"Nemuin abang gue lah"


Qila hanya diam, lalu mereka masuk kedalam kantin, kemudian Aca membawa Qila menghampiri seorang laki laki yang tengah duduk bersama sahabatnya.


"Bang ... " sahut Aca sembari menghampiri lelaki itu, Qila yang tidak tau apa apa hanya mengikuti Aca.


"Qila sini ... " ucap nya lagi, dan Qila hanya menuruti perintah Aca. Namun saat sampai Qila terkejut saat mengetahui laki laki yang di hampiri Aca itu adalah LEVIN.


'Kenapa bang Evin lagi? ' batin Qila.


Seperti sudah mengetahui pertanyaan Qila, Aca langsung memperkenalkan Levin pada temannya itu.


'AAPAA!!! bang Evin sepupu Aca! Berarti ........ Gue tinggal satu rumah sama bang Evin!!! Ahh ya ampuun, gawat gawat gawat!! Ini sama aja gue dapet hukuman double!! Masalah apa lagi ini!! ' rutuk batin Qila.


"QILA! "


"I-iya "


"Kok bengong sih, kenalin nih abang gue "


"Oh, iya ... gue Qila " ucap Qila berusaha tersenyum.


"Ini temen lo? " tanya Levin sambil terus menatap Qila.


"Iya .. "


Levin tampak mengangguk sembari sedikit tersenyum.


"Levin Pernandes! Semoga lo betah dirumah gue !! " ucap Levin tersenyum penuh arti, dan hanya Qila yang bisa melihat itu.


'Hhh ... Nggak nyangka ya, ternyata dia dapet hukuman keduanya, kalo kek gini gue lebih gampang buat ngerjain dia' batin Levin.


'Huhh gue bener bener sial!!! Eh tapi ... berarti tante Aca pemilik dari kampus ini!! Pantesan aja rumahnya kayak istana, kok Aca nggak bilang sih!! Kalo tau bang Evin sepupunya, mending gue tidur dijalanan!! ' batin Qila.


"Tunggu tunggu tunggu !!! " sahut Jeki tiba tiba yang memecahakan keheningan.


"Maksudnya apa ini? "


"Apanya yang apa? " tanya Levin lagi


"Vin, lo punya sepupu? " bisik Jeki sambil mendekati Levin


"Kenapa! "


"Kok nggak bilang bilang sih! Kenalin dong sama gue! "


"Ogah! Bisa bisa sepupu gue jadi bahan ke g*telan elo "


"Ya elah, sama temen sendiri aja pelit!! "


"PERMISIII... " sahut Aca tiba tiba


"Oh i-iya " balas Jeki yang masih kaget.


"Udah bisik bisik nya? Kenalin, gue Aca sepupunya bang Evin, dan ini Qila temen gue "

__ADS_1


"Oh, hay ... Kenalin nama gue Jeki hehe " ucapnya sambil tersenyum manis.


"Gue Lion " sambung Lion lagi.


"Oh iya, lo bukannya Qila cewek yang kemaren ya? "sambung Lion pada Qila.


Lalu dibalas Qila dengan sedikit tersenyum.


"Kalian udah saling kenal? "tanya Aca lagi.


"Udah lah " balas Jeki.


"Aduhh, kok jadi pusing ya " ucap Aca sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"Mendingan duduk dulu deh, kita cerita cerita dulu gitu " ucap Jeki.


"Eh, iya juga ya ... Ya udah ayok Qila, kita duduk dulu "


'Aduh ... Sekarang masalah makin rumit!!! ' ucap batin Qila sambil duduk di samping Aca tepat didepan Levin.


"Jadi ceritanya gimana nih? Kok bisa Evin punya sepupu? Trus kenapa Qila bisa tinggal dirumah Levin? Dan kalian kenalnya dari mana? " tanya Jeki bingung.


"Iya nih ... Kok gue jadi bingung ya? " balas Lion lagi.


"Lah ... Aca malah nggak tau kalo Qila kenal sama temen temen bang Levin, Aca aja baru kenal ... "


Kebingungan ketiga orang itu tak terjawab oleh kebisuan Qila dan Levin , karna ketiga remaja itu, sama sekali tidak tau apa yang terjadi antara Qila dan Levin, termasuk hukuman dari Levin.


"Woii kok kalian malah bengong sih " sahut Jeki pada Levin dan Qila.


"Nggak ada yang bengong! " jawab Levin ketus.


"Trus ceritain dong sama kita "


"mana gue tau! "


"Kalo Qila? " tanya Aca.


"Gue juga nggak tau ... " ucap Qila jujur.


"Huhh ya udah deh, jadi gini ... Pas pertama gue masuk sekolah, orang pertama yang gue kenal itu Qila ... Trus nggak lama dia diusir dari kontrakannya gara gara bantuin gue, jadi ya sebagai nebus kesalahan gue, gue ajak dia pindah dirumah tante ... Tapi sayangnya pas dua hari Qila tinggal di rumah tante gue, bang Evin nggak pulang, Kemaren katanya tidur dirumah temen, jadi ya gue kenalin sekarang aja... Dan malahan gue nggak tau kalo Qila udah kenal sama kalian " jelas Aca panjang.


"Ohh gitu ... " sahut Jeki dan Lion sambil mengangguk.


"Trus kalo kalian gimana? Kok bisa kenal sih? " tanya Aca lagi.


"Kalo itu sebenarnya, kita juga kenalnya dari Evin"


" Bang Evin? "


"Iya ... "jawab Lion. Dan serentak Jeki, Lion dan Aca melihat ke arah Levin untuk penjelasan.


"Kenapa? Ada yang salah!! " ucap Levin ketus karna merasa orang memandanginya.


"Udah udah ... Jadi ceritanya, waktu itu Levin bantuin Qila pas Qila di buli ... "sambung Lion lagi yang tau bagaimana keras kepalanya Levin, jika mereka memaksakannya untuk bercerita.


"Dibuli? " tanya Aca kaget lalu melihat ke arah Qila lagi, karna baginya Qila adalah orang yang terkesan cuek, jadi mustahil kalo dia di buli.


"Tapi waktu sekolah dulu " jelas Lion lagi.


"Kenapa lo nggak cerita sama gue? " tanya Aca pada Qila.


"Bukan hal yang penting " jawab Qila.


'Tapi kok bang Evin sebaik itu sih? nggak kayak biasa ' batin Aca.


"huhh ... oke deh, trus gimana? " tanya Aca lagi.


"Jadi setelah itu, kita jadi tau nama Qila, tapi belum pernah ketemu sih, nah setelah penerimaan Mahasiswi baru, nggak taunya Qila kuliah disini, dan kebetulan kemaren dia ada masalah dikit sama Levin, jadi waktu itu baru kita kenal sama Qila ... Tapi kita malah nggak tau kalo Qila tinggal serumah sama Levin dan Levin punya sepupu cewek " sambung Lion.


"Lo nggak cerita sih Vin " ucap Jeki.


"Gue juga baru tau dodol!! "


"Trus lo kapan tinggal dirumah Levin? " tanya Jeki pada Aca


"Gue baru beberapa bulan sih, setelah gue lulus sekolah di Prancis, Mama nyuruh gue sekolah di Indonesia, jadi ya gue tinggal dirumah bang Evin " jelas Aca.


"Tapi pas kemaren kita main dirumah Evin, tapi kok lo nggak keliatan? " Tanya Jeki lagi.


"Ohh itu mungkin gue lagi dikampus "


"Wah ... Kayaknya jadi rame ini ya " ucap Lion sambil tersenyum


"Eh kok bang Evin diem aja sih! Sapa temen Aca kek, sombong banget!! " ucap Aca yang tidak enak dengan Qila. Karna Aca merasa ada yang aneh antara Levin dan Qila.


Mendengar itu Levin mendongakkan wajahnya ke arah Aca, lalu menatap Qila. Mendapat tatapan seperti itu dari Levin, tubuh Qila kembali panas dingin, tetapi ia berusaha untuk setenang mungkin.


"Gue udah kenal! jadi buat apa nyapa? Bahkan sebelum lo kenel temen lo ini " ucap Levin sambil terus menatap Qila lekat.


'huhh ... Mulai sekarang lo harus biasa dengan sikap bang Evin Qila!! ' batin Qila.

__ADS_1


__ADS_2