
"Gue nggak suka barang bekas orang lain! "
Melihat itu Qila benar benar geram, lalu melempar jaket Levin diatas meja tepat didepan Levin, dengan muka yang masih tenang, dan hal itu sontak membuat Jeki dan Lion kaget, mereka tidak menyangka Qila akan seberani itu.
"Kalo anda nggak suka bekas orang lain, saya sarankan mendingan anda nggak usah makein jaket ke tubuh orang lain " sindir Qila.
'Dia nyindir gue? ' batin Levin
"Dan kalo anda nggak mau ... baik " ucap Qila terputus sambil mengambil kembali jaket Levin.
"Tinggal buang aja! " sambung Qila sambil melempar jaket mahal Levin pada tong sampah yang ada dibelakang meja makan mereka.
"Masalah selesai "
Hal itu benar benar membuat ketiga lelaki itu kaget, Lion dan Jeki tak henti hentinya dibuat kagum oleh sikap Qila.
'Apa!! Dia buang jaket mahal gue!! Ahgg bener bener cewek aneh, awas aja lo! Gue bener bener nggak bakal lepasin lo!!! ' gerutuk batin Levin.
"Dan saya juga mau bilang makasih karna anda sudah melepaskan saya dari hukuman kemaren, sekali lagi terimakasih ... Saya permisi " ucap Qila yang hendak pergi.
"Siapa bilang gue lapasin lo " ucap Levin datar yang sontak menghentikan langkah Qila, lalu menghadap ke arah Levin. Levin berdiri mendekati Qila sambil meletakkan kedua tangan pada saku celananya, berjalan dengan santai dan calm, dengan tatapan datar.
entah tatapan apa itu, tapi cukup untuk membuat Qila semakin grogi, tapi tetap berusaha setenang mungkin.
"Maksud anda? " Tanya Qila santai
Levin membalasnya dengan menarik ujung bibirnya hingga menampakkan sedikit senyum dari wajah datarnya tampa memalingkan pandangannya dari Qila, hal itu semakin membuat Qila tertegun.
'Tidaaak!! Dia hanya setan yang menjelma menjadi manusia setampan ini, ingat itu Qila! ' bantah batin Qila.
"Kesalahan lo lebih fatal dari semua orang, jadi gue rasa ... kalo cuman bersihin toilet terlalu ringan buat nebusin kesalahan lo itu! "
"hah!"
"To the point aja, kesalahan lo yang pertama! Lo udah bikin gue lama nungguin lo saat kita pertama kali ketemu, kedua! Lo udah bikin gue hampir nyasar saat nyari rumah pak Samuel, yang ketiga! Lo udah berani nyumpahin gue di Toko buku, keempat! Lo udah berani ngacangin panggilan gue saat didepan Toko, kelima! Lo udah berani NGASIH TAU PERSEMBUNYIAN GUE sama Mahasisiwi baru! Dan yang keenam! Lo udah berani buang jaket mahal gue . Bahkan sekarang gue nggak tau, dengan cara apa lo bisa nebus semua kesalahan lo itu sama LEVIN PERNANDES! " ucap Levin sambil terus menatap Qila
'apa! Sebanyak itu!' batin Qila
Bahkan Jeki dan Lion tak henti hentinya dibuat kaget dengan sikap mereka, hingga membuat mata keduanya seperti hampir keluar.
"Memang nya anda siapa! Berani beraninya menuntut saya dengan semua kesalahan semacam itu! Bahkan kesalahan saya itu, satupun tak ada yang masuk dalam Undan Undan negara Indonesia, jadi ... Anda bisa apa! " tantang Qila yang berusaha setenang mungkin
Mendengar itu Levin tersenyum kecil
"Memang tidak ada dalam Undang Undang negara Indonesia, tapi ada dalam Undang Undang hidup gue! Jadi lo harus ngikutin aturan gue! "
"Saya nggak akan pernah mau! "
"Mau tidak mau terserah lo, karna lo nggak punya pilihan selain harus mau! Bahkan tampa persetujuan lo sekalipun!! Dan lo nanya gue siapa? "
Qila diam tak mengerti dengan pertanyaan Levin
"Perkenalkan gue Levin Pernandes, ANAK DARI PEMILIK YAYASAN HIRO UNIVERCITY, tempat lo menuntut ilmu sekarang! Dan denger denger lo anak beasiswa ... Hh , gue nggak tau kenapa kampus Bokap gue milih orang kayak lo, tapi ya sudah lah. Dan lo tanya gue bisa apa? Gue bisa apa aja! Bahkan ngeluarin lo dari kampus ini sekalipun!! "
Qila membulatkan matanya sempurna, dia benar benar tidak menyangka dengan siapa dia sedang berhadapan.
'Mati gue!! ' batin Qila
Belum sempat Qila membalas ucapan Levin tiba tiba Levin menarik tangan Qila menjauh dari kantin, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih diam seribu bahasa, lalu membawa Qila di samping kampus, tempat yang sepi.
"Lepaskan saya!! " bentak Qila yang berusaha melepaskan pergelangan tangannya yang dipegang oleh Levin dengan erat, hingga terasa sakit.
"Saya bilang lepaskan saya!! " bentak Qila lagi yang masih mengikuti langkah Levin, namun tak ada sedikit pun rasa takut dari Levin atas bentakan Qila.
Lalu dia mendorong tubuh Qila pada dinding kampus dengan kasar sembari menatap Qila tajam. Qila tampak mematung saat berada sedekat ini dangan Levin.
"Hukuman pertama! Lo tinggal dirumah gue, atau hukuman kedua! Lo harus ngikutin semua perintah gue sampe gue lulus! " sambar Levin tiba tiba.
"hah!"
"Lo pilih! Hukuman yang pertama atau kedua!" Ucap Levin datar
"Saya tidak akan memilih keduanya! Tinggal dirumah anda? Atau mengikuti semua perintah anda? Hh ... Sama saja seperti keluar dari kandang harimau lalu masuk ke kandang singa!! "
"Terserah, saya tidak terima alasan, karna lo hanya perlu jawab pertama! Atau kedua! "
"Saya tidak akan pernah mau!! "
"Tapi sayangnya lo nggak punya pilihan selain kata mau "
"Kalo saya tetep nggak mau! Anda bisa apa! " tantang Qila.
Levin membuang mukanya kesamping sembari menarik ujung bibirnya
__ADS_1
"Kamu tanya saya bisa apa? " ucap Levin lalu menatap Qila.
"Terserah! " balas Qila yang tak tahan dengan tatapan Levin, lalu mendorong tubuh Levin kemudian melangkah pergi, namun baru beberapa langkah tiba tiba Levin menarik tangan Qila menghadap ke arahnya, lalu memegang pinggang Qila, hingga menepis jarak antara keduanya.
Deg
Jantung Qila berdetak dengan hebat, saat tubuhnya berada pada pelukan Levin, mata mereka bertemu, entahlah Qila tak tau tatapan apa itu.
Namun tampa Qila duga pula Levin kemudian ******* bibir Qila tampa aba aba, hingga membuat Qila melunjak kaget.
Mendapat perlakuan itu seketika tubuh Qila lemas dengan jantung yang tak beraturan, Qila hanya mematung tampa perlawanan atau penolakan, ciuman pertama yang Qila rasakan.
Hening
Hening
Hening
'ahh sial!! kenapa!! kenapa gue nggak bisa nolak!'
Dan dengan cepat Qila menyadarkan dirinya, lalu mencoba melepaskan ciuman Levin, namun karna tangan Levin yang berada dipinggangnya membuat tubuh Qila untuk susah bergerak.
Tak menyerah Qila pun memukul dada Levin karna merasa nafasnya yang sudah hampir habis, barulah Levin melepaskan bibirnya dari bibir Qila, lalu menatap Qila dengan tatapan datar.
"Gimana? Apa lo masih pengen nanya gue bisa apa? "
Qila menelan slavinanya kasar sambil mengatur nafasnya, dan tak ada satu katapun yang mampu lolos dari mulut Qila setelah ciuman pertama yang ia dapatkan.
Levin tampak sedikit tersenyum melihat raut wajah Qila
"Sekarang gue tau gimana harus ngadepin lo " ucapnya, lalu melangkah pergi, namun tak lama langkahnya kembali terhenti, kemudian kembali menatap Qila yang masih mematung.
"Gue kasih lo waktu satu malam untuk mikirin hukuman yang gue tawar tadi, besok lo temuin gue dihalaman kampus, kalo nggak!! gue bakalan lakuin hal yang sama ditempat yang berbeda, mungkin dilihat oleh Mahasiswa lebih seru " sambung Levin sambil tersenyum kecil, lalu benar benar pergi.
"HUUHH !! apa apaan ini! jantung gue ... Muka gue ... Bibir gue ... Ahh kenapa dengan gueee! " ucap Qila memelas sembari menjatuhkan tubuhnya pada lantai hingga dia terduduk, dengan tatapan yang masih kosong.
"Gue nggak lagi mimpi kan! Plis kalo ini mimpi tolong cepat bangunin gue! " sambungnya lagi sambil menggigit bibir bawahnya, lalu meraba bibirnya yang masih terasa basah.
"Aagghh ... Ini beneran ciuman pertama gue " ucap Qila yang sama sekali tidak tau bagaimana perasaannya, sedih, marah, kesal, atau ... Senang, tapi tak bisa dia pungkiri, untuk sesaat diapun menikmatinya tadi.
"QILA?" suara seorang gadis memecahkan lamunannya.
"LO KENAPA?? " sambar gadis itu lagi sambil menghampiri Qila yang masih terduduk, gadis itu tak lain adalah Aca.
"Eh Aca, kok lo bisa sampe sini? "
"Ya gue nyariin elo lah, katanya cuman benter " ucap Aca sambil memanyunkan bibirnya
"Ya udah maafin gue ... Ayok kita pulang "
"Oke ... tapi lo nggak papa kan? "
"Nggak papa kok, udah ayok "
"sip"
Trrtt trttt
Suara ponsel Aca menghentikan langkah mereka, dengan malas Aca mengambil ponsel yang ada dalam tas nya.
"Iya halo, ada apa bang? "
"........."
"Males! "
".........."
"Iya iya ... Becanda gue "
"............"
"sip "
Tut tut
"cihh kebiasaan dia matiin telpon sepihak gitu " rungut Aca
"siapa Ca? "
"Abang sepupu gue, katanya dia nggak pulang juga "
"Emangnya dia kemana? "
__ADS_1
"Tidur dirumah temen mungkin "
Dam dibalas Qila dengan sedikit mengangguk
"Ya udah ayok
"Hm "
*****
Di sisi lain Levin tampak sedang menghampiri kedua sahabatnya yang sedang makan, dengan senyum yang masih terpampang di wajahnya.
'Hh ... Gue nggak nyangka dia sekaku itu, pasti tadi ciuman pertama ' batin Levin sambil sedikit tertawa.
'Rasanya manis ' sambung batin Levin lagi.
Tak bisa dipungkiri bahwa ini juga merupakan ciuman pertama Levin, karna Levin adalah sifat orang yang tak mau asal menyentuh wanita, apa lagi wanita ganjen yang selalu mendekatinya, namun entah kenapa ketika bersama Qila dia bisa senekat itu. Bahkan dengan bibir natural tampa lipstik pun terlihat begitu menggoda.
"Eh Vin, dari mana aja lo? " Sahut Lion saat melihat Levin yang baru datang.
Dan dibalas Levin dengan mengangkat kedua bahunya lalu duduk bersama kedua sahabatnya itu.
"Cewek tadi mana? " tanya Jeki lagi saat melihat Levin datang sendiri
"Mana gue tau!"
"Ya elah ... Lo kan sama dia tadi beg*k!! "
"Ya tapi gue nggak tau dia kemana! "
"Susah kalo ngomong sama lo "
"Trua gimana tadi Vin? " tanya Lion lagi
"Apanya? "
"Lo kasih hukuman apa dedek gemes? "
"Ck ... Gue bilang bukan gemes!! " sangkal Levin
"Ya terserah lo dah ... Lo apain dia? "
"Gue suruh dia untuk nurutin semua keinginan gue sampe gue lulus "
"hah"
"Trus dia mau?" tanya Jeki lagi
"Nggak"
"Jadi?"
"Dia harus tetep mau" ucap Levin enteng
"Lo gimana sih Vin ... Dia nggak mau, trus lo bilang harus tetep mau, maksudnya apa coba! "
"Ya kalo dia nggak mau, lihat aja apa yang bakal gue lakuin ke dia " ucap Levin sambil tersenyum.
"Terserah lu dah Vin ... Tapi sumpah! gue salut sama tu cewek, keren dia Vin ... Orangnya tenang gitu ya " sambar Lion sambil tersenyum.
"Setuju!! Gue kagum sama dia!! Keren lah pokoknya, satu satunya cewek yang seberani itu sama lo Vin, haha mana pake buang jaket lo lagi ... sumpah lucu banget "
"Seneng ya kalian liat jaket gue dibuang! "
"Ya siapa suruh lo sok sokan gitu, mana pake bilang nggak mau barang bekas orang lain lagi. Tadinya gue mikir dia bakal mintak maaf, eh nggak tau nya langsung dibuang haha, rasain lo! " balas Jeki yang tak henti hentinya tertawa
"Kampret!!! "
"Setelah ketemu sama cewek tadi, gue jadi nggak percaya sama kalimat 'kalo nggak ada definisi cewek gemuk itu cantik' buktinya tadi ... Dia cantik" Ucap Lion tiba tiba.
"Setuju gue Yon!! Ternyata cantik itu nggak harus badannya kayak k-pop korea ya, baru tau gue ... " Sambung Jeki lagi
"Eh tapi Vin ... Bukannya dulu lo bilang kalo dia dibuli karna berubah jadi gemuk ya? "
Lalu dibalas Levin dengan sedikit mengangguk
"Yang gue denger sih gitu "
"Tapi kok bisa sih, orang cantik gitu ... Dan lagipun dia nggak gemuk gemuk amet lah, menurut gue masih ideal "
"Kurang tau gue, tapi kayaknya anak sekolahan itu iri sama dia ... Makanya dibuli "
"Ohh ... Pantes sih " sahut keduanya sambil mengangguk.
__ADS_1